Jami' at-Tirmidhi

Kitab tentang Salat (Doa)

كتاب الصلاة

Bab : [Apa Yang Terkait] Tentang Doa Sukarela Sambil Duduk

Jami` at-Tirmidhi 375
Abdullah bun Shaqiq diriwayatkan dari Aisha, katanya

“Saya bertanya kepadanya tentang shalat sukarela Rasulullah (S), dia berkata: 'Dia akan shalat panjang hingga berdiri malam, dan panjang hingga duduk malam. Maka apabila ia membaca dan berdiri, ia akan membungkuk dan bersujud seluruhnya berdiri, dan apabila ia membaca sambil duduk, ia membungkuk dan sujud sambil duduk.

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang 'Shalat Wanita Yang Telah Mencapai Usia Menstruasi Tidak Diterima Tanpa Khimar'

Jami` at-Tirmidhi 377
Aisha menceritakan bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Shalat seorang wanita yang telah mencapai usia menstruasi tidak diterima tanpa Khimar”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Melakukan Banyak Membungkuk dan Sujud [Dan Kebajikannya]

Jami` at-Tirmidhi 389
Madan [bin Talhah] dijo

“Saya bertemu Abu Ad-Darda, dan saya bertanya kepadanya apa yang saya minta kepada Thawban, maka dia berkata: 'Lakukan sujud, karena saya mendengar Rasulullah berkata: 'Tidak ada seorang penyembah yang melakukan sujud kepada Allah kecuali dengan itu Allah akan meninggikannya setinggi, dan menghapus dosa darinya karenanya. '”

Bab : Apa yang Terkait Tentang Sujud As-Sahw Setelah Salam, Dan Berbicara

Jami` at-Tirmidhi 394
Abu Hurairah menceritakan

“Nabi (S) melakukan dua sujud setelah salam.”

Bab : Apa yang Terkait Tentang Tashah Hud Dalam Kasus Sujud As-Sahw

Jami` at-Tirmidhi 395
Abu Al-Muhallab menceritakan dari Imran bin Husain bahwa

Nabi (S) memimpin mereka dalam salat dia lupa (sesuatu) sehingga dia melakukan dua sujud, kemudian Tashah-hud, lalu salam.

Bab : Mengenai Orang Yang Memiliki Keraguan Atas Penambahan Atau Kelalaian

Jami` at-Tirmidhi 397
Abu Hurairah menceritakan bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya syaitan datang kepada salah seorang di antara kamu dalam shalat yang membingungkan dia sampai sekarang dia tahu berapa banyak dia telah shalat. Apabila salah seorang di antara kalian mengalami hal itu maka hendaklah ia bersujud dua kali sambil duduk.”

Bab : Apa yang Terkait Tentang Seorang Pria yang Mengucapkan Taslim Setelah Dua Rakah Selama Shalat Zuhr Atau Asr

Jami` at-Tirmidhi 399
Abu Hurairah menceritakan

“Nabi (S) berbalik (selesai shalat) setelah dua (raka'at), maka Dzulyadain berkata: “Apakah shalat itu dipersingkat atau apakah kamu lupa wahai Rasulullah?” Rasulullah SAW berkata: “Apakah apa yang dikatakan Dzulyadain itu benar?” Orang-orang menjawab ya, maka Rasulullah (S) berdiri untuk melaksanakan dua rakah terakhir (shalat), lalu dia berkata Taslim. Kemudian dia berkata Takbir dan sujud dengan cara yang sama atau lebih lama dari sujudnya (normal).

Bab : [Apa Yang Telah Terkait] Tentang Tidak Melakukan Qunut

Jami` at-Tirmidhi 403
Ada narasi lain dari Abu Malik

Ada narasi lain dari Abu Malik dengan makna yang sama tetapi dengan rantai yang berbeda.

