Riyad as-Salihin

Bab 195: Keunggulan Shalat Pilihan (Sunnah Mu'akkadah) beserta Shalat Wajib

Abdullah bin Mughaffal -raḍiyallāhu 'anhu- melaporkan

Rasulullah SAW bersabda, “Ada shalat antara setiap Adzan dan Iqamah; ada salat antara setiap adzan dan ikamah.” ﷺ (Sambil mengatakan hal yang sama untuk) ketiga kalinya (dia (ﷺ) menambahkan), “Itu bagi orang yang menghendaki (untuk melaksanakannya).” (Al-Bukhari dan Muslim).

Bab 196: Penekanan Melakukan Dua Rak'ah Sunnah Sebelum Shalat Fajar

Aisyah -raḍiyallāhu 'anhu-

Rasulullah SAW (ﷺ) tidak pernah melupakan empat shalat raka'at sebelum shalat zuhr dan dua salat raka'at sebelum shalat fajar (fajar). [Al-Bukhari].

Aisyah -raḍiyallāhu 'anhu-

Nabi (ﷺ) tidak lebih mementingkan shalat nawafil daripada dua raka'at shalat sebelum fajar (fajar). (Al-Bukhari dan Muslim)

Aisyah -raḍiyallāhu 'anhu-

Rasulullah SAW bersabda, “Dua raka'at sebelum fajar (fajar) lebih baik dari dunia ini dan semua yang dikandungnya.” ﷺ [Muslim] Narasi lain adalah: “Dua raka'at sebelum fajar (fajar) lebih berharga bagiku daripada seluruh dunia.”

Abu 'Abdullah Bilal bin Rabah -raḍiyallāhu 'anhu- Mu'adhdhin Rasulullah (ﷺ) melaporkan

Saya pergi untuk memberi tahu Rasulullah (ﷺ) tentang waktu shalat fajar (fajar), dan 'Aisha -raḍiyallāhu 'anhu- membuatku sibuk dan mulai bertanya kepadaku tentang sesuatu sampai hari menjadi cerah. Kemudian saya bangun dan memberi tahu Rasulullah (ﷺ) tentang waktu shalat. Saya memberitahunya lagi tetapi dia tidak segera keluar untuk memimpin As- Salat. Ketika dia keluar, dia memimpin As-Shalat. Aku berkata kepadanya, 'Aisha -raḍiyallāhu 'anhu- membuatku sibuk dan dengan demikian mengalihkan perhatianku dengan bertanya tentang sesuatu dan pagi hari menjadi cerah. Kau juga datang terlambat. Setelah itu Rasulullah SAW bersabda, “Aku sedang melaksanakan dua rakaat shalat fajar.” ﷺ Bilal -raḍiyallāhu 'anhu- berkata, “Wahai Rasulullah! Engkau menunda shalat selama pagi hari menjadi cerah.” Beliau (ﷺ) menjawab, “Sekalipun pagi hari lebih cerah dari sebelumnya, aku akan melaksanakan dua raka'at dengan cara yang sangat baik.” [Abu Dawud].

Bab 197: Singkat yang harus diadopsi dalam melaksanakan dua raka'at sunnah sebelum shalat subuh, waktunya dan surah untuk dibacakan di dalamnya

Aisyah -raḍiyallāhu 'anhu-

Nabi (ﷺ) biasa melakukan dua shalat pendek raka'at antara shalat Adzan dan Iqamah fajar (fajar). [Al-Bukhari dan Muslim] Dalam narasi lain, 'Aisha -raḍiyallāhu 'anhu- berkata: Rasulullah (ﷺ) biasa melakukan dua shalat raka'at supererogatif Fajr dan membuatnya sangat singkat sehingga saya dulu berpikir apakah dia (ﷺ) membaca Surat Al-Fatihah (di dalamnya) atau tidak. [Al-Bukhari dan Muslim] Dalam riwayat Muslim, 'Aisha -raḍiyallāhu 'anhu- berkata: Ketika Rasulullah (ﷺ) mendengar azan, dia akan melakukan dua shalat raka'at supererogatif dan akan membuatnya singkat.

Hafsah -raḍiyallāhu 'anhu-

Rasulullah SAW (ﷺ) biasa melakukan dua kali shalat raka'at singkat ketika fajar dan Mu'adhdhin telah memanggil Adzan (untuk shalat fajar). (Al-Bukhari dan Muslim)

Ibnu Umar -raḍiyallāhu 'anhu-

Rasulullah SAW (ﷺ) biasa melakukan shalat malam opsional pada malam hari, dua rakaat diikuti oleh dua raka'at, dan pada akhirnya ia akan menyimpulkan dengan raka'at ganjil (witir). Kemudian dia akan melakukan dua shalat raka'at sebelum fajar (fajar) setelah mendengar adzan, dan dia akan membuatnya begitu singkat seolah-olah dia bisa mendengar panggilan Iqamah. [Al-Bukhari dan Muslim].

