Orang tua
كتاب الْوَالِدَيْنِ
Bab : Kepatuhan terhadap Orang Tua Setelah Kematian
Ibnu Abbas melaporkan bahwa seorang pria berkata, “Rasulullah, ibu saya meninggal tanpa surat wasiat. Apakah akan membantunya jika saya memberikan sadaqa atas namanya?” “Ya,” jawabnya.
Bab : Kepatuhan seseorang yang mempertahankan apa yang ayahnya
'Abdullah ibn Dinar melaporkan bahwa Ibnu 'Umar melewati seorang Badui selama perjalanan. Ayah Badui itu adalah teman 'Umar. Orang Badui itu berkata, “Bukankah aku anak orang itu?” Dia menjawab, “Ya, memang.” Ibnu Umar memerintahkan agar dia diberi keledai yang mengikutinya. Dia juga melepas sorbannya dan memberikannya kepadanya, seorang dari orang-orang yang bersamanya berkata, “Bukankah dua dirham cukup baginya?” Dia menjawab, “Nabi, semoga Allah memberkatinya dan memberinya kedamaian, berkata, 'Pertahankan apa yang dicintai ayahmu. Janganlah kamu memotongnya supaya Allah memadamkan cahayamu.”
Bab : Permohonan Orang Tua
Permohonan orang yang tertindas, permohonan seseorang dalam perjalanan, dan permohonan orang tua untuk anak-anaknya.
Abu Huraira melaporkan bahwa dia mendengar Rasulullah -semoga Allah memberkatinya dan memberinya kedamaian, berkata, “Tidak ada anak manusia yang pernah berbicara di buaian kecuali 'Isa bin Maryam, semoga Allah memberkatinya dan memberinya kedamaian, dan teman Jurayj.” Abu Huraira bertanya, “Nabi Allah, siapakah sahabat Jurayj?” Rasulullah SAW menjawab, “Jurayj adalah seorang bhikkhu yang tinggal di pertapaan. Ada seorang penggembala sapi yang biasa datang ke kaki pertapaan dan seorang wanita dari desa biasa datang ke penggembala sapi.
Bab : Kepatuhan terhadap Orang Tua Setelah Kematian
Berdoa bagi mereka, memohon ampunan bagi mereka, memenuhi janji mereka, dan bermurah hati kepada teman-teman mereka. Kamu hanya memiliki ikatan kekerabatan melalui orang tuamu.”
Abu Huraira berkata, “Orang mati dapat dibangkitkan satu derajat setelah kematiannya. Dia berkata, “Ya Tuhanku, bagaimanakah hal ini?” Dia diberitahu, 'Anakmu dapat meminta pengampunan untukmu. '”
Bab : Bisakah seorang pria memanggil ayahnya dengan kunya?
Shahr ibn Hawshab berkata, “Kami pergi bersama Ibnu 'Umar dan Salim berkata kepadanya, 'Damai, Abu 'Abdurrahman.'”