Musnad Ahmad

Musnad 'Ali Ibn Abi Thalib

وَمِنْ مُسْنَدِ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ

Musnad Ahmad 644
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

“Naiklah ke atas kedua pundakku.” Aku pun naik ke atas kedua pundaknya, lalu ia bangkit membawaku, dan terbayang kepadaku bahwa jika aku mau, niscaya aku dapat mencapai ufuk langit.

Kemudian aku naik ke atas Baitullah, dan di atasnya terdapat sebuah patung dari kuningan atau tembaga. Lalu aku mulai menggoyangkannya dari sisi kanannya dan dari sisi kirinya, dari depannya dan dari belakangnya, hingga ketika aku telah berhasil menguasainya.

Rasulullah, semoga Allah memberkahinya dan memberinya keselamatan, lalu berkata kepadaku: “Lemparkanlah ia.” Maka aku pun melemparkannya, lalu ia pecah sebagaimana pecahnya botol-botol kaca.

Kemudian aku turun, lalu aku dan Rasulullah, semoga Allah memberkahinya dan memberinya keselamatan, pergi dengan bergegas hingga kami bersembunyi di balik rumah-rumah, karena khawatir seseorang dari orang-orang akan berjumpa dengan kami.

Musnad Ahmad 645
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Ali, semoga Allah meridhainya, berkata: Rasulullah, semoga selawat dan salam Allah tercurah kepadanya, bersabda: “Al-Mahdi berasal dari kami, Ahlulbait; Allah akan memperbaikinya dalam satu malam.”

Musnad Ahmad 646
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Aku mendengar Amirul Mukminin 'Ali (radhiyallahu 'anhu) berkata: "Aku berkumpul bersama Fatimah, al-'Abbas, dan Zaid bin Haritsah di sisi Rasulullah (ﷺ). Al-'Abbas berkata, 'Wahai Rasulullah, usia ku telah lanjut, tulangku telah melemah, dan tanggunganku telah banyak. Jika engkau berpandangan, wahai Rasulullah, untuk memerintahkan agar diberikan kepadaku sekian dan sekian dari makanan, maka lakukanlah.' Rasulullah (ﷺ) bersabda: 'Kami akan melakukannya.' Fatimah berkata, 'Wahai Rasulullah, jika engkau berpandangan untuk memerintahkan bagiku seperti yang engkau perintahkan kepada pamanmu, maka lakukanlah.' Rasulullah (ﷺ) bersabda: 'Kami akan melakukan hal tersebut.' Kemudian Zaid bin Haritsah berkata, 'Wahai Rasulullah, engkau dahulu memberiku sebidang tanah yang menjadi sumber penghidupanku darinya, kemudian engkau mengambilnya kembali; jika engkau berpandangan untuk mengembalikannya kepadaku, maka lakukanlah.' Rasulullah (ﷺ) bersabda: 'Kami akan melakukannya.' Fatimah berkata, 'Wahai Rasulullah, jika engkau berpandangan untuk memerintahkan bagiku seperti yang engkau perintahkan kepada pamanmu, maka lakukanlah.' Rasulullah (ﷺ) bersabda: 'Kami akan melakukan hal tersebut.' Aku berkata, 'Wahai Rasulullah, jika engkau berpandangan untuk menyerahkan kepadaku hak ini yang Allah jadikan bagi kami dalam Kitab-Nya dari bagian khumus ini, agar aku membagikannya pada masa hidupmu sehingga tidak ada seorang pun yang berbantahan denganku sesudahmu.' Rasulullah (ﷺ) bersabda: 'Kami akan melakukan hal itu.' Lalu Rasulullah (ﷺ) menyerahkan urusan tersebut kepadaku, maka aku membagikannya pada masa hidupnya. Kemudian Abu Bakr (radhiyallahu 'anhu) menyerahkannya kepadaku, maka aku membagikannya pada masa hidupnya. Kemudian 'Umar (radhiyallahu 'anhu) menyerahkannya kepadaku, maka aku membagikannya pada masa hidupnya hingga tahun terakhir dari masa kepemimpinan 'Umar (radhiyallahu 'anhu), ketika harta yang sangat banyak datang kepadanya."

