Jami' at-Tirmidhi

Kitab tentang Salat (Doa)

كتاب الصلاة

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Shalat Di Kandang Domba Dan Tempat Peristirahatan Unta

Jami` at-Tirmidhi 350
Anas bin Malik menceritakan

“Nabi akan melakukan shalat di kandang domba.”

Bab : Apa yang telah disampaikan tentang siapa yang memimpin manusia (dalam shalat) padahal mereka tidak menyukai Dia

Jami` at-Tirmidhi 359
Amr bin Al-Harith Al-Mustaliq dijo

“Dulu dikatakan bahwa orang-orang yang mendapat azab terburuk [pada hari kiamat] adalah dua: seorang wanita yang tidak taat pada suaminya dan seorang imam kaum yang tidak mereka sukai.”

Bab : Apa yang Telah Terkait Tentang: “Apabila salah seorang diantara kamu menuntun umat dalam shalat, maka hendaklah dia singkat.”

Jami` at-Tirmidhi 236
Abu Hurairah menceritakan bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Apabila salah seorang di antara kamu menuntun manusia dalam shalat maka hendaklah dia singkat, sesungguhnya di antara mereka ada yang muda dan yang tua, yang lemah dan yang sakit. Apabila salah seorang di antara kamu berdoa sendirian, maka hendaklah dia berdoa sesuai keinginannya.”

Bab : Apa yang Terkait Tentang At-Ta'min

Jami` at-Tirmidhi 249
(Rantaian lain) dari Wa'il bin Hujr yang menceritakannya dari

Nabi, dan itu mirip dengan narasi Sufyan dari Salamah bin Kuhail

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Kebajikan At-Tamin

Jami` at-Tirmidhi 250
Abu Hurairah menceritakan bahwa

Rasulullah SAW berkata, “Ketika Imam berkata 'Amin' maka (kalian semua) katakan 'Amin.' Karena barangsiapa 'amin' setuju dengan 'amin' para malaikat, maka dosanya yang lalu akan diampuni.”

Bab : Sesuatu yang Lain

Jami` at-Tirmidhi 254
Abu Hurairah menceritakan

“Rasulullah akan mengatakan Takhir ketika dia sedang turun.”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Menempatkan Tangan Di Lutut Saat Membungkuk

Jami` at-Tirmidhi 258
Abu Abdurrahman As-Sulami dijo

“Umar bin Al-Khattab (semoga Allah berkenan kepadanya) berkata kepada kami: 'Lutut adalah sunnah bagimu, jadi peganglah lututmu. '”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Sujud Pada Tujuh Tulang

Jami` at-Tirmidhi 273
Ibnu Abbas menceritakan

“Rasulullah memerintahkan agar seseorang bersujud di atas tujuh tulang dan dia tidak mengumpulkan rambut atau pakaiannya.”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Memegang Lengan Bawah Jauh Dari Sisi Saat Sujud

Jami` at-Tirmidhi 274
Ubaidallah bin Abdullah bin Arqam Al-Khuza'i diriwayatkan dari ayahnya (Abdullah bin Arqam), yang mengatakan

“Aku bersama ayahku di dataran Namirah. Aku melewati sebuah gunung dan melihat Rasulullah berdiri dalam shalat.” Dia berkata: “Aku sedang melihat ketiaknya yang berbumian ketika dia bersujud.” [Yaitu]: “Putihnya.”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Menjadi Seimbang Selama Sujud

Jami` at-Tirmidhi 276
Anas menceritakan bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Bersikaplah seimbang dalam sujud dan janganlah seorang di antara kamu merentangkan lengannya (ke tanah) dalam shalat seperti merentangkan anjingnya.”

Bab : Apa yang Dikatakan Antara Dua Sujud

Jami` at-Tirmidhi 284
Ibnu Abbas menceritakan

“Di antara dua sujud, Nabi akan berkata: (Allahummaghfir li, warhamni, wajburni, wahdini, warzuqni). “Ya Allah! Maafkanlah aku, kasihanilah aku, tolonglah aku, beri petunjuk dan berikanlah kepadaku rezeki.”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Mendukung Diri Sendiri Selama Sujud

Jami` at-Tirmidhi 286
Abu Hurairah menceritakan

“[Beberapa] sahabat Nabi mengeluh [kepada Nabi] tentang kesulitan sujud pada mereka, ketika mereka begitu terbentang, maka dia berkata: 'Gunakan lututmu. '”

Bab : Sesuatu Lain Tentang Itu

Jami` at-Tirmidhi 288
Abu Hurairah menceritakan

“Rasulullah akan bangun selama shalat di ujung kakinya.”

