Larangan membuat Nabidh dalam Al-Muzaffat, Ad-Dubba' (Labu), Al-Hantam dan An-Naqir; Ini telah dibatalkan dan sekarang diizinkan, selama tidak memabukkan Sahih Muslim 1993 b

Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ، حَدَّثَنَا بَهْزٌ، حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ، عَنْ سُهَيْلٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي، هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَنَّهُ نَهَىعَنِ الْمُزَفَّتِ وَالْحَنْتَمِ وَالنَّقِيرِ ‏.‏ قَالَ قِيلَ لأَبِي هُرَيْرَةَ مَا الْحَنْتَمُ قَالَ الْجِرَارُ الْخُضْرُ
Terjemahan
Abu Huraira melaporkan bahwa Rasul Allah (صلى الله عليه وسلم) melarang (persiapan Nabidh) dalam guci yang dipernis, kendi yang diolesi dengan nada hijau dan tunggul berlubang. Dikatakan kepada Abu Huraira

Apa Hantama itu? Dia berkata: Itu adalah teko hijau (diolesi dengan nada).