Jami' at-Tirmidhi

Kitab tentang Salat (Doa)

كتاب الصلاة

Bab : Apa Yang Telah Dikatakan Bahwa Imam Adalah Hak Terbesar Untuk Iqamah

Jami` at-Tirmidhi 202
Jabir bin Samurah menceritakan

Mu'adh-dhin Rasulullah akan menunggu dan dia tidak akan memanggil Iqamah sampai dia melihat Rasulullah telah keluar, dia akan memanggil Iqamah ketika dia melihatnya.

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Kebajikan Adzan

Jami` at-Tirmidhi 206
Ibnu Abbas menceritakan

Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa memanggil azan selama tujuh tahun, mencari pahala untuk itu, maka keselamatan dari neraka tertulis baginya.”

Bab : [Apa Yang Telah Terkait] Tentang Keutamaan Lima Doa

Jami` at-Tirmidhi 214
Abu Hurairah menceritakan bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Lima shalat, dan Al-Jumwah (shalat Jumat) untuk Al-Jumwah adalah penebusan bagi apa yang ada di antara mereka, selama dosa-dosa besar belum dilakukan.”

Bab : : Apa Yang Telah Terkait Tentang Kebajikan Baris Pertama

Jami` at-Tirmidhi 224
Abu Hurairah menceritakan bahwa

Rasulullah bersabda: “Barisan yang paling baik bagi manusia adalah yang pertama di antara mereka, dan yang paling buruk adalah yang terakhir dari mereka. Dan barisan terbaik bagi para wanita adalah yang terakhir dari mereka, dan yang terburuk adalah yang pertama dari mereka.”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Ketidaksukaan Untuk Membentuk Baris Antar Kolom

Jami` at-Tirmidhi 229
Abdul-Hamid bin Mahmud dijo

“Kami berdoa di belakang salah satu Amir, orang-orang memaksa kami sedemikian rupa sehingga kami berdoa di antara dua kolom. Ketika kami telah shalat, Anas bin Malik berkata: “Kami akan dicegah dari ini selama masa Rasulullah.”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Shalat Di Belakang Garis Saja

Jami` at-Tirmidhi 230
Hilal bin Yasar dijo

“Ziyad bin Abi Al-Ja'd memegang tangan saya ketika kami berada di Ar Raqqah, dia membuat saya berdiri di hadapan seorang Syekh yang bernama Wabisah bin Ma'bad, dari Bani Asad. Ziyad berkata: “Syekh ini menceritakan kepadaku bahwa seorang shalat sendirian di belakang barisan” - dan Syekh mendengarkan - 'maka Rasulullah memerintahkannya untuk mengulangi shalat. '”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Seorang Pria Yang Berdoa Dan Seorang Pria Dan Seorang Wanita Bersamanya

Jami` at-Tirmidhi 234
Anas bin Malik menceritakan

“Nenek saya Mutalikah mengundang Rasulullah untuk makan yang dia siapkan. Dia makan darinya, lalu berkata: “Berdirilah supaya kami menuntun kamu dalam shalat.” Dia berkata: “Saya mendapat hasir dari kami yang telah menjadi gelap karena penggunaan yang lama, jadi saya mencucinya dengan air. Rasulullah berdiri di atasnya, dan yatim piatu itu dan aku sejajar di belakangnya dan satu-satunya wanita berdiri di belakang kami. Dia (Rasulullah) memimpin kami dalam dua raka'at dan kemudian pergi.”

Bab : Apa yang Dikatakan Saat Pembukaan Shalat

Jami` at-Tirmidhi 242
Abu Sa'id Al Khudri menceritakan

“Ketika Rasulullah berdiri untuk shalat pada malam hari, dia akan mengucapkan Takbir (Allahu Akbar), lalu berkata: (Subhanaka Allahumma wa bihamdika wa Tabarakasmuka wa Ta'ala Jadduka wa la ilaha ghairuk.) “Engkau mulia, ya Allah, dan dengan pujian dan berkah nama-Mu, dan mulia keagungan-Mu, dan tidak ada yang berhak disembah kecuali Engkau.” Kemudian dia berkata: (A'udhu Bilahi as-Sami'il-Alimi min ash-Shaitanir-Rajimi, min Hamzihi wa Nafkhihi wa Nafthihi.) “Sesungguhnya Allah adalah Yang Maha Besar.” (Allahu Akbaru Kabira). Kemudian dia berkata: “Aku berlindung kepada Allah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, dari syetan yang terkutuk, dari kegilaannya, kesombongannya, dan puisinya.”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Tahrim Dan Tahlil Shalat

Jami` at-Tirmidhi 238
Abu Sa'id menceritakan bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Kunci Shalat adalah penyucian, Tahrimnya adalah Takbir, dan Tahlilisnya adalah Taslim, dan tidak ada Shalat bagi orang yang tidak membaca Al-Hamd dan Surah dalam shalat wajib (shalat) atau lainnya.”

