Jami' at-Tirmidhi

Kitab tentang Al-Witir

أَبْوَابُ الْوِتْرِ

Bab 15

مَا جَاءَ فِي صَلاَةِ الضُّحَى

Jami` at-Tirmidhi 473
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Terjemahan belum ditinjau. Semua hadis dalam koleksi ini tersedia dalam lima bahasa. Judul dan pendahuluan mungkin tetap dalam bahasa Arab.

Anas bin Malik meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda: “Siapa yang salat dua belas rakaat Duha, Allah akan membangunkan baginya istana dari emas di surga.” Riwayat lain mengenai hal ini berasal dari Ummu Hani, Abu Hurairah, Nu‘aim bin Hammar, Abu Dzarr, Aisyah, Abu Umamah, Utbah bin Abd as-Sulami, Ibnu Abi Aufa, Abu Said, Zaid bin Arqam, dan Ibnu Abbas. Abu Isa menilai hadis Anas gharīb dan menjelaskan bahwa kami hanya mengetahuinya melalui jalur ini.

Jami` at-Tirmidhi 474
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Terjemahan belum ditinjau. Semua hadis dalam koleksi ini tersedia dalam lima bahasa. Judul dan pendahuluan mungkin tetap dalam bahasa Arab.

Abdurrahman bin Abi Laila meriwayatkan bahwa tidak ada seorang pun yang memberitahunya pernah melihat Nabi salat Duha, kecuali Ummu Hani. Ia menceritakan bahwa pada hari penaklukan Makkah, Rasulullah masuk ke rumahnya, mandi, lalu salat delapan rakaat. “Aku tidak pernah melihat salat yang lebih ringan darinya, tetapi beliau menyempurnakan rukuk dan sujudnya.” Abu Isa menilai hadis ini hasan sahih. Ahmad berpendapat bahwa riwayat Ummu Hani adalah yang paling sahih dalam bab ini. Para perawi berbeda pendapat mengenai nama Nu‘aim: sebagian menyebut Ibnu Khammar, sebagian Ibnu Hammar, Ibnu Habbar, atau Ibnu Hammam; yang benar adalah Ibnu Hammar. Abu Nu‘aim keliru menyebutnya Ibnu Himaz, lalu meninggalkan sebutan itu dan mengatakan “Nu‘aim, dari Nabi.” Abu Isa berkata bahwa Abd bin Humaid meriwayatkan hal itu kepadanya dari Abu Nu‘aim.

Jami` at-Tirmidhi 475
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Terjemahan belum ditinjau. Semua hadis dalam koleksi ini tersedia dalam lima bahasa. Judul dan pendahuluan mungkin tetap dalam bahasa Arab.

Abu Darda dan Abu Dzarr meriwayatkan bahwa Rasulullah menyampaikan firman Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahaagung: “Wahai anak Adam, salatlah untuk-Ku empat rakaat pada awal hari, niscaya Aku mencukupkan keperluanmu hingga akhir hari.” Abu Isa menilai hadis ini hasan gharīb.

Jami` at-Tirmidhi 476
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Terjemahan belum ditinjau. Semua hadis dalam koleksi ini tersedia dalam lima bahasa. Judul dan pendahuluan mungkin tetap dalam bahasa Arab.

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda: “Siapa yang rutin mengerjakan dua rakaat Duha, dosa-dosanya akan diampuni sekalipun sebanyak buih lautan.” Abu Isa menjelaskan bahwa Waki‘, an-Nadhr bin Syumail, dan beberapa imam lainnya meriwayatkan hadis ini dari Nahhas bin Qahm, dan kami hanya mengetahuinya melalui jalur ini.

Jami` at-Tirmidhi 477
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Terjemahan belum ditinjau. Semua hadis dalam koleksi ini tersedia dalam lima bahasa. Judul dan pendahuluan mungkin tetap dalam bahasa Arab.

Abu Said al-Khudri meriwayatkan bahwa Nabi salat Duha dengan begitu rutin hingga kami berkata, “Beliau tidak akan meninggalkannya.” Kemudian beliau meninggalkannya sampai kami berkata, “Beliau tidak akan mengerjakannya lagi.” Abu Isa menilai hadis ini hasan gharīb.

