Jami' at-Tirmidhi

Kitab tentang Salat (Doa)

كتاب الصلاة

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Membuat Sinyal Selama Shalat

Jami` at-Tirmidhi 368
Ibnu Umar menceritakan

“Aku berkata kepada Bilal: “Bagaimana Rasulullah menjawab mereka ketika mereka memberinya salam dan dia sedang melakukan shalat?” Dia berkata: “Dia akan bergerak dengan tangannya.”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang 'Tasbih Adalah Untuk Pria Dan Bertepuk Tebak Adalah Untuk Wanita'

Jami` at-Tirmidhi 369
Abu Hurairah menceritakan bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Tasbih adalah untuk laki-laki dan bertepuk tangan untuk wanita.”

Bab : Apa Yang Terkait Tentang Tidak Suka Menguap Saat Shalat

Jami` at-Tirmidhi 370
Abu Hurairah menceritakan bahwa Nabi (ﷺ) berkata

“Menguap dalam shalat adalah dari syetan, maka apabila salah seorang di antara kamu menguap maka biarlah dia menekan (itu) sebanyak mungkin.”

Bab : Apa Yang Terkait Tentang Shalat Sambil Duduk Adalah Setengah Dari Shalat Sambil Berdiri

Jami` at-Tirmidhi 371
Imran bin Husain menceritakan

“Saya bertanya kepada Rasulullah (S) tentang shalat bagi seorang pria yang sedang duduk. Beliau berkata: “Barangsiapa yang mengerjakan shalat sambil berdiri maka itu lebih berbuat baik. Dan barangsiapa melakukan shalat sambil duduk, maka dia mendapat setengah pahala dari orang yang berdiri, dan barangsiapa melakukan shalat sambil berbaring, maka dia mendapat setengah pahala dari orang yang duduk.”

Jami` at-Tirmidhi 372
Hadis ini telah dikaitkan dari Ibrahim bin Tahman dengan rantai ini. Kecuali bahwa dia berkata

“Dari Imran bin Husain yang berkata: 'Saya bertanya kepada Rasulullah (S) tentang shalat untuk orang sakit. Beliau berkata: “Dia melakukan shalat berdiri, jika dia tidak mampu maka duduk, jika dia tidak mampu maka di sisinya.”

Bab : [Apa Yang Terkait] Tentang Doa Sukarela Sambil Duduk

Jami` at-Tirmidhi 373
Hafsa, istri Nabi (S), menceritakan

“Saya tidak melihat Rasulullah shalat sukarela duduk sampai tahun sebelum dia meninggal. Kemudian dia akan melakukan shalat untuk shalat sukarela sambil duduk, dan dia akan membacakan sebuah surah dan memperpanjangnya sehingga lebih lama dari yang terpanjang.”

Jami` at-Tirmidhi 374
Aisha menceritakan

“Nabi (S) akan melakukan shalat sambil duduk. Dan dia akan membaca sambil duduk. Ketika kira-kira tiga puluh atau empat puluh ayat dari bacaannya tersisa, dia akan berdiri dan membacanya sambil berdiri, kemudian dia akan membungkuk dan bersujud. Kemudian dia akan melakukan hal yang sama dalam raka'at kedua.”

Jami` at-Tirmidhi 375
Abdullah bun Shaqiq diriwayatkan dari Aisha, katanya

“Saya bertanya kepadanya tentang shalat sukarela Rasulullah (S), dia berkata: 'Dia akan shalat panjang hingga berdiri malam, dan panjang hingga duduk malam. Maka apabila ia membaca dan berdiri, ia akan membungkuk dan bersujud seluruhnya berdiri, dan apabila ia membaca sambil duduk, ia membungkuk dan sujud sambil duduk.

