Riyad as-Salihin

Kitab Kebajikan

كتاب الفضائل

Bab : Keunggulan Melanjutkan Menuju Jalan Masjid

Riyad as-Salihin 1058
Buraidah -raḍiyallāhu 'anhu- dilaporkan

Rasulullah SAW bersabda, “Sampaikan kabar gembira kepada orang-orang yang berjalan ke masjid dalam kegelapan. ﷺ Sesungguhnya mereka akan diberi cahaya yang penuh pada hari kiamat.” (At-Tirmidhi dan Abu Dawud)

Riyad as-Salihin 1059
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- melaporkan

Rasulullah SAW bersabda, “Tidakkah aku memberitahukan kepadamu sesuatu yang dengannya Allah menghapus dosa-dosa dan mengangkat barisan (di surga)?” ﷺ Para sahabat berkata: “Ya (tolong beri tahu kami), wahai Rasulullah.” Beliau berkata, “Melaksanakan wudu dengan benar meskipun dalam keadaan sulit, berjalan dengan lebih banyak langkah ke masjid, dan menunggu shalat berikutnya setelah melaksanakan shalat; dan itu adalah Ar-Ribat, dan itu adalah Ar-Ribat.” [Muslim].

Bab : Keunggulan menunggu shalat

Riyad as-Salihin 1061
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- melaporkan

Rasulullah SAW bersabda, “Setiap orang di antara kamu akan dianggap sibuk dalam shalat selama shalat menahannya (dari urusan duniawi), dan tidak ada yang menghalangi dia untuk kembali ke keluarganya kecuali shalat.” ﷺ (Al-Bukhari dan Muslim)

Bab : Keunggulan Melakukan Shalat (Shalat) dalam Kongregasi

Riyad as-Salihin 1065
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- melaporkan

Rasulullah SAW bersabda, “Shalat seseorang berjamaah dua puluh lima kali lebih bermanfaat daripada shalat di rumah atau di tokonya, dan itu karena ketika dia melakukan wudunya dengan benar dan melanjutkan ke masjid dengan tujuan melaksanakan shalat secara berjamaah, dia tidak mengambil langkah tanpa dinaikkan (pangkat) untuk itu dan dihapuskan dosanya, sampai dia masuk masjid. ﷺ Ketika dia melakukan shalat, para malaikat terus memohon berkah Allah kepadanya selama dia berada di tempat ibadahnya dalam keadaan wudu'. Mereka berkata: “Ya Allah! Kasihanilah dia! Ya Allah! Maafkan dia.” Dia dianggap terlibat dalam shalat selama dia menunggunya.” (Al-Bukhari dan Muslim).

Riyad as-Salihin 1068
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- melaporkan

Rasulullah SAW (ﷺ) berkata, “Demi Dia yang hidup saya berada di tangan-Nya, kadang-kadang saya berpikir untuk memberi perintah untuk mengumpulkan kayu bakar, kemudian untuk memberitakan azan untuk shalat. Kemudian aku akan menunjuk seorang imam untuk memimpin shalat, kemudian pergi ke rumah-rumah orang-orang yang tidak datang untuk melakukan shalat, dan membakar rumah-rumah mereka di atas mereka. (Al-Bukhari dan Muslim)

Riyad as-Salihin 1070
Abud-Darda' -raḍiyallāhu 'anhu-

Saya mendengar Rasulullah (ﷺ) berkata, “Jika tiga orang di desa atau di padang pasir tidak mengatur shalat secara berkumpul, pasti Setan telah mengalahkan mereka. Maka beribadahlah shalat dalam berkumpul, karena serigala memakan seekor domba sendirian yang tinggal jauh dari kawanan domba.” [Abu Dawud].

Bab : Perintah Ketat untuk Ketaatan Shalat Wajib

Riyad as-Salihin 1079
Buraidah -raḍiyallāhu 'anhu- dilaporkan

Rasulullah SAW bersabda, “Yang membedakan kami dari orang-orang kafir dan munafik adalah shalat kami. ﷺ Barangsiapa meninggalkannya, maka ia menjadi kafir.” [At-Tirmidhi].

Bab : Keunggulan Berdiri di Baris Pertama (Dalam Shalat)

Riyad as-Salihin 1082
Jabir bin Samurah -raḍiyallāhu 'anhu- melaporkan

Rasulullah SAW (ﷺ) datang kepada kami (sekali) dan berkata, “Mengapa kamu tidak berdiri berbaris seperti malaikat di depan rubah mereka?” Kami bertanya: “Wahai Rasulullah! Bagaimana para malaikat berdiri berbaris di depan Rubb mereka?” Dia (ﷺ) menjawab, “Mereka menyelesaikan setiap baris dimulai dengan yang pertama dan mengisi semua celah.” [Muslim].

Riyad as-Salihin 1083
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- melaporkan

Rasulullah SAW (ﷺ) berkata, “Jika orang mengetahui berkah dari memanggil Adzan dan berdiri di baris pertama, mereka tidak bisa berbuat apa-apa selain menarik undian untuk mengamankan hak istimewa ini.” (Al-Bukhari dan Muslim)

Riyad as-Salihin 1084
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- melaporkan

Rasulullah SAW bersabda, “Yang terbaik dari barisan laki-laki (dalam shalat) adalah baris pertama dan yang terburuk adalah yang terakhir; tetapi yang terbaik dari barisan wanita adalah yang terakhir dan yang terburuk dari barisan mereka adalah yang pertama.” ﷺ [Muslim].