Bab 16

مَا جَاءَ فِي الصَّلاَةِ عِنْدَ الزَّوَالِ

Jami` at-Tirmidhi 478
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Terjemahan belum ditinjau. Semua hadis dalam koleksi ini tersedia dalam lima bahasa. Judul dan pendahuluan mungkin tetap dalam bahasa Arab.

Abdullah bin as-Saib meriwayatkan bahwa Rasulullah salat empat rakaat setelah matahari tergelincir, sebelum Zuhur, dan bersabda: “Saat itu pintu-pintu langit dibuka, dan aku suka jika amal salehku naik pada waktu tersebut.” Riwayat lain mengenai hal ini berasal dari Ali dan Abu Ayyub. Abu Isa menilai hadis Abdullah bin as-Saib hasan gharīb. Diriwayatkan pula bahwa Nabi salat empat rakaat setelah matahari tergelincir tanpa mengucapkan salam sampai rakaat terakhir.

Bab 17

مَا جَاءَ فِي صَلاَةِ الْحَاجَةِ

Jami` at-Tirmidhi 479
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Terjemahan belum ditinjau. Semua hadis dalam koleksi ini tersedia dalam lima bahasa. Judul dan pendahuluan mungkin tetap dalam bahasa Arab.

Abdullah bin Abi Aufa meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda: “Siapa yang memiliki kebutuhan kepada Allah atau kepada salah seorang anak Adam, hendaklah ia berwudu dengan sempurna, lalu salat dua rakaat, memuji Allah, berselawat kepada Nabi, kemudian berdoa: ‘Tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Penyantun lagi Maha Pemurah. Mahasuci Allah, Tuhan Pemilik Arasy yang agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. Aku memohon kepada-Mu hal-hal yang mendatangkan rahmat-Mu, keteguhan ampunan-Mu, bagian dari setiap kebaikan, dan keselamatan dari setiap dosa. Jangan biarkan satu pun dosaku tanpa Engkau ampuni, satu pun kegundahanku tanpa Engkau lapangkan, dan satu pun kebutuhan yang Engkau ridhai tanpa Engkau penuhi, wahai Yang Maha Penyayang di antara para penyayang.’” Abu Isa menilai hadis ini hasan gharīb, tetapi menyebutkan catatan pada sanadnya: Fa’id bin Abdurrahman dinilai lemah dalam hadis. Fa’id adalah Abu al-Warqa.

Bab 18

مَا جَاءَ فِي صَلاَةِ الاِسْتِخَارَةِ

Jami` at-Tirmidhi 480
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Terjemahan belum ditinjau. Semua hadis dalam koleksi ini tersedia dalam lima bahasa. Judul dan pendahuluan mungkin tetap dalam bahasa Arab.

Jabir bin Abdullah meriwayatkan bahwa Rasulullah mengajarkan salat istikharah dalam segala urusan sebagaimana beliau mengajarkan surah Al-Qur’an. Beliau bersabda: “Jika salah seorang dari kalian hendak melakukan suatu urusan, salatlah dua rakaat selain salat wajib, lalu berdoalah: ‘Ya Allah, aku memohon pilihan terbaik berdasarkan ilmu-Mu, dan memohon kemampuan berdasarkan kekuasaan-Mu. Aku memohon karunia-Mu yang agung. Engkau Mahakuasa sedangkan aku tidak; Engkau mengetahui sedangkan aku tidak; Engkaulah Yang Maha Mengetahui perkara gaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini baik bagi agamaku, kehidupanku, dan akhir urusanku—atau menurut redaksi lain, urusan dekat dan jauhku—maka tetapkanlah untukku, mudahkanlah, dan berkahilah aku dengannya. Jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini buruk bagi agamaku, kehidupanku, dan akhir urusanku—atau urusan dekat dan jauhku—maka jauhkanlah ia dariku dan jauhkanlah aku darinya. Tetapkanlah kebaikan bagiku di mana pun berada, lalu jadikanlah aku ridha dengannya.’” Perawi berkata, “Lalu ia menyebutkan kebutuhannya.” Riwayat lain mengenai hal ini berasal dari Abdullah bin Mas‘ud dan Abu Ayyub. Abu Isa menilai hadis Jabir hasan sahih gharīb dan menjelaskan bahwa kami hanya mengetahuinya melalui Abdurrahman bin Abi al-Mawali. Ia adalah perawi Madinah yang tepercaya; Sufyan meriwayatkan satu hadis darinya dan beberapa imam juga meriwayatkan darinya. Nama lengkapnya adalah Abdurrahman bin Zaid bin Abi al-Mawali.

