Kitab Salam

كتاب السلام

Bab : Keunggulan Berjabat Tangan Saat Menyapa Seseorang

Anas -raḍiyallāhu 'anhu- melaporkan

Ketika orang-orang Yaman datang, Rasulullah (ﷺ) berkata, “Orang-orang Yaman telah mengunjungi Anda. Mereka adalah orang pertama yang memperkenalkan tradisi jabat tangan.” [Abu Dawud].

Safwan bin 'Assal -raḍiyallāhu 'anhu- melaporkan

Seorang Yahudi meminta temannya untuk membawanya kepada Nabi (ﷺ); dan ketika mereka datang kepada Rasulullah (ﷺ), mereka bertanya kepadanya tentang sembilan tanda yang jelas (diberikan kepada Nabi Musa). Safwan menceritakan Hadits panjang yang menyimpulkan: Mereka mencium tangan dan kaki Rasulullah (ﷺ) dan berkata: “Kami bersaksi bahwa Anda adalah seorang nabi.” [Al-Tirmidhi]

Dalam narasi Ibnu Umar -raḍiyallāhu 'anhu- di akhir narasi Hadis) dia berkata

“Kami mendekati Nabi (ﷺ) dan mencium tangannya.” [Abu Dawud]

Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- melaporkan

Nabi (ﷺ) mencium cucunya Hasan bin 'Ali di hadapan Aqra' bin Habis. Kemudian Aqra' berkata: “Saya memiliki sepuluh anak dan saya belum pernah mencium seorang pun dari mereka.” Rasulullah SAW (ﷺ) meliriknya dan berkata, “Barangsiapa tidak menunjukkan belas kasihan kepada orang lain, tidak akan diberi rahmat.” (Al-Bukhari dan Muslim).

Bab : Keunggulan Mempromosikan Salam

Al-Bara' bin 'Azib -raḍiyallāhu 'anhu- melaporkan

Rasulullah (ﷺ) memerintahkan kita untuk melakukan tujuh hal: mengunjungi orang sakit, mengikuti pemakaman (orang beriman yang mati), memohon rahmat Allah kepada orang yang bersin (yaitu, dengan mengatakan kepadanya: Yarhamuk-Allah), untuk mendukung yang lemah, untuk membantu orang tertindas, untuk mempromosikan salam 'as-Salamu 'Alaikum', dan untuk membantu mereka yang bersumpah untuk melakukan sesuatu untuk melakukan sesuatu Menepati sumpah mereka. (Al-Bukhari dan Muslim)

Bab : Kata-kata yang akan digunakan untuk mempersembahkan salam

Aisyah -raḍiyallāhu 'anhu-

Rasulullah SAW (ﷺ) berkata kepadaku, “Ini Jibril (Jibril) yang menyampaikan salam damai kepadamu.” Saya menjawab: “Wa 'Alaihis-Salamu wa Rahmatullahi wa Barakatuhu (Semoga salam dan rahmat Allah dan berkat-Nya).” (Al-Bukhari dan Muslim)

Asma' bint Yazid -raḍiyallāhu 'anhu-

Rasulullah SAW (ﷺ) melewati masjid suatu hari dan ada sekelompok wanita (sekitar sepuluh dari mereka) duduk di masjid. Dia mengangkat tangannya untuk memberikan salam. [At- Tirmidhi, yang mengklasifikasikannya sebagai Hasan].

Diriwayatkan dari Abu Umamah

Rasulullah SAW bersabda: “Orang-orang yang paling dekat dengan Allah adalah mereka yang pertama memberi salam. ﷺ

[Abu Dawud] Dan At-Tirmidhi menceritakan maknanya dan mengklasifikasikannya sebagai Hasan.

Bab : Etiket Menyampaikan Salam

Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- melaporkan

(Al-Bukhari dan Muslim)

Narasi dalam Al-Bukhari menambahkan: Rasulullah (ﷺ) berkata, “Orang muda harus menyapa orang tua.”

