Jami' at-Tirmidhi

Kitab tentang Salat (Doa)

كتاب الصلاة

Bab : Apa yang Terkait Tentang Berjalan Ke Masjid

Jami` at-Tirmidhi 328
(Rantaian lain dengan narasi serupa) dari Abu Hurairah

(dari Nabi) Dan ini lebih benar dari hadis Yazid bin Zurai. (nomor 327)

Jami` at-Tirmidhi 329
(Rantaian lain dengan narasi serupa) dari Abu Hurairah,

dari Nabi.

Bab : Apa Yang Terkait Tentang Kebajikan Duduk Di Masjid Dan Menunggu Shalat

Jami` at-Tirmidhi 330
Abu Hurairah menceritakan bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Seorang di antara kamu tidak berhenti untuk shalat selama dia menunggunya. Dan malaikat-malaikat tidak berhenti berdoa untuk salah seorang di antara kamu selama dia tinggal di masjid (sambil berkata): “Allah! Maafkan dia. Ya Allah! Kasihanilah dia, selama dia tidak melakukan hadat.” Seorang pria dari Hadramawt berkata: “Dan apakah Hadat Abu Hurairah itu?” Dia berkata: “Memecah angin, atau melewatkan gas.”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Shalat On A Humrah

Jami` at-Tirmidhi 331
Ibnu Abbas menceritakan

“Rasulullah melaksanakan shalat pada khumrah.”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Shalat Pada Hasir (Mat)

Jami` at-Tirmidhi 332
Abu Sa'id menceritakan

“Nabi melakukan shalat di atas Hasir.”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Shalat Di Busut

Jami` at-Tirmidhi 333
Anas bin Malik menceritakan

“Rasulullah biasa bergaul dengan kami sehingga dia berkata kepada adik saya: 'Wahai Abu Umair! Apa yang dilakukan Nughair? '” Dia (Anas) berkata: “Seorang bisat dari kami akan ditaburi (dengan air) untuk melakukan shalat.”

Bab : Apa Yang Terkait Tentang Shalat Di Al-Hitan

Jami` at-Tirmidhi 334
Mu'adh ibn Jabal menceritakan

“Nabi senang melakukan shalat di Al-Hitan.”

Bab : Apa yang Terkait Tentang Sutrah Bagi Yang Melakukan Shalat

Jami` at-Tirmidhi 335
Muba bin Talhah menceritakan dari ayahnya (Talhah) bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Apabila salah seorang di antara kalian menempatkan sesuatu seperti tiang (pegangan) pelana unta di depannya, maka hendaklah dia melakukan shalat dan jangan khawatir tentang siapa yang melewati itu.”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Ketidaksukaan Lewat Di Depan Orang yang Melakukan Shalat

Jami` at-Tirmidhi 336
Zaid bin Khalid Al-Juhni mengirim pesan kepada Abu Juhaim menanyakan kepadanya apa yang dia dengar dari Rasulullah tentang lewat di depan seseorang yang sedang melakukan shalat. Abu Juhaim dijo

Rasulullah bersabda: “Jika orang yang melintas di depan orang yang melakukan shalat tahu apa yang dia lakukan, maka baginya untuk berhenti (dan menunggu empat puluh) lebih baik baginya daripada lewat di depannya.”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang 'Shalat Tidak Diputuskan Oleh Apa Pau'

Jami` at-Tirmidhi 337
Ibnu Abbas menceritakan

“Saya adalah penunggang keledai betina bersama Al-Fadl. Kami datang ketika Nabi dan sahabatnya sedang melakukan shalat di Mina.” Dia berkata: “Kami turun dari sana dan bergabung dengan barisan. Kemudian keledai itu lewat di depan mereka, dan ini tidak membatalkan shalat mereka.”