Musnad Ahmad 647
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

‘Ali radhiyallahu ‘anhu berkata kepadaku: “Aku memiliki kedudukan di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang tidak dimiliki oleh seorang pun dari makhluk. Sesungguhnya aku selalu mendatangi beliau setiap waktu sahar lalu aku mengucapkan salam kepadanya hingga beliau berdeham.”

“Dan sesungguhnya pada suatu malam aku datang lalu aku mengucapkan salam kepadanya dan aku berkata: ‘Assalamu ‘alaika wahai Nabi Allah.’ Maka beliau berkata: ‘Tenanglah wahai Abu Hasan hingga aku keluar menemuimu.’”

“Ketika beliau keluar menemuiku, aku berkata: ‘Wahai Nabi Allah, apakah ada seseorang yang membuatmu marah?’ Beliau berkata: ‘Tidak.’ Aku berkata: ‘Mengapa engkau tidak berbicara kepadaku pada waktu-waktu sebelumnya hingga engkau berbicara kepadaku malam ini?’”

“Beliau berkata: ‘Aku mendengar gerakan di dalam kamar lalu aku berkata: Siapa ini? Maka ia berkata: Aku Jibril. Aku berkata: Masuklah. Ia berkata: Tidak, keluarlah menemuiku. Ketika aku keluar, ia berkata: Sesungguhnya di dalam rumahmu ada sesuatu yang tidak akan dimasuki oleh malaikat selama ia berada di dalamnya. Aku berkata: Aku tidak mengetahuinya wahai Jibril. Ia berkata: Pergilah dan lihatlah.’”

“Maka aku membuka rumah itu dan aku tidak mendapati di dalamnya sesuatu pun selain seekor anak anjing yang sedang dimainkan oleh Al-Hasan. Aku berkata: ‘Aku tidak mendapati kecuali seekor anak anjing.’ Ia berkata: ‘Sesungguhnya ada tiga hal yang tidak akan dimasuki malaikat selama salah satunya berada di dalamnya selamanya: anjing, junub, atau gambar makhluk bernyawa.’”

Musnad Ahmad 648
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Bersabarlah, wahai Abu ‘Abdullah! Bersabarlah, wahai Abu ‘Abdullah, di tepi Sungai Euphrat!

Aku berkata: "Dan apa yang ia katakan?"

Ia berkata: "Aku menemui Nabi (ﷺ) pada suatu hari, sementara kedua mata beliau berlinang air mata. Aku berkata: “Wahai Nabi Allah, adakah seseorang yang membuatmu marah? Mengapa kedua matamu berlinang air mata?” Beliau bersabda: “Tidak, akan tetapi Jibril baru saja beranjak dariku, lalu ia menceritakan kepadaku bahwa Al-Husain akan dibunuh di tepi Sungai Euphrat.” Beliau bersabda: “Apakah kamu ingin aku tunjukkan kepadamu sebagian dari tanahnya?” Aku berkata: “Ya.” Maka beliau mengulurkan tangannya lalu menggenggam segenggam tanah lalu memberikannya kepadaku, dan aku tidak mampu menahan kedua mataku sehingga keduanya meluapkan air mata."

Musnad Ahmad 649
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Ali, semoga Allah meridhainya, berkata: “Maukah kalian kuberitahu tentang ayat yang paling utama dalam Kitab Allah Taala yang telah disampaikan kepada kami oleh Rasulullah, semoga salawat dan salam Allah tercurah kepadanya: ‘Musibah apa pun yang menimpa kalian, maka itu disebabkan oleh apa yang telah diperbuat oleh tangan-tangan kalian dan Dia memaafkan banyak’?”

“Dan aku akan menjelaskannya kepadamu, wahai Ali: apa pun yang menimpa kalian berupa penyakit, hukuman, atau cobaan di dunia, maka itu disebabkan oleh apa yang telah diperbuat oleh tangan-tangan kalian ; dan Allah Taala Maha Pemurah sehingga tidak akan menggandakan hukuman atas mereka di akhirat, dan apa yang telah dimaafkan oleh Allah Taala di dunia, maka Allah Taala Maha Penyantun sehingga tidak akan kembali (menghukum) setelah pemaafan-Nya.”

