Sunan Ibn Majah
Bab tentang Pakaian
كتاب اللباس
Bab 25
لُبْسِ جُلُودِ الْمَيْتَةِ إِذَا دُبِغَتْ
Abu Bakr telah menceritakan kepada kami: Sufyan bin Uyainah telah menceritakan kepada kami, dari Zaid bin Aslam, dari Abdurrahman bin Wa'lah, dari Ibnu Abbas, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah (ﷺ) bersabda, ‘Kulit apa pun yang disamak menjadi suci.’
Abu Bakr bin Abi Syaibah telah menceritakan kepada kami: Sufyan bin Uyainah telah menceritakan kepada kami, dari az-Zuhri, dari Ubaidullah bin Abdullah, dari Ibnu Abbas, dari Maimunah, bahwa seekor kambing milik budak perempuan yang telah dimerdekakan oleh Maimunah lewat di hadapan Nabi (ﷺ). Kambing itu telah diberikan kepadanya sebagai sedekah dalam keadaan sudah mati. Beliau bersabda, ‘Mengapa mereka tidak mengambil kulitnya, menyamaknya, lalu memanfaatkannya?’ Mereka berkata, ‘Wahai Rasulullah, kambing itu sudah mati.’ Beliau menjawab, ‘Yang diharamkan hanyalah memakannya.’
Abu Bakr bin Abi Syaibah telah menceritakan kepada kami: Abdurrahim bin Sulaiman telah menceritakan kepada kami, dari Laits, dari Syahr bin Hausyab, dari Salman, ia berkata: Salah seorang Ummul Mukminin memiliki seekor kambing yang mati. Rasulullah (ﷺ) melewatinya dan bersabda, ‘Apa yang menghalangi penghuni rumah ini untuk memanfaatkan kulitnya?’
Abu Bakr bin Abi Syaibah telah menceritakan kepada kami: Khalid bin Makhlad telah menceritakan kepada kami, dari Malik bin Anas, dari Yazid bin Qusait, dari Muhammad bin Abdurrahman, dari ibunya, dari Aisyah, ia berkata: Rasulullah (ﷺ) memerintahkan agar kulit bangkai dimanfaatkan setelah disamak.
Bab 26
مَنْ كَانَ لاَ يَنْتَفِعُ مِنَ الْمَيْتَةِ بِإِهَابٍ وَلاَ عَصَبٍ
Abu Bakr telah menceritakan kepada kami, dari Jarir, dari Manshur. (H) Abu Bakr bin Abi Syaibah telah menceritakan kepada kami, dari Ali bin Mushir, dari asy-Syaibani. (H) Abu Bakr telah menceritakan kepada kami, dari Gundar, dari Syu‘bah. Semuanya meriwayatkan dari al-Hakam, dari Abdurrahman bin Abi Laila, dari Abdullah bin Ukaim, ia berkata: Surat Nabi (ﷺ) sampai kepada kami: ‘Janganlah kalian mengambil manfaat dari kulit maupun urat hewan bangkai.’
Bab 27
صِفَةِ النِّعَالِ
Ali bin Muhammad telah menceritakan kepada kami: Waki telah menceritakan kepada kami, dari Sufyan, dari Khalid al-Hadzdza, dari Abdullah bin al-Harits, dari Abdullah bin al-Abbas, ia berkata: Sandal Nabi (ﷺ) memiliki dua tali pengikat, yang masing-masing talinya dilipat menjadi dua.
Abu Bakr bin Abi Syaibah telah menceritakan kepada kami: Yazid bin Harun telah menceritakan kepada kami, dari Hammam, dari Qatadah, dari Anas, ia berkata: Sandal Nabi (ﷺ) memiliki dua tali pengikat.
Bab 28
لُبْسِ النِّعَالِ وَخَلْعِهَا
Abu Bakr telah menceritakan kepada kami: Waki telah menceritakan kepada kami, dari Syu‘bah, dari Muhammad bin Ziyad, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah (ﷺ) bersabda, ‘Apabila salah seorang dari kalian memakai sandal, mulailah dengan kaki kanan; dan apabila melepasnya, mulailah dengan kaki kiri.’
Bab 29
الْمَشْىِ فِي النَّعْلِ الْوَاحِدِ
Abu Bakr telah menceritakan kepada kami: Abdullah bin Idris telah menceritakan kepada kami, dari Ibnu Ajlan, dari Said bin Abi Said, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah (ﷺ) bersabda, ‘Janganlah salah seorang dari kalian berjalan dengan hanya memakai satu sandal atau satu khuf; hendaklah ia melepas keduanya atau memakai keduanya sekaligus.’
Bab 30
الاِنْتِعَالِ قَائِمًا
Ali bin Muhammad telah menceritakan kepada kami: Abu Muawiyah telah menceritakan kepada kami, dari al-Amasy, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah (ﷺ) melarang seseorang memakai sandal sambil berdiri.
Ali bin Muhammad telah menceritakan kepada kami: Waki telah menceritakan kepada kami, dari Sufyan, dari Abdullah bin Dinar, dari Ibnu Umar, ia berkata: Nabi (ﷺ) melarang seorang laki-laki memakai sandal sambil berdiri.
