Bab : Jika orang-orang musyrik mengambil harta seorang Muslim sebagai rampasan perang
Seekor kuda milik Ibnu 'Umar (radhiyallahu 'anhuma) lari, lalu musuh mengambilnya. Kemudian kaum Muslimin mengalahkan musuh, sehingga kuda itu dikembalikan kepadanya pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Dan seorang budak miliknya juga lari lalu bergabung dengan bangsa Romawi. Ketika kaum Muslimin mengalahkan mereka, Khalid bin Al-Walid mengembalikan budak itu kepadanya setelah wafatnya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.
Bab : Barangsiapa berbicara dengan bahasa Persia dan bahasa asing
Aku berkata, “Wahai Rasulullah, kami telah menyembelih seekor unta muda dan menggiling satu sha‘ jelai. Maka datanglah engkau dan beberapa orang (sahabat).” Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berseru, “Wahai penduduk Khandaq (parit)! Sesungguhnya Jabir telah membuat makanan, maka marilah kalian.”
‘Amr bin ‘Ali menceritakan kepada kami, Abu ‘Ashim menceritakan kepada kami, Hanzhalah bin Abu Sufyan mengabarkan kepada kami, Sa’id bin Mina` mengabarkan kepada kami, ia berkata: Aku mendengar Jabir bin ‘Abdullah (radhiyallahu ‘anhuma) berkata: Aku berkata, “Wahai Rasulullah, kami telah menyembelih seekor unta betina muda untuk kami dan menggiling satu sha’ gandum, maka datanglah engkau dan beberapa orang.” Nabi (shallallahu ‘alaihi wa sallam) lalu berseru dan bersabda, “Wahai penduduk Parit (Khandaq), sesungguhnya Jabir telah membuat makanan, maka marilah, selamat datang kepada kalian.”
Bab : Al-Ghulul (mengambil harta rampasan perang sebelum dibagi)
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berdiri di tengah-tengah kami lalu menyebutkan tentang ghulul, beliau mengagungkan perkara tersebut dan menganggapnya dosa besar. Beliau bersabda, 'Janganlah kalian melakukan ghulul, karena aku tidak ingin melihat salah seorang dari kalian pada Hari Kiamat membawa di lehernya seekor kambing yang mengembik, ia berkata, "Wahai Rasulullah, tolonglah aku!" Maka aku menjawab, "Aku tidak dapat menolongmu, karena aku telah menyampaikan risalah Allah kepadamu." Atau membawa di lehernya seekor kuda yang meringkik, ia berkata, "Wahai Rasulullah, tolonglah aku!" Maka aku menjawab, "Aku tidak dapat menolongmu, karena aku telah menyampaikan risalah Allah kepadamu." Atau membawa di lehernya seekor unta yang berdehem, ia berkata, "Wahai Rasulullah, tolonglah aku!" Maka aku menjawab, "Aku tidak dapat menolongmu, karena aku telah menyampaikan risalah Allah kepadamu." Atau membawa di lehernya emas dan perak, ia berkata, "Wahai Rasulullah, tolonglah aku!" Maka aku menjawab, "Aku tidak dapat menolongmu, karena aku telah menyampaikan risalah Allah kepadamu." Atau membawa di lehernya kain-kain yang berkibar-kibar, ia berkata, "Wahai Rasulullah, tolonglah aku!" Maka aku menjawab, "Aku tidak dapat menolongmu, karena aku telah menyampaikan risalah Allah kepadamu."'
Bab : Sedikit Ghulul
Ada seorang laki-laki yang mengurus barang-barang Nabi (ﷺ), bernama Karkara. Ia meninggal, lalu Rasulullah (ﷺ) bersabda, 'Dia di Neraka.' Maka mereka pergi melihatnya dan mendapati sebuah selendang yang telah ia ambil dari rampasan perang.
Abu `Abdullah berkata: Ibnu Salam berkata: 'Karkara' maksudnya dengan fathah pada huruf kaf, dan demikianlah ia dicatat.
