Jami' at-Tirmidhi

Bab tentang Doa

كتاب الدعوات عن رسول الله صلى الله عليه وسلم

Bab : Hal Lain: Mengenai Kebajikan At-Tasbih, At-Tahmud, dan At-Takbir di Akhir Shalat Dan Saat Tidur

Jami` at-Tirmidhi 3412
Ka'b bin Ujrah menceritakan bahwa

Rasulullah SAW berkata: “Ada Mu'aqqibat, barangsiapa mengatakan mereka tidak akan menderita. Pujilah Allah pada akhir setiap shalat tiga puluh tiga kali, dan pujilah Dia tiga puluh tiga kali, dan pujilah kebesaran-Nya tiga puluh empat kali.

Jami` at-Tirmidhi 3413
Zaid bin Thabit (ra) dijo

“Kami diperintahkan untuk mengucapkan Tasbi pada akhir setiap shalat tiga puluh tiga kali, dan mengucapkan Takbīr tiga puluh empat kali.” Beliau berkata: “Kemudian seorang lelaki dari Ansar bermimpi di mana seseorang berkata: 'Rasulullah (ﷺ) memerintahkan kamu untuk mengucapkan tasbih pada akhir setiap shalat tiga puluh tiga kali, dan mengucapkan Taḥmīd tiga puluh tiga kali, dan mengucapkan Takbīr tiga puluh empat kali? ' Dia menjawab: “Ya.” Beliau berkata: “Maka buatlah mereka dua puluh lima dan tambahkan tahlil kepada mereka.” Keesokan harinya dia pergi ke Nabi (ﷺ) dan memberitahunya, jadi dia berkata: “Lakukanlah.”

Bab : Sesuatu yang lain: Permohonan: “Segala puji adalah milik Allah yang menghidupkan kembali jiwaku”

Jami` at-Tirmidhi 3417
Hudhaifah bin Al-Yaman [semoga Allah senang dengannya] menceritakan bahwa ketika Nabi (ﷺ) ingin tidur, dia akan berkata

“Ya Allah, atas nama-Mu aku mati dan aku hidup (Allahumma bismika amūtu wa aḥyā).” Dan ketika dia bangun, dia akan berkata: “Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kembali jiwaku setelah mati dan bagi-Nya-lah kebangkitan (al-Hamdulillāh, alladhī aḥyā nafsī ba`da mā amātahā wa ilaihin-nushūr).”

Bab : Sesuatu yang Lain: Permohonan: “Aku telah mengarahkan wajahku kepada Dia yang menciptakan langit dan bumi”