Bab 31
الْخِفَافِ السُّودِ
Abu Bakr telah menceritakan kepada kami: Waki telah menceritakan kepada kami: Dalham bin Shalih al-Kindi telah menceritakan kepada kami, dari Hujair bin Abdullah al-Kindi, dari Ibnu Buraidah, dari ayahnya, bahwa an-Najasyi menghadiahkan kepada Rasulullah (ﷺ) sepasang khuf hitam polos, lalu beliau mengenakannya.
Bab 32
الْخِضَابِ بِالْحِنَّاءِ
Abu Bakr telah menceritakan kepada kami: Sufyan bin Uyainah telah menceritakan kepada kami, dari az-Zuhri, yang mendengar Abu Salamah dan Sulaiman bin Yasar memberitakan dari Abu Hurairah, yang menyandarkan riwayat itu kepada Nabi (ﷺ), beliau bersabda, ‘Sesungguhnya orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak mencelup rambut, maka berbedalah kalian dari mereka.’
Abu Bakr telah menceritakan kepada kami: Abdullah bin Idris telah menceritakan kepada kami, dari al-Ajlakh, dari Abdullah bin Buraidah, dari Abu al-Aswad ad-Duali, dari Abu Dzar, bahwa Rasulullah (ﷺ) bersabda, ‘Sebaik-baik bahan untuk mengubah uban kalian adalah henna dan katam.’
Abu Bakr telah menceritakan kepada kami: Yunus bin Muhammad telah menceritakan kepada kami: Sallam bin Abi Muthi telah menceritakan kepada kami, dari Utsman bin Mawhab, ia berkata: Aku masuk menemui Ummu Salamah. Ia mengeluarkan untukku beberapa helai rambut Rasulullah (ﷺ) yang diwarnai dengan henna dan katam.
Bab 33
الْخِضَابِ بِالسَّوَادِ
Abu Bakr bin Abi Syaibah telah menceritakan kepada kami: Ismail bin Ulayyah telah menceritakan kepada kami, dari Laits, dari Abu az-Zubair, dari Jabir, ia berkata: Pada hari Penaklukan Makkah, Abu Quhafah dibawa menghadap Nabi (ﷺ). Kepalanya seperti tanaman putih bernama tsughama. Rasulullah (ﷺ) bersabda, ‘Bawalah dia kepada salah seorang istrinya agar ia mengubah warna rambutnya, tetapi hindarilah warna hitam.’
Abu Hurairah ash-Shairafi, Muhammad bin Firas, telah menceritakan kepada kami: Umar bin Khattab bin Zakariya ar-Rasibi telah menceritakan kepada kami: Daffa bin Daghfal as-Sadusi telah menceritakan kepada kami, dari Abdul Hamid bin Shaifi, dari ayahnya, dari kakeknya, Suhaib al-Khair, ia berkata: Rasulullah (ﷺ) bersabda, ‘Sebaik-baik bahan yang kalian gunakan untuk menyemir adalah warna hitam ini. Hal itu lebih membuat kalian disukai istri-istri kalian dan lebih membuat kalian disegani di hati musuh-musuh kalian.’
Bab 34
الْخِضَابِ بِالصُّفْرَةِ
Abu Bakr bin Abi Syaibah telah menceritakan kepada kami: Abu Usamah telah menceritakan kepada kami, dari Ubaidullah bin Umar, dari Sa'id bin Abi Sa'id, bahwa Ubaid bin Juraij bertanya kepada Ibnu Umar: “Aku melihat engkau mewarnai jenggotmu menjadi kuning dengan wars.” Ibnu Umar menjawab: “Adapun aku mewarnai jenggotku menjadi kuning dengan wars, aku pernah melihat Rasulullah ﷺ mewarnai jenggot beliau menjadi kuning.”
Abu Bakr telah menceritakan kepada kami: Ishaq bin Mansur telah menceritakan kepada kami: Muhammad bin Talhah telah menceritakan kepada kami, dari Humaid bin Wahb, dari Ibnu Tawus, dari Tawus, dari Ibnu Abbas, ia berkata: Nabi ﷺ melewati seorang laki-laki yang mewarnai rambutnya dengan henna, lalu beliau bersabda, “Betapa bagusnya ini!” Kemudian beliau melewati orang lain yang mewarnai rambutnya dengan henna dan katam, lalu bersabda, “Yang ini lebih bagus daripada yang itu.” Kemudian beliau melewati orang lain yang mewarnai rambutnya menjadi kuning, lalu bersabda, “Yang ini lebih bagus daripada semuanya.” Ia berkata: Tawus biasa mewarnai rambutnya menjadi kuning.
Bab 35
مَنْ تَرَكَ الْخِضَابَ
Muhammad bin al-Mutsanna telah menceritakan kepada kami: Abu Dawud telah menceritakan kepada kami: Zuhair telah menceritakan kepada kami, dari Abu Ishaq, dari Abu Juhaifah, ia berkata: “Aku melihat Rasulullah ﷺ; bagian beliau ini berwarna putih.” Yang dimaksud ialah rambut di bawah bibir bawah beliau.