Jami' at-Tirmidhi

Bab tentang Doa

كتاب الدعوات عن رسول الله صلى الله عليه وسلم

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Keutamaan Permohonan

Jami` at-Tirmidhi 3370
Abu Hurairah menceritakan bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada yang lebih mulia di sisi Allah selain permohonan.”

Bab : Hal Lain Tentang 'Permohonan Adalah Esensi Ibada'

Jami` at-Tirmidhi 3371
Anas bin Malik menceritakan bahwa

Nabi berkata: “Permohonan adalah inti dari ibadah.”

Bab : Sesuatu yang lain: 'Ingatan adalah yang terbaik dari perbuatanmu, dan yang paling murni dari mereka bersama Tuanmu. '

Jami` at-Tirmidhi 3374
Abu Musa al-Ash`ari (ra) dijo

“Kami bersama Rasulullah (ﷺ) dalam ekspedisi militer. Ketika kami kembali, kami mengabaikan Al-Madinah, dan orang-orang mengucapkan Takbīr, dan mereka meninggikan suara dengan itu. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Tuhanmu tidak tuli dan tidak absen, Dia berada di antara kamu dan di antara kepala tunggangmu.” ﷺ Kemudian beliau berkata: “Wahai Abdullah bin Qais, jika aku tidak memberitahukan kepadamu harta karun dari harta surga: Lā ḥawla wa lā quwwata illā illā billah (tidak ada kekuatan dan kekuatan kecuali oleh Allah).”

Bab : Apa yang Terkait Tentang Kelompok yang Duduk untuk Mengingat Allah Yang Mahakuasa dan Mahakuasa, Kebajikan Apa Yang Mereka Miliki

Jami` at-Tirmidhi 3379
Abu Sa'id Al Khudri menceritakan

Mu'awiyah keluar ke Masjid dan berkata: “Apa yang menyebabkan kamu berkumpul untuk duduk ini?” Mereka berkata: “Kami berkumpul supaya kami mengingat Allah”. Dia berkata: “Demi Allah, tidak ada yang membuat kamu berkumpul untuk duduk ini kecuali untuk itu?” Mereka berkata, “Demi Allah, tidak ada yang membuat kami berkumpul untuk duduk ini kecuali untuk itu”. Beliau menjawab: “Sesungguhnya aku tidak bertanya kepadamu karena kecurigaan, dan tidak ada seorang pun di posisi aku dari Rasulullah yang menceritakan hadits darinya lebih sedikit daripada aku. Sesungguhnya Rasulullah datang kepada sekelompok sahabatnya dan berkata: “Apakah yang membuat kamu berkumpul untuk duduk ini?” Mereka berkata: “Kami telah berkumpul di tempat duduk ini untuk mengingat Allah dan memuji Dia karena Dia telah menuntun kami kepada Islam dan telah menganugerahkan nikmat kepada kami.” Maka dia berkata: “Demi Allah, tidak ada yang membuat kamu berkumpul untuk duduk ini kecuali untuk itu?” Beliau menjawab: “Sesungguhnya aku tidak bertanya kepadamu karena kecurigaan, sesungguhnya Jibrâil datang kepadaku dan memberitahukan kepadaku bahwa Allah membanggakan kamu kepada para malaikat.”

Bab : Apa yang Terkait Bahwa Permohonan Seorang Muslim Dijawab

Jami` at-Tirmidhi 3381
Jabir menceritakan bahwa

Rasulullah bersabda: “Tidak ada seorang pun yang mengucapkan doa, kecuali Allah memberikan kepadanya apa yang dia minta, atau mencegah dari padanya kejahatan yang setara dengannya, selama dia tidak memohon sesuatu yang jahat atau memotong ikatan rahim.”

Jami` at-Tirmidhi 3383
Jabir bin Abdullah (ra) menceritakan bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Ingatlah yang terbaik adalah: 'Tidak ada yang layak disembah selain Allah 'dan doa yang terbaik adalah: 'Segala puji adalah milik Allah.'” ﷺ

Bab : Apa yang Terkait Tentang 'Barangsiapa Tergesa-gesa Dalam Permohonannya'

Jami` at-Tirmidhi 3387
Abu Hurairah menceritakan bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Seorang di antara kamu akan ditanggapi, selama dia tidak tergesa-gesa, dengan mengatakan: 'Aku memohon, dan aku tidak ditanggapi. '”

Bab : Sesuatu yang lain, permohonan “Ya Allah, Yang Mengetahui Yang Ghaib dan Yang Terlihat, Pencipta Langit dan Bumi”