Ibnu Abbas -raḍiyallāhu 'anhu-

Rasulullah SAW bersabda dalam dua rakaat shalat fajar: “Katakanlah (wahai Muslim): Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami...” (2:136) yang ada dalam Surat Al-Baqarah pada raka'at pertama dan ayat: “Kami beriman kepada Allah dan bersaksi bahwa kami adalah Muslim (yaitu, kami tunduk kepada Allah.” (3:52) Raka'at kedua. Menurut narasi lain, dia (ﷺ) membacakan ayat-ayat dari Surat Al-'Imran: “Marilah perkataan yang adil antara kami dan kamu...” (3:64). ﷺ [Muslim].

Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- melaporkan

Rasulullah SAW (ﷺ) membacakan dalam dua raka'at supererogasi dari salat Fajar Surat Al-Kafirun (No. 109) [dalam raka'at pertama], dan Surat Al-Ikhlas (No. 112) [di raka'at kedua]. [Muslim].

Ibnu Umar -raḍiyallāhu 'anhu-

Saya mengamati Nabi (ﷺ) selama satu bulan membacakan di dua raka'at supererogatorium dari shalat Fajar Surat Al-Kafirun (No. 109) [di raka'at pertama], dan Surat Al-Ikhlas (No. 112) [di raka'at kedua]. [At-Tirmidhi].

Bab 198: Keinginan Berbaring di Sisi Kanan Sesudah Sunnah Shalat Fajar

Aisyah -raḍiyallāhu 'anhu-

Ketika Nabi (ﷺ) telah melakukan dua raka'at sebelum shalat fajar, dia akan berbaring di sisi kanannya. [Al-Bukhari].

Aisyah -raḍiyallāhu 'anhu-

Ketika Nabi (ﷺ) menyelesaikan shalat 'Isya, dia akan melakukan sebelas raka'at sebelum shalat fajar, mengakhiri setiap dua raka'at dengan Taslim (yaitu, mengucapkan As-Salamu 'Alaikum) dan mengamati Witr (ganjil) di akhir. Ketika Mu'adhdhin selesai memberitakan adzan untuk shalat fajar dan hari itu fajar, dia akan bangkit dan melakukan dua raka'at pendek, dan kemudian akan berbaring di sisi kanannya sampai Mu'adhdhin datang untuk (memberitahukan) kepadanya tentang Iqamah. [Muslim].

Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- melaporkan

Rasulullah SAW bersabda, “Apabila ada di antara kalian yang melakukan dua sunnah sebelum shalat fajar, maka hendaklah ia berbaring di sisi kanannya.” ﷺ (Abu Dawud dan At-Tirmidhi)

Bab 199: Sunnah Shalat Zuhr

Ibnu Umar -raḍiyallāhu 'anhu-

Saya melakukan dengan Rasulullah (ﷺ) dua raka'at sebelum dan dua setelah shalat Zuhr. (Al-Bukhari dan Muslim).

Aisyah -raḍiyallāhu 'anhu-

Rasulullah SAW (ﷺ) tidak pernah mengabaikan empat shalat raka'at sebelum shalat Zuhr. [Al-Bukhari].

Aisyah -raḍiyallāhu 'anhu-

Setiap kali Nabi (ﷺ) tinggal di rumah saya, dia akan melakukan empat raka'at sebelum shalat Zuhr. Kemudian dia akan keluar dan memimpin shalat. Dia (ﷺ) kemudian akan kembali dan melakukan dua raka'at (shalat supererogasi). Dia akan memimpin shalat Maghrib dan kembali dan melakukan dua raka'at (shalat supererogasi). Ketika dia (ﷺ) telah memimpin shalat 'Isha', dia akan memasuki rumah dan melakukan dua rak'ah (shalat supererogasi). [Muslim]

Umm Habibah -raḍiyallāhu 'anhu-

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa melaksanakan empat raka'at sebelum shalat Zuhr dan empat rakaat sesudah shalat Zuhr, maka Allah akan melindunginya dari api neraka. ﷺ (Abu Dawud dan At-Tirmidhi)

Abdullah bin As-Sa'ib -raḍiyallāhu 'anhu- melaporkan

Rasulullah SAW (ﷺ) biasa melakukan empat kali shalat raka'at setelah matahari terbenam sebelum shalat Zuhr dan berkata, “Ini adalah jam di mana pintu surga dibuka, dan aku suka amal baikku naik ke surga pada waktu itu.” [Di- Tirmidhi].

Aisyah -raḍiyallāhu 'anhu-

Jika Nabi (ﷺ) tidak dapat melakukan empat raka'at sebelum shalat Zuhr, dia akan melaksanakannya sesudahnya (yaitu, setelah shalat wajib). [At-Tirmidhi].