Bab : Apa Yang Terkait Tentang Berjuang Dengan Shalat

Jami` at-Tirmidhi 412
Al-Mughirah bin Syu'bah menceritakan

“Rasulullah SAW melakukan shalat sampai kakinya bengkak, maka dikatakan kepadanya: 'Engkau membebani dirimu seperti ini, padahal dosa-dosa masa lalu dan masa depan telah diampuni? ' Dia berkata: “Bukankah seharusnya aku menjadi seorang penyembah yang bersyukur?”

Bab : Apa yang Terkait Tentang Singkatnya Dua Rak'at Fajr Dan Apa yang Nabi (s) akan Bacakan di Dalamnya

Jami` at-Tirmidhi 417
Ibnu Umar menceritakan

“Saya menyaksikan Nabi (S) selama sebulan. Dalam dua raka'at sebelum fajar dia membaca: Katakanlah: “Wahai orang-orang yang tidak percaya!” Katakanlah: “Allah Maha Esa”.

Bab : Apa Yang Terkait Tentang Bicara Setelah Dua Rak'at (Sebelum) Fajr

Jami` at-Tirmidhi 418
Aisha menceritakan

“Ketika Rasulullah shalat dua raka'at (sebelum) fajar jika dia membutuhkan sesuatu dariku dia akan berbicara dengan saya, jika tidak, dia akan pergi untuk shalat.”

Bab : Apa Yang Terkait Tentang Berbaring Di Sisi Setelah Dua Rak'at Fajr

Jami` at-Tirmidhi 420
Abu Hurairah menceritakan bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Apabila salah seorang dari kalian berdoa dua raka'at fajar maka hendaklah ia berbaring di sebelah kanannya.”

Bab : Sesuatu Lain Tentang Itu

Jami` at-Tirmidhi 363
Anas menceritakan

“Rasulullah melakukan shalat selama sakit di belakang Abu Bakr sambil duduk, terbungkus dengan pakaian.”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Membuat Sinyal Selama Shalat

Jami` at-Tirmidhi 367
Suhaib menceritakan

“Saya melewati Rasulullah (S) ketika dia sedang melakukan shalat, maka saya berkata salam kepadanya, dan dia mengembalikannya dengan memberi isyarat.” Dia menjawab: “Aku tidak tahu kecuali bahwa dia berkata: “Dia menunjukkan dengan jarinya.”

Bab : Apa Yang Terkait Tentang Tidak Suka Menguap Saat Shalat

Jami` at-Tirmidhi 370
Abu Hurairah menceritakan bahwa Nabi (ﷺ) berkata

“Menguap dalam shalat adalah dari syetan, maka apabila salah seorang di antara kamu menguap maka biarlah dia menekan (itu) sebanyak mungkin.”

Bab : Apa yang Terkait Tentang Perkataan Nabi (S): “Aku mendengar tangisan seorang anak kecil saat shalat dan mempersingkatnya”

Jami` at-Tirmidhi 376
Anas bin Malik menceritakan bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya aku mendengar tangisan seorang anak kecil ketika aku sedang shalat, maka aku mempersingkatnya karena takut ibunya akan tersiksa.”

Bab : Apa Yang Terkait Tentang Memiliki Khushu' Saat Shalat

Jami` at-Tirmidhi 385
Al-Fadl bin Al-`Abbas menceritakan bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Shalat adalah dua dan dua, dengan Tashahhud untuk setiap dua raka'at, dengan kerendahan hati, memohon, memiliki rasa tenang, memohon dan menunjukkan ketidakberdayaan dan mengulurkan tangan Anda” - dia berkata: “Bangkitkan mereka - “kepada Tuhanmu, dengan bagian dalam mereka menghadap wajahmu, sambil berkata: “Ya Tuhan! Ya Tuhan! Dan barangsiapa tidak melakukan ini, maka itu seperti ini atau itu.”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Melakukan Banyak Membungkuk dan Sujud [Dan Kebajikannya]