Jami` at-Tirmidhi 3423
Ali bin Abi Thalib menceritakan bahwa

Ketika Rasulullah berdiri untuk shalat wajib, dia akan mengangkat tangannya setinggi bahunya, dan dia akan melakukannya [juga] ketika dia selesai membacanya dan berniat untuk membungkuk, dan dia akan melakukannya ketika dia mengangkat kepalanya dari Ruku, dan dia tidak akan mengangkat tangannya dalam shalat apa pun saat dia duduk. Apabila dia bangkit dari dua sujud itu, dia juga akan mengangkat tangannya dan mengucapkan Takbir, dan ketika dia membuka salatnya setelah Takbir, dia akan berkata: “Aku telah mengarahkan wajahku kepada Yang telah menciptakan langit dan bumi, seperti seorang Hanif, dan aku bukan dari orang-orang musyrik. Sesungguhnya shalat saya, pengorbanan saya, hidup saya, kematian saya, adalah untuk Allah, Tuhan atas segala yang ada, tanpa sekutu, dan dengan ini saya diperintahkan dan saya termasuk orang-orang Muslim. Ya Allah, Engkaulah Raja, tidak ada yang layak disembah selain Engkau. Maha Suci Engkau, Engkaulah Tuhanku, dan aku hamba-Mu, aku telah menganiaya diriku sendiri dan aku mengakui dosa-dosaku, maka ampunilah dosa-dosaku, sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau, dan tunjukkanlah aku kepada yang terbaik selain Engkau. Dan berpalinglah dariku kejahatan mereka, dan tidak ada yang berpaling dariku keburukan mereka kecuali Engkau. Aku taat dan menolong jalan-Mu, dan aku bersandar kepada-Mu dan selalu berpaling kepada-Mu, dan tidak ada tempat berlindung dari-Mu, melainkan (pergi) kepada-Mu, aku memohon ampun kepada-Mu. Aku bertobat kepadamu (Wajjahtu wajhiya lilladhī faṭaras-samāwāti wal-arḍa ḥanīfan wa mā ana min al-mushrikīn, inna ṣalātī wa nusukī wa maḥyāya wa mamātī lillāhi rabbil-`ālamīn, lā sharīka lahtu wa bidhālika umirū yang merupakan salah satu muslim. Allahumma antal-maliku adalah ilāha ilāha ilā ant, subhanaka anta rabbī, yang merupakan salah satu 'abduka memahami alamtu nafsī wa'taraftu bidhanbī faghfirli dhunubi jamī`an, dan aku akan menjadi seorang semut. Wahdinī li-aḥsanil-akhlāqi adalah yahdī li-aḥsanihā ilā ilā ant. Wasrif `annī sayyi'ahā adalah syarifu `annī sayyi'aha ilā ilā ant. Orang yang bersalah, orang yang tidak berdosa, [yang] adalah orang yang tidak berdosa, [yang] adalah orang yang tidak berdosa.” Kemudian dia membaca, kemudian ketika dia sujud, ucapannya dalam ruku'nya, akan berkata: “Ya Allah, kepada-Mu aku sujud, kepada-Mu aku beriman, dan kepada-Mu aku tunduk (dalam Islam), dan Engkau adalah Tuhanku. Pendengaranku, penglihatanku, otakku dan tulangku direndahkan kepada Allah, Tuhan semesta alam segala yang ada (Allāhumma laka raka`tu wa bika āmantu wa laka aslamtu wa anta rabb ī. Khasha`a sam`ī wa basarī wa mukhkhī wa `aṣmī lillāhi, rabbil-`ālamin).” Kemudian, ketika dia mengangkat kepalanya dari Ruku, dia berkata: “Allah mendengar orang yang memujinya (Sami`a Allāhu liman ḥamidah).” Kemudian dia mengikutinya dengan: “Ya Allah, Tuhan kami, bagi-Mu puji memenuhi langit dan bumi dan memenuhi apa yang Engkau kehendaki sesudahnya (Allahumma rabbanā wa lakal-ḥamdu mil'as-samāwāti wal-arḍi, wa mil'a mā shi'ta min syiy'in ba`d).” Kemudian, ketika bersujud, dia berkata dalam sujudnya: “Ya Allah, kepada-Mu aku bersujud, kepada-Mu aku beriman dan kepada-Mu aku tunduk (dalam Islam), dan Engkau adalah Tuhanku, wajahku bersujud kepada Dia yang menciptakannya, dan memberikan pendengaran dan penglihatannya. Terpujilah Allah, Yang Terbaik dari Pencipta. Wah laksana aslamtu wa anta rabbi, sajada wajhi lilladhi khalaqahu wa shaqqa sam`ahū wa basarahu, tabarak Allāhu ahsanul-khaliqin).” Ketika dia selesai dengan shalat, kami akan berkata: “Ya Allah, ampunilah saya apa yang telah saya lakukan, sebelum dan sesudah, dan apa yang telah saya sembunyikan, dan apa yang telah saya lakukan secara terbuka, dan Engkau adalah Tuhanku, tidak ada yang layak disembah kecuali Engkau (Allāhummaghfirlī mā qaddamtu wa mā akhkhartu wa mā asrartu wa mā a`lantu, wa ilantu, wa ilantu, wa ilantu, Lāhī lā ilāha ilāha illā ant).”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Apa yang Seseorang Katakan Ketika Melihat Orang yang Menderita