Bab 19

مَا جَاءَ فِي صَلاَةِ التَّسْبِيحِ

Jami` at-Tirmidhi 481
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Terjemahan belum ditinjau. Semua hadis dalam koleksi ini tersedia dalam lima bahasa. Judul dan pendahuluan mungkin tetap dalam bahasa Arab.

Anas meriwayatkan bahwa Ummu Sulaim meminta Nabi mengajarkan kalimat untuk salat. Beliau mengajarkan takbir sepuluh kali, tasbih sepuluh kali, tahmid sepuluh kali, lalu meminta apa pun yang diinginkan: “Dia berkata, ‘Ya, ya.’” Riwayat lain berasal dari Ibnu Abbas, Abdullah bin Amr, al-Fadhl bin Abbas, dan Abu Rafi. Abu Isa menilai riwayat ini hasan gharīb; ia menyebut riwayat tentang salat tasbih dari Nabi tidak benar-benar sahih, meski Ibnu al-Mubarak dan ulama lain memandangnya baik. Tata caranya menurut Ibnu al-Mubarak: setelah takbir dan doa pembuka, ucapkan 15 kali “Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah Mahabesar”; berlindung kepada Allah, membaca basmalah, al-Fatihah, dan sebuah surah, lalu mengulang tasbih 10 kali. Ulangi 10 kali saat rukuk, setelah bangkit, saat sujud, ketika bangkit, dan pada sujud kedua. Kerjakan empat rakaat: 75 tasbih tiap rakaat, mula-mula 15, lalu membaca surah, kemudian 10. Pada malam hari ia menyukai salam setiap dua rakaat; siang hari boleh salam atau tidak. Awali rukuk dengan “Mahasuci Tuhanku Yang Mahaagung” dan sujud dengan “Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi,” masing-masing tiga kali, lalu tasbih. Ia menjawab tidak perlu mengulang 10 kali pada sujud sahwi jika lupa, sebab jumlahnya total 300.

Jami` at-Tirmidhi 482
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Terjemahan belum ditinjau. Semua hadis dalam koleksi ini tersedia dalam lima bahasa. Judul dan pendahuluan mungkin tetap dalam bahasa Arab.

Abu Rafi meriwayatkan bahwa Rasulullah berkata kepada al-Abbas, “Wahai pamanku, maukah aku menyambung hubungan denganmu, memberimu hadiah, dan memberimu manfaat?” Ia menjawab ya. Nabi memerintahkannya salat empat rakaat, masing-masing membaca al-Fatihah dan satu surah. Setelah bacaan dan sebelum rukuk, ucapkan lima belas kali: “Allah Mahabesar, segala puji bagi Allah, Mahasuci Allah, tiada tuhan selain Allah”; lalu sepuluh kali saat rukuk, sepuluh setelah bangkit, sepuluh pada setiap sujud, sepuluh setelah bangkit dari sujud pertama, dan sepuluh ketika bangkit dari sujud kedua. Jumlahnya 75 tiap rakaat dan 300 dalam empat rakaat; dosa sebanyak pasir Ālij pun akan diampuni. Jika tak sanggup setiap hari, lakukan tiap pekan, atau tiap bulan; beliau terus memberi keringanan hingga berkata: setahun sekali. Abu Isa menilai riwayat Abu Rafi ini gharīb.

Bab 20

مَا جَاءَ فِي صِفَةِ الصَّلاَةِ عَلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم

Jami` at-Tirmidhi 483
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Terjemahan belum ditinjau. Semua hadis dalam koleksi ini tersedia dalam lima bahasa. Judul dan pendahuluan mungkin tetap dalam bahasa Arab.