Bab : Apa yang Terkait Tentang 'Shalat Tidak Diputuskan Kecuali Oleh Seekor Anjing, Keledai, Dan Seekor Perempuan'

Jami` at-Tirmidhi 338
Abu Dharr berkata bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Apabila seorang laki-laki melaksanakan shalat, dan tidak ada sesuatu pun di depannya seperti tiang pelana atau pelana unta, maka shalat itu dipotong oleh seekor kucing hitam, seorang wanita, dan seekor keledai.” Dikatakan kepada Abu Dharr: “Apa masalah dengan anjingnya hitam daripada yang merah atau putih?” Dia berkata: “Wahai keponakanku! Aku bertanya kepada Rasulullah seperti yang kamu minta kepadaku. Dia berkata: 'Anjing hitam adalah setan. '”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Melakukan Shalat Dalam Satu Pakaian

Jami` at-Tirmidhi 339
Umar bin Abi Salamah menceritakan bahwa dia melihat

Rasulullah yang melaksanakan shalat di rumah Umm Salamah yang dibungkus dengan satu pakaian.

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Awal Kiblat

Jami` at-Tirmidhi 340
Al-Barah bin Azib menceritakan

“Ketika Rasulullah tiba di Madinah, dia menghadapi Bait Al-Maqdis dalam shalat selama enam belas atau tujuh belas bulan. Rasulullah ingin menghadap ke arah Ka'bah, maka Allah Maha Tinggi menyatakan: Sesungguhnya! Kami telah melihat peralihan wajahmu ke langit. Sesungguhnya Kami akan menjadikan kamu kiblat yang berkenan kepadamu. Maka balikkanlah wajahmu ke arah Masjid Al-Haram. Maka dia menghadap Ka'bah, dan dia menyukainya. Seorang pria melaksanakan shalat Asr bersamanya, kemudian melewati beberapa orang Ansar yang membungkuk dalam shalat untuk Asr sambil menghadap Bait Al-Maqdis. Dia mengatakan kepada mereka bahwa dia telah menghadap ke arah Ka'bah, maka mereka berubah (arah) sementara mereka membungkuk. [Dia berkata:] Ada narasi tentang topik ini dari Ibnu Umar, Ibnu Abbas, Umarah bin Aws, Amr bin Awf Al-Muzani dan Anas.

Jami` at-Tirmidhi 341
Ibnu Umar dijo

“Mereka membungkuk saat shalat Subh (fajr).”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang 'Apa Yang Ada Antara Timur Dan Barat Adalah Kiblat'

Jami` at-Tirmidhi 342
Abu Hurairah menceritakan bahwa

Rasulullah bersabda: “Apa yang ada antara timur dan barat adalah kiblat.”

Jami` at-Tirmidhi 343
Abu Hurairah menceritakan

(RanTAI lain dengan narasi serupa)

Jami` at-Tirmidhi 344
(Rantaian lain yang menceritakan hal itu) Abu Hurairah menceritakan bahwa

Rasulullah bersabda: “Apa yang ada antara timur dan barat adalah kiblat.”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Seorang Pria yang Shalat Menghadapi Arah Selain Kiblat Saat Berawan

Jami` at-Tirmidhi 345
Abdullah bin Amir bin Rabi'ah diriwayatkan dari ayahnya yang mengatakan

“Kami bersama Nabi dalam perjalanan pada malam yang sangat gelap dan kami tidak tahu arah kiblat. Jadi setiap orang di antara kita berdoa dengan arahnya sendiri. Pada pagi hari ketika kami menyebutkan hal itu kepada Nabi, maka diturunkan sebagai berikut: Jadi ke mana pun kamu berpaling, di sanalah wajah Allah.”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Apa Yang Tidak Suka Menghadapi Saat Melakukan Shalat, Atau Melakukan Shalat Di

Jami` at-Tirmidhi 346
Ibnu Umar menceritakan

“Nabi melarang shalat dilakukan di tujuh tempat: tumpukan kotoran, area pembantaian, kuburan, jalan yang biasa digunakan, tempat mandi, di daerah tempat unta beristirahat, dan di atas Rumah Allah (Ka'bah).”

Jami` at-Tirmidhi 347
Ibnu Umar menceritakan

(RanTAI lain dengan narasi serupa)