Bab 134: Keunggulan Menyambut Kenalan Berulang-ulang
(Al-Bukhari dan Muslim)
Rasulullah SAW (ﷺ) berkata, “Apabila salah seorang dari kalian bertemu dengan seorang saudara laki-laki (yang beriman), ia harus menyambutnya. Kemudian jika sebuah pohon atau tembok atau batu mengintervensi di antara mereka dan kemudian dia bertemu dengannya lagi, dia harus menyapa dia.” [Abu Dawud].
Bab 135: Keunggulan Salam Saat Memasuki Rumah
Rasulullah SAW (ﷺ) berkata kepadaku, “Anakku terkasih, ketika kamu memasuki rumahmu, katakanlah As- Salamu 'Alaikum kepada keluargamu, karena itu akan menjadi berkah baik bagimu dan keluargamu.” [At-Tirmidhi, yang mengklasifikasikannya sebagai Hasan Sahih].
Bab 136: Menyambut Anak
(Al-Bukhari dan Muslim)
Bab 137: Seorang pria mengucapkan salam kepada istrinya atau seorang wanita mahram atau wanita non-mahrmam atau wanita yang tidak takut kesengsaraan oleh mereka dan memberikan salam kepada mereka dengan kondisi ini
[Al-Bukhari].
[Muslim].
Dalam At-Tirmidhi: bahwa Rasulullah (ﷺ) suatu hari melewati Masjid, dan sekelompok wanita sedang duduk, jadi dia memberi isyarat tangannya dengan salam.
Bab 138: Menyambut Non-Muslim dan Larangan Mengambil Inisiatif Melakukannya
[Muslim].
Rasulullah SAW (ﷺ) berkata, “Apabila Ahli Kitab menyapa kamu, jawablah dengan: 'Wa' alaikum '(dan atas kamu)”. (Al-Bukhari dan Muslim)
Nabi (ﷺ) melewati sekelompok orang campuran yang termasuk Muslim, musyrik dan Yahudi, dan dia memberi mereka salam (yaitu, mengatakan As- Salamu 'Alaikum). (Al-Bukhari dan Muslim)
Bab 139: Keunggulan Salam Saat Kedatangan dan Keberangkatan
(Abu Dawud dan At-Tirmidhi)
Bab 140: Meminta Izin untuk Masuk (Rumah Seseorang) dan Tata Perilaku Yang Berkaitan Dengan Itu
Rasulullah SAW (ﷺ) berkata, “Izin harus dicari tiga kali. Jika izin diberikan, Anda boleh masuk; jika tidak, kembalilah.” [Al-Bukhari dan Muslim].
Rasulullah SAW (ﷺ) berkata, “Meminta izin untuk masuk (rumah seseorang) telah ditentukan untuk menahan mata (dari melihat sesuatu yang tidak seharusnya kita lihat).” (Al-Bukhari dan Muslim)
Seorang pria dari suku Banu 'Amir telah memberi tahu kami bahwa dia telah meminta izin kepada Nabi (ﷺ) untuk masuk ketika dia berada di rumah. Dia berkata: “Bolehkah aku masuk?” Rasulullah SAW (ﷺ) berkata kepada hamba itu, “Keluarlah dan beri tahu dia tentang cara meminta izin. Katakanlah kepadanya: 'As-Salamu 'Alaikum -semoga salam- salam atasmu. Bolehkah saya masuk?” Pria itu mendengar ini dan berkata: “As-Salamu 'Alaikum -semoga salam- alaikum. Bolehkah saya masuk?” Nabi (ﷺ) kemudian memberinya izin dan dia masuk. [Abu Dawud].
Saya mengunjungi Nabi (ﷺ) dan saya memasuki rumahnya tanpa meminta izin. Maka dia berkata, “Kembalilah dan katakanlah: 'As-Salamu 'alaikum -semoga salam- alaikum -ṣallāhu 'alaihi wa salam- Bolehkah aku masuk?” [Abu Dawud dan At-Tirmidhi].
Bab 141: Meminta Izin Masuk dengan Menyatakan Nama
(Al-Bukhari dan Muslim)
Saya melangkah keluar suatu malam dan melihat Rasulullah (ﷺ) berjalan sendirian. Saya mulai berjalan di malam yang diterangi cahaya bulan. Dia berbalik dan melihat saya dan bertanya, “Siapa di sana?” Saya menjawab: “Abu Dharr.” (Al-Bukhari dan Muslim)
Saya pergi ke Nabi (ﷺ) yang sedang mandi sementara Fatimah sedang menyaringnya. Dia bertanya, “Siapa di sana?” Saya menjawab: “Saya Umm Hani.” [Al-Bukhari dan Muslim].
Saya pergi ke Nabi (ﷺ) dan mengetuk pintu (untuk meminta izin). Dia bertanya, “Siapa di sana?” Saya berkata: “Saya”. Dia mengulangi, "Aku, aku?!” Seolah-olah dia tidak menyukainya. (Al-Bukhari dan Muslim)
Bab 142: Mengucapkan “Al-Hamdulillah” Saat Bersin, Jawabannya, dan Tata Cara Berhubungan Dengan Bersin dan Menguap
[Al-Bukhari].