Jami' at-Tirmidhi

Kitab tentang Salat (Doa)

كتاب الصلاة

Bab : Apa yang Terkait Tentang Sujud As-Sahw Setelah Salam, Dan Berbicara

Jami` at-Tirmidhi 393
Abdullah bin Masud menceritakan

“Nabi (S) melakukan dua sujud untuk As-Sahw setelah berbicara.”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Ketika Seorang Anak Laki-Laki Diperintahkan Untuk Melakukan Shalat

Jami` at-Tirmidhi 407
(Sabrah bin Ma'bad al-Juhni) menceritakan bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Ajarkan anak itu shalat ketika dia berusia tujuh tahun, dan pukullah dia (jika dia tidak shalat) ketika dia berusia sepuluh tahun.”

Bab : Apa yang Terkait Tentang 'Hal Pertama Yang Diperhitungkan Hamba (Allah) Pada Hari Penghakiman Adalah Salat'

Jami` at-Tirmidhi 413
Huraith bin Qabisah diceritakan

“Saya tiba di Madinah dan berkata, 'Ya Allah! Tolonglah aku untuk berada di dalam pertemuan yang saleh.” Beliau berkata: “Aku duduk bersama Abu Hurairah dan berkata: “Sesungguhnya aku memohon kepada Allah untuk memberiku pertemuan yang saleh. Maka ceritakanlah kepadaku hadis yang kamu dengar dari Rasulullah (ﷺ), supaya Allah memberi manfaat kepadaku darinya.” Dia berkata: “Saya mendengar Rasulullah (ﷺ) berkata: “Sesungguhnya perbuatan pertama yang dengannya seorang hamba akan diminta pertanggungjawaban pada hari kiamat adalah shalat. Jika itu lengkap, dia berhasil dan diselamatkan, tetapi jika cacat, dia telah gagal dan hilang. Jadi jika ada sesuatu yang kurang dalam shalat (shalat), maka Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Mahakuasa berkata: “Lihatlah! Apakah ada doa sukarela bagi hamba-hamba saya?” Maka bagi mereka, apa yang kurang dari wajibannya (shalat) itu akan selesai. Maka sisa perbuatannya akan diperlakukan seperti itu.”

Bab : Apa yang Terkait Tentang Orang yang Shalat Dua Belas Raka'at Sunnah Dalam Satu Malam, Dan Kebajikan Apa yang Dia Miliki Untuk Itu

Jami` at-Tirmidhi 415
Umm Habibah menceritakan bahwa Rasulullah (S) sedih

“Barangsiapa shalat dua belas raka'at dalam sehari dan malam, maka akan dibangun dari padanya sebuah rumah di surga: empat rakaat sebelum Zuhr, dua raka'at setelahnya, dua rakaat setelah Maghrib, dua rakaat setelah Isya, dan dua rakaat sebelum Fajr pada shalat pagi.”

Bab : Apa yang Terkait Tentang 'Tidak Ada Shalat Setelah Fajr Dimulai Kecuali Dua Raka'at'

Jami` at-Tirmidhi 419
Ibnu Umar menceritakan bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada shalat setelah Al-Fajar (dimulai) kecuali dua sujud.”

Bab : Apa yang Terkait Tentang 'Ketika Iqamah Dipanggil untuk Shalat, Maka Tidak Ada Shalat Melainkan Yang Wajib '

Jami` at-Tirmidhi 421
Abu Hurairah menceritakan bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Apabila Iqamah dipanggil untuk shalat maka tidak ada shalat kecuali yang wajib.”

Bab : Apa yang Terkait Tentang Orang yang Merindukan Dua Rak'at Sebelum Fajr Shalat Setelah Shalat Subh

Jami` at-Tirmidhi 422
Qais menceritakan

“Rasulullah (S) keluar dan Iqamah dipanggil untuk shalat jadi saya shalat bersamanya. Kemudian Nabi (S) berbalik dan mendapati saya melakukan shalat sehingga dia berkata: “Mudah wahai Qais! Apakah ada dua doa bersama?” Aku berkata: “Wahai Rasulullah! Aku tidak melaksanakan dua raka'at (sebelum) fajar.” Dia berkata: “Maka tidak ada salahnya.”

Bab : Sesuatu Lain Tentang Itu

Jami` at-Tirmidhi 426
Aisha menceritakan

“Ketika Nabi (S) tidak melaksanakan empat raka'at sebelum Az-Zuhr dia akan shalat setelahnya.”

Bab : Apa yang Terkait Tentang As-Sadl Tidak Disukai Selama Shalat

Jami` at-Tirmidhi 378
Abu Hurairah menceritakan

“Rasulullah (S) melarang al-Sadl dalam shalat.”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Tidak Suka Menghaluskan Kerikil Saat Shalat

Jami` at-Tirmidhi 380
Mu'aiqib menceritakan

“Saya bertanya kepada Rasulullah (S) tentang menghaluskan kerikil selama shalat. Dia berkata: 'Jika kamu harus melakukannya, maka biarlah itu hanya sekali. '”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Tidak Suka Meniup Saat Shalat

Jami` at-Tirmidhi 382
(Rantai-rantai lain) di mana Abu Hamzah menceritakan

“Seorang anak laki-laki kami bernama Rabah.”