Musnad Ahmad 650
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Kami bertanya kepada Ali (semoga Allah meridhainya) tentang salat sunnah Nabi (ﷺ) pada siang hari.

Beliau berkata: "Kalian tidak akan mampu melakukannya."

Kami berkata: "Beritahukanlah kepada kami agar kami dapat mengambil sebagian darinya yang kami mampu."

Beliau berkata: "Nabi (ﷺ) apabila selesai salat Fajr, beliau menunggu hingga matahari berada di ufuk timur setinggi posisinya ketika waktu Ashar di ufuk barat, lalu beliau berdiri dan salat dua rakaat. Kemudian beliau menunggu hingga matahari berada di ufuk timur setinggi posisinya ketika waktu Zhuhur di ufuk barat, lalu beliau berdiri dan salat empat rakaat dan empat rakaat sebelum Zhuhur apabila matahari telah tergelincir, dan dua rakaat setelahnya, serta empat rakaat sebelum Ashar. Beliau memisahkan setiap dua rakaat dengan salam kepada para malaikat yang didekatkan, para nabi, serta orang-orang yang mengikuti mereka dari kalangan orang-orang beriman dan kaum muslimin."

Ali (semoga Allah meridhainya) berkata: "Itulah enam belas rakaat salat sunnah Nabi (ﷺ) pada siang hari, dan sedikit sekali orang yang merutinikannya."

Waki' menyampaikan kepada kami, dari ayahnya, ia berkata: Habib bin Abi Thabit berkata kepada Abu Ishaq ketika beliau menceritakan hadis ini kepadanya: "Wahai Abu Ishaq, hadis mu ini senilai masjidmu ini yang dipenuhi dengan emas."

Musnad Ahmad 651
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Ali, semoga Allah meridhainya, berkata: Pada setiap bagian malam Rasulullah, semoga selawat dan salam Allah tercurah kepadanya, pernah melaksanakan Witir: di awalnya, di tengahnya, dan di akhirnya, kemudian Witir menetap di akhir malam.

Musnad Ahmad 652
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Witir tidak wajib seperti salat, tetapi ia adalah sunah yang telah ditetapkan oleh Rasulullah, semoga selawat dan salam Allah tercurah kepadanya.

Musnad Ahmad 653
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakan salat Witir di awal malam, di akhirnya, dan di tengahnya, kemudian witir beliau berakhir pada waktu sahur.

Musnad Ahmad 654
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Ali, semoga Allah meridhainya, berkata: Sungguh aku telah melihat kami pada hari Badar, ketika kami berlindung kepada Rasulullah, semoga Allah melimpahkan selawat dan salam kepadanya, sedangkan beliau adalah yang paling dekat di antara kami kepada musuh, dan pada hari itu beliau termasuk manusia yang paling hebat keberaniannya.

Musnad Ahmad 655
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Seorang Arab Badui datang kepada Nabi, semoga selawat dan salam Allah tercurah kepadanya, lalu berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami berada di padang pedalaman lalu keluar angin kecil dari salah seorang di antara kami.

Maka Rasulullah, semoga selawat dan salam Allah tercurah kepadanya, bersabda: Sesungguhnya Allah, Maha Perkasa lagi Maha Agung, tidak malu terhadap kebenaran. Apabila salah seorang di antara kalian melakukan itu, hendaklah ia berwudu. Dan janganlah kalian mendatangi para wanita pada bagian belakang mereka 96 dan pada suatu kali beliau bersabda: pada dubur mereka.

Musnad Ahmad 656
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Abdullah bin Syaddad datang lalu masuk menemui Aisyah, semoga Allah meridhainya, sedangkan kami sedang duduk di sisinya, ketika ia kembali dari Irak, pada malam-malam ketika Ali, semoga Allah meridhainya, terbunuh.

