Minuman (Kitab Al-Ashribah)
كتاب الأشربة
Bab 8
فِي الْخَلِيطَيْنِ
Safiyyah binti Atiyyah berkata: Aku masuk bersama beberapa wanita dari Abdul-Qais menemui Aisyah, lalu kami bertanya kepadanya tentang perasan kurma dan kismis. Dia menjawab: Aku dulu mengambil segenggam kurma dan segenggam kismis lalu melemparkannya ke dalam wadah, kemudian aku merendamnya, lalu aku memberi minum Nabi (ﷺ) darinya.
Bab 9
فِي نَبِيذِ الْبُسْرِ
Jabir bin Zayd dan Ikrimah dahulu tidak menyukai kurma busr secara sendirian, dan mereka mengambil hal tersebut dari Ibnu Abbas. Ibnu Abbas berkata: Aku khawatir itu adalah muzza' yang dilarang bagi Abdul-Qais. Aku bertanya kepada Qatadah: Apakah muzza' itu? Ia menjawab: Nabidh yang dibuat dalam tempayan hijau dan bejana yang dilumuri pelepah atau galah.
Bab 10
فِي صِفَةِ النَّبِيذِ
Kami mendatangi Rasulullah (ﷺ) lalu berkata: Wahai Rasulullah, engkau mengetahui siapa kami, dari mana kami, dan kepada siapa kami datang. Beliau bersabda: Kepada Allah dan Rasul-Nya. Kami berkata: Wahai Rasulullah, kami memiliki anggur; apa yang harus kami perbuat dengannya? Beliau bersabda: Jadikanlah ia kismis. Kami berkata: Apa yang harus kami perbuat dengan kismis? Beliau bersabda: Rendamlah di pagi hari dan minumlah di sore hari, dan rendamlah di sore hari dan minumlah di pagi hari. Rendamlah ia di dalam kantung kulit dan janganlah merendamnya di dalam kendi tembikar, karena jika prosesnya tertunda dari waktunya, ia akan menjadi cuka.
Dibuatlah rendaman (nabidz) untuk Rasulullah (ﷺ) di dalam sebuah kantong air dari kulit yang bagian atasnya diikat dan memiliki cerat. Rendaman tersebut dibuat pada pagi hari lalu beliau meminumnya pada malam hari, atau dibuat pada malam hari lalu beliau meminumnya pada pagi hari.
'Aisyah (radhiyallahu 'anha) biasa merendam kurma (untuk dibuat nabidz) bagi Rasulullah (ﷺ) pada pagi hari. Ketika malam tiba, beliau makan malam dan meminumnya setelah makan malam. Jika ada yang tersisa, dia menumpahnya (atau mengosongkannya). Kemudian dia merendamkannya pada malam hari, dan ketika pagi tiba, beliau sarapan pagi dan meminumnya. Dia berkata: Kami mencuci kantong air pada pagi dan sore hari. Ayahnya berkata kepadanya dua kali sehari? Dia berkata: Ya.
Kismis direndam (untuk dijadikan minuman) bagi Nabi (ﷺ), lalu beliau meminumnya pada hari itu, hari berikutnya, dan hari setelahnya hingga sore hari ketiga. Kemudian beliau memerintahkan perihal minuman tersebut, lalu diberikan kepada para pelayan untuk diminum atau ditumpahkan.
Abu Dawud berkata: Maksud dari "diberikan kepada para pelayan untuk diminum" adalah dilakukan sebelum minuman itu basi.
Abu Dawud berkata: Abu 'Umar adalah Yahya bin 'Ubaid al-Bahrani.
Bab 11
فِي شَرَابِ الْعَسَلِ
Nabi (ﷺ) biasa tinggal di tempat Zainab binti Jahsh dan meminum madu di sisinya. Aku dan Hafsah bersepakat bahwa siapa pun di antara kami yang didatangi oleh Nabi (ﷺ), hendaklah berkata kepadanya, 'Aku mendapati darimu bau maghafir.' Beliau lalu mendatangi salah seorang dari mereka, maka wanita itu mengatakannya kepada beliau. Beliau lantas bersabda, 'Bukan, aku telah meminum madu di tempat Zainab binti Jahsh, dan aku tidak akan mengulanginya lagi.' Maka turunlah ayat:
serta ayat:"Wahai Nabi! Mengapa engkau mengharamkan apa yang dihalalkan Allah bagimu..." (At-Tahrim: 1)
untuk Aisyah dan Hafsah, dan ayat:"Jika kamu berdua bertaubat kepada Allah..." (At-Tahrim: 4)
berkenaan dengan ucapan beliau, 'Bukan, aku telah meminum madu.'"Dan (ingatlah) ketika Nabi membicarakan suatu rahasia kepada salah seorang dari istri-istrinya..." (At-Tahrim: 3)
Rasulullah (ﷺ) menyukai makanan manis dan madu. Beliau menyebutkan sebagian dari riwayat ini. Dan Nabi (ﷺ) sangat tidak menyukai jika tercium bau darinya. Dan dalam hadis tersebut, Saudah berkata: Bahkan, engkau telah memakan maghafir. Beliau bersabda: Bahkan, aku minum madu yang diberikan kepadaku oleh Hafsah. Lalu aku berkata: Lebahnya telah memakan tanaman ‘urfut.
