وَعَنْهُ قَالَ: خَطَبَنَا رَسُولُ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-فَقَالَ: { " إِنَّ اَللَّهَ كَتَبَ عَلَيْكُمُ اَلْحَجَّ " فَقَامَ اَلْأَقْرَعُ بْنُ حَابِسٍ فَقَالَ: أَفِي كَلِّ عَامٍ يَا رَسُولَ اَللَّهِ? قَالَ: " لَوْ قُلْتُهَا لَوَجَبَتْ, اَلْحَجُّ مَرَّةٌ, فَمَا زَادَ فَهُوَ تَطَوُّعٌ " } رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ, غَيْرَ اَلتِّرْمِذِيِّ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه أبو داود (1721 )‏، والنسائي ( 5 / 111 )‏، وابن ماجه ( 2886 )‏، وأحمد ( 3303 )‏ و ( 3510 )‏ والحديث ساقه الحافظ بمعناه.‏ وزاد أحمد فر رواية: " ولو وجبت لم تسمعوا، ولم تطيعوا ".‏ وهي عند النسائي بلفظ: " ثم إذا لا تسمعوني ولا تطيعون ".‏
Terjemahan
Ibnu Abbas (RAA) menceritakan bahwa Rasulullah (ﷺ) pernah berbicara kepada kami dan berkata, “Wahai manusia! Haji telah ditetapkan untukmu.” Al-Aqra' bin Habis berdiri dan bertanya, 'Wahai Nabi Allah! Apakah kita harus melakukan haji setiap tahun?” Rasulullah SAW (ﷺ) berkata

“Seandainya saya mengatakan 'ya', itu akan menjadi kewajiban (tahunan). Haji diwajibkan hanya sekali seumur hidup. Apa pun yang dilakukan seseorang di atas ini adalah tindakan supererogatif (tindakan sukarela) baginya.” Dikatakan oleh lima imam kecuali at-Tirmidhi.