Jami` at-Tirmidhi 3431
Umar menceritakan bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa melihat seseorang menderita dan berkata, 'Segala puji adalah milik Allah yang menyelamatkan aku dari apa yang telah Dia siksa kepadamu, dan memberkati aku banyak dari orang-orang yang telah diciptakan-Nya.” (al-Ḥamdulillāhi alladhī `āfānī mimmabtalāka bihī wa faḍdalani `ala kathīrin mimmabtalāka bihi wa faḍalanī `ala kathīrin mimāmalāman Maka dia akan diselamatkan dari kesengsaraan itu selama dia hidup.” ﷺ

Bab : Apa yang Seseorang Katakan Saat Berangkat Sebagai Wisatawan

Jami` at-Tirmidhi 3439
Abdullah bin Sarjis menceritakan bahwa

Ketika Nabi (ﷺ) ingin melakukan perjalanan, dia berkata: “Ya Allah, Engkau adalah pendamping dalam perjalanan, dan pengurus keluarga, ya Allah, temani kami dalam perjalanan kami, dan jaga keluarga kami, ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesulitan perjalanan, dan dari kembali dalam kesedihan yang besar, dan dari kerugian setelah bertambah, dan dari doa orang-orang tertindas, dan dari orang yang tampak jahat. di keluarga dan kekayaan kita (Allāhumma antaṣ-ṣāḥibu fis safari wal-khalīfatu fil-ahli, allāhumma aṣḥabnā fī safarinā wakhlufnā fī ahlinā. Allahumma adalah salah satu tempat yang paling penting dalam perjalanan wisata, yang merupakan salah satu dari yang lain, yang merupakan salah satu dari orang-orang yang beriman, yang merupakan salah satu dari para ahli yang beragama.”

Bab : Apa yang Seseorang Katakan Saat Melihat Bulan Crescent

Jami` at-Tirmidhi 3451
Bilal bin Yahya bin Talhah bin Ubaidullah menceritakan

dari ayahnya, dari kakeknya Talhah bin `Ubaidullah bahwa ketika Nabi (ﷺ) melihat bulan sabit, dia akan berkata: “Ya Allah, bawalah itu ke atas kami dengan berkah dan iman, dan keamanan dan Islam. Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah (Allahumma ahlilhu 'alainā bil-yumni wal-īmān, was-salāmati wal-Islam, rabbi wa rabbuk allāh).

Bab : Apa yang Dikatakan Ketika Melihat Buah Awal

Jami` at-Tirmidhi 3454
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- menceritakan,

“Ketika orang-orang melihat buah pertama, mereka akan membawanya kepada Rasulullah (ﷺ). Ketika Rasulullah (ﷺ) mengambilnya, dia berkata: “Ya Allah, berkatilah bagi kami buah-buahan kami dan berkati bagi kami kota kami, dan berkati bagi kami Sa dan Mudd kami, ya Allah, sesungguhnya Ibrahim adalah hamba-Mu dan sahabat-Mu dan Nabi-Mu, dan sesungguhnya aku adalah hamba-Mu dan Nabi-Mu, dan sesungguhnya dia (yaitu Ibrahim AS) memohon kepada-Mu untuk Mekkah. Dan aku memohon kepada-Mu untuk Al-Madinah dengan seperti yang dia minta kepada-Mu untuk Mekah, dan sejenisnya dengannya.” Dia berkata: Kemudian dia akan memanggil anak kecil terkecil yang dilihatnya dan memberinya buah itu.

Bab : Apa yang Terkait Tentang Kebajikan At-Tasbih, At-Takbir, At-Tahlil, Dan At-Tahmid

Jami` at-Tirmidhi 3460
Abdullah bin Amr menceritakan bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada seorang pun di bumi yang berfirman: “Tidak seorang pun berhak disembah selain Allah, dan Allah Maha Besar, dan tidak ada kekuatan dan kekuasaan kecuali oleh Allah, (Lā ilāha illallāh, wa Allāhu akbar, wa lā ḥawla wa lā quwwata illā illā billah) kecuali dosa-dosanya diampuni bahkan jika mereka seperti busa laut.” ﷺ

