Shalat malam dan jumlah rakaat yang dipanjatkan oleh Nabi (saw) pada malam hari, dan bahwa Witir adalah satu rakaat, dan shalat satu rakaat adalah benar Sahih Muslim 737 b

وَحَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا عَبْدَةُ بْنُ سُلَيْمَانَ، ح وَحَدَّثَنَاهُ أَبُو كُرَيْبٍ، حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، وَأَبُو أُسَامَةَ كُلُّهُمْ عَنْ هِشَامٍ، بِهَذَا الإِسْنَادِ
Terjemahan

Hadis ini telah diriwayatkan oleh Hisyam dengan rantai pemancar yang sama.

Comment

Kitab Doa - Para Musafir

Penulis: Sahih Muslim | Referensi Hadis: Sahih Muslim 737b

Konfirmasi Tekstual

Narasi ini oleh Hisham ibn 'Urwah melalui rantai transmisi (isnad) yang identik berfungsi untuk memperkuat keaslian hadis sebelumnya.

Ketika beberapa perawi yang dapat diandalkan melaporkan tradisi yang sama melalui rantai paralel, ini membentuk apa yang disebut para ulama sebagai "mutaba'ah" (koreborasi), meningkatkan kepastian hukum yang berasal dari tradisi kenabian.

Signifikansi Keilmuan

Pengulangan hadis ini melalui perawi yang berbeda dari sumber yang sama menunjukkan perhatian teliti Para Sahabat dalam melestarikan ajaran Nabi mengenai doa para musafir.

Transmisi ganda semacam itu memberikan bukti yang lebih kuat bagi para ahli hukum ketika menurunkan keputusan hukum, terutama terkait keringanan (rukhas) yang diizinkan selama perjalanan.