Jami' at-Tirmidhi

Bab tentang Doa

كتاب الدعوات عن رسول الله صلى الله عليه وسلم

Bab : Apa Yang Terkait Tentang Permohonan Di Pagi Dan Malam Hari

Jami` at-Tirmidhi 3391
Abu Hurairah (ra) dijo

Rasulullah SAW mengajar para sahabatnya dengan berkata: “Apabila salah seorang di antara kamu tiba di pagi hari, maka hendaklah dia berkata: 'Ya Allah, demi Engkau kami memasuki pagi hari, dan demi Engkau kami hidup, dan demi Engkau kami mati, dan kepada-Mu kembali (Allāhumma bika aṣbaḥnā wa bika amsainā wa bika naḥyā wa bika naḥyā wa bika naḥyā wa bika naḥyā wa bika amsainā wa bika naḥyā wa bika naḥyā wa bika naḥyā wa bika naḥyā wa bika amsainā wa bika naḥyā wa bika naḥyā wa bika naḥyā wa bika naḥyā wa bika naḥyā wa bika namūtu wa ilaikal-maṣīr). ﷺ Dan apabila ia tiba di malam hari hendaklah ia berkata: “Ya Allah, demi Engkau kami masuk malam, dan demi Engkau kami masuk pagi, dan demi Engkau kami hidup, dan demi Engkau kami mati, dan bagi-Mu kebangkitan (Allāhumma bika amsainā wa bika aṣbaḥnā wa bika naḥyā wa bika namūtu wa ilaikan-nushūr).”

Bab : Sesuatu yang Lain: Permohonan: “Demi Nama-Mu, Tuhanku, Aku berbaring”

Jami` at-Tirmidhi 3401
Abu Hurairah (ra) menceritakan bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Apabila salah seorang di antara kalian meninggalkan tempat tidurnya lalu kembali ke tempat tidurnya, maka biarlah dia menyikatnya dengan ujung Izarnya tiga kali, karena sesungguhnya dia tidak tahu apa yang menggantikannya setelah dia. ﷺ Apabila ia berbaring, hendaklah ia berkata: “Ya Tuhanku, aku meletakkan sisiku dan dengan nama-Mu aku mengangkatnya.” Dan jika Engkau mengambil jiwaku, maka kasihanilah dia, dan jika Engkau melepaskannya, maka lindungi dengan apa yang Engkau lindungi para penyembah-penyembah-Mu yang saleh (Bismika rabbī waḍa`tu janbī wa bika arfa`uhu, fa'in amsakta nafsī farḥamhā wa in arsaltahā faḥfahā bimā taḥfabihī `ibādakaī Dan apabila ia bangun, hendaklah ia berkata: “Segala puji bagi Allah yang menyembuhkan aku dalam tubuhku dan mengembalikan jiwaku dan mengijinkanku untuk mengingat-Nya (al-Hamdulillah alladhi `āfānī fī jasadī wa radda `alayya rūḥī wa adhina lī bidhikrih).”

Bab : Hal Lainnya: Tentang Pembacaan Surat: Al-Karifun, As-Sajdah, Al-Mulk, Az-Zumar, Bani Isra'il, dan Al-Musabbihat

Jami` at-Tirmidhi 3406
Ar-Irbad bin Sariyah (ra) menceritakan bahwa

Nabi (ﷺ) tidak akan tidur sampai dia membaca Al-Musabbihat, dan dia berkata: “Di dalamnya ada sebuah ayat yang lebih baik dari seribu ayat.”

Bab : Dari situ: Barangsiapa tidak memintanya kepada Allah, maka ia akan marah kepada-Nya

Jami` at-Tirmidhi 3373
Abu Hurairah (ra) menceritakan bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya barangsiapa tidak bertanya kepada Allah, maka ia akan marah kepadanya.” ﷺ

Bab : Apa yang Terkait Tentang Kelompok yang Duduk untuk Mengingat Allah Yang Mahakuasa dan Mahakuasa, Kebajikan Apa Yang Mereka Miliki

Jami` at-Tirmidhi 3378
Al-Aghar Abu Muslim menceritakan bahwa

Dia bersaksi dari Abu Hurairah dan Abu Sa'id Al-Khudri, bahwa mereka bersaksi, dari Rasulullah, bahwa dia berkata: “Tidak ada kelompok yang mengingat Allah, kecuali malaikat mengelilingi mereka, rahmat menutupi mereka, dan ketenangan turun ke atas mereka. Dan Allah mengingat (menyebut) mereka di hadapan orang-orang yang bersama-Nya.”

