Sunan Abi Dawud

Transaksi Komersial (Kitab Al-Buyu)

كتاب البيوع

Bab

Sunan Abi Dawud 3337

Telah menceritakan kepada kami Hafsh bin 'Umar dan Muslim bin Ibrahim -maknanya berdekatan- keduanya berkata: telah menceritakan kepada kami Syu'bah, dari Simak bin Harb, dari Abu Shafwan bin 'Umayrah, dia berkata: Aku datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam di Makkah sebelum beliau hijrah, dengan hadits ini, dan dia tidak menyebutkan 'menimbang dengan pahala'. Abu Dawud berkata: Qais meriwayatkannya sebagaimana Sufyan berkata, dan yang benar adalah perkataan Sufyan.

Bab

Sunan Abi Dawud 3349

Rasulullah ﷺ bersabda: Emas dibayar dengan emas, baik yang masih mentah maupun yang dicetak, perak dengan perak, baik yang masih mentah maupun yang dicetak (dengan berat yang sama), gandum dengan gandum dengan takaran yang sama, jelai dengan jelai dengan takaran yang sama, kurma dengan kurma dengan takaran yang sama, garam dengan garam dengan takaran yang sama; barangsiapa menambah atau meminta tambahan, maka ia telah melakukan riba. Tetapi tidak mengapa menjual emas dengan perak dan perak (dengan emas) dengan berat yang tidak sama, dengan pembayaran secara tunai. Janganlah kalian menjualnya jika pembayarannya ditangguhkan. Tidak mengapa menjual gandum dengan jelai dan jelai (dengan gandum) dengan takaran yang tidak sama, dengan pembayaran secara tunai. Jika pembayarannya ditangguhkan, maka janganlah kalian menjualnya.

Abu Dawud berkata: Hadis ini juga diriwayatkan oleh Sa'id bin Abi 'Arubah, Hisyam ad-Dastawa'i, dan Qatadah dari Muslim bin Yasar dengan sanadnya.

Bab

Sunan Abi Dawud 3351

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Isa, dan Abu Bakar bin Abu Syaibah serta Ahmad bin Mani' mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Ibnu Al-Mubarak. (Dalam riwayat lain) telah menceritakan kepada kami Ibnul 'Ala', telah mengabarkan kepada kami Ibnu Al-Mubarak, dari Sa'id bin Yazid, telah menceritakan kepadaku Khalid bin Abu 'Imran, dari Hanasy, dari Fadhalah bin 'Ubaid, dia berkata:

Pada tahun Khaibar, Nabi (ﷺ) dibawakan sebuah kalung yang berisi emas dan manik-manik. —Abu Bakar dan Ibnu Mani' berkata: padanya terdapat manik-manik yang digantung dengan emas—. Seorang lelaki membelinya dengan sembilan dinar atau tujuh dinar, maka Nabi (ﷺ) bersabda: “Jangan, sampai engkau memisahkan antara ini dan ini.” Dia berkata: “Sesungguhnya aku hanya menginginkan batu (الْحِجَارَة).” Nabi (ﷺ) bersabda: “Jangan, sampai engkau memisahkan antara keduanya.” Dia berkata: Maka dia mengembalikannya sampai dipisahkan antara keduanya.

Ibnu Isa berkata: “Yang aku maksud adalah perdagangan (التِّجَارَة).” Abu Dawud berkata: Dalam bukunya tertulis الْحِجَارَة (batu), lalu dia mengubahnya dan menuturkan التِّجَارَة (perdagangan).

Bab

Sunan Abi Dawud 3354

Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il dan Muhammad bin Mahbub -dengan makna yang sama- keduanya berkata: telah menceritakan kepada kami Hammad, dari Simak bin Harb, dari Sa'id bin Jubair, dari Ibnu Umar, dia berkata: Aku biasa menjual unta di Baqi', lalu aku menjual dengan dinar dan menerima dirham, dan menjual dengan dirham dan menerima dinar. Aku mengambil ini dari ini dan memberikan ini dari ini. Maka aku datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika beliau berada di rumah Hafshah. Aku berkata: Wahai Rasulullah, pelan-pelanlah, aku akan bertanya kepadamu. Sesungguhnya aku menjual unta di Baqi', lalu aku menjual dengan dinar dan menerima dirham, dan menjual dengan dirham dan menerima dinar. Aku mengambil ini dari ini dan memberikan ini dari ini. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Tidak mengapa engkau mengambilnya dengan harga pada hari itu selama kalian berdua belum berpisah dengan masih ada sesuatu yang belum diselesaikan antara kalian.

Bab

Sunan Abi Dawud 3356

Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il, telah menceritakan kepada kami Hammad, dari Qatadah, dari al-Hasan, dari Samurah, bahwa Nabi ﷺ melarang menjual hewan dengan hewan secara tempo.

