Kitab Du'a (Doa)

كتاب الدعوات

Bab : Permasalahan tentang Permohonan, Kebajikan dan Permohonan Nabi (saw)

An-Nu'man bin Bashir -raḍiyallāhu 'anhu- beritakan

Rasulullah SAW bersabda, “Du'a adalah ibadah.” ﷺ [Abu Dawud].

Aisyah -raḍiyallāhu 'anhu-

Rasulullah (ﷺ) menyukai permohonan yang komprehensif atau (Al-Jawami - yaitu, permohonan dengan kata-kata yang sangat sedikit tetapi makna yang lengkap), dan membuang yang lain. [Abu Dawud].

Ali -raḍiyallāhu 'anhu-

Rasulullah SAW (ﷺ) berkata kepadaku, “Bacalah: 'Allahumma-hdini wa saddidi (Ya Allah! Arahkan aku ke jalan yang benar dan buatlah aku tetap berpegang pada jalan yang lurus. Kisah lain adalah: 'Allahumma inni as'aluk-alhuda was-sadad (aku mohon kepada-Mu petunjuk dan kejujuran).” [Muslim].

Anas -raḍiyallāhu 'anhu- melaporkan

Rasulullah SAW berdoa: “Allahumma inni a'udhu bika minal-ajzi walkasali, wal-jubni wal-harami, wal-bukhli, wa a'udhu bika min adhabil-qabri, wa a'udhu bika min fitnatil-mahya wal-mamat [Ya Allah! ﷺ Aku berlindung kepada-Mu dari ketidakberdayaan (berbuat baik), kelambanan, pengecut, kepikunan, dan kekikiran; dan aku mencari perlindungan-Mu dari siksa kubur dan cobaan hidup dan mati]. Narasi lain menambahkan: “wa dala'id-daini wa ghalabatir-rijal (Dan dari beban hutang dan tirani manusia).” [Muslim].

Abu Bakr As-Siddiq -raḍiyallāhu 'anhu- melaporkan

Saya meminta Rasulullah (ﷺ) untuk mengajarkan saya doa yang dapat saya bacakan dalam shalat saya. Kemudian dia berkata, “Bacalah: 'Allahumma dalam zalamtu nafsi zulman kathiran, wa la yaghfirudh- dhunuba illa Anta, faghfir li maghfiratan min 'indika, warhamni, innaka Antal-Ghafur-ur-Rahim (Ya Allah! Saya telah sangat menganiaya diri saya sendiri. Tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau. Maka ampunilah aku dan kasihanilah aku. Engkaulah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al-Bukhari dan Muslim)

Abul Fadl Al-`Abbas bin `Abdul-Muttalib (ra) melaporkan

Saya meminta Rasulullah (ﷺ) untuk mengajari saya permohonan. Dia (ﷺ) berkata, “Mohonlah keselamatan kepada Allah (dari segala kejahatan di dunia dan di akhirat).” Saya menunggu beberapa hari dan kemudian saya mendatanginya lagi dan bertanya kepadanya: “Ya Rasulullah, ajarilah saya untuk memohon sesuatu dari Allah.” Dia berkata kepadaku, “Wahai Al-`Abbas, paman Rasulullah! Mohonkanlah kepada Allah untuk memberikan keselamatan kepadamu di dunia dan di akhirat. [Di- Tirmidhi].

Anas -raḍiyallāhu 'anhu- melaporkan

Rasulullah SAW (ﷺ) berkata, “Bacalah sesering mungkin: 'Ya Dhalali wal-Ikram! (Wahai Engkau yang memiliki kemuliaan dan kehormatan).” [Di- Tirmidhi].

Anas -raḍiyallāhu 'anhu- melaporkan

Permohonan yang paling sering dibacakan oleh Nabi (ﷺ) adalah: “Allahumma atina fid-dunya hasanatan, wa fil-akhirati hasanatan, wa qina 'adhab-annar (Wahai Rubb kami! Berilah kami yang baik di dunia dan di akhirat yang baik, dan selamatkanlah kami dari siksa neraka.” [Al-Bukhari dan Muslim] Dalam narasi Muslim ditambahkan bahwa setiap kali Anas berdoa, dia biasa memohon kepada Allah dengan doa ini.

Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- melaporkan

Rasulullah SAW (ﷺ) biasa berkata: “Allahumm-aslih li diniyalladhi huwa 'ismatu amri, wa aslih li dunyaya-llati fiha ma'ashi, wa aslih li akhirati-llati fiha ma'adi, waj'alil-hayata ziyadatan li fi kulli khair, waj'alil-mauta rahatan li min kulli khair Rin (Ya Allah, mudahkanlah agamaku untuk menjaga urusanku, perbaikilah bagiku dunia di mana hidupku ada, baikilah akhiratku yang menjadi tempat aku harus kembali, dan jadikanlah hidupku untuk melakukan segala macam kebaikan, dan jadikanlah hidupku untuk melakukan segala macam kebaikan, dan jadikan Kematian menjadi penghiburan bagiku dari segala kejahatan.” [Muslim].

Abu Musa -raḍiyallāhu 'anhu-

Nabi (ﷺ) biasa memohon: “Allahumm-aghfir li khati'ati, wajahli, wa israfi fi amri, wa ma Anta a'lamu bihi minni. Allahumm-aghfir adalah seorang manusia yang beragama, yang beragama, dan beragama. Allahumm-aghfir memiliki kedamaian yang tidak terhormat, yang beriman, yang beriman, dan Anta adalah orang-orang yang beriman. Al-Muqaddimu, wa Antal-Mu'akhkhiru; wa Anta 'ala kulli shai'in Qadir (Ya Allah! Maafkan kesalahan saya, ketidaktahuan dan ketidakmoderasian dalam urusan saya. Anda lebih sadar akan kesalahan saya daripada diri saya sendiri. Ya Allah! Maafkan kesalahan saya yang saya lakukan dengan serius atau menyenangkan dengan sengaja atau tidak sengaja. Ya Allah! Berilah aku ampunan atas dosa-dosa yang aku lakukan di masa lalu dan mungkin aku lakukan di masa depan, yang aku lakukan secara pribadi atau di depan umum dan semua dosa yang Engkau sadari lebih baik daripada aku. Engkaulah yang dapat mengutus siapa yang Engkau kehendaki ke surga, dan hanya Engkau yang dapat mengirim siapa yang Engkau kehendaki ke neraka dan Engkau Maha Kuasa.” (Al-Bukhari dan Muslim).

Zaid bin Arqam -raḍiyallāhu 'anhu- melaporkan

Rasulullah SAW (ﷺ) akan memohon: “Allahumma inni a'udhu bika minal-'ajzi wal-kasali, wal-bukhli wal-harami, wa 'adhabil-qabri. Allahumma dan nafsi taqwaha, yang memerintahkan Anta untuk menguasai diri sendiri, dan Anta-lah yang baik. Allahumma di dalam 'almin la jenfau', yang merupakan bagian dari Yakhsha'u, yang saya tidak tahu, dan saya da'watin la yustajabu laha' [Ya Allah! Aku berlindung kepada-Mu dari ketidakmampuan (untuk berbuat baik), kemalasan, pengecut, kikir, kemunduran dan siksaan kubur. Ya Allah! Berilah aku rasa kesalehan dan bersihkan jiwaku karena Engkau adalah Yang Terbaik untuk menyucikannya. Engkau adalah Penjaganya dan Sahabat Pelindungnya. Ya Allah! Aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dan dari hati yang tidak takut (kepada-Mu), dan dari keinginan yang tidak terpuaskan dan dari doa yang tidak dijawab.” [Muslim].

