Jami' at-Tirmidhi

Bab Tentang Zuhd

كتاب الزهد عن رسول الله صلى الله عليه وسلم

Bab 32: Mengenai Keutamaan Mencukupi Dengan Apa Yang Cukup Dan Memberikan Surplus

مِنْهُ

Jami` at-Tirmidhi 2343
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Abu Umamah menceritakan bahwa Nabi (s.a.w) berkata

“Wahai anak Adam! Jika Anda memberikan kelebihan Anda, itu lebih baik bagi Anda, dan jika Anda menyimpannya, itu lebih buruk bagi Anda, tetapi tidak ada salahnya dengan apa yang cukup. Dan mulailah (memberi) dengan tanggunganmu, dan yang lebih unggul (memberi) lebih baik daripada tangan yang lebih rendah (menerima).

Bab 33: Tentang Reliance On Allah

فِي التَّوَكُّلِ عَلَى اللَّهِ

Jami` at-Tirmidhi 2344
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Umar bin Al-Khattab menceritakan bahwa Rasulullah saw berkata

“Jika kamu bertawakkal kepada Allah dengan ketekunan yang diperlukan, niscaya Dia akan memberi rezeki kepadamu seperti yang diberikan seekor burung, ia keluar di pagi hari dengan kosong dan kembali penuh.”

Jami` at-Tirmidhi 2345
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Anas bin Malik menceritakan

“Ada dua bersaudara pada masa Rasulullah (s.a.w). Salah satu dari mereka biasa datang kepada nabi (s.a.w), dan yang lainnya memiliki beberapa urusan. Pengusaha di antara mereka mengeluh kepada Nabi (s.a.w) tentang saudaranya, maka dia berkata: “Mungkin kamu mendapat rezeki karena dia.”

Bab 34: Tentang Deskripsi Orang Untuk Siapa Dunia Telah Dikumpulkan

Jami` at-Tirmidhi 2346
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Salamah bin 'Ubaidullah bin Mihsan Al-Khatmi diceritakan dari ayahnya - dan dia adalah seorang sahabat- yang berkata

Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa di antara kamu bangun di pagi hari dengan aman di tempat tinggalnya, sehat di tubuhnya, makan untuk hari itu, maka seolah-olah dunia telah dikumpulkan untuknya.”

Bab 35: Apa Yang Telah Terkait Tentang Apa Yang Cukup Dan Bersabar Terhadapnya

مَا جَاءَ فِي الْكَفَافِ وَالصَّبْرِ عَلَيْهِ

Jami` at-Tirmidhi 2347
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Abu Umamah menceritakan bahwa Nabi (s.a.w) berkata

“Sesungguhnya sahabatku yang paling baik bagi diriku adalah orang yang memiliki syarat yang sedikit, yang bagiannya adalah shalat, menyembah Tuhannya dengan baik dan menaati dia secara pribadi. Dia tidak jelas di antara orang-orang sehingga jari-jarinya tidak menunjuk ke arahnya. Padahal rezekinya hanyalah cukupi dan dia sabar terhadap hal itu.” Kemudian dia mengetuk jari-jarinya dan berkata: “Kematiannya datang dengan cepat, pelayatnya sedikit, dan warisannya sedikit.” Dengan ini (di atas), rantai diceritakan bahwa Nabi (s.a.w) berkata: “Tuhanku mempersembahkan kepadaku, bahwa Dia akan membuat lembah Mekah menjadi emas bagiku, aku berkata: 'Tidak, ya Tuhan! Tetapi kenyang selama sehari dan lapar selama sehari” - atau dia berkata: “tiga hari” atau sesuatu seperti itu - “Jadi ketika aku lapar, aku akan memohon kepada-Mu dan mengingat Engkau, dan ketika aku kenyang, aku akan bersyukur kepada-Mu dan memuji-Mu.”

Jami` at-Tirmidhi 2348
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
'Abdullah bin 'Amr menceritakan bahwa Rasulullah SAW berkata

“Dia yang menerima Islam telah berhasil, dan diberi rezeki dengan apa yang cukup dan dipuaskan oleh Allah.”