Bab : Sesuatu yang lain: Permohonan: “Ya Allah, Tuhan langit dan Penguasa bumi”

Jami` at-Tirmidhi 3400
Abu Hurairah (ra) dijo

“Rasulullah saw memerintahkan bahwa ketika salah seorang di antara kami tidur, dia berkata: “Ya Allah, Tuhan langit dan Tuhan bumi, dan Tuhan kami, dan Tuhan segala sesuatu, pemecah biji dan batu kurma, dan Penyatakan Tawrah, Injil dan Al-Qur'an. ﷺ Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan setiap kejahatan yang Engkau pegang di jambul. Engkau adalah Yang Pertama, tidak ada apa-apa di hadapan-Mu, Engkaulah yang Terakhir, tidak ada apa-apa setelahMu, dan Az-Zahir, tidak ada apa-apa di atasmu, dan Al-Batin, tidak ada apa-apa di bawahmu. Lepaskan aku dari hutangku, dan perkaya aku dari kemiskinan (Allahumma rabbas-samāwati wa rabbal-ardína wa rabbanā, wa rabba kulli syai'in, fāliqal-ḥabbi wan-nawā, wa munzilat-tawrāti wal-injili wal-al-Qur'an. A`ūdhu bika sharri kulli dhi sharrin anta ākhidhun bināṣiyatihi, antal-awwalu falaisa cablaka syai'un, yang Antal-Akhiri membantah ba`daka shai'un, Wa-āhiru falaisa faqaka shai'un wal-Batini falaisa dūnaka syaï'un, 'Annid-daina wa aghninī minal-faqr). '”

Bab

Bab : Sesuatu yang Lain

Jami` at-Tirmidhi 3377
Abu Ad-Darda (raḍiyallāhu 'anhu 'alaihi wa sallam-) menceritakan bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Tidakkah aku memberitahukan kepadamu apa yang terbaik dari perbuatanmu, dan yang paling murni di antara mereka bersama Tuanmu, dan apa yang lebih baik bagimu daripada membelanjakan emas dan perak, dan lebih baik bagimu daripada bertemu musuhmu dan memukul leher mereka, dan mereka memukul lehermu?” Mereka berkata: “Tentu saja.” Dia berkata, “Ingatlah akan Allah.” Kemudian Mu'ad bin Jabal (raḍiyallāhu 'anhu 'alaihi wa sallam-) berkata: “Tidak ada yang lebih menyelamatkan dari azab Allah selain mengingat Allah.”

Bab : Apa yang Terkait Tentang Kelompok yang Duduk Dan Mereka Tidak Mengingat Allah

Jami` at-Tirmidhi 3380
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- menceritakan bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada kelompok yang berkumpul di tempat duduk di mana mereka tidak mengingat Allah, dan tidak mengutus shalat kepada nabi mereka, kecuali itu menjadi sumber penyesalan bagi mereka. Jika Dia menghendaki, Dia akan menyiksa mereka, dan jika Dia menghendaki, Dia akan mengampuni mereka.

Bab : Apa yang Terkait Bahwa Permohonan Seorang Muslim Dijawab

Jami` at-Tirmidhi 3382
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- menceritakan bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa menghendaki agar Allah menanggapinya dalam kesusahan dan kesedihan, maka hendaklah dia berdoa dengan berlimpah ketika merasa nyaman.”

Bab : Apa Yang Terkait Tentang Permohonan Di Pagi Dan Malam Hari

Jami` at-Tirmidhi 3388
Aban bin 'Utsman dijo

“Saya mendengar 'Utsman bin Affan (ra) berkata: 'Rasulullah (ﷺ) berkata: “Tidak ada seorang penyembah yang berkata, di pagi hari dan setiap malam: 'Dengan nama Allah, yang dengan nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi atau langit yang dapat menyebabkan kerusakan, dan Dialah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui (Bismilah, alladhi lā yaḍurru ma`ru A ismihi shai'un fil-arḍi wa lā fis-samā', wa huwas-samī`ul `Alīm) '— tiga kali, (kecuali itu) tidak ada salahnya.” Dan Aban telah dilanda sejenis kelumpuhan, jadi seorang pria mulai menatapnya, jadi Aban berkata kepadanya, “Apa yang kamu lihat? Sesungguhnya hadis itu adalah seperti yang aku ceritakan kepadamu, tetapi aku tidak mengatakannya pada suatu hari, maka Allah mendatangkan ketetapan-Nya kepadaku.

