Jami' at-Tirmidhi

Buku tentang Pemurnian

كتاب الطهارة عن رسول الله صلى الله عليه وسلم

Bab 75: Apa Yang Terkait Tentang Menyeka Imamah

مَا جَاءَ فِي الْمَسْحِ عَلَى الْعِمَامَةِ

Jami` at-Tirmidhi 100
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Ibnu Al-Mughirah bin Shu'bah menceritakan dari ayahnya

“Nabi melakukan Wudu dan menghapus Khuff dan Imamah.” Abu Bakr (salah seorang pembicara) berkata: “Dan sesungguhnya aku mendengarnya dari Ibnu Al Mughirah.”

Jami` at-Tirmidhi 101
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
BiLai menceritakan

“Nabi menghapus Khuff dan Khimar.”

Jami` at-Tirmidhi 102
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Abu Ubaidah bin Muttammad bin Ammar bin Yasir dijo

“Saya bertanya kepada Jabir bin Abdullah tentang menyeka Khuff. Dia berkata, “Wahai keponakanku! Itu adalah sunnah.” [Dia berkata:] “Dan aku bertanya kepadanya tentang menyeka lmamah. Dia berkata, “[Usap rambutnya dengan air].”

Bab 76: Apa Yang Telah Terkait Tentang Ghusl Untuk Janabah

مَا جَاءَ فِي الْغُسْلِ مِنَ الْجَنَابَةِ

Jami` at-Tirmidhi 103
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Ibnu Abbas menceritakan bahwa bibinya dari pihak ibu Maimunah berkata

“Saya menyiapkan air untuk Nabi untuk melakukan Ghusl untuk Janabah. Maka ia membalikkan bejana itu dengan tangan kirinya, (menuangkan air) ke kanan. Kemudian dia mencuci tangannya. Kemudian dia memasukkan tangannya ke dalam bejana untuk menuangkan air ke area pribadinya, lalu dia menggosok tangannya ke dinding, atau tanah. Kemudian dia membilas mulutnya dan mencuci hidungnya dengan memasukkan air dan meniupkannya, dan mencuci muka dan lengannya. Kemudian dia menuangkan air ke atas kepalanya tiga kali, lalu dia menuangkan air ke seluruh tubuhnya, lalu dia pindah dari tempatnya dan membasuh kakinya.”

Jami` at-Tirmidhi 104
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Aisha menceritakan

“Ketika Utusan Aliah ingin melakukan Ghusl untuk Janabah, dia akan mulai dengan mencuci tangannya sebelum memasukkannya ke dalam bejana. Kemudian dia akan mencuci area pribadinya, dan melakukan wudu (seperti yang dilakukan) untuk shalat. Kemudian dia akan membasahi rambutnya dengan air, lalu dia akan menuangkan air ke atas kepalanya dengan tangannya tiga kali.”

Bab 77: Haruskah Seorang Wanita Membatalkan Rambutnya Untuk Ghusl?

هَلْ تَنْقُضُ الْمَرْأَةُ شَعْرَهَا عِنْدَ الْغُسْلِ

Jami` at-Tirmidhi 105
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Umm Salamah dinarasikan

“Aku berkata, 'Wahai Rasulullah! Saya wanita dengan kepang ketat di kepala saya, haruskah saya melepaskannya untuk melakukan Ghusl untuk Janabah? Dia berkata: “Tidak. Cukuplah bahwa kamu hanya menuangkan tiga sendok air (dengan tangan dipegang) ke atas kepalamu, lalu menuangkan air ke seluruh tubuhmu, untuk dimurnikan.” Atau dia berkata: “Maka kamu akan disucikan.”

Bab 78: Apa Yang Telah Terkait Tentang “Di Bawah Setiap Rambut Adalah Pengotor Seksual.”

مَا جَاءَ أَنَّ تَحْتَ كُلِّ شَعْرَةٍ جَنَابَةً

Jami` at-Tirmidhi 106
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Abu Hurairah menceritakan bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Di bawah setiap rambut ada kotoran seksual, jadi cuci (semua) rambut dan bersihkan kulit.”

Bab 79: [Apa yang Sudah Terkait] Tentang Wudu' Setelah Ghusl

مَا جَاءَ فِي الْوُضُوءِ بَعْدَ الْغُسْلِ

Jami` at-Tirmidhi 107
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Aisha menceritakan

“Nabi tidak akan melakukan wudu setelah Ghusl.”

Bab 80: Apa yang Telah Terkait: Ketika Dua Organ yang Disunat Bertemu, Ghusl Diperlukan.

مَا جَاءَ إِذَا الْتَقَى الْخِتَانَانِ وَجَبَ الْغُسْلُ

Jami` at-Tirmidhi 108
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Aisha menceritakan

“Apabila orang yang disunat bertemu dengan orang yang disunat, maka memang diperlukan Ghusl. Saya dan Rasulullah melakukan itu, maka kami melaksanakan ghusl.”