Jami` at-Tirmidhi 3461
Abu Musa al-Ash`ari dijo

“Kami bersama Rasulullah (ﷺ) dalam ekspedisi militer. Ketika kami kembali, kami mengabaikan Al-Madinah, dan orang-orang mengucapkan Takbir, dan mereka mengangkat suara mereka dengannya. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Tuhanmu tidak tuli dan tidak absen, dan Dia berada di antara kamu dan di antara kepala tunggangmu.” ﷺ Kemudian beliau berkata: “Wahai Abdullah bin Qais, jika aku tidak memberitahukan kepadamu harta karun dari harta surga: Lā ḥawla wa lā quwwata illā illā billah (tidak ada kekuatan dan kekuatan kecuali oleh Allah).”

Bab : Mengenai Bahwa Tumbuh-tumbuhan Surga adalah: “Maha Suci bagi Allah dan segala puji bagi Allah...”

Jami` at-Tirmidhi 3462
Ibnu Mas'ud menceritakan bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Aku bertemu dengan Ibrahim pada malam pendakianku, maka beliau berkata: “Wahai Muhammad, bacalah salam dariku kepada umatmu dan beritahukan kepada mereka bahwa surga memiliki tanah yang murni dan air yang lezat, dan bahwa itu adalah dataran yang datar tanpa pohon, dan bahwa benihnya adalah: “Maha Mulia bagi Allah (dan) segala puji adalah milik Allah. Dan tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah. Dan Allah adalah Maha Besar.” ﷺ

Jami` at-Tirmidhi 3463
Mus'ab bin Sa'd menceritakan dari ayahnya, bahwa

Rasulullah SAW (ﷺ) berkata kepada orang-orang yang duduk bersamanya: “Apakah salah seorang di antara kamu tidak mampu mencapai seribu amal kebaikan?” Maka seorang penanya di antara orang-orang yang duduk bersamanya bertanya kepadanya: “Bagaimana seorang di antara kami dapat memperoleh seribu perbuatan baik?” Beliau berkata: “Apabila salah seorang di antara kamu membaca seratus tasbīhat, maka seribu amal kebaikan tertulis baginya, dan seribu amal yang jahat dihapuskan darinya.”

Bab : Mengenai Kebajikan: “Kemuliaan bagi Allah, dan dengan segala pujian-Nya...”

Jami` at-Tirmidhi 3464
Jabir menceritakan bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa berkata: 'Maha Suci Allah Maha Besar, dan dengan pujian-Nya (Subḥān Allahil-Aïm wa biḥamdih) 'maka pohon kurma ditanam untuknya di surga.” ﷺ

Jami` at-Tirmidhi 3467
Abu Hurairah menceritakan bahwa

Rasulullah SAW (ﷺ) berkata: “Ada dua pernyataan yang ringan di lidah, berat timbangan, dan dicintai oleh Ar-Rahman: “Kemuliaan bagi Allah dan pujian; Kemuliaan bagi Allah, Yang Maha Besar. (Subḥān Allahi wa biḥamdih, Subḥān Allahil-Azim)”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang: At-Tasbih, At-Takbir, Dan At-Tahmid Saat Tidur

Jami` at-Tirmidhi 3409
Ali (semoga Allah berkenan kepadanya) berkata

“Fatimah pergi kepada Nabi dengan mengeluh tangannya melepuh, maka dia memerintahkannya untuk mengucapkan At-Tasbi, At-Takbīr, dan At-Taḥmīd.”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Memohon Ketika Seseorang Bangun Di Malam Hari