Bab : [Apa Yang Telah Terkait] Tentang Tidak Melakukan Qunut

Jami` at-Tirmidhi 402
Abu Malik Al-Ashjai menceritakan

“Aku berkata kepada ayahku, 'Wahai ayahku! Anda mempersembahkan salat di belakang Rasulullah (S), Abu Bakr, Umar, Utsman, dan Ali bin Abi Thalib di sini di Al-Kufah selama sekitar lima tahun. Apakah mereka mengatakan Qunut?” Dia berkata: “Ini adalah masalah yang baru ditemukan, anakku.”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Seorang Pria Bersin Saat Shalat

Jami` at-Tirmidhi 404
Muadh bin Rifa'ah menceritakan bahwa ayahnya berkata

“Aku shalat di belakang Rasulullah (S). Saya bersin dan berkata: Al-Hamdulillah, hamdan kathiran tayyiban mubarakan fih, mubarakan alaihi kama yuhibbu Rabbana wa Yarda (Semua pujian adalah karena Alah, banyak pujian yang baik diberkati, berkat bagi-Nya sebagaimana Tuhan kita cintai dan berkenan padanya.) Ketika Rasulullah berdoa dan berbalik (setelah selesai) dia berkata: “Siapakah pembicara selama shalat?” Tidak ada yang berbicara. Kemudian dia berkata untuk kedua kalinya: “Siapakah pembicara selama shalat?” Tapi tidak ada yang berbicara. Kemudian dia berkata untuk ketiga kalinya: “Siapakah pembicara selama shalat?” Maka Rifa'ah bin Rafi bin Afra berkata: “Akulah, wahai Rasulullah (S).” Dia berkata: “Apa yang kamu katakan?” Dia berkata: “Saya berkata: 'Al-Hamdulillah, hamdan kathiran tayyiban mubarakan fih, mubarakan alaihi kama yuhibbu Rabbana wa Yarda. Rasulullah SAW bersabda: “Demi Dia yang jiwaku berada di tangan-Nya. Aku melihat tiga puluh beberapa malaikat bersaing mempertanyakan siapa di antara mereka yang akan naik bersamanya.”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang 'Saat Hujan Kemudian Shalat Dilakukan Di Tempat'

Jami` at-Tirmidhi 409
Jabir menceritakan

“Kami bersama Nabi (S) dalam perjalanan ketika hujan mulai turun ke atas kami, maka Nabi (S) berkata: 'Barangsiapa yang mau, biarlah dia melakukan shalat di tempatnya. '”

Bab : Apa Yang Terkait Tentang At-Tasbih Di Akhir Shalat

Jami` at-Tirmidhi 410
Ibnu Abbas menceritakan

“Beberapa orang miskin datang kepada Rasulullah (S) dan berkata: “Wahai Rasulullah! Orang kaya berdoa seperti kita berpuasa, mereka berpuasa seperti kita, tetapi mereka memiliki harta yang dengannya mereka membebaskan hamba-hamba dan yang mereka berikan sebagai sedekah.” Beliau berkata: “Apabila kamu melakukan shalat, maka katakanlah: 'Subhan Allah' tiga puluh tiga kali, dan: 'Al-Hamdulillah' tiga puluh tiga kali, dan 'Allahu Akbar' tiga puluh empat kali, dan 'La ilaha illallah' sepuluh kali. Dengan itu kamu akan mengejutkan mereka, dan sesudahnya tidak ada yang melebihi kamu.”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Shalat Pada Hewan Berkuda Saat Kondisi Berlumpur Dan Hujan

Jami` at-Tirmidhi 411
Amr bin Utsman bin Ya'la bin Murrah menceritakan dari ayahnya, dari kakeknya bahwa

Mereka bersama Nabi (S) dalam perjalanan. Mereka berakhir di daerah yang sempit ketika shalat tiba. Kemudian mulai hujan dari langit di atas mereka, dan di bawah mereka basah. Maka Rasulullah (S) memanggil Adzan ketika dia berada di atas gunungnya, dan kemudian Iqamah, berjalan maju di atas gunungnya. Dia mengizinkan mereka dalam shalat dengan membuat isyarat, menjadikan sujudnya lebih rendah daripada membungkuk.

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Kebajikan Dua Rak'at (Sebelum) Fajr

Jami` at-Tirmidhi 416
Aisha menceritakan bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Dua raka'at fajar lebih baik dari dunia dan apa yang ada di dalamnya.”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Menunggu Untuk Melakukannya Setelah Matahari Terbit

Jami` at-Tirmidhi 423
Abu Hurairah menceritakan bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa tidak shalat dua raka'at sebelum fajar maka hendaklah ia shalat setelah matahari terbit.”

Bab : Apa yang Terkait Tentang Dua Raka'at Setelah Az-Zuhr

Jami` at-Tirmidhi 425
Ibnu Umar menceritakan

“Aku shalat dua raka'at bersama Nabi (S) sebelum Az-Zuhr dan dua raka'at setelahnya.”

Bab : Apa yang Terkait Tentang Dua Raka'at Setelah Isha

Jami` at-Tirmidhi 436
Abdullah bin Shaqiq dijo

“Saya bertanya kepada Aisha tentang shalat Rasulullah (S). Dia berkata: “Dia akan shalat empat raka'at sebelum Az-Zuhr dan dua raka'at setelahnya, dan dua rakaat setelah Al-Maghrib, dan dua raka'at setelah Al-Isya, dan dua rakaat sebelum Al-Fajr.”