Bab : Tidak menyembelih unta dan kambing dari harta rampasan (sebelum dibagikan)
Musa bin Isma'il menceritakan kepada kami, Abu 'Awanah menceritakan kepada kami, dari Sa'id bin Masruq, dari 'Abayah bin Rifa'ah, dari kakeknya, Rafi', dia berkata: Kami pernah bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam di Dzul Hulaifah, dan orang-orang terkena kelaparan. Kami mendapatkan unta dan kambing (sebagai rampasan), sedangkan Nabi berada di belakang orang-orang. Mereka tergesa-gesa lalu memasang periuk-periuk di atas api. Maka beliau memerintahkan agar periuk-periuk itu ditumpahkan. Kemudian beliau membagi dan menjadikan sepuluh kambing setara dengan satu unta. Lalu seekor unta lari, sementara kaum itu hanya memiliki sedikit kuda. Mereka mengejarnya sampai kelelahan, lalu seorang laki-laki melesatkan panah ke arahnya, maka Allah menahannya. Nabi bersabda: “Binatang-binatang ini memiliki sifat liar seperti binatang liar. Apa pun yang lari darimu, perlakukanlah dia seperti itu.” Kakekku berkata: “Kami berharap – atau khawatir – akan bertemu musuh besok, sementara kami tidak memiliki pisau. Bolehkah kami menyembelih dengan buluh?” Beliau menjawab: “Apa pun yang dapat mengalirkan darah dan disebut nama Allah (saat menyembelih), maka makanlah, kecuali gigi dan kuku. Aku akan ceritakan kepada kalian: adapun gigi, itu tulang; adapun kuku, itu pisau orang Habasyah.”
Bab : Penyampaian kabar gembira tentang kemenangan
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin al-Mutsanna, telah menceritakan kepada kami Yahya, telah menceritakan kepada kami Isma'il, dia berkata: telah menceritakan kepadaku Qais, dia berkata: Jarir bin 'Abdullah radhiyallahu 'anhu berkata kepadaku: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata kepadaku, "Tidakkah engkau memberiku ketenangan dari Dzul Khalashah?" Yaitu sebuah rumah di daerah Khats'am yang dinamakan Ka'batul Yamaniyyah. Maka aku berangkat bersama seratus lima puluh orang dari suku Ahmas, dan mereka adalah para penunggang kuda. Aku memberitahukan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bahwa aku tidak bisa tegak di atas kuda, maka beliau menepuk dadaku hingga aku melihat bekas jari-jarinya di dadaku, seraya berdoa, "Ya Allah, teguhkanlah dia dan jadikanlah dia seorang pemberi petunjuk lagi mendapat petunjuk." Maka dia berangkat ke tempat itu, menghancurkannya dan membakarnya. Lalu dia mengirim utusan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam untuk menyampaikan kabar gembira. Utusan Jarir berkata, "Wahai Rasulullah, demi Zat yang mengutusmu dengan kebenaran, aku tidak datang kepadamu hingga aku meninggalkannya seperti unta yang berpenyakit kudis." Maka beliau memberkahi kuda-kuda dan orang-orang Ahmas sebanyak lima kali."
Musaddad berkata, "Sebuah rumah di daerah Khats'am."
Bab : Tidak ada hijrah setelah penaklukan
Nabi (ﷺ) bersabda pada hari penaklukan Mekkah: 'Tidak ada hijrah, tetapi jihad dan niat. Apabila kalian diminta untuk berangkat (berperang), maka berangkatlah.'
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda pada hari penaklukan Makkah: “Tidak ada hijrah, tetapi jihad dan niat. Dan jika kalian diminta berangkat, maka berangkatlah.”
Bab : Bab: Apabila seorang laki-laki terpaksa melihat rambut wanita-wanita ahli dzimmah dan wanita-wanita mukminat apabila mereka bermaksiat kepada Allah, dan menelanjangi mereka.
