Bulugh al-Maram
Kejahatan (Qisas atau Pembalasan)
كتاب الجنايات
Dan diriwayatkan secara sahih dari Ali melalui berbagai jalur sebagai perkataan seorang Sahabat (Mawquf). Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dan Al-Hakim.
Aku mendengar Rasulullah – semoga Allah memberinya salawat dan salam – bersabda: “Barangsiapa datang kepada kalian sedangkan urusan kalian bersatu, ia ingin memecah belah jamaah kalian, maka bunuhlah dia.”
Diriwayatkan oleh Muslim. Muslim menambahkan setelah kata “bersatu”: “atas satu orang, ingin memecah persatuan kalian, atau”.
Rasulullah d semoga salawat dan salam Allah atas beliau d bersabda: 22Barangsiapa terbunuh karena membela hartanya, maka ia adalah syahid. 22 Diriwayatkan oleh Abu Dawud, An-Nasa'i, dan At-Tirmidhi, dan ia menilainya sahih (autentik).
Dari ʿImrān bin Husain radhiyallahu 'anhumā, ia berkata: Yaʿlā bin Umayyah berkelahi dengan seorang laki-laki. Salah seorang dari keduanya menggigit temannya, lalu ia mencabut gigi taringnya. Keduanya pun mengadukan perselisihan mereka kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu beliau bersabda, "Apakah seseorang dari kalian menggigit saudaranya sebagaimana pejantan menggigit? Tidak ada diat (denda) baginya."
Abul Qasim – semoga salawat dan salam Allah atasnya – bersabda: “Apabila seseorang mengintip ke arahmu tanpa izin, lalu engkau melemparnya dengan kerikil, lalu engkau mencolok matanya, maka tidak ada dosa atasmu.”
Hadis ini disepakati. Dan dalam lafaz riwayat Ahmad dan An-Nasai, yang dinyatakan sahih oleh Ibnu Hibban: “Maka tidak ada diat baginya dan tidak ada kisas.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memutuskan bahwa penjagaan kebun-kebun berdinding pada siang hari menjadi tanggung jawab pemiliknya, bahwa penjagaan hewan ternak pada malam hari menjadi tanggung jawab pemiliknya, dan bahwa pemilik hewan ternak bertanggung jawab atas apa yang dirusak oleh hewan ternak mereka pada malam hari.
Dari Mu'adz bin Jabal (semoga Allah meridhainya) - mengenai seorang lelaki yang masuk Islam lalu murtad (kembali kepada Yahudi) -: “Aku tidak akan duduk sehingga dia dibunuh. Ini adalah ketetapan Allah dan Rasul-Nya.” Maka diperintahkanlah agar dia dibunuh, lalu dia dibunuh. Disepakati keabsahannya. Dalam riwayat Abu Dawud: “Dan dia telah diminta untuk bertaubat sebelum itu.”
Dari Ibnu Abbas, semoga Allah meridhai keduanya, ia berkata: Rasulullah, semoga salawat dan salam Allah tercurah kepadanya, bersabda: “Barangsiapa mengganti agamanya, bunuhlah dia.” Diriwayatkan oleh Al-Bukhari.
Seorang tunanetra memiliki seorang ummu walad yang mencaci Nabi 13 semoga Allah melimpahkan selawat dan salam kepadanya 13 dan menjelek-jelekkannya. Ia melarangnya, tetapi ia tidak berhenti. Ketika tiba suatu malam, ia mengambil beliung, meletakkannya di perutnya, lalu bertumpu padanya. Maka ia membunuhnya.
Hal itu sampai kepada Nabi 13 semoga Allah melimpahkan selawat dan salam kepadanya 13 lalu beliau bersabda: 2Saksikanlah bahwa darahnya sia-sia.3