Jami` at-Tirmidhi 3414
Ubadah bin As-Samit, semoga Allah berkenan kepadanya, menceritakan bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa bangun di malam hari dan berkata, “Tidak seorang pun berhak disembah kecuali Allah, tanpa sekutu, kepunyaan-Nya kekuasaan, dan hanya Dialah puji, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. ﷺ Dan kemuliaan bagi Allah, dan segala puji bagi Allah, dan tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah. Dan Allah adalah Maha Besar, dan tidak ada kekuatan dan kekuasaan kecuali oleh Allah (Lā ilāha illallāh, waḥdahu lā sharīka lahu, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu, wa huwa `ala kulli shai'in qadīr. Wa subḥān Allah, walḥamdulillāh, wa lā ilāha illallāh, wa Allāhu akbar, wa lā ḥawla wa lā quwwata illā illā billah.) '— kemudian dia berkata: 'Ya Tuhanku, ampunilah aku (Rabbighfirli)' — atau dia berkata — 'Maka dia berdoa, dia akan ditanggapi. Maka dia membuat keputusan yang teguh, kemudian melakukan wudu, kemudian dia melakukan shalat, maka shalat itu akan diterima.”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Apa Yang Harus Dikatakan Saat Berdiri Untuk Shalat Di Malam Hari

Jami` at-Tirmidhi 3418
Abdullah bin Abbas (raḍiyallāhu 'anhu 'alaihi wa sallam-) menceritakan,

bahwa ketika Rasulullah (ﷺ) berdiri untuk shalat di tengah malam, dia berkata: “Ya Allah, bagi-Mu puji, Engkaulah terang langit dan bumi, dan bagi-Mu puji, Engkaulah yang memelihara langit dan bumi, dan bagi-Mu segala puji, Engkaulah Tuhan langit dan bumi dan orang-orang yang ada di dalamnya, Engkaulah yang benar. Janji adalah kebenaran, dan pertemuan Engkau adalah benar, dan surga itu benar, dan neraka itu benar, dan hari kiamat itu benar, ya Allah, kepada-Mu aku tunduk. Dan kepada-Mu aku beriman dan kepada-Mu aku bersandar, kepada-Mu aku berpaling, dan demi Engkau aku berdebat, dan kepada-Mu aku menunjuk untuk dihakimi. Maka ampunilah aku apa yang telah kulakukan sebelum dan sesudahnya, apa yang telah aku sembunyikan dan apa yang telah kulakukan secara terbuka. Engkau adalah Tuhanku, tidak ada hak untuk disembah kecuali Engkau (Allahumma lakal-ḥamd, anta nūrus-samāwāti wal-arā, wa lakal-ḥamd, anta qayyāmus-samāwāti wal-arā, wa lakal-ḥamd, anta rabbus-samāwāti wal-arā, wa man fīhinn, antal-ḥāmd, anta rabbus-samāwāti wal-arā, wa man fīhinn, antāl-aqḥād Wa wa`dukal-ḥaqq, wa liqā'uka hadq, wal-jannatu hadq, wan-nāru ḥaqq, was-sa'atu haqq. Allahumma adalah aslamtu, yang bika amantu, yang 'alaika' tawakkaltu, yang ilika anabtu, yang memeluk agama, dan memeluk perkara, dan menjadi asrartu dan tidak beriman. Anta ilāhī lā ilāha ilāha illā ant).”

Bab : Sesuatu yang lain: Permohonan: “Ya Allah, aku memohon rahmat kepada-Mu”