Abu 'Abdurrahman, yang merupakan pendukung 'Utsman, berkata kepada Ibnu 'Athiyyah, yang merupakan pendukung 'Ali: “Aku benar-benar tahu apa yang mendorong sahabatmu untuk menumpahkan darah. Aku mendengar dia berkata: Nabi ﷺ mengutus aku dan az-Zubair, beliau bersabda: ‘Pergilah ke Raudhah anu, maka kalian akan mendapati seorang wanita yang telah diberi surat oleh Hatib.’ Maka kami mendatangi Raudhah itu dan berkata: ‘Serahkan surat itu.’ Dia menjawab: ‘Dia tidak memberikan apa pun kepadaku.’ Kami berkata: ‘Kamu harus mengeluarkannya, atau kami akan menelanjangimu.’ Maka dia mengeluarkannya dari ikat pinggangnya. Kemudian Nabi ﷺ menyuruh memanggil Hatib, lalu dia berkata: ‘Jangan tergesa-gesa, demi Allah, aku tidak kafir, dan kecintaanku kepada Islam semakin bertambah. Tidak ada seorang pun dari sahabatmu melainkan memiliki seseorang di Makkah yang dengannya Allah melindungi keluarga dan hartanya, sedangkan aku tidak memiliki siapa pun, maka aku ingin berbuat baik kepada mereka.’ Nabi ﷺ membenarkannya. 'Umar berkata: ‘Biarkan aku memenggal lehernya, karena dia telah munafik.’ Beliau bersabda: ‘Apa yang membuatmu tahu? Barangkali Allah telah melihat kepada ahli Badr lalu berfirman: “Berbuatlah sesukamu, karena Aku telah mengampunimu.”’ Inilah yang mendorongnya.”
Bab : Penyambutan para pejuang Muslim setelah Jihad
Ibnu Az-Zubair berkata kepada Ibnu Ja'far (radhiyallahu 'anhuma): “Apakah kamu ingat ketika kami menemui Rasulullah ﷺ, aku, kamu, dan Ibnu 'Abbas?” Ia menjawab, “Ya.” Ibnu Az-Zubair menambahkan, “Rasulullah ﷺ membonceng kami (aku dan Ibnu 'Abbas) dan meninggalkanmu.”
Ibnu az-Zubair berkata kepada Ibnu Ja'far – semoga Allah meridhai mereka –: “Apakah engkau ingat ketika kami menyambut Rasulullah ﷺ, aku, engkau, dan Ibnu Abbas?” Dia menjawab: “Ya. Kami membawanya, dan dia meninggalkanmu.”
Bab : Apa yang diucapkan ketika kembali dari peperangan
Setiap kali Nabi (shallallahu 'alaihi wa sallam) kembali dari peperangan, beliau bertakbir tiga kali, lalu mengucapkan:
“Kami kembali, insya Allah, dengan bertaubat, beribadah, memuji Tuhan kami, dan bersujud. Allah telah menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, dan mengalahkan golongan-golongan (musuh) sendirian.”
Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il, telah menceritakan kepada kami Juwayriyah, dari Nafi', dari Abdullah radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam apabila kembali dari peperangan, beliau bertakbir tiga kali lalu mengucapkan: “Kami kembali dengan kehendak Allah, kami bertobat, kami beribadah, kami memuji Tuhan kami, dan kami bersujud. Allah telah menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, dan Dia sendiri yang mengalahkan golongan-golongan (yang bersekutu).”
Bab : Makan ketika tiba (dari perjalanan)
Jabir bin Abdullah radhiallahu 'anhuma berkata, “Ketika Rasulullah ﷺ tiba di Madinah, beliau menyembelih seekor unta atau seekor sapi.”
Mu'adz menambahkan dari Syu'bah dari Muharib bahwa ia mendengar Jabir bin Abdullah berkata, “Nabi ﷺ membeli seekor unta dariku dengan dua uqiyah dan satu atau dua dirham. Ketika beliau tiba di Sirar, beliau memerintahkan agar seekor sapi disembelih, lalu mereka memakan dagingnya. Ketika beliau tiba di Madinah, beliau memerintahkan aku untuk datang ke masjid dan salat dua rakaat, lalu beliau menimbang untukku harga unta tersebut.”
