Jami' at-Tirmidhi

Kitab tentang Salat (Doa)

كتاب الصلاة

Bab : [Yang Telah Terkait] Tentang Membuka Bacaan Dengan Al-Hamdulillahi Rabbil-Alamin (Segala puji adalah milik Allah, Tuhan atas segala yang keluar.)

Jami` at-Tirmidhi 246
Anas menceritakan

“Utusan Allah, Abu Bakr, Umar dan Utsman membuka salat dengan (al-Hamdu-Lillahi rabbil-alamin).”

Bab : Mengangkat Tangan Untuk Posisi Membungkuk

Jami` at-Tirmidhi 256
Salim menceritakan

Sama seperti 255 (di atas) dengan rantai yang berbeda

Bab : Apa yang Telah Dikatakan Bahwa Nabi (saw) Tidak Mengangkat Tangan Kecuali Untuk Pertama Kalinya

Jami` at-Tirmidhi 257
Alqamah menceritakan bahwa

Abdullah bin Mas'ud berkata: “Bukankah aku akan menunjukkan shalat Rasulullah kepadamu?” Kemudian dia mempersembahkan shalat dan dia tidak mengangkat tangannya kecuali sambil mengucapkan takbir yang pertama.”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Menempatkan Tangan Di Lutut Saat Membungkuk

Jami` at-Tirmidhi 259
Sa'd bin Abi Waqas dijo

“Kami akan melakukan itu, tetapi kemudian kami dilarang melakukannya, dan kami diperintahkan untuk meletakkan tangan kami di atas lutut kami.”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang At-Tasbih Saat Membungkuk Dan Sujud

Jami` at-Tirmidhi 262
Hudhaifah menceritakan bahwa

Dia melakukan shalat bersama Nabi, dan ketika dia membungkuk dia akan berkata: (Subhana Rabbiyal Azim); “Maha Mulia Tuhanku Yang Maha Besar” dan sambil bersujud: (Subhana Rabbiyal A'la) 'Maha Mulia Tuhanku Yang Mahatinggi. ' Dan dia tidak akan membacakan ayat yang menyebutkan rahmat, kecuali dia berhenti dan meminta (rahmat), dan dia tidak akan membacakan ayat yang menyebutkan siksa, kecuali dia akan berhenti dan berlindung (kepada Allah).

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Melarang Membaca Saat Membungkuk dan Sujud

Jami` at-Tirmidhi 264
Ali bin Abi Thalib menceritakan

“Nabi melarang memakai Qassi, dan apa yang diwarnai dengan safflower, dan dari cincin emas, dan membaca Al-Qur'an sambil membungkuk.”

Bab : Apa yang Telah Terkait Tentang Seseorang yang Tidak Membawa Kembali Beristirahat Saat Membungkuk dan Sujud

Jami` at-Tirmidhi 265
Abu Mas'ud Al-Ansari [Al-Badri] menceritakan bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Shalat tidak dapat diterima jika seseorang tidak beristirahat - artinya punggungnya - sambil membungkuk dan bersujud.”

Bab : Sesuatu Lain Tentang Itu

Jami` at-Tirmidhi 267
Abu Hurairah menceritakan bahwa

Rasulullah bersabda: “Ketika Imam berkata: (Sami Allahu liman hamidah) 'Allah mendengarkan orang-orang yang memuji Dia. Kemudian katakanlah: Rabbana wa lakal-hamd, “Wahai Tuhan kami! Dan bagi-Mu pujian bagi siapa saja yang berkata sesuai dengan perkataan para malaikat, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Menempatkan Lutut (Di Tanah) Sebelum Tangan Untuk Sujud

Jami` at-Tirmidhi 268
Wa'il bin Hujr menceritakan

“Aku melihat Rasulullah ketika dia bersujud meletakkan lututnya (di tanah) di depan tangannya, dan ketika dia bangun, dia mengangkat tangannya di depan lututnya.”

