Sahih al-Bukhari

Bab 1: Bagaimana Adzan untuk Salat (Doa) dimulai

بَدْءُ الأَذَانِ

وَقَوْلُهُ عَزَّ وَجَلَّ: {وَإِذَا نَادَيْتُمْ إِلَى الصَّلاَةِ اتَّخَذُوهَا هُزُوًا وَلَعِبًا ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لاَ يَعْقِلُونَ} وَقَوْلُهُ: {إِذَا نُودِيَ لِلصَّلاَةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ}.
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan Ibnu 'Umar

Mahmud bin Ghailan menceritakan kepada kami: Abdurrazzaq berkata: Ibnu Juraij mengabarkan kepada kami: Nafi' mengabarkan kepadaku bahwa Ibnu Umar biasa berkata: Ketika kaum Muslimin tiba di Madinah, mereka berkumpul dan memperkirakan waktu salat. Belum ada panggilan untuk salat. Suatu hari mereka membicarakan hal itu. Sebagian mereka berkata: 'Ambillah lonceng seperti lonceng kaum Nasrani.' Sebagian yang lain berkata: 'Bahkan terompet seperti tanduk kaum Yahudi.' Maka Umar berkata: 'Tidakkah kalian mengutus seseorang untuk menyerukan salat?' Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Wahai Bilal, berdirilah, lalu serukanlah salat.'

Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan Abu Huraira

Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Kami (umat Islam) adalah yang terakhir (datang), tetapi yang paling dahulu pada Hari Kiamat, meskipun umat-umat sebelumnya diberikan Kitab Suci sebelum kami. Dan ini adalah hari mereka (Jumat) yang diwajibkan atas mereka, tetapi mereka berselisih padanya. Maka Allah memberi petunjuk kepada kami kepadanya (Jumat), dan semua orang lain mengikuti kami dalam hal ini: (hari raya) orang Yahudi adalah besok (Sabtu) dan (hari raya) orang Nasrani adalah lusa (Minggu)."

Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan Shu'aib

Telah menceritakan kepada kami Abu Al-Yaman, telah mengabarkan kepada kami Syu'aib dari Az-Zuhri, ia berkata: Aku bertanya kepadanya apakah Nabi ﷺ melaksanakan salat khauf? Ia menjawab: Telah mengabarkan kepadaku Salim bahwa Abdullah bin Umar radhiallahu 'anhuma berkata: Aku pernah ikut berperang bersama Rasulullah ﷺ menuju Najd. Kami berhadapan dengan musuh lalu kami mengatur barisan. Kemudian Rasulullah ﷺ berdiri memimpin salat kami. Satu kelompok berdiri salat bersama beliau, sementara kelompok lain menghadap musuh. Rasulullah ﷺ bersama kelompok yang salat itu rukuk dan sujud dua kali. Lalu kelompok itu pergi menggantikan posisi kelompok yang belum salat. Kemudian Rasulullah ﷺ salat satu rakaat bersama kelompok yang datang itu, sujud dua kali, lalu salam. Setelah itu masing-masing dari mereka berdiri dan salat satu rakaat dengan dua sujud untuk dirinya sendiri.

Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan 'Abdullah bin 'Umar

Umar membeli sebuah jubah sutra dari pasar, lalu membawanya kepada Rasulullah (shallallahu 'alaihi wa sallam) dan berkata, 'Wahai Rasulullah! Ambillah dan berhiaslah dengannya pada hari Id dan ketika utusan-utusan datang menemuimu.' Rasulullah (shallallahu 'alaihi wa sallam) menjawab, 'Pakaian ini adalah untuk orang yang tidak memiliki bagian (di akhirat).' Setelah beberapa lama, Rasulullah (shallallahu 'alaihi wa sallam) mengirimkan kepada Umar sebuah jubah dari brokat sutra. Umar datang kepada Rasulullah (shallallahu 'alaihi wa sallam) dengan membawa jubah tersebut dan berkata, 'Wahai Rasulullah! Engkau berkata bahwa pakaian ini adalah untuk orang yang tidak memiliki bagian (di akhirat); namun engkau mengirimkan jubah ini kepadaku.' Rasulullah (shallallahu 'alaihi wa sallam) berkata kepadanya, 'Jualah dan penuhi kebutuhanmu dengannya.'

Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan dari Ibnu ʿUmar

Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang salat malam. Rasulullah ﷺ menjawab, “Salat malam itu dua rakaat dua rakaat. Apabila salah seorang dari kalian khawatir masuk waktu Subuh, maka salatlah satu rakaat, yang menjadikan salat yang telah dia kerjakan menjadi ganjil (Witir).”

Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yusuf, dia berkata: telah mengabarkan kepada kami Malik, dari Nafi' dan Abdullah bin Dinar, dari Ibnu Umar, bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tentang salat malam. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Salat malam itu dua rakaat dua rakaat. Jika salah seorang dari kalian khawatir masuk waktu subuh, maka salatlah satu rakaat, yang dengannya salat yang telah dia lakukan menjadi witir."

Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Ibnu ʿUmar

Telah menceritakan kepada kami ʿAbdullāh bin Yūsuf, dia berkata: telah mengabarkan kepada kami Mālik, dari Nāfiʿ dan ʿAbdullāh bin Dīnār, dari Ibnu ʿUmar, bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah ṣallallāhu ʿalaihi wa sallam tentang salat malam. Rasulullah ṣallallāhu ʿalaihi wa sallam bersabda: “Salat malam itu dua rakaat dua rakaat, dan apabila salah seorang dari kalian khawatir akan masuk waktu Subuh, maka hendaknya dia salat satu rakaat, yang menjadikan salat yang telah dia kerjakan menjadi witir (ganjil).”

Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan oleh `Abdullah bin `Umar

Abdullah bin Yusuf menceritakan kepada kami: Malik mengabarkan kepada kami dari Nafi' dan Abdullah bin Dinar, dari Ibnu Umar, bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah (ﷺ) tentang salat malam. Rasulullah (ﷺ) bersabda: 'Salat malam itu dua rakaat dua rakaat, dan jika salah seorang dari kalian khawatir masuk waktu subuh, maka salatlah satu rakaat, yang akan menjadi witir bagi salat yang telah dia kerjakan.'

Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan oleh Ibnu Umar

Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tentang salat malam. Beliau bersabda: “Salat malam itu dua rakaat dua rakaat. Jika salah seorang dari kalian khawatir masuk waktu subuh, maka salatlah satu rakaat, yang menjadikan salat yang telah dia lakukan itu ganjil (witir).”

Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan oleh Anas bin Malik

Anas bin Malik berkata: “Manusia ditimpa kekeringan pada masa Rasulullah (صلى الله عليه وسلم). Ketika Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) sedang berkhutbah di atas mimbar pada hari Jumat, seorang Badui berdiri dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, harta binasa dan anak-anak kelaparan; berdoalah kepada Allah agar menurunkan hujan untuk kami.’ Maka Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) mengangkat kedua tangannya, sementara di langit tidak ada awan sedikit pun. Lalu muncullah awan seperti gunung-gunung. Beliau tidak turun dari mimbarnya hingga aku melihat hujan bercucuran di jenggotnya. Maka kami diberi hujan pada hari itu, keesokan harinya, lusanya, dan seterusnya hingga Jumat berikutnya. Kemudian Badui itu atau laki-laki lain berdiri dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, bangunan-bangunan runtuh dan harta terendam; berdoalah kepada Allah untuk kami.’ Maka Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) mengangkat kedua tangannya dan berdoa, « اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا » (Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, jangan di atas kami). Beliau tidak menunjuk ke arah langit kecuali awan itu terbuka, hingga Madinah menjadi seperti cekungan. Dan lembah – yaitu Wadi Qanat – mengalir selama satu bulan. Tidak ada seorang pun yang datang dari suatu arah kecuali menceritakan tentang melimpahnya hujan.”

Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan Abu Bakar

Kami bersama Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) ketika matahari terbenam. Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) berdiri menyeret jubahnya sampai dia memasuki Masjid. Dia memimpin kami dalam shalat dua rakat sampai matahari (gerhana) cerah. Kemudian Nabi (p.b.u.h) bersabda, "Matahari dan bulan tidak gerhana karena kematian seseorang. Jadi setiap kali kamu melihat gerhana ini, berdoalah dan berdoa (Allah) sampai gerhana berakhir."

Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan Abu Mas'ud

Nabi (صلى الله عليه وسلم) bersabda, "Matahari dan bulan tidak gerhana karena kematian seseorang dari orang-orang, tetapi itu adalah dua tanda di antara tanda-tanda Allah. Ketika Anda melihat mereka berdiri dan berdoa."

Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan Ibnu 'Umar

Nabi (صلى الله عليه وسلم) bersabda, "Matahari dan bulan tidak gerhana karena kematian atau kehidupan (yaitu kelahiran) seseorang, tetapi itu adalah dua tanda di antara tanda-tanda Allah. Ketika Anda melihat mereka berdoa."

Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan Al-Mughira bin Shu'ba

"Matahari gerhana pada masa hidup Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) pada hari ketika (putranya) Ibrahim meninggal. Maka orang-orang mengatakan bahwa matahari telah gerhana karena kematian Ibrahim. Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) bersabda, "Matahari dan bulan tidak gerhana karena kematian atau kehidupan (yaitu kelahiran) seseorang. Ketika kamu melihat gerhana, berdoalah dan berdoa kepada Allah."

Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan 'Abdullah bin Mas'ud

Nabi (صلى الله عليه وسلم) membaca Suratan-Najm (103) di Mekah dan bersujud sambil membacanya dan mereka yang bersamanya melakukan hal yang sama kecuali seorang lelaki tua yang mengambil segenggam batu kecil atau tanah dan mengangkatnya ke dahinya dan berkata, "Ini sudah cukup bagiku." Kemudian, saya melihatnya dibunuh sebagai orang yang tidak percaya.

Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan Ibnu 'Abbas

Nabi (صلى الله عليه وسلم) pernah tinggal selama sembilan belas hari dan shalat singkat. Jadi ketika kami melakukan perjalanan memimpin (dan tinggal) selama sembilan belas hari, kami biasa mempersingkat shalat tetapi jika kami bepergian (dan tinggal) untuk waktu yang lebih lama kami biasa berdoa penuh.

Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan Yahya bin 'Is-haq

Saya mendengar Anas berkata, "Kami bepergian dengan Nabi (صلى الله عليه وسلم) dari Madinah ke Mekkah dan mempersembahkan dua rakat (untuk setiap shalat) sampai kami kembali ke Madinah." Saya berkata, "Apakah Anda tinggal sebentar di Mekah?" Dia menjawab, "Kami tinggal di Mekah selama sepuluh hari."

Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan Ibnu 'Abbas

Ketika Nabi (صلى الله عليه وسلم) bangun di malam hari untuk shalat Tahajjud, Beliau biasa berkata: Allahumma lakal-hamd. Anta qaiyyimus-samawati wal-ard wa man fihinna. Walakal-hamd, Laka mulkus-samawati wal-ard wa man fihinna. Walakal-hamd, anta nurus-samawati wal-ard. Wa lakal-hamd, anta-l-haq wa wa'duka-lhaq, wa liqa'uka Haq, wa qauluka Haq, wal-jannatu Han wan-naru Haq wannabiyuna Haq. Wa Muhammadun, sallal-lahu'alaihi wasallam, Haq, was-sa'atu Haq. Allahumma aslamtu Laka wabika amantu, wa 'Alaika tawakkaltu, wa ilaika anabtu wa bika khasamtu, wa ilaika hakamtu faghfir li ma qaddamtu wama akh-khartu wama as-rartu wama'a lantu, anta-l-muqaddim wa anta-l-mu akh-khir, la ilaha illa anta (atau la ilaha ghairuka). (Ya Allah! Semua pujian adalah untukmu, Engkau adalah Pemegang Langit dan Bumi, dan apa pun yang ada di dalamnya. Semua pujian adalah untuk-Mu; Anda memiliki kepemilikan atas Langit dan Bumi dan apa pun yang ada di dalamnya. Semua pujian adalah untuk-Mu; Engkau adalah Terang Langit dan Bumi Dan semua pujian adalah untuk-Mu; Engkau adalah Raja Langit dan Bumi; Dan semua pujian adalah untuk-Mu; Engkau adalah Kebenaran dan Janji-Mu adalah kebenaran, Dan bertemu dengan-Mu adalah benar, Firman-Mu adalah kebenaran Dan Firdaus adalah benar Dan Neraka adalah benar Dan semua Nabi (Selawat ke atas mereka) adalah benar; Dan Muhammad itu benar, Dan Hari Kebangkitan itu benar. Ya Allah! Aku menyerahkan (kehendakku) kepada-Mu; Aku percaya kepada-Mu dan bergantung pada-Mu. Dan bertobatlah kepada-Mu, dan dengan pertolongan-Mu aku berdebat (dengan lawan-lawanku, orang-orang yang tidak percaya) Dan aku menganggap-Mu sebagai hakim (untuk menghakimi di antara kami). Tolong maafkan saya dosa-dosa saya sebelumnya dan masa depan; Dan apa pun yang aku sembunyikan atau ungkapkan Dan Engkaulah yang membuat (beberapa orang) maju dan (beberapa) mundur. Tidak ada yang bisa disembah kecuali kamu. Sufyan berkata bahwa 'Abdul Karim Abu Umaiya menambahkan pada hal di atas, 'Wala haula Wala quwata illa billah' (Tidak ada kekuatan dan kuasa kecuali dengan Allah).

Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan Quza'a

Aku mendengar Abu Said mengucapkan empat kata. Dia berkata, "Aku mendengar Nabi (صلى الله عليه وسلم) (mengucapkan cerita berikut)." Dia telah berpartisipasi dalam dua belas pertempuran suci dengan Nabi.

Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan Abu Huraira

Nabi (صلى الله عليه وسلم) bersabda, "Janganlah kamu berangkat dalam perjalanan kecuali tiga Masjid yaitu Al-Masjid-AI-Haram, Masjid Rasulullah (صلى الله عليه وسلم), dan Masjid Al-Aqsa, (Masjid Yerusalem)."