Minuman (Kitab Al-Ashribah)
كتاب الأشربة
Bab 20
فِي النَّفْخِ فِي الشَّرَابِ وَالتَّنَفُّسِ فِيهِ
Rasulullah (ﷺ) melarang bernapas di dalam wadah atau meniupnya.
Rasulullah (ﷺ) mendatangi ayahku dan singgah di tempatnya. Beliau menyuguhkan makanan kepadanya, menyebutkan makanan hais yang dibawakan kepadanya. Kemudian beliau membawakan minuman lalu meminumnya, dan memberikannya kepada orang yang berada di sebelah kanannya. Beliau memakan kurma dan mulai meletakkan biji-bijinya di punggung jari telunjuk dan jari tengahnya. Ketika beliau berdiri, ayahku turut berdiri dan memegang tali kekang tunggangannya, lalu berkata: Mohonkanlah doa kepada Allah untukku. Beliau bersabda: Ya Allah, berkahilah mereka pada apa yang Engkau rezekikan kepada mereka, ampunilah mereka, dan sayangilah mereka.
Bab 21
مَا يَقُولُ إِذَا شَرِبَ اللَّبَنَ
Aku berada di rumah Maimunah. Rasulullah (ﷺ) masuk, dan bersama beliau adalah Khalid bin al-Walid. Lalu didatangkan dua ekor biawak panggang yang diletakkan di atas dua pelepah kurma, dan Rasulullah (ﷺ) mengulurkan tangannya. Khalid berkata: "Wahai Rasulullah, sepertinya engkau jijik kepadanya?" Beliau bersabda: "Ya." Kemudian Rasulullah (ﷺ) didatangkan susu, lalu beliau meminumnya. Setelah itu Rasulullah (ﷺ) bersabda: "Apabila salah seorang di antara kalian memakan makanan, hendaklah ia mengucapkan: 'Ya Allah, berikanlah keberkahan kepada kami padanya dan berikanlah makanan yang lebih baik darinya.' Dan apabila diberi minum susu, hendaklah ia mengucapkan: 'Ya Allah, berikanlah keberkahan kepada kami padanya dan tambahkanlah untuk kami darinya,' karena sesungguhnya tidak ada sesuatu yang dapat mencukupi dari makanan dan minuman selain susu."
Abu Dawud berkata: Ini adalah lafaz Musaddad.
Bab 22
فِي إِيكَاءِ الآنِيَةِ
Tutuplah pintumu dan sebutlah nama Allah, karena setan tidak dapat membuka pintu yang tertutup. Padamkanlah lampumu dan sebutlah nama Allah. Tutuplah wadahmu—meskipun hanya dengan melintanginya sebatang kayu—dan sebutlah nama Allah. Serta ikatlah kantung airmu dan sebutlah nama Allah.
Sesungguhnya setan tidak membuka pintu yang tertutup, tidak membuka ikatan kantong air, dan tidak membuka wadah, dan sesungguhnya hewan pengganggu kecil itu membakar rumah orang-orang — atau rumah-rumah mereka.
Tahanlah anak-anak kalian ketika malam menjelang, atau pada waktu petang (menurut Musaddad), karena sesungguhnya bangsa jin bertebaran dan menyambar mereka.
Jabir berkata: Kami bersama Nabi (ﷺ) ketika beliau meminta air untuk diminum. Seseorang dari suatu kaum berkata, "Tidakkah kami beri engkau nabidz untuk diminum?" Beliau bersabda, "Ya." Dia berkata: Orang itu pergi dengan tergesa-gesa lalu datang membawa sebuah cangkir berisi nabidz. Nabi (ﷺ) bersabda, "Tidakkah kau tutup ia, walaupun dengan melintanginya sebatang kayu?" Abu Dawud berkata: Dalam riwayat Al-Asma'i disebutkan: "Engkau meletakkannya di atasnya..."
Air yang segar biasa diambilkan untuk Nabi (ﷺ) dari rumah-rumah di as-Suqya.
Qutaybah berkata: "Mata air yang jaraknya dengan Madinah adalah perjalanan dua hari."