Bab : Keunggulan Salam Saat Memasuki Rumah

Anas bin Malik -raḍiyallāhu 'anhu- melaporkan

Rasulullah SAW (ﷺ) berkata kepadaku, “Anakku terkasih, ketika kamu memasuki rumahmu, katakanlah As- Salamu 'Alaikum kepada keluargamu, karena itu akan menjadi berkah baik bagimu dan keluargamu.” [At-Tirmidhi, yang mengklasifikasikannya sebagai Hasan Sahih].

Bab : Seorang pria mengucapkan salam kepada istrinya atau seorang wanita mahram atau wanita non-mahrmam atau wanita yang tidak takut kesengsaraan oleh mereka dan memberikan salam kepada mereka dengan kondisi ini

Sahl bin Sa'd -raḍiyallāhu 'anhu- melaporkan

[Al-Bukhari].

Asma bint Yazid -raḍiyallāhu 'anhu- melaporkan

Dalam At-Tirmidhi: bahwa Rasulullah (ﷺ) suatu hari melewati Masjid, dan sekelompok wanita sedang duduk, jadi dia memberi isyarat tangannya dengan salam.

Bab : Menyambut Non-Muslim dan Larangan Mengambil Inisiatif Melakukannya

Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- melaporkan

[Muslim].

Bab : Meminta Izin Masuk dengan Menyatakan Nama

Anas -raḍiyallāhu 'anhu- melaporkan dalam hadisnya yang terkenal tentang Al-Isra' (Kenaikan) bahwa Rasulullah (ﷺ) berkata, “Kemudian Jibril (Jibril) naik bersama saya ke surga terdekat dan meminta agar pintu gerbang dibuka. Dia ditanya

(Al-Bukhari dan Muslim)

Bab : Mengucapkan “Al-Hamdulillah” Saat Bersin, Jawabannya, dan Tata Cara Berhubungan Dengan Bersin dan Menguap

Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- melaporkan

[Al-Bukhari].

Abu Musa -raḍiyallāhu 'anhu-

Rasulullah SAW bersabda, “Apabila salah seorang di antara kalian bersin dan memuji Allah, maka hendaklah kamu memohon rahmat Allah kepadanya (yaitu, katakanlah Yarhamuk-Allah); tetapi jika dia tidak memuji Allah, janganlah kamu menjawab.” ﷺ [Muslim].

Abu Musa -raḍiyallāhu 'anhu-

Orang-orang Yahudi biasa sengaja bersin di hadapan Rasulullah (ﷺ) berharap dia akan berkata kepada mereka: 'Yarhamukum-ullah -rahimallāhu 'rahimu-, 'tetapi dia akan menjawab dengan: “Yahdikum-ullahu wa yuslihu balakum -semoga Allah membimbing Anda dan meredakan keadaan Anda).” [Abu Dawud dan At-Tirmidhi].

Bab : Keunggulan Berjabat Tangan Saat Menyapa Seseorang

Anas -raḍiyallāhu 'anhu- melaporkan

Seorang pria bertanya: “Wahai Rasulullah! Ketika seorang pria bertemu dengan saudara laki-laki atau teman, haruskah dia tunduk padanya?” Dia berkata, “Tidak.” Pria itu bertanya apakah dia harus memeluk dan menciumnya? Rasulullah SAW (ﷺ) menjawab, “Tidak.” Dia bertanya apakah dia harus memegang tangannya dan menjabat? Rasulullah SAW (ﷺ) menjawab, “Ya.” [At-Tirmidhi].

Abu Dharr -raḍiyallāhu 'anhu-

Rasulullah SAW (ﷺ) berkata kepadaku, “Jangan meremehkan perbuatan baik apa pun, bahkan pertemuanmu dengan saudaramu (Muslim) dengan wajah ceria.” [Muslim].

Bab