Jami` at-Tirmidhi 388
Ma'dan bin Talhah Al Yamari dijo

“Saya bertemu dengan Thawban, hamba Rasulullah yang dibebaskan dan berkata kepadanya, 'Bimbinglah saya kepada suatu perbuatan yang dengannya Allah memberi manfaat bagi saya, dan untuk itu Allah akan memasukkan saya ke dalam surga. ' Dia terdiam beberapa saat, kemudian dia menoleh kepadaku dan berkata: “Lakukan sujud, karena aku mendengar Rasulullah berkata: 'Tidak ada seorang penyembah yang bersujud kepada Allah kecuali dengan itu Allah akan meninggikannya setinggi dan menghapus dosa darinya karenanya. '”

Bab : Apa yang Terkait Tentang Sujud As-Sahw Sebelum Salam

Jami` at-Tirmidhi 391
Ada yang diceritakan dengan rantai lain bahwa Abu Hurairah dan ['Abdullah bin] as-Sa'id Al-Qari' akan melakukan sujud As-Sahw di hadapan Taslim. Abu 'Eisa berkata

Ahmad dan Ishaq berkata: “Ketika seseorang berdiri setelah dua raka'at, maka dia melakukan sujud untuk As-Sahw sebelum Salam menurut Hadis Ibnu Buhainah.”

'Abdullah bin Buhainah adalah 'Abdullah bin Malik [jadi dia] Ibn Buhainah (karena) Malik adalah ayahnya dan Buhainah adalah ibunya.

Saya diberitahu tentang hal ini oleh Ishaq bin Mansur dari 'Ali [bin 'Abdullah] bin Al-Madini.

Abu Isa berkata: “Orang-orang yang berilmu berselisih tentang kapan seseorang akan bersujud, apakah sebelum salam atau sesudahnya. Beberapa dari mereka mengira bahwa dia melakukan mereka setelah Salam. Ini adalah pandangan Sufyan Ath-Thawri dan orang-orang Al-Kufah. Beberapa di antara mereka mengatakan dia melaksanakannya sebelum Salam. Ini adalah pandangan sebagian besar Fuqaha di antara orang-orang Madinah, seperti Yahya bin Sa'id, Rabi'ah, dan lain-lain. Ini juga perkataan Ash-Syafi'i.

Beberapa di antara mereka mengatakan apabila ia menambahkan shalat, maka sesudah salam, dan apabila ia meninggalkan sesuatu, maka sebelum salam. Ini adalah pandangan Malik bin Anas.

Ahmad berkata: “Apa pun yang dilaporkan dari Nabi (ﷺ) tentang sujud dari As-Sahw maka itu ditindaklanjuti dalam kedua kasus.” Dia melihat bahwa ketika seseorang berdiri setelah Rak'ah maka menurut Hadis Ibnu Buhainah, dia harus melakukan sujud di hadapan Salam. Apabila dia berdoa lima kali untuk Zuhr, maka dia melakukan sujud setelah salam, dan jika dia mengucapkan salam setelah dua rakaat Zuhr atau 'Asr maka dia melakukan sujud setelah salam. Semuanya harus ditindaklanjuti tergantung pada kasusnya, dan dalam kasus di mana tidak ada laporan dari Nabi (ﷺ), maka dua sujud dilakukan untuk As-Sahw sebelum Salam.

Ishaq mengatakan hal yang sama seperti Ahmad tentang semua ini, kecuali bahwa dia mengatakan bahwa untuk setiap kasus As-Sahw yang tidak disebutkan dari Nabi (ﷺ), maka jika itu adalah tambahan untuk shalat, maka sujud dilakukan setelah Salam, dan jika itu adalah sesuatu yang ditinggalkan, maka sujud dilakukan di hadapan Salam.

Bab : Apa yang Terkait Tentang Sujud As-Sahw Setelah Salam, Dan Berbicara

Jami` at-Tirmidhi 392
Abdullah bin Masud menceritakan

“Rasulullah SAW shalat lima (rakah) untuk Zuhr, maka dikatakan kepadanya: 'Apakah shalat itu ditambahkan, atau apakah kamu lupa? ' Maka ia bersujud dua kali setelah ia mengucapkan salam.