Jami' at-Tirmidhi

Kitab tentang Salat (Doa)

كتاب الصلاة

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Menunda Zuhr Dalam Panas yang Parah

Jami` at-Tirmidhi 157
Abu Hurairah menceritakan bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Dalam cuaca yang sangat panas, tunda shalat (zuhr) sampai menjadi (sedikit) dingin, karena keparahan panas berasal dari mengamuk neraka.”

Bab : Apa Yang Terkait Tentang Menunda Shalat Asr

Jami` at-Tirmidhi 163
Narasi serupa dilaporkan oleh Bishr ibn Mu'adh Al-Bari yang mengatakan bahwa

Isma'il ibn Ulayyah menceritakan kepadanya dari Ibnu Juraij. RanTAI yang terakhir ini lebih benar.

Bab : Keutamaan Melakukan Shalat di Awal Waktu yang Ditentukan

Jami` at-Tirmidhi 170
Umm Farwah - dan dia adalah salah satu dari mereka yang berjanji setia kepada Nabi - diriwayatkan

“Nabi ditanya: 'Perbuatan mana yang lebih baik? ' Maka beliau berkata: “Shalat pada awal waktunya.”

Jami` at-Tirmidhi 172
Ibnu Umar menceritakan bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Permulaan waktu untuk shalat itu menyenangkan Allah, dan akhir waktunya diampuni oleh Allah.”

Jami` at-Tirmidhi 174
Aisha menceritakan

“Rasulullah tidak melakukan shalat apapun pada akhir waktunya dua kali, sampai Allah mengambilnya.”

Bab : Telah Terkait Tentang Seorang Pria Yang Lupa Shalat

Jami` at-Tirmidhi 178
Anas (bin Malik) menceritakan bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa lupa shalat maka ia harus shalat apabila ia mengingatnya.”

Bab : : Apa Yang Telah Terkait Tentang “Salatul-Wusta” [Dan Telah Dikatakan Bahwa Itu Zuhr]

Jami` at-Tirmidhi 182
Smurah bin Jundub menceritakan bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Salatul-wusta adalah shalat Asr.”

Bab : Apa yang Telah Terkait Tentang Bagaimana Adzan Dimulai

Jami` at-Tirmidhi 189
Albdullah bin Zaid menceritakan

“Ketika kami bangun, kami pergi ke Rasulullah untuk memberitahukan kepadanya tentang mimpi itu. Beliau menjawab: “Sesungguhnya mimpi ini adalah benar. Jadi pergilah kepada Bilal, karena dia memiliki suara yang lebih baik dan lebih keras daripada kamu. Sampaikanlah kepadanya apa yang dikatakan kepadamu, supaya dia memanggil (shalat) dengan itu.” Dia berkata: “Ketika Umar bin Al-Khattab mendengar Bilal memanggil shalat, dia pergi ke Rasulullah, dan dia menyeret Izar-nya, (ketika dia sedang bergegas) sambil berkata: 'Wahai Rasulullah! Demi Dia yang mengutus kamu dengan kebenaran. Aku bermimpi sama seperti apa yang dia katakan.” Beliau berkata: “Maka Rasulullah bersabda: “Kepada Allah-lah pujian, sehingga itu lebih menegaskannya.”

Bab : : Apa yang Terkait Tentang At-Tarji Dalam Adzan

Jami` at-Tirmidhi 191
Abu Mahdhura menceritakan bahwa

Rasulullah duduk bersamanya dan mengajarinya adzan kata demi kata. Ibrahim berkata, “Itu sama dengan azan kami.” Bishr berkata: “Maka aku berkata kepadanya, 'Ulangi itu kepadaku. ' Maka dia menggambarkan azan dengan At-Tarjl'.

Jami` at-Tirmidhi 192
Abu Mahdhura menceritakan bahwa

Nabi mengajarinya adzan dengan sembilan belas kalimat, dan Iqamah dengan tujuh belas kalimat.

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Mengucapkan Ungkapan Lqamah Sekali

Jami` at-Tirmidhi 193
Anas bin Malik menceritakan

“Bilal diperintahkan untuk membuat frasa Adzan genap, dan frasa Iqamah menjadi aneh.”