Jami` at-Tirmidhi 3392
Abu Hurairah, semoga Allah berkenan kepadanya, berkata

Abu Bakr berkata: “Ya Rasulullah, perintahlah aku dengan sesuatu yang boleh aku katakan ketika aku tiba pagi dan sore.” Beliau berkata: “Ya Allah yang mengetahui yang ghaib dan yang kelihatan, Pencipta langit dan bumi, Tuhan atas segala sesuatu dan pemiliknya, aku bersaksi bahwa tidak ada yang layak disembah selain Engkau, aku berlindung dari-Mu dari kejahatan jiwaku dan dari kejahatan syitan dan syirknya (Allahumma 'ālimal-ghaibi wash-shahādati fāṭi Ibadah, rabba kulli shai'in wa malīkahu, ash-hadu adalah ilāha ilāha ilā anta, a`ūdhu bika min sharri nafsi wa min sharrish-syiṭāni washirkihi). '” Beliau berkata: “Katakanlah itu ketika kamu tiba di pagi dan sore hari, dan ketika kamu tidur.”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Memohon Ketika Seseorang Pergi Ke Tempat Tidur

Jami` at-Tirmidhi 3394
Al-Bara' bin `Azib menceritakan bahwa

Nabi (ﷺ) berkata kepadanya: “Haruskah aku tidak mengajarimu beberapa kata untuk dikatakan ketika kamu pergi ke tempat tidurmu, jadi jika kamu mati, kamu akan mati di Fitrah, dan jika kamu sampai di pagi hari, kamu akan mencapainya dengan baik? Engkau berkata: “Ya Allah, sesungguhnya aku menyerahkan diriku kepada-Mu, dan aku memalingkan wajahku kepada-Mu, dan aku mempercayakan urusanku kepada-Mu, berharap kepada-Mu dan takut kepada-Mu. Dan aku bersandar kepada-Mu, dan tidak ada tempat berlindung dari pada-Mu kecuali kepada-Mu. Saya percaya kepada Kitab-Mu yang telah Engkau turunkan, dan pada Nabi-Mu yang telah Engkau utus (Allahumma dalam aslamtu nafsī ilaika wa wajjahtu wajhī ilaika, wa fawwadtu amrī ilaika, raghbatan wa rahbatan ilaika wa alja'tu ahrī ilaika, lā malja'a [wa lā manjā] minka ilā ilaik. Amantu bikitābikal-ladhī anzalta wa binabiyyikal-ladhī arsalt). '” Al-Bara' berkata: “Maka aku berkata, 'Dan pada Rasulmu yang kamu utus. '” Dia berkata: “Maka dia (ﷺ) memukul tangannya ke dadaku, lalu berkata: “Dan pada nabimu yang Engkau utus. (Wa binabiyyikal-ladhī arsalt).”

Jami` at-Tirmidhi 3395
Rafi` bin Khadij menceritakan bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Apabila salah seorang di antara kamu berbaring di sisi kanannya, lalu berkata: “Ya Allah, aku telah menyerahkan diriku kepada-Mu dan aku telah memalingkan wajahku kepada-Mu, dan aku bersandar kepada-Mu, dan aku telah mempercayakan urusanku kepada-Mu, tidak ada tempat berlindung dari Engkau kecuali kepada-Mu. Aku percaya kepada Kitab-Mu dan Rasul-Mu (Allahumma innī aslamtu nafsī ilaika wa wajjahtu wajhī ilaika, wa alja'tu ṣahrī ilaika, wa fawwaḍtu amrī ilaika, lā malja'a [wa lā manjā] minka illā ilaik, ūminu bikitābika wa birusulika) '— maka jika Dia mati malam itu, maka dia akan masuk surga.

Bab : Apa yang Terkait Tentang: Barangsiapa Membaca Al-Quran Saat Tidur

Jami` at-Tirmidhi 3402
Aisha menceritakan bahwa

Setiap malam, ketika Nabi (ﷺ) pergi ke tempat tidurnya, dia akan menggandeng tangannya, lalu meniupkannya, ketika dia membacakan di dalamnya: “Katakanlah: Dialah Allah Yang Maha Esa.” Dan “Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan Al-Falaq” dan “Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan manusia”. Kemudian dia akan menyeka sebanyak yang dia bisa dari tubuhnya dengan mereka, dimulai dengan mereka pertama-tama kepala dan wajahnya, dan bagian depan tubuhnya. Dia akan melakukan ini tiga kali.