Anas -raḍiyallāhu 'anhu- melaporkan

Nabi (ﷺ) pernah berdoa: “Allahumma inni a'udhu bika minal-barasi, waljununi, wal-judhami, wa sayyi'il-asqami' (Ya Allah! Aku berlindung kepada-Mu dari leucoderma, kegilaan, kusta dan penyakit jahat).” [Abu Dawud].

Imran bin Husain -raḍiyallāhu 'anhu- melaporkan

Nabi (ﷺ) mengajarkan ayah saya dua pernyataan untuk dibacakan dalam duanya. Ini adalah: “Allahumma al-himni rushdi, wa a'idhni min sharri nafsi (Ya Allah! Berilah petunjuk kepadaku dan bebaskanlah aku dari keburukan di dalam diriku. [At-Tirmidhi].

Shahr bin Haushab melaporkan

Aku bertanya kepada Umm Salamah -raḍiyallāhu 'anhu-, “Wahai Bunda orang-orang Mukmin! Permohonan apa yang sering diucapkan Rasulullah (ﷺ) ketika dia berada di rumahmu?” Dia berkata: “Dia (ﷺ) sering berdoa: 'Ya muqallibal-qulubi, thabbit qalbi 'ala dinika (Wahai Pengendali hati, jadikan hatiku teguh dalam agama-Mu).” [Di- Tirmidhi].

Abdullah bin Mas'ud -raḍiyallāhu 'anhu- melaporkan

Nabi (ﷺ) pernah berdoa: “Allahumma inni as'alukal-huda, wattuqa, wal-afafa, wal-ghina (Ya Allah! Aku mohon kepada-Mu petunjuk, kesalehan, kesucian dan kepuasan). [Muslim].

Tariq bin Ashyam -raḍiyallāhu 'anhu- melaporkan

Setiap kali seseorang masuk Islam, Nabi (ﷺ) akan menunjukkan kepadanya bagaimana melakukan shalat dan kemudian mengarahkannya untuk memohon: “Allahumm-aghfir li, warhamni, wa-hdini, wa 'afini, warzuqni (Ya Allah! Ampunilah aku, kasihanilah aku, bimbinglah aku, jagalah aku dari bahaya dan berikanlah aku rezeki dan keselamatan.” [Muslim] Dalam narasi lain Tariq berkata: Seorang pria datang kepada Nabi (ﷺ) dan berkata kepadanya: “Wahai Rasulullah! Apa yang harus saya katakan jika saya ingin berdoa kepada Rubb saya?” Dia (ﷺ) berkata, “Katakanlah: 'Allahumma-ghfir li, warhamni, wa 'afini, warzuqni (Ya Allah! Ampunilah aku, kasihanilah aku, lindungi aku dan berikanlah rezeki kepadaku.” Sesungguhnya permohonan ini lebih baik bagimu di dunia dan di akhirat.

Abdullah bin Amr bin Al-As -raḍiyallāhu 'anhu- melaporkan

Rasulullah SAW berdoa: “Allahumma musarrifal-qulubi, sarrif qulubana 'ala ta'atika (Ya Allah! ﷺ Pengawas hati, arahkan hati kami kepada ketaatan kepada-Mu). [Muslim].

Aisyah -raḍiyallāhu 'anhu-

Nabi (ﷺ) pernah berdoa (dalam kata-kata ini): “Allahumma inni audhu bika min sharri ma 'amiltu, wa min sharri ma lam a'mal (Ya Allah! Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan apa yang telah kulakukan dan kejahatan apa yang tidak kulakukan.” [Muslim].

Abdullah bin Umar -raḍiyallāhu 'anhu- melaporkan

Rasulullah SAW (ﷺ) pernah berdoa sebagai berikut: “Allahumma inni a'udhu bika min zawali ni'matika, wa tahawwuli 'afiyatika, wa fuja'ati niqmatika, wa jami'i sakhatika (Ya Allah! Aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya nikmat-nikmat-Mu, berlalunya keselamatan, siksa-Mu yang tiba-tiba dan segala sesuatu yang tidak menyenangkan Engkau. [Muslim].