Bab : Apa yang Terkait Tentang Perkataan Nabi (S): “Aku mendengar tangisan seorang anak kecil saat shalat dan mempersingkatnya”

Jami` at-Tirmidhi 376
Anas bin Malik menceritakan bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya aku mendengar tangisan seorang anak kecil ketika aku sedang shalat, maka aku mempersingkatnya karena takut ibunya akan tersiksa.”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang 'Shalat Wanita Yang Telah Mencapai Usia Menstruasi Tidak Diterima Tanpa Khimar'

Jami` at-Tirmidhi 377
Aisha menceritakan bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Shalat seorang wanita yang telah mencapai usia menstruasi tidak diterima tanpa Khimar”

Bab : Apa yang Terkait Tentang As-Sadl Tidak Disukai Selama Shalat

Jami` at-Tirmidhi 378
Abu Hurairah menceritakan

“Rasulullah (S) melarang al-Sadl dalam shalat.”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Tidak Suka Menghaluskan Kerikil Saat Shalat

Jami` at-Tirmidhi 379
Abu Dharr menceritakan bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Apabila salah seorang di antara kalian berdiri untuk shalat, maka janganlah ia menghaluskan kerikil, karena sesungguhnya ia menghadapinya adalah rahmat.”

Jami` at-Tirmidhi 380
Mu'aiqib menceritakan

“Saya bertanya kepada Rasulullah (S) tentang menghaluskan kerikil selama shalat. Dia berkata: 'Jika kamu harus melakukannya, maka biarlah itu hanya sekali. '”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Tidak Suka Meniup Saat Shalat

Jami` at-Tirmidhi 381
Umm Salamah dinarasikan

“Nabi (S) melihat seorang anak laki-laki kami - yang disebut Aflah - bertiup ketika dia bersujud. Maka beliau berkata: “Wahai Aflah! Letakkan wajahmu di tanah.”

Jami` at-Tirmidhi 382
(Rantai-rantai lain) di mana Abu Hamzah menceritakan

“Seorang anak laki-laki kami bernama Rabah.”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Larangan Al-Ikhtisar (Memegang Pinggul) Dalam Shalat

Jami` at-Tirmidhi 383
Abu Hurairah menceritakan

“Nabi (S) melarang seorang pria untuk shalat dengan tangan di pinggulnya.”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Tidak Suka Mengumpulkan Rambut Saat Shalat

Jami` at-Tirmidhi 384
Abu Rafi menceritakan bahwa

Dia melewati Al-Hasan bin Ali ketika dia sedang melakukan shalat dan dia telah mengumpulkan kuncinya di belakang kepalanya, maka dia (Abu Rafi) melepaskannya, dan Al-Hasan berpaling kepadanya dengan marah. Beliau berkata: “Lanjutkan shalat dan janganlah kamu marah, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah berkata: “Itu adalah tempat duduk assyitan.”

Bab : Apa Yang Terkait Tentang Memiliki Khushu' Saat Shalat

Jami` at-Tirmidhi 385
Al-Fadl bin Al-`Abbas menceritakan bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Shalat adalah dua dan dua, dengan Tashahhud untuk setiap dua raka'at, dengan kerendahan hati, memohon, memiliki rasa tenang, memohon dan menunjukkan ketidakberdayaan dan mengulurkan tangan Anda” - dia berkata: “Bangkitkan mereka - “kepada Tuhanmu, dengan bagian dalam mereka menghadap wajahmu, sambil berkata: “Ya Tuhan! Ya Tuhan! Dan barangsiapa tidak melakukan ini, maka itu seperti ini atau itu.”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Tidak Suka Menjalin Jari-jari Saat Shalat

Jami` at-Tirmidhi 386
Ka'b bun Ujrah menceritakan bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Apabila salah seorang di antara kamu melakukan wudu dan berbuat baik, maka dia pergi dengan niat untuk pergi ke Masjid, maka janganlah dia menjalin jari-jarinya, karena sesungguhnya dia sedang dalam shalat.”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Berdiri Lama Selama Shalat

Jami` at-Tirmidhi 387
Jabir menceritakan

“Dikatakan kepada Nabi (S): 'Shalat manakah yang paling berbudi luhur? ' Beliau menjawab: 'Itu dengan Qunut terpanjang. '”