Ia berkata kepadanya: «Wahai Abdullah bin Syaddad, apakah engkau akan berkata jujur kepadaku tentang apa yang akan aku tanyakan kepadamu? Ceritakanlah kepadaku tentang kaum-kaum ini yang telah dibunuh oleh Ali, semoga Allah meridhainya.»

Ia berkata: «Mengapa aku tidak berkata jujur kepadamu?»

Ia berkata: «Maka ceritakanlah kepadaku tentang kisah mereka.»

Ia berkata: «Sesungguhnya Ali, semoga Allah meridhainya, ketika saling berkirim tulisan dengan Muawiyah dan dua juru damai telah memberi keputusan, delapan ribu orang dari para pembaca Al-Qur’an di antara manusia keluar menentangnya lalu singgah di suatu tanah yang disebut Harura’ di sisi Kufah. Sesungguhnya mereka mencelanya lalu berkata: “Engkau telah melepaskan baju yang telah Allah Ta’ala pakaikan kepadamu dan nama yang telah Allah Ta’ala namakan engkau dengannya, kemudian engkau pergi lalu menjadikan manusia sebagai pemberi keputusan dalam agama Allah, padahal tidak ada hukum kecuali hukum Allah Ta’ala.”»

«Ketika telah sampai kepada Ali, semoga Allah meridhainya, celaan mereka terhadapnya dan perpisahan mereka darinya karena hal itu, maka ia memerintahkan seorang muazin lalu muazin itu menyerukan bahwa tidak boleh masuk menemui Amirul Mukminin kecuali seorang laki-laki yang telah membawa Al-Qur’an.»

«Ketika rumah telah penuh dengan para pembaca Al-Qur’an di antara manusia, ia meminta sebuah mushaf induk yang besar lalu meletakkannya di hadapannya, kemudian ia mulai memukulnya dengan tangannya dan berkata: “Wahai mushaf, berbicaralah kepada manusia!”»

«Maka manusia menyeru kepadanya lalu berkata: “Wahai Amirul Mukminin, apa yang engkau tanyakan kepadanya? Ia hanyalah tinta di atas kertas, sedangkan kami berbicara dengan apa yang telah kami riwayatkan darinya. Maka apa yang engkau inginkan?”»

«Ia berkata: “Sahabat-sahabat kalian ini yang telah keluar, antara aku dan mereka ada Kitab Allah. Allah Ta’ala berfirman dalam Kitab-Nya tentang seorang perempuan dan seorang laki-laki:”»

«Dan jika kamu khawatir ada perselisihan antara keduanya, maka kirimlah seorang juru damai dari keluarga laki-laki itu dan seorang juru damai dari keluarga perempuan itu; jika keduanya menghendaki perdamaian, niscaya Allah akan memberi taufik di antara keduanya.»

«Umat Muhammad, semoga shalawat Allah dan salam-Nya tercurah kepadanya, lebih besar darahnya dan kehormatannya daripada seorang perempuan dan seorang laki-laki. Mereka mencelaku karena aku saling berkirim tulisan dengan Muawiyah: “Ali bin Abi Thalib telah menulis.” Padahal Suhail bin Amr telah datang kepada kami ketika kami bersama Rasulullah, semoga shalawat Allah dan salam-Nya tercurah kepadanya, di Al-Hudaibiyah, ketika beliau berdamai dengan kaumnya, Quraisy. Maka Rasulullah, semoga shalawat Allah dan salam-Nya tercurah kepadanya, menulis: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.” Suhail berkata: “Jangan tulis: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.” Beliau berkata: “Bagaimana kami menulis?” Ia berkata: “Tulislah: Dengan nama-Mu, ya Allah.” Maka Rasulullah, semoga shalawat Allah dan salam-Nya tercurah kepadanya, berkata: “Tulislah: Muhammad utusan Allah.” Ia berkata: “Seandainya aku mengetahui bahwa engkau adalah utusan Allah, niscaya aku tidak akan menentangmu.” Maka ia menulis: “Inilah apa yang didamaikan oleh Muhammad bin Abdullah dengan Quraisy.” Allah Ta’ala berfirman dalam Kitab-Nya:»

«Sungguh, telah ada pada Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, bagi orang yang mengharap Allah dan hari akhir.»