Jami` at-Tirmidhi 3389
Thawban (ra) katanya

“Rasulullah SAW bersabda: 'Barangsiapa berkata ketika dia tiba di malam hari: “Aku senang dengan Allah sebagai Tuhanku, dengan Islam sebagai agama (saya), dan dengan Muhammad (ﷺ) sebagai Nabi (Raḍītu bilāhi rabban wabil-islāmi dīnan wa bi-Muhammadin nabiyyan) adalah kewajiban bagi Allah untuk menyenangkannya. ﷺ (Hasan Gharib)

Jami` at-Tirmidhi 3390
'Abdullah katanya

“Ketika dia tiba di malam hari, Nabi (ﷺ) biasa berkata, “Kami telah mencapai malam, dan kekuasaan telah mencapai malam, sementara milik Allah. Segala puji adalah milik Allah. Tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah sendiri, tanpa sekutu. (Amsaina wa amsal-mulku lillāh, wal-ḥamdullilāh, wa lā ilāha illallāh, waḥdahu lā sharīka lahu) '— Saya pikir dia berkata [di dalamnya]: “Dialah kekuasaan, dan hanya Dialah pujian, dan Dia berkuasa atas segala sesuatu. Aku memohon kepada-Mu kebaikan yang ada di malam ini dan kebaikan apa yang terjadi setelahnya, dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan malam ini dan kejahatan apa yang terjadi setelahnya, dan aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan usia tua yang tak berdaya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari azab neraka dan azab kubur (Lahulmulku wa lahul-ḥamdu, wa huwa `alā kulli shai'in qadīr. Asa'luka khaira mā fī hadhihil-lailah, yang khaira mā ba`dahā, yang a`udhu bika min sharri hadhihil-lailati wa sharri mā ba`dahā, yang a`udhu bika minal-kasali wa su'il-ki`bar, wa a`udhu bika min `adābinah -nāri wa `adhābil-qabr). ' Dan ketika dia tiba di pagi hari, dia (ﷺ) biasa berkata: “Kami telah tiba di pagi hari dan kekuasaan telah mencapai pagi hari, padahal milik Allah. Dan segala puji adalah bagi Allah (Aṣbaḥnā wa aṣbaḥal-mulku lillāh, wal-ḥamdulillah).

Bab : Sesuatu Lain: 'Kepala Permohonan Pengampunan'

Jami` at-Tirmidhi 3393
Shaddad bin Aws menceritakan bahwa

Rasulullah SAW berkata kepadanya: “Bukankah aku harus mengarahkan kamu kepada kepala permohonan untuk ampunan? ﷺ “Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang layak disembah selain Engkau, Engkau yang menciptakan aku dan aku hamba-Mu. Aku berpegang teguh pada perjanjian-Mu dan janji-Mu sebanyak yang aku mampu, aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan apa yang telah kulakukan. Aku mengakui kepada-Mu berkat-berkat kepada-Mu, dan aku mengakui dosa-dosaku. Maka ampunilah aku, karena tidak ada yang bisa mengampuni dosa kecuali Engkau (Allāhumma anta rabbī lā ilāha illā anta, khalaqtanī wa ana `abduka, wa ana `alā `ahdika wa wa`dika ma-staṭa`tu. A`ūdhu yang bersangkutan dengan baik, yang merupakan salah satu dari yang lain, yang merupakan salah satu dari mereka yang bersangkutan.” Tidak seorang pun di antara kamu yang mengatakannya ketika dia tiba di malam hari, dan datang kepadanya suatu ketetapan sebelum dia tiba di pagi hari, kecuali surga diwajibkan baginya. Dan tidak ada yang mengatakannya ketika dia tiba di pagi hari, dan datang kepadanya suatu ketetapan sebelum dia tiba di malam hari, kecuali surga menjadi wajib baginya.”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Memohon Ketika Seseorang Pergi Ke Tempat Tidur

Jami` at-Tirmidhi 3396
Anas bin Malik (ra) menceritakan bahwa

Ketika dia pergi ke tempat tidurnya, Rasulullah saw berkata: “Segala puji bagi Allah yang telah memberi makan kami dan memberi kami minuman, dan mencukupi dan memberi kami perlindungan, dan berapa banyak mereka yang tidak mencukupi mereka dan tidak ada yang memberi mereka perlindungan (al-Ḥamdulillāhi alladhi aṭ`amanā wa saqānā wa kafānā wa āwānā wa āwānā (Ya, aku tidak akan pernah berbuat apa-apa).” ﷺ

Bab : Sesuatu yang lain: Permohonan: “Aku mohon ampunan dari Allah, yang tidak ada yang layak disembah kecuali Dia, dan Dialah Yang Hidup lagi Maha Pemelihara”

Jami` at-Tirmidhi 3397
Abu Sa'id (ra) menceritakan bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa berkata, ketika dia pergi ke tempat tidurnya: 'Aku memohon ampun dari Allah, yang tidak ada yang layak disembah kecuali Dia, Yang Hidup, Yang Menjaga, dan aku bertobat kepada-Nya (Astaghfirullah [al-`Aim] alladhi lā ilāha illā huw, al-Ḥayyul-qayyūm wa, atūbu ilaihi) 'tiga kali, Allah akan mengampuni dosa-dosanya jika itu seperti busa laut, bahkan jika itu adalah jumlah daun pohon, bahkan jika itu adalah jumlah partikel pasir `Alij, bahkan jika itu adalah jumlah partikel pasir `Alij, bahkan jika itu adalah ﷺ jumlah hari di dunia.”