Abu Dawud berkata: Al-maghafir adalah muql, dan itu adalah getah. Jarasat artinya: telah merumput. Al-‘urfut adalah salah satu jenis tanaman lebah.
Bab 12
فِي النَّبِيذِ إِذَا غَلِيَ
Aku mengetahui bahwa Rasulullah (ﷺ) biasa berpuasa. Aku menunggu hari di mana beliau tidak berpuasa untuk menyuguhkan minuman (nabidh) kepadanya yang aku buat dalam labu. Aku kemudian membawanya kepada beliau sementara minuman itu sedang berfermentasi. Beliau bersabda: Lemparkanlah ke dinding ini, karena ini adalah minuman orang yang tidak beriman kepada Allah dan Hari Akhir.
Bab 13
فِي الشُّرْبِ قَائِمًا
Rasulullah (ﷺ) melarang seseorang minum sambil berdiri.
Ali meminta air lalu meminumnya dalam keadaan berdiri. Kemudian dia berkata, "Sesungguhnya ada sebagian orang yang membenci jika salah seorang dari kalian melakukan hal ini, dan sungguh aku telah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melakukan seperti apa yang kalian lihat aku lakukan.">
Bab 14
الشَّرَابِ مِنْ فِي السِّقَاءِ
Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam melarang minum langsung dari mulut kendi atau kantung air, menunggangi jallalah (hewan yang memakan kotoran), dan al-mujaththamah.
Abu Dawud berkata: Jallalah adalah hewan yang memakan kotoran.
Bab 15
فِي اخْتِنَاثِ الأَسْقِيَةِ
Rasulullah (ﷺ) melarang minum dari mulut kantong air (geriba).
Bahwa Rasulullah (ﷺ) meminta wadah air pada hari Uhud dan bersabda: "Balikkanlah mulut wadah air tersebut," lalu beliau minum darinya.
Bab 16
فِي الشُّرْبِ مِنْ ثُلْمَةِ الْقَدَحِ
Rasulullah (ﷺ) melarang minum dari bagian wadah yang pecah (ompong) dan melarang meniup minuman.
Bab 17
فِي الشُّرْبِ فِي آنِيَةِ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ
Ketika Hudhaifah berada di al-Mada'in, dia meminta air minum. Seorang dehqan (pemimpin setempat) membawakannya bejana perak. Dia melemparkannya kepada orang tersebut dan berkata, 'Aku tidak melemparkannya melainkan karena aku telah melarangnya, tetapi dia tidak berhenti. Sesungguhnya Rasulullah (ﷺ) melarang sutra, dibaj (sutra tebal), dan minum dari bejana emas dan perak, serta bersabda, "Itu untuk mereka di dunia dan untuk kalian di akhirat." '
Bab 18
فِي الْكَرْعِ
Nabi (ﷺ) dan seorang laki-laki dari para sahabatnya mendatangi seorang laki-laki dari kalangan Ansar ketika ia sedang mengalirkan air di kebunnya. Rasulullah (ﷺ) bersabda, "Jika engkau memiliki air yang menginap semalam di dalam kantong kulit [bawalah]; jika tidak, kami akan membungkuk untuk minum langsung (kara'na)." Laki-laki itu berkata, "Bahkan, aku memiliki air yang menginap semalam di dalam kantong kulit."
Bab 19
فِي السَّاقِي مَتَى يَشْرَبُ
Nabi (ﷺ) bersabda: "Orang yang memberi minum suatu kaum adalah orang yang paling terakhir minum di antara mereka."
Nabi (ﷺ) didatangkan susu yang telah dicampur dengan air. Seorang Arab badui berada di sebelah kanannya dan Abu Bakr berada di sebelah kirinya. Beliau minum, lalu memberikannya kepada orang Arab badui tersebut dan bersabda, "Yang di sebelah kanan, kemudian yang di sebelah kanan.">
Apabila Nabi (ﷺ) minum, beliau bernapas tiga kali di luar wadah air dan bersabda, "Cara ini lebih menyegarkan, melepas dahak/haus, dan lebih menyehatkan."