Bab : Sesuatu Lain Tentang Itu

Jami` at-Tirmidhi 293
Abbas bin Sahl [bin Sa'd] menceritakan

“Abu Humaid, Abu Usaid, Sahl bin Sa'd, dan Muhammad bin Maslamah pernah bersama dan mereka menyebut Shalat Rasulullah. Abu Humaid berkata: “Sesungguhnya aku adalah orang yang paling berpengetahuan di antara kamu tentang shalat Rasulullah. Sesungguhnya Rasulullah duduk - artinya bagi Tashah-hud - dia merentangkan kaki kirinya, dan membuat bagian atas (kaki) kanannya menghadap kiblat, dan dia meletakkan tangan kanannya di lutut kanannya, dan tangan kirinya di lutut kirinya, dan menunjukkan dengan jarinya - yang berarti jari telunjuk. '”

Bab : Apa yang Terkait Tentang Menunjukkan Dengan Jari [Selama At-Tashah-hud]

Jami` at-Tirmidhi 294
Ibnu Umar menceritakan

“Ketika Nabi duduk selama shalat, dia akan meletakkan tangan kanannya di atas lututnya, dan mengangkat jarinya, yang di sebelah ibu jari [kanan], memohon dengan itu, dan tangan kirinya terbentang rata di lutut kirinya.”

Bab : Sesuatu Lain Tentang Itu

Jami` at-Tirmidhi 296
Aisha menceritakan

“Rasulullah akan mengatakan satu Taslim untuk shalat sambil menghadap ke depan dan sedikit berbelok ke sisi kanannya.”

Bab : Sesuatu yang lain tentang itu

Jami` at-Tirmidhi 304
Muhammad bin Amr bin Ata' diceritakan dari Abu Humaid As-Saidi,

Nabi berkata: “Aku mendengar dia berkata, ketika dia termasuk di antara sepuluh sahabat Nabi, salah satunya adalah Abu Qatadah bin Ribi, “Aku adalah orang yang paling berpengetahuan di antara kamu tentang shalat Rasulullah.” Mereka berkata: “Kamu tidak mendahului kami dalam persahabatan dengan dia, dan kamu tidak lebih dari kami di tengah-tengah dia”. Dia berkata: “Bahkan masih saja.” Mereka berkata: “Pergilah.” Maka dia berkata: “Ketika Rasulullah berdiri untuk shalat, dia akan berdiri dengan punggung lurus dan mengangkat tangannya sampai setinggi bahunya. Kemudian dia akan berkata: (Allahu Akbar) “Allah Maha Besar” dan sujud. Kemudian dia akan meluruskan (punggungnya) sehingga dia tidak akan menundukkan kepalanya atau mengangkatnya, dan dia meletakkan tangannya di atas lututnya. Kemudian dia berkata: (Sami Allahu liman hamidah) “Allah mendengarkan orang-orang yang memuji Dia.” Dan dia mengangkat tangannya dan berdiri tegak sampai semua tulangnya benar-benar kembali ke tempatnya. Kemudian dia turun ke tanah dengan sujud, lalu dia berkata: (Allahu Akbar) “Allah Maha Besar.” Kemudian dia menjauhkan lengan atas dari bagian tengahnya, dan membuka jari-jari kakinya (menghadap kiblat), kemudian dia menekuk kaki kirinya dan duduk di atasnya kemudian diluruskan sampai semua tulangnya benar-benar kembali ke tempatnya, lalu dia turun untuk bersujud. Kemudian dia berkata: (Allahu Akbar) “Allah Maha Besar,” kemudian dia membungkukkan kakinya dan duduk dan tegak sampai semua tulangnya benar-benar kembali ke tempatnya. Lalu dia bangkit. Kemudian pada raka'at kedua dia melakukan hal yang sama seperti itu, sehingga ketika dia berdiri dari dua sujud, dia menyesalkan Takbir dan mengangkat tangannya sampai setinggi bahunya seperti yang dia lakukan ketika dia membuka shalat. Kemudian dia melakukannya sampai itu adalah raka'at di mana shalat itu berakhir, ketika dia menggerakkan kaki kirinya dan duduk di sisinya (dalam posisi Mutawarrik). Kemudian dia berkata Taslim. '”

Jami` at-Tirmidhi 305
(Rantai-rantai lain) yang diceritakan Muhammad bin Amir bin Ata dari Abu Humaid As-Saidi,

Nabi berkata: “Aku mendengar dia berkata, ketika dia termasuk di antara sepuluh sahabat Nabi, salah satunya adalah Abu Qatadah bin Ribi.”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Bacaan Untuk Zuhr Dan Asr

Jami` at-Tirmidhi 307
Jabir bin Samurah menceritakan

“Bagi Zuhr dan Asr, Rasulullah akan membacakan: Demi langit, memegang Buruj dan (demi langit dan At-Tariq) dan serupa dengan mereka.”

Bab : Apa Yang Terkait Tentang Tidak Membaca Di Belakangan Imam Saat Imam Membaca Dengan Keras

Jami` at-Tirmidhi 313
Abu Nu'aim Wahb bin Kaisan menceritakan bahwa dia mendengar Jabir bin 'Abdullah berkata

[Abu 'Isa berkata:] Hadis ini adalah Hasan Sahih.