Bab : Sesuatu Lain Tentang Itu

Jami` at-Tirmidhi 269
Abu Hurairah menceritakan bahwa

Rasulullah SAW berkata, “Apakah salah seorang di antara kalian bermaksud berlutut dalam shalat dengan berlutut unta?”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Sujud Dahi Dan Hidung

Jami` at-Tirmidhi 270
Abu Humaid as-Sa'idi menceritakan

“Ketika Nabi bersujud, dia meletakkan hidung dan dahinya di tanah, dan dia memegang lengan bawahnya menjauh dari sisinya, dan dia meletakkan tangannya sejajar dengan bahunya.”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Sujud Pada Tujuh Tulang

Jami` at-Tirmidhi 272
Al-Abbas bin Abdul-Muttalib menceritakan bahwa dia mendengar

Rasulullah SAW berfirman: “Apabila hamba bersujud bersamanya: wajahnya, tangannya, lututnya, dan kakinya.”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Menempatkan Tangan dan Menanam Kaki Saat Sujud

Jami` at-Tirmidhi 277
Amir bin Sa'd [bin Abi Waqqa] diriwayatkan dari ayahnya

“Rasulullah memerintahkan meletakkan tangan (di tanah) menjaga kaki tegak. (dengan meletakkan kaki di atas jari-jari kaki dan membuat ujung jari kaki menghadap kiblat).

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Membawa Punggung Beristirahat Saat Mengangkat Kepala Dari Posisi Sujud Dan Membungkuk

Jami` at-Tirmidhi 279
Al-Barah bin Azib menceritakan

“Shalat Rasulullah (yaitu) ketika dia membungkuk, dan ketika dia mengangkat kepalanya dari membungkuk, dan ketika dia bersujud, dan ketika dia mengangkat kepalanya dari sujud (semuanya) hampir sama.”

Bab : Apa yang Terkait Tentang At-Tashah-hud

Jami` at-Tirmidhi 289
Abdullah bin Mas'ud menceritakan

“Rasulullah mengajarkan kepada kita, bahwa ketika kita duduk untuk setiap dua raka'at kita harus berkata: (At-Tahyyatulillah, was-salawatu wattayybaat. As-salamu adalah ayyuhannabiyu yang rahmatullahi dan barakatuhu, as-salamu alaina adalah ibadilah-salih-salihi. Ashhadu adalah ilaha illallah dan ashadu dan Muhammad Abduhu wa Rasuluh.) “Semua salam, doa, dan kata-kata murni adalah Allah. Salam atas kamu wahai Nabi, dan rahmat Allah dan nikmat-Nya. Salam sejahtera atas kami dan semua penyembah Allah yang saleh. Saya bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul Allah.”

Bab : Apa yang Dikatakan Saat Mengucapkan Salam [Setelah Salat]

Jami` at-Tirmidhi 298
Aisha menceritakan

“Ketika Rasulullah mengucapkan salam, dia tidak akan duduk kecuali cukup lama untuk berkata: (Allahumma antas-salam, wa minkas-salam, tabarakta dhal jalali wal-ikram) 'Ya Allah! Engkaulah yang bebas dari cacat, dan kesempurnaan berasal dari Engkau. Berbahagialah Engkau, Pemegang Keagungan dan Kehormatan.”

Bab : Apa yang Terkait Tentang 'Seluruh Bumi Adalah Masjid, Kecuali Kuburan Dan Kamar Mandi '

Jami` at-Tirmidhi 317
Abu Sa'id Al-Khudri menceritakan bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Seluruh bumi adalah masjid kecuali kuburan dan kamar mandi.”

Bab : Apa yang Terkait Tentang Tidur Di Masjid

Jami` at-Tirmidhi 321
Ibnu Umar menceritakan

“Kami tidur di Masjid pada masa Rasulullah dan kami masih muda.”

Bab : Apa Yang Terkait Tentang Ketidaksukaan Membeli, Menjual, Dengan Keras Mencari Barang yang Hilang Dan Membaca Puisi Di Masjid

Jami` at-Tirmidhi 322
Amr bin Syu'aib menceritakan dari ayahnya, dari kakeknya (Abdullah bin Amr Al-As), bahwa

Rasulullah melarang pembacaan puisi di Masjid, dan menjual dan membeli di dalamnya, dan (dia melarang) orang-orang membentuk lingkaran di dalamnya pada hari Jumat sebelum shalat.”

Bab : Apa yang Terkait Tentang Masjid yang Didirikan Di Atas Taqwa

Jami` at-Tirmidhi 323
Abu Sa'id Al-Khudri menceritakan

“Seorang pria dari Bani Khudrah dan seorang pria dari Banu Amr bin Awf berselisih tentang masjid yang didirikan di atas Taqwa. Pria dari Bani Khudrah berkata: “Itu adalah masjid Rasulullah.” Yang lain mengatakan bahwa itu adalah Masjid Qub. Maka mereka pergi untuk bertanya kepada Rasulullah tentang hal itu. Beliau menjawab: “Inilah masjidnya, dan di dalam masjid itu ada banyak kebaikan.”