Sunan Abi Dawud
Doa (Kitab Al-Salat): Doa Sukarela
كتاب التطوع
Bab 441
التَّطَوُّعِ وَرَكَعَاتِ السُّنَّةِ
Aku bertanya kepada Aisyah tentang salat sunah Rasulullah a0 semoga Allah melimpahkan selawat dan salam kepadanya .
Ia berkata: Beliau biasa salat empat rakaat sebelum Zuhur di rumahku, kemudian keluar lalu salat bersama orang-orang, kemudian kembali ke rumahku lalu salat dua rakaat. Beliau biasa salat Magrib bersama orang-orang, kemudian kembali ke rumahku lalu salat dua rakaat. Beliau biasa salat Isya bersama mereka, kemudian masuk ke rumahku lalu salat dua rakaat. Beliau biasa salat malam sembilan rakaat, di dalamnya terdapat witir. Beliau biasa salat malam dalam waktu yang lama sambil berdiri dan dalam waktu yang lama sambil duduk. Apabila beliau membaca Al-Qur'an sambil berdiri, beliau rukuk dan sujud dalam keadaan berdiri, dan apabila beliau membaca sambil duduk, beliau rukuk dan sujud dalam keadaan duduk. Dan apabila fajar telah terbit, beliau salat dua rakaat, kemudian keluar lalu salat bersama orang-orang salat Subuh.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam biasa salat dua rakaat sebelum Zuhur dan dua rakaat sesudahnya, dan dua rakaat sesudah Magrib di rumah beliau, dan dua rakaat sesudah salat Isya, dan beliau tidak salat sesudah (salat) Jumat hingga beliau pergi, lalu beliau salat dua rakaat.
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tidak pernah meninggalkan empat rakaat sebelum Zuhur dan dua rakaat sebelum salat Subuh.
Bab 442
رَكْعَتَىِ الْفَجْرِ
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah begitu tekun menjaga sesuatu dari salat-salat sunah melebihi ketekunan beliau menjaga dua rakaat sebelum Subuh.
Bab 443
فِي تَخْفِيفِهِمَا
Nabi sallallahu 'alaihi wasallam meringankan dua rakaat sebelum salat Fajar sampai-sampai sungguh aku berkata: Apakah beliau membaca Ummul Qur'an pada keduanya?
Sesungguhnya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam membaca dalam dua rakaat fajar: "Katakanlah: Wahai orang-orang kafir," dan "Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa."
Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Janganlah kalian meninggalkan keduanya, walaupun pasukan berkuda mengusir kalian."
Sesungguhnya di antara yang sering dibaca oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pada dua rakaat salat Fajar adalah ayat ini: 2 6Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami. Ia berkata: Ayat ini (dibaca) pada rakaat pertama, sedangkan pada rakaat terakhir (dibaca): Kami beriman kepada Allah dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang muslim.
Bahwasanya ia mendengar Nabi shallallahu bbalaihi wa sallam membaca pada dua rakaat fajar, pada rakaat pertama: bbKatakanlah: Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami,bc dan pada rakaat yang lain dengan ayat ini: bbYa Rabb kami, kami beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan kami mengikuti Rasul, maka catatlah kami bersama orang-orang yang bersaksi,bc atau: bbSesungguhnya Kami telah mengutusmu dengan kebenaran sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, dan engkau tidak akan ditanya tentang para penghuni Neraka Jahim.bc Ad-Darawardi ragu-ragu.
Bab 444
الاِضْطِجَاعِ بَعْدَهَا
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Apabila salah seorang di antara kalian mengerjakan shalat dua rakaat sebelum Subuh, hendaklah ia berbaring di atas sisi kanannya."
Marwan bin Al-Hakam berkata kepadanya: "Apakah tidak cukup bagi salah seorang dari kami perjalanannya ke masjid hingga ia berbaring di atas sisi kanannya?" Ubaidullah dalam hadisnya menyebutkan bahwa ia menjawab: "Tidak."
Kemudian hal tersebut sampai kepada Ibnu Umar, lalu ia berkata: "Abu Hurairah telah berlebihan terhadap dirinya sendiri."
Lalu dikatakan kepada Ibnu Umar: "Apakah engkau mengingkari sesuatu dari apa yang ia katakan?" Ia berkata: "Tidak, tetapi ia berani sedangkan kami pengecut."
Kemudian hal tersebut sampai kepada Abu Hurairah, lalu ia berkata: "Maka apa dosaku jika aku menghafal sedangkan mereka lupa?"
Aisyah berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam apabila telah menyelesaikan salatnya di akhir malam, beliau melihat (ke arahku). Jika aku dalam keadaan terjaga, beliau berbicara kepadaku, dan jika aku dalam keadaan tidur, beliau membangunkanku, lalu beliau salat dua rakaat, kemudian berbaring hingga muazin datang kepadanya lalu memberitahukannya tentang salat Subuh, lalu beliau salat dua rakaat yang ringan, kemudian beliau keluar untuk salat.
Aisyah berkata: Apabila Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam telah mengerjakan salat dua rakaat fajar, jika aku sedang tidur maka beliau berbaring, dan jika aku dalam keadaan terjaga maka beliau berbicara kepadaku.
Ia berkata: Aku keluar bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam untuk salat Subuh, dan beliau tidak melewati seorang laki-laki pun melainkan beliau memanggilnya untuk salat atau menggerakkannya dengan kaki beliau.
Bab 445
إِذَا أَدْرَكَ الإِمَامَ وَلَمْ يُصَلِّ رَكْعَتَىِ الْفَجْرِ
Seorang laki-laki datang ketika Nabi semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepadanya sedang melaksanakan salat Subuh, lalu ia mengerjakan dua rakaat kemudian bergabung bersama Nabi semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepadanya dalam salat.
Maka ketika selesai, beliau berkata: "Wahai Fulan, manakah di antara keduanya yang menjadi salatmu, yang engkau kerjakan sendirian atau yang engkau kerjakan bersama kami?"
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Apabila iqamah salat telah dikumandangkan, maka tidak ada salat kecuali salat wajib."
Bab 446
مَنْ فَاتَتْهُ مَتَى يَقْضِيهَا
Rasulullah 2a melihat seorang laki-laki salat dua rakaat setelah salat Subuh, lalu Rasulullah 2a bersabda: 2Salat Subuh itu dua rakaat.2
Laki-laki itu berkata: 2Sesungguhnya aku belum mengerjakan dua rakaat yang sebelumnya, maka aku mengerjakannya sekarang.2
Maka Rasulullah 2a pun diam.
Abdu Rabbih dan Yahya, kedua putra Sa'id, meriwayatkan hadis ini secara mursal bahwa kakek mereka, Zaid, salat bersama Nabi sallallahu 'alaihi wa sallam dengan kisah ini.