Bab

Sunan Abi Dawud 3327

Telah menceritakan kepada kami al-Husain bin Isa al-Busthami, Hamid bin Yahya, dan Abdullah bin Muhammad az-Zuhri, mereka berkata: Telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Jami' bin Abi Rasyid, Abdul Malik bin A'yan, dan 'Ashim, dari Abu Wa'il, dari Qais bin Abi Gharazah, dengan maksud yang sama, dia berkata: «Kebohongan dan sumpah hadir di dalamnya». Dan Abdullah az-Zuhri berkata: «Perkataan yang sia-sia dan kebohongan».

Bab

Sunan Abi Dawud 3332

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin al-'Ala', telah mengabarkan kepada kami Ibnu Idris, telah mengabarkan kepada kami 'Ashim bin Kulaib, dari ayahnya, dari seorang laki-laki dari kalangan Anshar, dia berkata: Kami keluar bersama Rasulullah ﷺ pada suatu jenazah, lalu aku melihat Rasulullah ﷺ berada di sisi kubur, memberi petunjuk kepada penggali: "Lapangkanlah dari arah kedua kakinya, lapangkanlah dari arah kepalanya." Ketika beliau kembali, beliau ditemui oleh utusan seorang wanita, maka beliau datang, lalu dihidangkan makanan, beliau meletakkan tangannya (mengambil suapan), kemudian orang-orang pun ikut makan. Bapak-bapak kami memperhatikan Rasulullah ﷺ mengunyah suapan di mulutnya.

Beliau bersabda: Aku mendapati daging kambing yang diambil tanpa seizin pemiliknya.

Wanita itu mengirim utusan, dia berkata: Wahai Rasulullah, aku mengirim seseorang ke al-Baqi' untuk membelikan seekor kambing, tetapi dia tidak mendapatkannya; maka aku mengirim (pesan) kepada tetanggaku yang telah membeli kambing, agar dia mengirimkannya kepadaku dengan harga (yang dia bayar), tetapi dia tidak ditemukan; maka aku mengirim (pesan) kepada istrinya, lalu dia mengirimnya kepadaku.

Rasulullah ﷺ bersabda: Berikanlah makanan ini kepada para tawanan.

Bab

Sunan Abi Dawud 3342

Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Daud al-Mahri, telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahb, telah menceritakan kepadaku Sa'id bin Abi Ayyub bahwasanya ia mendengar Abu Abdullah al-Qurasyi berkata: Aku mendengar Abu Burdah bin Abi Musa al-Asy'ari berkata dari ayahnya, dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwasanya beliau bersabda:

“Sesungguhnya dosa yang paling besar di sisi Allah —setelah dosa-dosa besar yang Allah larang— adalah seseorang meninggal dunia dalam keadaan memiliki utang dan tidak meninggalkan sesuatu untuk melunasinya, lalu ia menghadap Allah dengan (utang) itu.”

Bab

Sunan Abi Dawud 3350

Dia berkata: Jika jenis-jenis ini berbeda, maka juallah sesukamu apabila dilakukan secara tunai.

Bab

Sunan Abi Dawud 3326

Pada masa Rasulullah ﷺ kami disebut sebagai makelar (perantara). Suatu hari Rasulullah ﷺ melewati kami lalu menyebut kami dengan nama yang lebih baik dari itu. Beliau bersabda: «Wahai para pedagang, sesungguhnya jual beli itu dihadiri oleh perkataan sia-sia dan sumpah, maka campurkanlah dengan sedekah».

Bab

Sunan Abi Dawud 3329

Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas, dan di antara keduanya terdapat perkara-perkara yang samar.” Kadang beliau mengucapkan: “samar-samar”.

“Dan aku akan berikan kepada kalian contoh tentang hal ini. Sesungguhnya Allah memiliki suatu batas (larangan), dan batas Allah adalah apa-apa yang Dia haramkan. Barangsiapa menggembalakan (ternaknya) di sekitar batas itu, dikhawatirkan akan masuk ke dalamnya. Dan barangsiapa bergaul dengan keraguan, dikhawatirkan akan berani (melakukan yang haram).”

Bab

Sunan Abi Dawud 3333

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melaknat pemakan riba, yang membayarnya, yang menjadi saksinya, dan yang mencatatnya.

Bab

Sunan Abi Dawud 3334

Dari ayahnya, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda pada Haji Wada': 'Ketahuilah, sesungguhnya setiap riba dari riba Jahiliyah telah dihapuskan. Kalian berhak atas pokok harta kalian; kalian tidak boleh berbuat zalim dan tidak boleh dizalimi.'

'Ketahuilah, sesungguhnya setiap tuntutan darah dari masa Jahiliyah telah dihapuskan. Dan tuntutan darah pertama yang aku hapuskan adalah darah al-Harits bin Abdul-Muththalib yang disusukan di kalangan Bani Laits dan dibunuh oleh Hudzail.'

