وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ، حَدَّثَنَا أَبِي، حَدَّثَنَا هِشَامٌ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، قَالَ كَانَ ابْنُ الزُّبَيْرِ يَقُولُ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ حِينَ يُسَلِّمُ " لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ " . وَقَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يُهَلِّلُ بِهِنَّ دُبُرَ كُلِّ صَلاَةٍ .
Terjemahan
Abu Zubair melaporkan
Ibnu Zubair mengucapkan di akhir setiap shalat setelah mengucapkan salam (kata-kata ini): "Tidak ada tuhan selain Allah. Dia sendirian. Tidak ada mitra dengan-Nya. Kedaulatan adalah milik-Nya dan Dia Maha Kuasa atas segalanya. Tidak ada kekuatan atau kuasa kecuali dengan Allah. Tidak ada tuhan selain Allah dan kita tidak menyembah melainkan Dia saja. Kepada-Nya semua karunia, milik-Nya adalah semua Rahmat, dan kepada-Nya pujian yang layak diberikan. Tidak ada tuhan selain Allah, kepada-Nya kami tulus dalam pengabdian, meskipun orang-orang tidak menyetujuinya." (Perawi berkata): Dia (Nabi) mengucapkannya di akhir setiap shalat (wajib).