«Maka Ali mengutus kepada mereka Abdullah bin Abbas, semoga Allah meridhainya, dan aku keluar bersamanya hingga ketika kami berada di tengah perkemahan mereka, Ibnul Kawwa’ berdiri berkhutbah kepada manusia lalu berkata: “Wahai para pembawa Al-Qur’an, sesungguhnya ini adalah Abdullah bin Abbas, semoga Allah meridhainya. Barangsiapa belum mengenalnya, maka aku akan mengenalkan dia kepadanya dengan apa yang dikenalkan Kitab Allah tentangnya: ia termasuk orang yang tentangnya dan tentang kaumnya telah turun ayat: kaum yang suka bertengkar. Maka kembalikanlah ia kepada sahabatnya dan janganlah kalian berdebat dengannya tentang Kitab Allah.”»

«Maka para juru bicara mereka berdiri lalu berkata: “Demi Allah, kami benar-benar akan berdebat dengannya tentang Kitab Allah. Jika ia datang dengan kebenaran yang kami kenal, niscaya kami akan mengikutinya, dan jika ia datang dengan kebatilan, niscaya kami akan membantahnya dengan kebatilannya.” Maka mereka berdebat dengan Abdullah tentang Kitab selama tiga hari. Lalu empat ribu orang dari mereka kembali, semuanya bertaubat, di antara mereka ada Ibnul Kawwa’, hingga ia memasukkan mereka menemui Ali di Kufah. Maka Ali, semoga Allah meridhainya, mengutus kepada sisa mereka lalu berkata: “Telah terjadi dari urusan kami dan urusan manusia apa yang telah kalian lihat. Maka tetaplah di mana pun kalian mau hingga umat Muhammad, semoga shalawat Allah dan salam-Nya tercurah kepadanya, berkumpul. Antara kami dan kalian ada perjanjian bahwa kalian tidak akan menumpahkan darah yang haram, atau memutus jalan, atau menzalimi orang-orang zimmi. Sesungguhnya jika kalian melakukannya, maka kami telah menyatakan perang kepada kalian secara terbuka. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat.”»

Aisyah, semoga Allah meridhainya, berkata kepadanya: «Wahai Ibnu Syaddad, maka ia telah membunuh mereka?» Ia berkata: «Demi Allah, ia tidak mengirim pasukan kepada mereka hingga mereka memutus jalan, menumpahkan darah, dan menghalalkan orang-orang zimmi.» Ia berkata: «Demi Allah?» Ia berkata: «Demi Allah yang tidak ada sesembahan kecuali Dia, sungguh hal itu telah terjadi.» Ia berkata: «Maka apakah sesuatu yang sampai kepadaku tentang orang-orang zimmi yang mereka bicarakan, mereka berkata: “Dzu Ats-Tsudayya, Dzu Ats-Tsudayya”?» Ia berkata: «Aku telah melihatnya dan aku berdiri bersama Ali, semoga Allah meridhainya, di sisinya di antara orang-orang yang terbunuh. Lalu ia memanggil manusia dan berkata: “Apakah kalian mengenal orang ini?” Maka betapa banyak orang yang datang berkata: “Aku telah melihatnya salat di masjid Bani Fulan, dan aku telah melihatnya salat di masjid Bani Fulan.” Dan mereka tidak mendatangkan tentangnya bukti pengenal yang diketahui kecuali itu.» Ia berkata: «Maka apa ucapan Ali, semoga Allah meridhainya, ketika ia berdiri di sisinya sebagaimana diklaim oleh penduduk Irak?» Ia berkata: «Aku mendengarnya berkata: “Allah dan Rasul-Nya telah benar.”» Ia berkata: «Apakah engkau mendengar darinya bahwa ia berkata selain itu?» Ia berkata: «Ya Allah, tidak.» Ia berkata: «Benar, Allah dan Rasul-Nya telah benar. Semoga Allah merahmati Ali, semoga Allah meridhainya. Sesungguhnya termasuk dari ucapannya, ia tidak melihat sesuatu yang menakjubkannya kecuali ia berkata: “Allah dan Rasul-Nya telah benar.” Lalu penduduk Irak pergi berdusta atasnya dan menambah-nambah atasnya dalam hadis.»