Bab : Sesuatu yang lain: Permohonan: “Ya Allah, lindungi aku dari siksa-Mu pada hari Engkau mengumpulkan hamba-hambamu”

Jami` at-Tirmidhi 3398
Hudhaifah bin Al-Yaman (ra) menceritakan bahwa

Ketika Nabi (ﷺ) tidur, dia akan meletakkan tangannya di bawah kepalanya lalu berkata: “Ya Allah, lindungi aku dari siksa-Mu pada hari kamu mengumpulkan (Allahumma qinī `adhābaka yawma tajma`u [`ibādak])” atau “kamu membangkitkan hamba-hambamu (tab'athu `ibādak).”

Jami` at-Tirmidhi 3399
Al-Bara' bin `Azib (ra) menceritakan bahwa

Rasulullah SAW (ﷺ) biasa meletakkan kepalanya di atas tangan kanannya ketika tidur, lalu berkata: “Ya Tuhanku, lindungi aku dari siksa-Mu pada hari Engkau membangkitkan hamba-hamba-Mu (Rabbi qinī `adhābaka yawma tab`athu `ibādak).”

Bab : Sesuatu yang lain: Permohonan: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ketabahan dalam hal ini”

Jami` at-Tirmidhi 3407
Seorang pria dari Banu Hanzalah berkata

“Saya menemani Shaddad bin Aws (semoga Allah -raḍiyallāhu 'anhu-) dalam perjalanan, maka dia berkata: 'Bukankah saya mengajarkan kepada Anda apa yang telah diajarkan Rasulullah kepada kami? Bahwa kamu berkata: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ketabahan dalam urusan ini dan aku memohon kepada-Mu ketetapan atas petunjuk, dan aku memohon kepada-Mu untuk bersyukur atas nikmat-Mu dan kebaikan dalam menyembah-Mu, dan aku memohon kepada-Mu lidah yang benar dan hati yang sehat, dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan apa yang Engkau ketahui, dan aku memohon kebaikan dari apa yang Engkau ketahui dan aku memohon ampunan kepada-Mu. Kau tahu. Sesungguhnya Engkau adalah Maha Mengetahui segala sesuatu yang tersembunyi (Allahumma dalam as'alukath-thabāta fil-amri, wa as'aluka `azīmatar-rushdi, wa as'aluka shukra ni`matika, wa ḥusna `ibādatika, wa as'aluka lisānan ṣādiqan wa qalban salīman, wa aṣādiqan wa qalban salīman, wa aṣādatika, wa as'aluka lisānan ṣādiqan wa qalban salīman, wa aṣādiqan wa qalban salīman, wa a`ādatika, wa as'aluka lisānan ṣādiqan wa qalban salīman, wa aṣādiqan wa qalban “Aku tidak mau berbuat apa-apa, yang akan menjadi salah satu dari yang lain, yang akan menjadi salah satu dari yang lain.” Dia berkata: “Rasulullah (ﷺ) berkata: “Tidak ada Muslim yang tidur sambil membaca surat dari Kitab Allah, kecuali Allah mempercayakan seorang malaikat, sehingga tidak ada yang mendekatinya untuk menyakitinya sampai dia bangun, setiap kali dia bangun.”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang: At-Tasbih, At-Takbir, Dan At-Tahmid Saat Tidur

Jami` at-Tirmidhi 3408
Ali (semoga Allah berkenan kepadanya) berkata

“Fatimah mengeluh padaku tentang tangannya melepuh karena menggiling tepung. Maka aku berkata: “Jika engkau mendekati ayahmu dan meminta seorang hamba kepadanya?” Maka Rasulullah berkata: “Bukankah haruskah aku mengarahkan kalian berdua kepada apa yang lebih baik bagimu daripada seorang hamba? Apabila kamu berdua tidur, katakanlah tiga puluh tiga, tiga puluh tiga, tiga puluh empat dari At-Taḥmīd, At-Tasbi, dan At-Takbīr.