Ka‘b bin Ujrah meriwayatkan bahwa mereka berkata, “Wahai Rasulullah, kami telah mengetahui cara mengucapkan salam kepadamu. Bagaimana kami berselawat kepadamu?” Beliau menjawab, “Ucapkanlah: Ya Allah, limpahkanlah selawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau melimpahkan selawat kepada Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Mahaagung. Berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau memberkahi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Mahaagung.” Mahmud meriwayatkan bahwa Abu Usamah menambahkan, dari Zaidah, dari al-A‘masy, dari Abdurrahman bin Abi Laila: “dan kepada kami bersama mereka.” Riwayat lain berasal dari Ali, Abu Humaid, Abu Mas‘ud, Thalhah, Abu Said, Buraidah, Zaid bin Kharijah—disebut juga Ibnu Jariyah—dan Abu Hurairah. Abu Isa menilai hadis Ka‘b bin Ujrah hasan sahih. Kunyah Abdurrahman bin Abi Laila adalah Abu Isa, sedangkan nama ayahnya, Abu Laila, adalah Yasar.

Bab 21

مَا جَاءَ فِي فَضْلِ الصَّلاَةِ عَلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم

Jami` at-Tirmidhi 484
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Terjemahan belum ditinjau. Semua hadis dalam koleksi ini tersedia dalam lima bahasa. Judul dan pendahuluan mungkin tetap dalam bahasa Arab.

Abdullah bin Mas‘ud meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda: “Orang yang paling dekat denganku pada Hari Kiamat adalah yang paling banyak berselawat kepadaku.” Abu Isa menilai hadis ini hasan gharīb. Diriwayatkan pula bahwa Nabi bersabda, “Siapa yang berselawat kepadaku satu kali, Allah akan melimpahkan rahmat kepadanya sepuluh kali dan mencatat sepuluh kebaikan baginya.”

Jami` at-Tirmidhi 485
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Terjemahan belum ditinjau. Semua hadis dalam koleksi ini tersedia dalam lima bahasa. Judul dan pendahuluan mungkin tetap dalam bahasa Arab.

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda: “Siapa yang berselawat kepadaku satu kali, Allah akan melimpahkan rahmat kepadanya sepuluh kali.” Riwayat lain mengenai hal ini berasal dari Abdurrahman bin Auf, Amir bin Rabi‘ah, Ammar, Abu Thalhah, Anas, dan Ubay bin Ka‘ab. Abu Isa menilai hadis Abu Hurairah hasan sahih. Sufyan ats-Tsauri dan sejumlah ulama menjelaskan bahwa selawat Allah berarti rahmat, sedangkan selawat para malaikat berarti memohonkan ampunan.

Jami` at-Tirmidhi 486
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Terjemahan belum ditinjau. Semua hadis dalam koleksi ini tersedia dalam lima bahasa. Judul dan pendahuluan mungkin tetap dalam bahasa Arab.

Umar bin Khattab meriwayatkan, “Doa tertahan antara langit dan bumi; tidak ada yang naik darinya sampai engkau berselawat kepada Nabimu.”

Jami` at-Tirmidhi 487
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Terjemahan belum ditinjau. Semua hadis dalam koleksi ini tersedia dalam lima bahasa. Judul dan pendahuluan mungkin tetap dalam bahasa Arab.

Umar bin Khattab berkata, “Tidak seorang pun boleh berjualan di pasar kami kecuali orang yang memahami agama.” Abu Isa menilai hadis ini hasan gharīb. Ia menjelaskan bahwa Abbas adalah putra Abdul Azhim; al-Ala bin Abdurrahman adalah putra Ya‘qub dan maula al-Huraqah; al-Ala termasuk tabiin dan mendengar dari Anas bin Malik dan lainnya. Ayah al-Ala, Abdurrahman bin Ya‘qub, juga termasuk tabiin dan mendengar dari Abu Hurairah, Abu Said al-Khudri, dan Ibnu Umar. Ya‘qub, kakek al-Ala, juga termasuk tabiin senior; ia hidup sezaman dengan Umar bin Khattab dan meriwayatkan darinya. Berikutnya tercantum judul bab: “Bab-bab tentang Jumat dari Rasulullah.”