Bab : Barangsiapa yang berpandangan bahwa Bismillahir-Rahmanir-Rahim dibacakan dengan lantang

Jami` at-Tirmidhi 245
Ibnu Abbas menceritakan

“Nabi akan membuka salatnya dengan (Bismillahir-Rahmanir-Rahim).”

Bab : Apa Yang Terkait Tentang Dua Jeda [Selama Shalat]

Jami` at-Tirmidhi 251
Al-Hasan menceritakan bahwa

Samurah berkata: “Ada dua jeda yang aku simpan dari Rasulullah.” Tetapi Imran bin Husain menolak hal itu dan berkata: “Kami beristirahat sejenak.” “Jadi kami menulis surat kepada Ubayy bin Ka'b di Madinah. Ubayy menulis bahwa Samurah benar.” Sa'id berkata: “Kami berkata kepada Qatadah: 'Apakah kedua jeda itu? ' Beliau berkata: “Ketika dia masuk ke dalam shalat dan ketika dia selesai membacanya.” Kemudian dia (Qatadah) berkata setelah itu: “Dan apabila dia membacakan (atau orang-orang yang sesat)” Dan dia berkata: “Dia suka berhenti sejenak ketika dia selesai membacanya sampai dia menarik napas.”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang At-Tasbih Saat Membungkuk Dan Sujud

Jami` at-Tirmidhi 261
Ibnu Mas'ud menceritakan bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Apabila salah seorang di antara kalian membungkuk, lalu berkata, “Subhana Rabbiyal Azim” tiga kali, maka ia telah selesai membungkuknya. Dan itulah yang paling kecil dari itu. Dan apabila ia bersujud dan berkata sambil bersujud: “Maha Suci Tuhanku Yang Mahatinggi” tiga kali, maka ia telah menyelesaikan sujudnya, dan itu adalah yang paling kecil dari itu.

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Dimana Seorang Pria Meletakkan Wajahnya Saat Sujud

Jami` at-Tirmidhi 271
Abu Ishaq menceritakan

“Saya berkata kepada Al-Bara bin Azib: 'Di manakah Nabi menempatkan wajahnya ketika dia bersujud? ' Dia berkata: “Di antara kedua tangannya.”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Menempatkan Tangan dan Menanam Kaki Saat Sujud

Jami` at-Tirmidhi 278
(Rantain lain yang) Amir bin Sa'd menceritakan

“Rasulullah memerintahkan meletakkan tangan (di tanah).” Dan dia menyebutkan di dalamnya: “Dari ayahnya.”

Bab : [Apa Yang Telah Terkait] Tentang Izin Untuk Jongkok

Jami` at-Tirmidhi 283
Tawus katanya

“Kami bertanya kepada Ibnu Abbas tentang berjongkok (duduk) di tumit. Beliau menjawab: “Itu adalah sunnah.” Kami berkata: 'Kami pikir itu sulit bagi seorang pria. ' Beliau menjawab: “Sebaliknya, itu adalah sunnah nabimu.”

Bab : Apa yang Dikatakan Antara Dua Sujud

Jami` at-Tirmidhi 285
Ibnu Abbas menceritakan

(RanTAI lain) yang serupa.

Bab : [Apa Yang Telah Terkait Tentang] Bagaimana Bangun Dari Sujud

Jami` at-Tirmidhi 287
Malik bin Al-Huwairith Al-Laithi menceritakan bahwa dia melihat

Rasulullah yang melaksanakan shalat Ketika dia berada dalam jumlah ganjil dari shalat, dia tidak akan bangun sampai dia duduk sepenuhnya.

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Taslim Untuk Shalat

Jami` at-Tirmidhi 295
Abdullah menceritakan

“Nabi mengucapkan salam dari kanan dan kiri (berkata): (As-Salamu alaikum wa rahmatullah, as-salamu alaikum wa rahmatullah) 'Salam alaikum wa rahmatullah atas kamu, dan rahmat Allah. Salam atas kamu, dan rahmat Allah.”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang: “Membatasi Salam Adalah Sunnah”

Jami` at-Tirmidhi 297
Abu Hurairah menceritakan

“Hadhf salam adalah sunnah.”

Bab : Apa yang Dikatakan Saat Mengucapkan Salam [Setelah Salat]

Jami` at-Tirmidhi 300
Thawban, hamba Rasulullah yang dibebaskan, menceritakan bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Ketika Rasulullah ingin berpaling dari shalat, dia akan meminta ampunan dari Allah tiga kali, lalu berkata: (Allahumma antas-salam, wa minkas-salam, tabarakta ya dhal-jalali wal-ikram) 'Ya Allah! Engkaulah yang bebas dari cacat dan kesempurnaan berasal dari Engkau. Berbahagialah Engkau, wahai Pemegang Keagungan dan Kehormatan.”