Muwatta Malik

Penguburan

كتاب الجنائز

Book 16, Hadith 19
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Abdullah ibn Umar biasa tidak membaca bacaan dalam salat jenazah.

Book 16, Hadith 20
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Zainab binti Abi Salamah wafat ketika Tariq adalah amir Madinah. Jenazahnya dibawa setelah salat Subuh dan diletakkan di Baqi.

Ia berkata: Tariq biasa melaksanakan salat Subuh dalam kegelapan fajar.

Ibnu Abi Harmalah berkata: Aku mendengar Abdullah bin Umar berkata kepada keluarganya: “Adakalanya kalian menyalatkan jenazah kalian sekarang, atau kalian membiarkannya hingga matahari terbit.”

Book 16, Hadith 21
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Abdullah bin Umar berkata: “Salat jenazah dikerjakan setelah Asar dan setelah Subuh apabila kedua salat itu telah dikerjakan pada waktunya.”

Book 16, Hadith 22
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Aisyah, istri Nabi, semoga Allah memberkahinya dan memberinya keselamatan, memerintahkan agar Sa'd bin Abi Waqqas dilewatkan di dekatnya di masjid ketika ia wafat, agar ia dapat mendoakannya. Orang-orang mengingkari hal itu terhadapnya.

Aisyah berkata: “Betapa tergesa-gesanya orang-orang! Rasulullah, semoga Allah memberkahinya dan memberinya keselamatan, tidak menyalatkan Suhail bin Baidha kecuali di masjid.”

Book 16, Hadith 23
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Abdullah ibn Umar berkata: “Umar ibn al-Khattab disalatkan di masjid.”

Book 16, Hadith 24
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Utsman bin Affan, Abdullah bin Umar, dan Abu Hurairah biasa menyalatkan jenazah di Madinah, baik jenazah laki-laki maupun perempuan, dengan meletakkan jenazah laki-laki pada sisi yang menghadap imam dan jenazah perempuan pada sisi yang menghadap kiblat.

Book 16, Hadith 25
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Bahwa Abdullah bin Umar, apabila ia melaksanakan salat jenazah, ia mengucapkan salam hingga dapat didengar oleh orang yang berada di sampingnya.

Book 16, Hadith 26
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Abdullah bin Umar biasa berkata: “Tidaklah seseorang menyalatkan jenazah kecuali dalam keadaan suci.”

Yahya berkata: “Aku mendengar Malik berkata: Aku tidak melihat seorang pun dari kalangan orang-orang berilmu yang memakruhkan menyalatkan anak hasil zina dan ibunya.”

Book 16, Hadith 27
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Rasulullah, semoga Allah memberkahinya dan memberinya keselamatan, wafat pada hari Senin dan dimakamkan pada hari Selasa, dan orang-orang menyalatinya secara sendiri-sendiri, tanpa ada seorang pun yang mengimami mereka.

Sebagian orang berkata bahwa beliau akan dimakamkan di dekat mimbar. Dan yang lain berkata bahwa beliau akan dimakamkan di Baqi.

Lalu Abu Bakar ash-Shiddiq datang dan berkata: “Aku mendengar Rasulullah, semoga Allah memberkahinya dan memberinya keselamatan, bersabda: ‘Tidaklah seorang nabi pun dimakamkan kecuali di tempat di mana ia wafat’”.

Maka digalikan kubur untuk beliau di sana. Ketika tiba saat memandikannya, mereka hendak melepaskan gamisnya, lalu mereka mendengar suara yang berkata: “Jangan lepaskan gamis itu”. Maka gamis itu tidak dilepas dan beliau dimandikan dalam keadaan gamis itu tetap dikenakan padanya, semoga Allah memberkahinya dan memberinya keselamatan.

Book 16, Hadith 28
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Di Madinah ada dua orang laki-laki, salah satunya membuat lahad [ceruk di sisi kubur] dan yang lainnya tidak membuat lahad. Mereka berkata: “Siapa di antara keduanya yang datang lebih dahulu, maka dialah yang mengerjakan pekerjaannya.”

Maka orang yang membuat lahad itu datang lebih dahulu, lalu ia membuat lahad untuk Rasulullah, semoga Allah memberkahinya dan memberinya keselamatan.

Book 16, Hadith 29
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Umm Salamah, istri Nabi, semoga shalawat dan salam Allah tercurah kepadanya, biasa berkata: “Aku tidak mempercayai wafatnya Nabi, semoga shalawat dan salam Allah tercurah kepadanya, sampai aku mendengar suara dentingan cangkul.”

Book 16, Hadith 30
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Aisyah, istri Nabi, semoga salawat dan salam Allah atas beliau, berkata: “Aku melihat tiga bulan jatuh di kamarku, lalu aku menceritakan mimpiku kepada Abu Bakar Ash-Shiddiq.”