Bab : Hal Lainnya: Tentang Pembacaan Surat: Al-Karifun, As-Sajdah, Al-Mulk, Az-Zumar, Bani Isra'il, dan Al-Musabbihat

Jami` at-Tirmidhi 3403
Farwah bin Nawfal (ra) menceritakan bahwa

Dia datang kepada Nabi (ﷺ) dan berkata: “Ya Rasulullah, ajarilah saya sesuatu yang mungkin saya katakan ketika saya pergi ke tempat tidur saya.” Maka dia berkata: “Bacalah: Katakanlah: “Hai orang-orang yang tidak beriman “, sesungguhnya itu adalah penolakan terhadap Syirik”. Shu'bah berkata: “Kadang-kadang dia berkata: 'Satu kali' dan kadang-kadang dia tidak mengatakannya.” (Rantaian lain) dari Farwah bin Nawfal, dari ayahnya: “Bahwa dia datang kepada Nabi (ﷺ)” kemudian dia menyebutkan makna serupa. Dan ini lebih benar. [Abu `Isa berkata:] Dan Zubair melaporkan hadits ini dari Ishaq, dari Farwah bin Nawfal, dari ayahnya dari Nabi (ﷺ), dengan kata-kata yang sama. Ini lebih tepat dan lebih tepat daripada narasi Syu'bah. Para sahabat Abu Ishaq bingung dalam narasi hadits ini. Hadis ini telah dilaporkan melalui rute selain ini. Abdurrahman adalah saudara dari Farwah bin Nawfal.

Jami` at-Tirmidhi 3404
Jabir dijo

“Nabi tidak akan tidur sampai dia mencapai Tanzil as-Sajdah dan Tabarak.”

Jami` at-Tirmidhi 3405
`A'isha (ra) katanya

“Nabi (ﷺ) tidak akan tidur sampai dia membaca Az-Zumar dan Banu Isra'il.” Muhammad bin Ismail memberi tahu saya: “Nama Abu Lubabah (narator dalam rantai) ini adalah Marwan, budak Abdur-Rahman bin Ziyad yang dibebaskan. Dia mendengar kabar dari Aisha, dan Hammad bin Zaid mendengar kabar darinya.”

Bab : Hal Lain Tentang 'Permohonan Adalah Esensi Ibada'

Jami` at-Tirmidhi 3372
An-Nu'man bin Bashir menceritakan bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Permohonan adalah ibadah.” Kemudian dia membacakan: “Dan Tuhanmu berfirman: “Serulah aku, aku akan menanggapi kamu. Sesungguhnya orang-orang yang mencemooh penyembah-Ku, mereka pasti masuk neraka dengan terhina.”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Mengenai Keutamaan Ingatan

Jami` at-Tirmidhi 3375
Abdullah bin Busr (ra) menceritakan bahwa

Seorang pria berkata: “Ya Rasulullah (ﷺ), sesungguhnya perbuatan hukum Islam telah menjadi terlalu berlebihan bagiku, jadi beritahukanlah kepadaku sesuatu yang harus aku patuhi.” Dia (ﷺ) berkata: “Janganlah lidahmu berhenti menjadi lembap dengan mengingat Allah.”

Bab : Hal lain tentang 'Orang yang sering mengingat Allah lebih unggul daripada pejuang di jalan Allah

Jami` at-Tirmidhi 3376
Abu Sa'id Al-Khudri menceritakan bahwa

Rasulullah bertanya: “Siapakah di antara para hamba yang lebih unggul di hadapan Allah pada hari kiamat?” Beliau berkata: “Orang-orang yang banyak mengingat Allah (dan perempuan).” Beliau menjawab: “Aku berkata, 'Wahai Rasulullah! Bagaimana dengan pejuang di jalan Allah?” Beliau berkata: “Jika dia memukul dengan pedangnya di antara orang-orang yang kafir dan penyembah berhala, sampai pedangnya pecah, dan dia (atau) diwarnai dengan darah, maka orang-orang yang banyak mengingat Allah akan lebih unggul.”

Bab : Apa yang Terkait Bahwa Permohonan Seorang Muslim Dijawab

Jami` at-Tirmidhi 3384
'Aisyah (ra) menceritakan bahwa

Rasulullah (ﷺ) selalu mengingat Allah dalam segala urusannya.

Bab : Apa yang Telah Terkait Tentang Orang yang Memohon Harus Dimulai Dengan Dirinya Sendiri

Jami` at-Tirmidhi 3385
Ibnu Abbas menceritakan dari Ubayy bin Ka'b bahwa

Setiap kali Rasulullah (ﷺ) menyebut seseorang dan memohon untuknya, dia akan memulai dengan dirinya sendiri (ﷺ).

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Mengangkat Tangan Saat Memohon

Jami` at-Tirmidhi 3386
Umar bin Al-Khattab -raḍiyallāhu 'anhu- diriwayatkan

“Setiap kali Rasulullah mengangkat tangannya untuk memohon, dia tidak akan menurunkannya sampai dia menyeka wajahnya dengan mereka.”