Kemudian beliau bersabda: 'Ya Allah, apakah aku telah menyampaikan?' Mereka menjawab: 'Ya', tiga kali. Kemudian beliau bersabda: 'Ya Allah, saksikanlah', tiga kali.

Bab

Sunan Abi Dawud 3335

Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin 'Amr bin al-Sarh, telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb, (dan dari jalur lain) telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Shalih, telah menceritakan kepada kami 'Anbasah, dari Yunus, dari Ibnu Syihab, dia berkata: Ibnu al-Musayyab berkata: Abu Hurairah berkata: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: "Sumpah itu melariskan barang dagangan, tetapi menghilangkan keberkahan." Ibnu al-Sarh berkata: "untuk penghasilan." Beliau juga meriwayatkan dari Sa'id bin al-Musayyab dari Abu Hurairah dari Nabi ﷺ.

Bab

Sunan Abi Dawud 3341

Telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Manshur, telah menceritakan kepada kami Abu al-Ahwas, dari Sa'id bin Masruq, dari asy-Sya'bi, dari Sam'an, dari Samurah, ia berkata:

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkhutbah di hadapan kami, beliau bersabda: «Apakah di sini ada seseorang dari Bani Fulan?» Tidak ada seorang pun yang menjawab.

Kemudian beliau bertanya lagi: «Apakah di sini ada seseorang dari Bani Fulan?» Tidak ada seorang pun yang menjawab.

Kemudian beliau bertanya lagi: «Apakah di sini ada seseorang dari Bani Fulan?»

Maka seorang laki-laki berdiri dan berkata: «Saya ada, wahai Rasulullah».

Beliau bersabda: «Apa yang menghalangimu untuk menjawabku pada dua kali pertanyaan sebelumnya? Ketahuilah, aku tidak menyebut kalian kecuali untuk kebaikan. Sesungguhnya sahabatmu ditahan karena utangnya».

Sungguh, saya melihatnya ia melunasi utang tersebut hingga tidak ada seorang pun yang menuntutnya dengan sesuatu.

Abu Dawud berkata: Sam'an adalah Sam'an bin Musyannaj.

Sunan Abi Dawud 3343

Rasulullah ﷺ tidak melaksanakan salat jenazah atas seseorang yang meninggal dalam keadaan memiliki tanggungan utang. Lalu didatangkan kepadanya seorang jenazah, beliau bertanya: “Apakah dia memiliki utang?” Mereka menjawab: “Ya, dua dinar.” Beliau bersabda: “Salatkanlah sendiri sahabat kalian.”

Maka Abu Qatadah al-Anshari berkata: “Dua (dinar) itu menjadi tanggunganku, wahai Rasulullah.” Kemudian Rasulullah ﷺ menyalatkan jenazah tersebut.

Ketika Allah memberikan kemenangan (penaklukan) kepada Rasulullah ﷺ, beliau bersabda: “Aku lebih berhak atas setiap mukmin daripada dirinya sendiri. Maka barangsiapa meninggalkan utang, maka akulah yang melunasinya; dan barangsiapa meninggalkan harta, maka itu untuk para ahli warisnya.”

Sunan Abi Dawud 3344

Dia membeli seekor anak sapi dari kafilah, tetapi dia tidak memiliki uang untuk membayarnya. Lalu dia menjualnya dengan untung dan memberikan keuntungan itu sebagai sedekah kepada para janda Bani Abdul Muthalib. Kemudian dia berkata: Aku tidak akan membeli sesuatu lagi setelah ini kecuali aku memiliki uang untuk membayarnya.

Bab

Sunan Abi Dawud 3346

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam meminjam seekor unta muda, lalu ketika unta-unta sedekah (zakat) datang kepadanya, beliau memerintahkanku untuk membayar orang itu unta mudanya. Aku berkata: Aku tidak menemukan di antara unta-unta itu kecuali unta yang unggul, berumur tujuh tahun. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Berikanlah kepadanya, karena sebaik-baik manusia adalah yang paling baik dalam membayar utang.

Bab

Sunan Abi Dawud 3352

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id, telah menceritakan kepada kami Al-Laits, dari Abu Syuja' Sa'id bin Yazid, dari Khalid bin Abi 'Imran, dari Hanasy Ash-Shan'ani, dari Fadhalah bin 'Ubaid, dia berkata: Pada hari Khaibar aku membeli sebuah kalung seharga dua belas dinar yang berisi emas dan manik-manik. Lalu aku memisahkannya dan aku dapati padanya lebih dari dua belas dinar. Maka aku sampaikan hal itu kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, lalu beliau bersabda: 'Tidak boleh dijual hingga dipisahkan.'