Riyad as-Salihin 1086
Abu Mas'ud -raḍiyallāhu 'anhu-

Rasulullah SAW (ﷺ) biasa menepuk bahu kami dengan lembut ketika kami berdiri dalam barisan pada saat shalat dan berkata, “Janganlah kamu berbeda-beda satu sama lain, supaya hatimu tidak berselisih. Biarlah orang-orang yang dewasa dan bijaksana di antara kamu lebih dekat kepada-Ku, dan kemudian orang-orang yang berada di sebelah mereka. [Muslim].

Riyad as-Salihin 1090
Al-Bara' bin 'Azib -raḍiyallāhu 'anhu- melaporkan

Rasulullah SAW (ﷺ) biasa melewati barisan dari satu ujung ke ujung yang lain, menyentuh dada dan bahu kami (yaitu, mengatur barisan) dalam baris dan berkata, “Jangan keluar dari garis, jika tidak hatimu akan berselisih”. Dia menambahkan, “Allah dan malaikat-malaikat-Nya memohon berkah pada baris pertama.” [Abu Dawud].

Riyad as-Salihin 1093
Anas -raḍiyallāhu 'anhu- melaporkan

Rasulullah SAW (ﷺ) berkata, “Isi (lengkapi) baris pertama, lalu yang di sebelahnya; dan jika ada kekurangan (ketidaklengkapan), itu harus di baris terakhir.” [Abu Dawud].

Riyad as-Salihin 1095
Al-Bara' -raḍiyallāhu 'anhu-

Setiap kali kami melakukan shalat di belakang Rasulullah (ﷺ), kami suka berada di sisi kanannya agar wajahnya berpaling ke arah kami (di akhir shalat). Suatu hari, saya mendengar Rasulullah (ﷺ) berdoa, “Wahai Rubbku! Lindungi aku dari siksa-Mu pada hari ketika Engkau mengumpulkan (atau berkata: “Bangkitkanlah) hamba-hamba-hamba-Mu.” [Muslim].

Bab : Keunggulan Shalat Pilihan (Sunnah Mu'akkadah) beserta Shalat Wajib

Riyad as-Salihin 1097
Umm Habibah -raḍiyallāhu 'anhu- Bunda orang-orang Mukmin melaporkan

Saya mendengar Rasulullah (ﷺ) berkata, “Sebuah rumah akan dibangun di surga untuk setiap Muslim yang menawarkan dua belas rakaat shalat opsional selain shalat wajib dalam sehari dan malam (untuk mencari kesenangan Allah).” [Muslim].

Bab : Penekanan Melakukan Dua Rak'ah Sunnah Sebelum Shalat Fajar

Riyad as-Salihin 1100
Aisyah -raḍiyallāhu 'anhu-

Rasulullah SAW (ﷺ) tidak pernah melupakan empat shalat raka'at sebelum shalat zuhr dan dua salat raka'at sebelum shalat fajar (fajar). [Al-Bukhari].

Bab : Singkat yang harus diadopsi dalam melaksanakan dua raka'at sunnah sebelum shalat subuh, waktunya dan surah untuk dibacakan di dalamnya

Riyad as-Salihin 1107
Ibnu Abbas -raḍiyallāhu 'anhu-

Rasulullah SAW bersabda dalam dua rakaat shalat fajar: “Katakanlah (wahai Muslim): Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami...” (2:136) yang ada dalam Surat Al-Baqarah pada raka'at pertama dan ayat: “Kami beriman kepada Allah dan bersaksi bahwa kami adalah Muslim (yaitu, kami tunduk kepada Allah.” (3:52) Raka'at kedua. Menurut narasi lain, dia (ﷺ) membacakan ayat-ayat dari Surat Al-'Imran: “Marilah perkataan yang adil antara kami dan kamu...” (3:64). ﷺ [Muslim].

Riyad as-Salihin 1108
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- melaporkan

Rasulullah SAW (ﷺ) membacakan dalam dua raka'at supererogasi dari salat Fajar Surat Al-Kafirun (No. 109) [dalam raka'at pertama], dan Surat Al-Ikhlas (No. 112) [di raka'at kedua]. [Muslim].

Riyad as-Salihin 1109
Ibnu Umar -raḍiyallāhu 'anhu-

Saya mengamati Nabi (ﷺ) selama satu bulan membacakan di dua raka'at supererogatorium dari shalat Fajar Surat Al-Kafirun (No. 109) [di raka'at pertama], dan Surat Al-Ikhlas (No. 112) [di raka'at kedua]. [At-Tirmidhi].

Bab : Keinginan Berbaring di Sisi Kanan Sesudah Sunnah Shalat Fajar

Riyad as-Salihin 1110
Aisyah -raḍiyallāhu 'anhu-

Ketika Nabi (ﷺ) telah melakukan dua raka'at sebelum shalat fajar, dia akan berbaring di sisi kanannya. [Al-Bukhari].