حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، قَالَ: حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ، عَنْ ثَابِتٍ الْبُنَانِيِّ، وَعَاصِمٍ الأَحْوَلِ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، أَنَّ رَجُلا خَيَّاطًا دَعَا رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم، فَقَرَّبَ مِنْهُ ثَرِيدًا عَلَيْهِ دُبَّاءُ، قَالَ: فَكَانَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم، يَأْخُذُ الدُّبَّاءَ، وَكَانَ يُحِبُّ الدُّبَّاءَ، قَالَ ثَابِتٌ: فَسَمِعْتُ أَنَسًا، يَقُولُ: فَمَا صُنِعَ لِي طَعَامٌ، أَقْدَرُ عَلَى أَنْ يُصْنَعَ فِيهِ دُبَّاءُ، إِلا صُنِعَ.
Terjemahan
Anas ibn Malik berkata (semoga Allah berkenan dengannya)
“Seorang penjahit mengundang Rasulullah -Allah memberkatinya dan memberinya kedamaian- dan menyajikannya sepiring roti, daging dan kaldu, dengan beberapa labu di atasnya. Rasulullah -Allah memberkati dan memberinya kedamaian- dulu suka labu.” Thabit berkata, “Lalu aku mendengar Anas berkata: 'Sejak saat itu, hidangan apa pun yang bisa dibuat dengan labu dibuat untukku! '”