Sunan an-Nasa'i

Kitab Pemurnian

كتاب الطهارة

Bab 36: Larangan Membersihkan Diri Dengan Kotoran

النَّهْىِ عَنْ الاِسْتِطَابَةِ، بِالرَّوْثِ ‏‏

Sunan an-Nasa'i 40
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Nabi (صلى الله عليه وسلم) bersabda

"Aku seperti seorang ayah yang mengajarimu. Ketika ada di antara kamu yang pergi ke Al-Khala' (toilet), janganlah dia menghadap ke kiblat atau membelakangi kiblat dan janganlah dia membersihkan dirinya dengan tangan kanannya." Dan dia biasa menyuruh mereka untuk menggunakan tiga batu, dan dia melarang menggunakan kotoran atau tulang tua.

Bab 37: Larangan Menggunakan Kurang dari Tiga Batu Untuk Membersihkan Diri

النَّهْىِ عَنْ الاِكْتِفَاءِ، فِي الاِسْتِطَابَةِ بِأَقَلَّ مِنْ ثَلاَثَةِ أَحْجَارٍ ‏‏

Sunan an-Nasa'i 41
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diceritakan bahwa Salman berkata, bahwa seorang pria berkata kepadanya

"Sahabatmu (artinya, Nabi (صلى الله عليه وسلم)) bahkan mengajarimu cara pergi ke toilet!" Dia berkata: "Ya, dia melarang kami menghadapi kiblat saat buang air besar atau buang air kecil, atau membersihkan diri dengan tangan kanan, atau menggunakan kurang dari tiga batu."

Bab 38: Memungkinkan Penggunaan Dua Batu Untuk Pembersihan

الرُّخْصَةِ فِي الاِسْتِطَابَةِ بِحَجَرَيْنِ ‏‏

Sunan an-Nasa'i 42
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
'Abdur-Rahman bin Al-Aswad (meriwayat) dari ayahnya bahwa dia mendengar 'Abdullah berkata

"Nabi (صلى الله عليه وسلم) ingin buang air besar, dan dia menyuruh saya untuk membawakannya tiga batu. Saya menemukan dua batu dan mencari yang ketiga, tetapi saya tidak dapat menemukannya, jadi saya mengambil sepotong kotoran dan membawanya kepada Nabi (صلى الله عليه وسلم). Dia mengambil dua batu dan tiga kotoran itu dan berkata: "Ini Riks." Abu 'Abdur-Rahman (An-Nasai') berkata: Riks adalah makanan jin.

Bab 39: Mengizinkan Penggunaan Satu Batu Untuk Pembersihan

الرُّخْصَةِ فِي الاِسْتِطَابَةِ بِحَجَرٍ وَاحِدٍ ‏‏

Sunan an-Nasa'i 43
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan dari Salamah bin Qais bahwa Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) bersabda

"Ketika kamu membersihkan dirimu (dengan batu, setelah buang air besar), gunakan angka ganjil."

Bab 40: Mengizinkan Penggunaan Batu Untuk Membersihkan Tanpa Hal Lain

الاِجْتِزَاءِ فِي الاِسْتِطَابَةِ بِالْحِجَارَةِ دُونَ غَيْرِهَا ‏‏

Sunan an-Nasa'i 44
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan dari 'Aishah bahwa Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) bersabda

"Apabila ada di antara kamu yang pergi ke Gha'it (toilet untuk buang air besar), biarlah dia membawa tiga batu dan membersihkan dirinya dengan batu itu, karena itu sudah cukup."

Bab 41: Membersihkan diri dengan air

الاِسْتِنْجَاءِ بِالْمَاءِ ‏‏

Sunan an-Nasa'i 45
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Kata Anas bin Malik

"Ketika Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) akan pergi ke toilet, saya dan anak laki-laki lain seperti saya akan membawa bejana kulit kecil berisi air dan dia akan membersihkan dirinya dengan air."

Sunan an-Nasa'i 46
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan bahwa 'Aisyah berkata

"Katakan kepada suamimu untuk membersihkan diri dengan air, karena aku terlalu malu untuk memberi tahu mereka sendiri. Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) biasa melakukan itu."

Bab 42: Larangan Istinja' (Membersihkan Diri) Dengan Tangan Kanan

النَّهْىِ عَنْ الاِسْتِنْجَاءِ، بِالْيَمِينِ ‏‏

Sunan an-Nasa'i 47
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan dari Abu Qatadah bahwa Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) bersabda

"Ketika ada di antara kalian yang minum, janganlah dia bernapas ke dalam bejana, dan ketika dia pergi ke toilet, janganlah dia menyentuh penisnya dengan tangan kanannya, atau menyeka dirinya dengan tangan kanan ini."

Sunan an-Nasa'i 48
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Diriwayatkan dari Ibnu Abi Qatadah, dari ayahnya, bahwa Nabi (صلى الله عليه وسلم) melarang bernapas ke dalam bejana (saat minum), menyentuh penis dengan tangan kanan, dan membersihkan diri dengan tangan kanan.

Sunan an-Nasa'i 49
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan bahwa Salman mengatakan

"Para penyembah berhala berkata: 'Kami melihat bahwa temanmu mengajarimu cara pergi ke toilet.' Dia berkata: 'Ya, dia melarang kami membersihkan diri dengan tangan kanan kami, dan menghadap ke kiblat, dan dia berkata: 'Tidak seorang pun dari kalian boleh membersihkan dengan kurang dari tiga batu.'"