Musnad Ahmad 657, 658
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berada pada sebuah jenazah lalu beliau bersabda: « Siapakah di antara kalian yang akan berangkat ke Madinah lalu tidak membiarkan di sana satu berhala pun kecuali ia menghancurkannya, tidak satu kuburan pun kecuali ia meratakannya, dan tidak satu gambar pun kecuali ia mencorengnya? »

Seorang laki-laki berkata: « Saya, wahai Rasulullah. » Lalu ia berangkat, tetapi ia takut kepada penduduk Madinah lalu ia kembali.

‘Ali, semoga Allah meridhainya, berkata: « Saya akan berangkat, wahai Rasulullah. » Beliau bersabda: « Berangkatlah. » Lalu ia berangkat kemudian kembali lalu berkata: « Wahai Rasulullah, saya tidak membiarkan di sana satu berhala pun kecuali saya menghancurkannya, tidak satu kuburan pun kecuali saya meratakannya, dan tidak satu gambar pun kecuali saya mencorengnya. »

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: « Barangsiapa kembali membuat sesuatu dari hal ini maka ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. »

Kemudian beliau bersabda: « Jangan menjadi penghasut, jangan menjadi orang yang sombong, dan jangan menjadi pedagang kecuali pedagang kebaikan, karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang tertinggal dalam amal. »

Dalam riwayat lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berada pada sebuah jenazah, dan hadis tersebut disebutkan, tanpa diriwayatkan dari ‘Ali, semoga Allah meridhainya, dengan redaksi: « tidak satu gambar pun kecuali ia mencorengnya ».

Ia berkata: « Saya tidak datang kepadamu, wahai Rasulullah, hingga saya tidak membiarkan satu gambar pun kecuali saya mencorengnya. »

Dan beliau bersabda: « Jangan menjadi penghasut dan jangan menjadi orang yang sombong. »

Musnad Ahmad 659
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Nabi, semoga selawat dan salam Allah tercurah kepadanya, biasa mengerjakan salat witir ketika azan dan mengerjakan salat dua rakaat ketika ikamah.

Musnad Ahmad 660
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Tidak ada keraguan bahwa ia adalah 'Ali, semoga Allah meridhainya, ia berkata: Rasulullah, semoga salawat dan salam Allah atas beliau, telah melaknat pemakan riba, pemberi makan riba, kedua saksinya, penulisnya, wanita yang mentato dan wanita yang minta ditato, orang yang menghalalkan dan orang yang dihalalkan untuknya, serta orang yang menahan sedekah. Dan beliau melarang meratap.

Musnad Ahmad 661
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Wahai 'Ali, jika engkau yang memegang urusan (kekuasaan) sepeninggalku, maka usirlah penduduk Najran dari Jazirah Arab.”

Musnad Ahmad 662
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Aku adalah seorang laki-laki yang sering mengeluarkan madzi, lalu aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.

Beliau bersabda: “Adapun mani, maka wajib mandi karenanya, dan adapun madzi, maka wajib berwudu karenanya.”

Musnad Ahmad 663
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Diriwayatkan dari 'Ali, semoga Allah meridhainya, bahwa Rasulullah, semoga selawat dan salam Allah tercurah kepadanya, melarang seseorang mengeraskan suaranya dengan bacaan sebelum Isya dan sesudahnya sehingga membuat sahabat-sahabatnya keliru sedangkan mereka sedang salat.

Musnad Ahmad 664
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Nabi (ﷺ) bersabda: “Mintalah kepada Allah Yang Maha Tinggi petunjuk dan kelurusan, dan dengan petunjuk ingatlah penunjuk jalanmu, dan dengan kelurusan ingatlah pelurusan anak panahmu.”