Jami` at-Tirmidhi 109
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Aisha menceritakan bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Ketika orang yang disunat bertemu dengan orang yang disunat maka diperlukan Ghusl.”

Bab 81: Apa Yang Telah Terkait Bahwa 'Air Adalah Untuk Air'

مَا جَاءَ أَنَّ الْمَاءَ مِنَ الْمَاءِ

Jami` at-Tirmidhi 110
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Ubayy bin Ka'b menceritakan

“Air adalah untuk air,” hanya diizinkan pada awal Islam. Maka itu dilarang.”

Jami` at-Tirmidhi 111
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Ma'mar menceritakan

Narasi serupa (sebagai Hadis no. 110) dari, Az-Zuhri, dengan rantai ini.

Jami` at-Tirmidhi 112
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Ibnu Abbas dijo

“Air adalah untuk air” hanya tentang mimpi basah.”

Bab 82: [Apa Yang Telah Terkait] Tentang Seseorang Yang Bangun Untuk Menemukan Basah, Tapi Dia Tidak Ingat Memiliki Mimpi Basah

مَا جَاءَ فِيمَنْ يَسْتَيْقِظُ فَيَرَى بَلَلاً وَلاَ يَذْكُرُ احْتِلاَمًا

Jami` at-Tirmidhi 113
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Aisha menceritakan

“Nabi ditanya tentang seorang pria yang menemukan basah dan dia tidak ingat pernah mengalami mimpi basah. Maka dia berkata: “Dia harus melakukan Ghusl. Dan (ditanya) tentang seorang pria yang bermimpi basah tetapi tidak menemukan basah, maka dia berkata: “Tidak diperlukan ampun darinya.” Umm Salamah berkata: “Wahai Rasulullah! Apakah wanita itu diharuskan melakukan Ghusl jika dia melihat itu? ' Dia menjawab: “Ya. Sesungguhnya perempuan adalah sekutu laki-laki.”

Bab 83: Apa yang Terkait Tentang Al-Mani Dan Al-Madhi

مَا جَاءَ فِي الْمَنِيِّ وَالْمَذْىِ

Jami` at-Tirmidhi 114
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Ali menceritakan

“Saya bertanya kepada Nabi tentang Al-Madhi. Dia berkata: “Karena Al-Madhi adalah Wudu, dan untuk Ai-mani adalah Ghusl.”

Bab 84: [Apa yang Terkait] Tentang Al-Madhi Yang Menyentuh Pakaian

مَا جَاءَ فِي الْمَذْىِ يُصِيبُ الثَّوْبَ

Jami` at-Tirmidhi 115
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Sahl bin Hunaif dijo

“Saya menderita kasus Al-Madhi yang parah dan meresahkan. Saya sering melakukan Ghusl karena itu. Maka aku memberitahukan hal itu kepada Rasulullah dan bertanya kepadanya tentang hal itu. Dia berkata: “Kamu hanya perlu melakukan Wudu untuk itu.” Aku berkata: “Wahai Rasulullah! Bagaimana kalau itu masuk ke pakaianku?” Beliau berkata: “Cukuplah bagimu untuk mengambil segenggam air dan menaburkannya ke dalam pakaianmu di mana pun kamu melihat bahwa itu telah menyentuhnya.”

Bab 85: [Apa Yang Telah Terkait] Tentang Ai-mani Yang Menyentuh Pakaian

مَا جَاءَ فِي الْمَنِيِّ يُصِيبُ الثَّوْبَ

Jami` at-Tirmidhi 116
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Hammam bin Ai-Harith diceritakan

“Aisha memiliki seorang tamu yang kepadanya dia meminjamkan bungkus kuning untuknya untuk tidur. Dia memiliki mimpi basah, dan terlalu malu untuk mengirimkannya kepadanya sementara jejak mimpi basah hadir di atasnya. Maka dia menenggelamkannya (mencucinya) dalam air, lalu dia mengirimkannya kepadanya. Aisha berkata, “Mengapa dia merusak pakaian kami? Sudah cukup baginya untuk mengikisnya dengan jari-jarinya. Kadang-kadang saya akan mengikisnya dari pakaian Rasulullah dengan jari-jari saya.”

Bab 86: Mencuci Ai-mani Dari Garmen

غَسْلِ الْمَنِيِّ مِنَ الثَّوْبِ

Jami` at-Tirmidhi 117
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Sulaiman bin Yasar menceritakan dari Aisha, bahwa

dia mencuci Mani dari pakaian Rasulullah.

Bab 87: [Yang Telah Terkait] Tentang Orang Yang Junub Tidur Sebelum Melakukan Ghusl

مَا جَاءَ فِي الْجُنُبِ يَنَامُ قَبْلَ أَنْ يَغْتَسِلَ

Jami` at-Tirmidhi 118
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Aisha menceritakan

“Rasulullah akan tidur ketika dia masih Junub, dan tanpa menyentuh air (melakukan ghusl).”

Jami` at-Tirmidhi 119
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Abu Ishaq

Ada laporan serupa (seperti no. 1I8) yang diriwayatkan melalui Abu Ishaq.