Jami` at-Tirmidhi 3419
Ibn Abbas dijo

“Suatu malam, ketika dia (ﷺ) keluar dari shalat, aku mendengar Rasulullah berkata: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu rahmat-Mu, supaya Engkau membimbing hatiku dengan itu, mengumpulkan urusanku, dan menyatukan apa yang telah tercerai-berai dari urusanku dan memperbaiki dengan itu apa yang tersembunyi dariku, dan membangkitkan olehnya apa yang jelas dariku, dan menyucikan dengan itu perbuatanku, dan mengilhami aku dengan itu. dengan apa yang mengandung petunjuk kepadaku, dan lindungi aku dengan itu dari apa yang aku minta perlindungan, dan lindungi aku dengan itu dari segala kejahatan. Ya Allah, berikanlah kepadaku iman dan kepastian yang sesudah itu tidak ada kekafiran dan rahmat, sehingga aku dapat mencapai tingkat kemurahan hatimu yang tinggi di dunia dan akhirat. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu keberuntungan dalam penghakiman dan kedudukan para syahid, dan rezeki orang-orang yang beruntung, dan pertolongan terhadap musuh-musuh. Ya Allah, aku menyerahkan kepada-Mu kebutuhanku dan tindakanku lemah, aku membutuhkan rahmat-Mu, maka aku memohon kepada-Mu, wahai Penentu urusan, dan Wahai Penyembuh peti, sebagaimana Engkau memisahkan aku dari siksaan api yang menyala-nyala, dan dari mencari kehancuran, dan dari ujian kuburan. Ya Allah, apa pun pendapatku telah gagal, dan niatku belum tercapai, dan permintaanku belum terpenuhi, baik yang telah Engkau janjikan kepada siapa pun dari ciptaan-Mu, atau kebaikan apa pun yang akan Engkau berikan kepada hamba-hamba-Mu, maka sesungguhnya aku memintanya dari-Mu dan aku memintanya kepada-Mu, dengan rahmat-Mu, ya Tuhan semesta alam. Ya Allah, Yang memiliki tali yang kuat dan orang-orang yang mendapat petunjuk, aku memohon kepada-Mu keamanan pada hari ancaman, dan surga pada hari kekekalan bersama dengan saksi-saksi yang dekat, yang membungkuk dan sujud, yang memenuhi perjanjian. Engkau Maha Penyayang lagi Maha Penyayang, Maha Penyayang, dan sesungguhnya Engkau melakukan apa yang Engkau kehendaki. Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang memberi petunjuk dan bukan orang-orang yang sesat, sekutu teman-temanmu dan musuh musuh-musuh-musuh-Mu. Kami mengasihi karena kasih-Mu, mereka yang mengasihi Engkau, dan membenci, karena permusuhan-Mu mereka yang menentang Engkau. Ya Allah, inilah permohonan (yang kami sanggup), dan terserah Engkau untuk menanggapinya, dan ini adalah usaha (yang kami mampu), dan hanya kepada-Mu bertawakkal. Ya Allah, tetapkan cahaya di hatiku dan terang di kuburku, terang di depanku, cahaya di belakangku, cahaya di kananku, cahaya di kiriku, terang di atasku, terang di bawahku, cahaya di bawahku, cahaya di pendengaranku, cahaya di pandangku, cahaya di rambutku, cahaya di kulitku, dan cahaya di dagingku, dan cahaya di darahku, dan cahaya di tulang-tulangku. Ya Allah, muliakanlah terang bagiku, dan tetapkan untukku cahaya. Kemuliaan adalah bagi Dia yang mengenakan kemuliaan dan memberinya anugerah. Kemuliaan bagi Dia yang tidak pantas untuk memuliakannya kecuali Dia, Pemilik Kehormatan dan Karunia, Kemuliaan bagi Pemilik Kemuliaan dan Kedermawanan, Kemuliaan bagi Pemilik Keagungan dan Kehormatan” (Allāhumma innī as'aluka raḥmatan min `indika tahdī bihā qalbī, wa tajma`u bihā amrī, wa talummu bihī Sha`athī, wa tuṣliḥu biha ghā'ibi, wa tarfa`u biha shahidi, wa tuzakki bihā `amali, wa tulhimuni bihā rushdī, wa taruddu biha ulfati, wa ta'simuni biha biha min kulli su'in. Allahumma a`ṭinī īmānan wa yaqīnan laisa ba`adahu kufr, yang raḥmaten anālu bihā sharafa karāmatika fid-dunya wal-ākhira. Allahumma dalam as'alukal-fawza [fil-`atā'i wa yurwa] fil-qadā'i, wa nuzulash-shuhadā'i wa `aishas-su`adā'i, wan-nasra `alal-a`dā'. Allahumma dalam unzilu bika hadati, yang dalam kaṣura ra'yī wa da`ufa `amali iftaqartu ilā rahmatik, fa as'aluka yā qadiyal-umur, wa yā yafiyas-ṣudūr, kamā tujīru bainal-buḥūr, dan tujīranī min `Adhābis-sa`īr, yang merupakan bagian dari watith-thubur, yang merupakan bagian dari fitnatil-qubur. Allahumma mā qāṣṣara `anhu ra'yī wa lam tablughhu niyyatī wa lam tablughhu mas'alatī min khairin wa`adtahu aḥadan min khalqika awāqika awārīn dan mu`thihi aḥadan min `ibādika fa di arghabu ilaika fihi, wa as'alukahu bi-raḥmatika rabmatika bal-`alamin. Allahumma dhalhablish-shadīd, wal-amrir-rashid, as'aluka al-amna yawm al-wa`id, wal-janata yawmal-khulud ma`al-muqarrabinash-shuhud, ar-rukka`is-sujud, al-mufina bil-uhūd anta, Wadīmun Wadūd, Was no taf`alu e turīd. Allahummaj'alnā hadīna muhtadina, ghaira dalīna wa muḍillīna, silman li-awliyā'ika wa 'aduwan li a`dā'ika, nuḥibbu biḥubbika dan ahabbaka wa nu`adi bi`adāwatika man khālafak. Allahumma hadhad-du`ā'u wa `alaikal-ijābatu, wa hadal-judu wa `alaikat-tuklān. Allahummaj'allī nuran fi qalbi wa nuran fi qabri, wa nuran min baini yadayya, wa nuran min khalfi, wa nuran `an yamini, wa nuran `an shimali, wa nuran min fawqī, wa nuran min taḥti, wa nūran fi samī, yang dinyatakan sebagai orang yang beriman, yang bersyukur, yang tidak beriman, yang tidak beriman, dan tidak beriman, dan tidak beriman. Allahumma a`dipandang lī nuran, wa a`ṭinī nūran, waj`allī nūran. Subhanal-ladhī ta`atṭafal-`izza wa qāla bihi, subhanal-ladhī labisal-majda wa takarrama bihi, subhanal-ladhī lā yanbaghit-tasbiḥu illā lahu, subhana dhil-faḍli wan-ni`am, subhana dhil-majdi wal-karam, subhana dhil-jalali wal-ikram.)