Bab 43: Menggosok Tangan Di Tanah Setelah Istinja'

دَلْكِ الْيَدِ بِالأَرْضِ بَعْدَ الاِسْتِنْجَاءِ ‏‏

Sunan an-Nasa'i 50
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Nabi (صلى الله عليه وسلم) melakukan Wudu', dan ketika dia telah melakukan Istinja' dia menggosok tangannya ke tanah.

Sunan an-Nasa'i 51
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Ibrahim bin Jarir menceritakan bahwa ayahnya mengatakan

"Aku bersama Nabi (صلى الله عليه وسلم) dan dia pergi ke Al Khala' (toilet) dan buang air besar, lalu dia berkata: "Wahai Jarir, bawalah Tahur (alat penyucian)." Jadi saya membawakannya air dan dia melakukan Intinja 'dengan air, dan melakukan ini dengan tangan, menggosoknya ke tanah. Abu 'Abdur-Rahman (An-Nasa'i) berkata: "Ini lebih mirip dengan apa yang benar daripada riwayat (sebelumnya) dari Sharik, dan Allah Maha Mengetahui."

Bab 44: Membatasi Jumlah Air

التَّوْقِيتِ فِي الْمَاءِ ‏‏

Sunan an-Nasa'i 52
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan dari 'Abdullah bin 'Abdullah bin 'Umar bahwa ayahnya berkata

"Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) ditanya tentang air dan bagaimana beberapa hewan dan binatang karnivora dapat meminumnya. Dia berkata: 'Jika airnya lebih dari dua Qullah, itu tidak akan membawa kotoran.'" [1] [1] Muncul dengan beberapa penjelasan dalam Sunan At Timidhi 'Abdah (salah satu perawi) berkata: "Muhammad bin Ishaq berkata: 'Sebuah Qullah mengacu pada Jirar (Ini adalah dua kata benda yang menggambarkan tong besar yang digunakan untuk menampung air), dan Qullah adalah benda yang ditahan air minum."' At-Tirmidzi berkata: "Ini adalah perkataan Ash Shafa'i, Ahmad dan Ishaq. Mereka mengatakan bahwa ketika airnya adalah dua Qullah maka tidak ada yang membuatnya najis, selama tidak mengubah baunya, dan rasanya. Dan mereka berkata, kira-kira lima puluh Qirbah (kulit air)."

Bab 45: Meninggalkan Batasan Jumlah Air

تَرْكِ التَّوْقِيتِ فِي الْمَاءِ ‏‏

Sunan an-Nasa'i 53
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan dari Anas bahwa seorang Badui buang air kecil di Masjid, dan beberapa orang mengejarnya, tetapi Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) berkata

"Tinggalkan dia dan jangan menahannya." Setelah selesai, dia meminta seember (berisi air) dan menuangkannya ke atasnya. [1] Abu 'Abdur-Rahman (An-Nasa'i) berkata: "Artinya: 'Jangan mengganggunya.'" [1] Penulis akan mengutip narasi ini lagi di No. 330 sebagai bukti yang mungkin untuk menetapkan minimum, karena menyebutkan "ember" seolah-olah ini adalah jumlah minimum yang dibutuhkan.

Sunan an-Nasa'i 54
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan bahwa Anas bin Malik mengatakan

"Seorang Badui buang air kecil di Masjid, dan Nabi (صلى الله عليه وسلم) memerintahkan agar ember (dibawa) dan dituangkan di atasnya."

Sunan an-Nasa'i 55
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Kata Anas

"Seorang Badui datang ke Masjid dan buang air kecil, dan orang-orang berteriak kepadanya, tetapi Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) berkata: 'Tinggalkan dia sendiri.' Jadi mereka meninggalkannya sendirian. Setelah selesai buang air kecil, dia memerintahkan agar ember (dibawa) dan menuangkan di atasnya."

Sunan an-Nasa'i 56
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan bahwa Abu Hurairah bersabda

"Seorang Badui berdiri dan buang air kecil di Masjid, dan orang-orang mulai berteriak. Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) berkata kepada mereka: 'Tinggalkan dia sendiri, dan tumpahkan seember air ke atas air kencingnya. Karena kamu telah diutus untuk membuat hal-hal mudah bagi orang-orang, kamu tidak diutus untuk mempersulit-sulitnya.'"

Bab 46: Air Tenang

الْمَاءِ الدَّائِمِ ‏‏

Sunan an-Nasa'i 57
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) bersabda

"Tak satu pun dari kalian boleh buang air kecil ke dalam air tenang dan kemudian melakukan Wudu 'dengannya."

Sunan an-Nasa'i 58
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan bahwa Abu Hurairah bersabda

"Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) bersabda: 'Tidak seorang pun dari kamu boleh buang air kecil di air tenang dan melakukan Ghusl dengannya.'" Abu 'Abdur-Rahman (An-Nasa'i) berkata: "Ya'qub tidak akan meriwayatkan Hadits ini kecuali untuk Dinar." [1] [1] Ya'qub bin Ibrahim Ad-Dawrqi, dan artinya adalah bahwa ia berpendapat bahwa diperbolehkan menerima pembayaran untuk bercerita, bertentangan dengan banyak orang lain.

Bab 47: Air Laut

مَاءِ الْبَحْرِ ‏‏

Sunan an-Nasa'i 59
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Abu Hurairah berkata

"Seorang pria bertanya kepada Nabi (صلى الله عليه وسلم): 'Wahai Rasulullah, kami melakukan perjalanan melalui laut dan kami membawa sedikit air, tetapi jika kami menggunakannya untuk Wudu', kami akan haus. Bisakah kita melakukan Wudu', dengan air laut?' Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) bersabda: 'Airnya adalah sarana penyucian dan dagingnya yang mati diperbolehkan.'"