Bab : Apa yang Telah Terkait Tentang Barangsiapa Menyebut Adzan, Dia Harus Menyebut Iqamah

Jami` at-Tirmidhi 199
Ziyad bin Al-Harith as-Suda'i dinyatakan

“Rasulullah memerintahkan saya untuk memanggil adzan untuk shalat subuh. Saya memanggil Adzan, kemudian Bilal ingin memanggil lqamah. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya saudaranya yang berasal dari Sudan” telah memanggil azan, dan barangsiapa yang menyebut adzan, ia menyebut Iqamah.”

Bab : Apa yang Terkait Tentang Ketidaksukaan Keluar dari Masjid Setelah Adzan

Jami` at-Tirmidhi 204
Abu Ash-Sha'tha dijo

“Seorang pria keluar dari Masjid setelah adzan karena Asr dipanggil. Maka Abu Hurairah berkata: “Adapun orang ini, dia benar-benar tidak taat pada Abul Qasim.”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Adzan Saat Bepergian

Jami` at-Tirmidhi 205
Malik bin Al-Huwairih dijo

“Sepupu saya dan saya datang sebagai tamu Rasulullah. Beliau berkata kepada kami: “Apabila kamu bepergian maka panggillah Adzan dan Iqamah dan biarlah yang tertua di antara kamu memimpin shalat.”

Bab : Permohonan yang Dibuat Antara Adzan dan Iqamah Tidak Ditolak

Jami` at-Tirmidhi 212
Anas bin Malik menceritakan bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Permohonan yang dibuat antara Adzan dan Iqamah tidak ditolak.”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Kebajikan Shalat Dalam Kongregasi

Jami` at-Tirmidhi 215
Ibnu Umar menceritakan bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Shalat dalam sidang adalah dua puluh tujuh derajat lebih baik daripada shalat seorang pria saja.”

Bab : Apa yang Terkait Tentang Orang yang Menyelenggarakan Shalat Sendiri, Kemudian Dia Datang ke Sebuah Jemaat

Jami` at-Tirmidhi 219
Jabir hin Yazid hin Al-Aswad [Al-Amir] menceritakan bahwa ayahnya berkata

“Saya menghadiri haji bersama Nabi. Aku shalat Subuh bersamanya di Masjid al-Khaif.” Dia berkata: “Ketika Nabi selesai, dia berbalik (dari kiblat) dan melihat dua orang di belakang orang-orang yang tidak shalat bersamanya. Dia berkata, “Bawalah mereka kepadaku.” Maka aku membawanya ketika mereka gemetar ketakutan. Beliau berkata: “Apa yang menghalangi kamu untuk berdoa bersama kami?” Mereka berkata: “Wahai Rasulullah!” Kami berdoa di kamp kami.” Maka beliau berkata: “Janganlah kamu berbuat demikian; apabila kamu shalat di perkemahan kamu, maka kamu datang ke sebuah masjid dengan jemaat, lalu shalat bersama mereka. Itu akan menjadi doa sukarela bagimu.”

Bab : : Apa yang Terkait Tentang Sidang Di Masjid Diadakan Dua Kali

Jami` at-Tirmidhi 220
Abu Sa'id menceritakan

“Seorang pria datang ketika Rasulullah sudah shalat, maka dia berkata: “Siapakah di antara kamu yang akan memberi pahala kepada orang ini?” Maka berdiri seorang laki-laki untuk berdoa bersamanya.”

Bab : : Apa Yang Terkait Tentang Kebajikan Isha Dan Fajr Dalam Jemaat

Jami` at-Tirmidhi 221
Usman bin Affan menceritakan bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa menghadiri shalat Isha dalam sidang, maka dia (pahala seolah-olah telah) berdiri setengah malam. Dan barangsiapa yang shalat Isya dan Fajar dalam sidang, maka dia (pahala seolah-olah dia telah) menghabiskan sepanjang malam dengan berdiri (dalam shalat).”

Bab : : Apa Yang Telah Terkait Tentang Menjaga Baris Lurus

Jami` at-Tirmidhi 227
An-Nu'man bin Bashir dijo

“Rasulullah akan meluruskan garis kami. Suatu hari dia keluar dan melihat seorang pria yang dadanya menonjol dari antara manusia, maka dia berkata: “Kamu harus meluruskan garis keturunanmu, atau Allah akan menyebabkan perselisihan di antara wajahmu.”