Bab : Apa yang Dikatakan Dalam Sujud Bacaan

Jami` at-Tirmidhi 3424
Al-Hasan bin Muhammad bin Ubaidullah bin Abi Yazid berkata

“Ibnu Juraij berkata kepadaku: “Ubaidullah bin Abi Yazid memberitahuku bahwa Ibnu Abbas berkata: “Seorang pria datang kepada Nabi dan berkata: 'Wahai Rasulullah! Saya bermimpi di malam hari ketika saya sedang tidur, di mana saya sedang berdoa di belakang pohon, ketika saya bersujud, pohon itu bersujud bersama saya. Kemudian aku mendengarnya berkata: “Ya Allah! Catatkanlah bagiku pahala bersama-Mu untuk itu, singkirkan dosa dariku dengan itu, dan simpanlah untukku bersama-Mu untuk itu, dan terimalah dariku sebagaimana Engkau menerimanya dari penyembah-Mu Dawud (Allāhumma uktub lī bihā `indaka ajran, waḍa` `annī bihā wizran, waj`alhā lī `indaka dhukhran, wa taqabran, wa taqabran Minni kamā taqabbalta min `Abdika Dāwūd).” Al-Hasan berkata: “Ibnu Juraij berkata kepadaku: 'Kakekmu berkata kepadaku: “Ibnu Abbas berkata: 'Maka Nabi membacakan (ayat) sujud, lalu sujud. '” “Maka Ibnu Abbas berkata: 'Aku mendengarkannya, dan dia mengatakan hal yang sama seperti yang dikatakan oleh orang yang dikatakan pohon itu. '”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Apa yang Seseorang Katakan Ketika Kembali Dari Perjalanannya

Jami` at-Tirmidhi 3440
Ar-Rabi` bin Al-Bara' bin `Azib melaporkan dari, ayahnya

Bahwa setiap kali Nabi (ﷺ) kembali dari perjalanan, dia akan berkata: “(Kami) kembali, bertobat, beribadah, dan kepada Tuhan kami mengarahkan pujian (Ā'ibūna tā'būna lirabbinā ḥāmidūn).”