Ia berkata: “Ketika Rasulullah, semoga salawat dan salam Allah atas beliau, wafat dan dimakamkan di rumahnya, Abu Bakar berkata kepadanya: ‘Ini adalah salah satu dari bulan-bulanmu, dan ia adalah yang terbaik di antaranya.’”

Book 16, Hadith 31
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Bahwa Sa'd bin Abi Waqqas dan Sa'id bin Zayd bin Amr bin Nufail wafat di al-Aqiq lalu dibawa ke Madinah dan dimakamkan di sana.

Book 16, Hadith 32
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Ayahnya berkata: “Aku tidak suka dimakamkan di Baqi, karena dimakamkan di tempat selainnya lebih aku sukai daripada dimakamkan di sana. Sesungguhnya orang yang dimakamkan di sana hanyalah salah satu dari dua orang: bisa jadi orang zalim, maka aku tidak suka dimakamkan bersamanya, atau orang saleh, maka aku tidak suka tulang-belulangnya dibongkar karenaku.”

Book 16, Hadith 33
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Bahwa Rasulullah, semoga selawat dan salam Allah tercurah kepadanya, biasa berdiri untuk jenazah kemudian duduk setelah itu.

Book 16, Hadith 34
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Ali bin Abi Thalib biasa menjadikan kuburan sebagai bantal dan berbaring di atasnya.

Malik berkata: Menurut yang kami lihat, duduk di atas kuburan hanya dilarang untuk buang hajat.

Book 16, Hadith 35
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Kami biasa menghadiri jenazah, dan orang-orang yang terakhir tidak duduk hingga mereka diberi izin.

Book 16, Hadith 36
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Rasulullah, semoga Allah memberkahinya dan memberinya keselamatan, datang menjenguk Abdullah ibn Thabit lalu mendapatinya telah dikuasai oleh sakaratul maut. Beliau memanggilnya dengan keras, tetapi ia tidak menjawabnya. Maka Rasulullah, semoga Allah memberkahinya dan memberinya keselamatan, mengucapkan istirjaʿ dan bersabda: “Kami telah dikalahkan dalam urusanmu, wahai Abu ar-Rabiʿ.”

Kaum wanita pun berteriak dan menangis, dan Jabir mulai mendiamkan mereka. Maka Rasulullah, semoga Allah memberkahinya dan memberinya keselamatan, bersabda: “Biarkanlah mereka, dan apabila telah tiba ketetapannya, maka janganlah seorang wanita pun yang menangis.”

Mereka bertanya: Wahai Rasulullah, apakah ketetapan itu? Beliau bersabda: “Apabila ia meninggal.”

Lalu putrinya berkata: Demi Allah, sungguh aku berharap engkau menjadi seorang syahid, karena engkau telah menyelesaikan persiapan perbekalanmu.

Maka Rasulullah, semoga Allah memberkahinya dan memberinya keselamatan, bersabda: “Sesungguhnya Allah telah menetapkan pahalanya sesuai dengan niatnya. Dan apakah yang kalian anggap sebagai kesyahidan?”

Mereka berkata: Terbunuh di jalan Allah.

Maka Rasulullah, semoga Allah memberkahinya dan memberinya keselamatan, bersabda: “Para syuhada itu ada tujuh selain yang terbunuh di jalan Allah: orang yang mati karena thaʿun adalah syahid, orang yang tenggelam adalah syahid, orang yang menderita sakit dzatul janb adalah syahid, orang yang mati karena sakit perut adalah syahid, orang yang mati terbakar adalah syahid, orang yang mati tertimpa reruntuhan adalah syahid, dan wanita yang meninggal dengan kandungan yang terhimpun adalah syahidah.”

Book 16, Hadith 37
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

ʿAmrah binti ʿAbdurraḥmān mengabarkan kepadanya bahwa ia mendengar ʿĀisyah, Ummul Mukminin, berkata, ketika disebutkan kepadanya bahwa ʿAbdullāh bin ʿUmar berkata: “Sesungguhnya mayit itu benar-benar disiksa disebabkan tangisan orang yang hidup.”

ʿĀisyah berkata: “Semoga Allah mengampuni Abu ʿAbdurraḥmān! Sesungguhnya ia tidak berdusta, tetapi ia lupa atau keliru. Rasulullah, semoga Allah melimpahkan selawat dan salam kepadanya, hanyalah melewati seorang wanita Yahudi yang keluarganya menangisi dirinya, lalu beliau bersabda: ‘Sesungguhnya kalian menangisi dirinya, padahal sesungguhnya ia sedang disiksa di dalam kuburnya.’”

Book 16, Hadith 38
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Bahwa Rasulullah, semoga Allah melimpahkan salawat dan salam kepadanya, bersabda: "Tidaklah tiga orang anak dari seorang pun di antara kaum muslimin meninggal dunia, lalu ia disentuh oleh api neraka, kecuali sebagai pemenuhan sumpah."