Muhammad menceritakan kepadaku: Waki' mengabarkan kepada kami, dari Syu'bah, dari Muharib bin Ditsar, dari Jabir bin 'Abdullah (semoga Allah meridhai keduanya), bahwa ketika Rasulullah (ﷺ) tiba di Madinah, beliau menyembelih seekor unta atau sapi. Mu'adz menambahkan dari Syu'bah, dari Muharib: dia mendengar Jabir bin 'Abdullah berkata: Nabi (ﷺ) membeli seekor unta dariku dengan dua uqiyah dan satu dirham atau dua dirham. Ketika beliau tiba di Shirar, beliau memerintahkan untuk menyembelih seekor sapi, lalu mereka memakannya. Ketika beliau tiba di Madinah, beliau memerintahkan aku untuk datang ke masjid dan shalat dua rakaat, lalu beliau menimbang untukku harga unta tersebut.
Bab : Barang siapa memukul hewan tunggangan orang lain dalam peperangan (bermaksud menolong penunggangnya)
Muslim menceritakan kepada kami, Abu Aqil menceritakan kepada kami, Abu Al-Mutawakkil An-Naji menceritakan kepada kami, ia berkata: Aku datang kepada Jabir bin Abdullah Al-Ansari dan berkata kepadanya, "Ceritakanlah kepadaku apa yang engkau dengar dari Rasulullah ﷺ." Ia berkata, "Aku bepergian bersamanya pada salah satu perjalanannya." (Abu Aqil berkata, "Aku tidak tahu apakah itu perjalanan perang atau umrah.") "Ketika kami kembali, Nabi ﷺ bersabda, 'Barang siapa ingin segera pulang kepada keluarganya, hendaklah ia bersegera.'"
Jabir berkata, "Maka kami pun berangkat, dan aku berada di atas seekor untaku yang berwarna abu-abu tanpa cacat, sementara orang-orang berada di belakangku. Ketika aku dalam keadaan demikian, tiba-tiba unta itu berhenti. Maka Nabi ﷺ berkata kepadaku, 'Wahai Jabir, peganglah!' Lalu beliau memukulnya sekali dengan cambuknya, maka unta itu pun melompat di tempatnya. Beliau bersabda, 'Apakah engkau menjual unta ini?' Aku menjawab, 'Ya.' Ketika kami tiba di Madinah, Nabi ﷺ masuk ke masjid di tengah-tengah para sahabatnya. Aku pun menemuinya, dan aku telah mengikat unta itu di pinggir halaman. Aku berkata kepadanya, 'Ini untamu.' Beliau keluar lalu mengelilingi unta itu dan bersabda, 'Unta ini adalah unta kami.' Kemudian Nabi ﷺ mengirim beberapa uqiyah emas dan bersabda, 'Berikanlah kepada Jabir.' Lalu beliau bertanya, 'Apakah engkau telah menerima harga penuhnya?' Aku menjawab, 'Ya.' Beliau bersabda, 'Harga dan unta itu untukmu.'"
Bab : Mengembalikan orang-orang yang terluka dan terbunuh oleh para wanita
Kami ikut serta dalam peperangan bersama Nabi (ﷺ), memberi minum orang-orang, melayani mereka, dan mengembalikan orang-orang yang terluka dan terbunuh ke Madinah.
Bab : Mencabut anak panah dari badan
Abu 'Amir terkena anak panah di lututnya, maka aku menemuinya dan ia memintaku untuk mencabut anak panah itu. Ketika aku mencabutnya, air mengalir keluar dari lukanya. Kemudian aku menemui Nabi (ﷺ) dan mengabarkan hal itu kepada beliau. Beliau bersabda, “Ya Allah, ampunilah 'Ubaid Abu 'Amir.”
Bab : Penjagaan dalam peperangan di jalan Allah
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah berjaga (tidak bisa tidur) pada suatu malam. Ketika sampai di Madinah, beliau bersabda, 'Sekiranya ada seorang lelaki shalih dari kalangan sahabatku yang menjagaku malam ini.' Tiba-tiba kami mendengar suara senjata. Beliau bertanya, 'Siapa itu?' Ia menjawab, 'Aku Sa'd bin Abi Waqqas, aku datang untuk menjagamu.' Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pun tidur.