Jami` at-Tirmidhi 2349
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Fadalah bin 'Ubaid menceritakan bahwa dia mendengar Rasulullah saw berkata

“Kabar gembira bagi siapa yang mendapat petunjuk kepada Islam, maka penghidupannya cukup dan dia puas.”

Bab 36: Apa Yang Telah Terkait Tentang Keutamaan Kemiskinan

مَا جَاءَ فِي فَضْلِ الْفَقْرِ

Jami` at-Tirmidhi 2350
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Abdullah bin Maghaffal berkata

Seorang pria berkata kepada Nabi (saw): “Wahai Rasulullah! Demi Allah! Sesungguhnya aku mencintaimu!” Maka dia berkata: “Perhatikanlah apa yang kamu katakan.” Dia berkata: “Demi Allah! Sesungguhnya aku mencintaimu!” Tiga kali. Dia berkata: “Jika kamu mengasihi Aku, maka bersiaplah dan persenjatai dirimu melawan kemiskinan. Sesungguhnya kemiskinan datang lebih cepat atas siapa yang mengasihi Aku daripada banjir sampai ke tempat tujuannya.”

Bab 37: Apa yang Terkait Tentang 'Orang Miskin Muhajirin Akan Masuk Surga Sebelum Orang Kaya Di Antara Mereka”

مَا جَاءَ أَنَّ فُقَرَاءَ الْمُهَاجِرِينَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ قَبْلَ أَغْنِيَائِهِمْ

Jami` at-Tirmidhi 2351
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Abu Sa'id menceritakan bahwa Rasulullah saw berkata

“Muhajirin yang miskin akan masuk surga sebelum orang kaya di antara mereka selama lima ratus tahun.”

Jami` at-Tirmidhi 2352
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Anas menceritakan bahwa Rasulullah saw berkata

“Ya Allah! Jadikanlah aku hidup miskin dan matikanlah aku sebagai orang miskin dan kumpulkanlah aku dalam golongan orang-orang miskin pada hari kiamat.” Aisha berkata: “Mengapa wahai Rasulullah?” Musa berkata: “Sesungguhnya mereka masuk surga sebelum mereka kaya pada empat puluh musim gugur. Wahai Aisha! Janganlah kamu menolak orang miskin sekalipun dengan sepotong kurma. Wahai Aisha! Kasihilah orang-orang miskin dan berdekatlah dengan mereka, sesungguhnya Allah akan mendekatkan kamu pada hari kiamat.”

Jami` at-Tirmidhi 2353
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Abu Hurairah menceritakan bahwa Rasulullah saw berkata

“Orang-orang miskin dimasukkan ke dalam surga sebelum orang kaya, lima puluh tahun (yaitu) setengah hari.”

Jami` at-Tirmidhi 2354
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Abu Hurairah menceritakan bahwa Rasulullah saw berkata

“Kaum Muslim miskin dimasukkan ke dalam surga sebelum orang kaya mereka setengah hari. Dan itu lima ratus tahun.”

Jami` at-Tirmidhi 2355
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Jabir bin 'Abdullah menceritakan bahwa Rasulullah SAW berkata

“Orang-orang Muslim yang miskin dimasukkan ke dalam surga sebelum mereka kaya pada empat puluh musim gugur.”

Bab 38: Apa yang Terkait Tentang Hidup Nabi (s.a.w) Dan Keluarganya

مَا جَاءَ فِي مَعِيشَةِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَأَهْلِهِ

Jami` at-Tirmidhi 2356
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Masruq katanya

“Saya masuk ke Aisha dan dia mengundang saya untuk makan. Dia berkata, “Setiap kali saya makan makanan saya kenyang, saya ingin menangis dan mulai menangis.” Dia berkata: “Saya berkata: 'Mengapa? ' Dia berkata: “Saya ingat keadaan di mana Rasulullah (s.a.w) berpisah dari dunia. Demi Allah! Dia tidak mau makan roti dan dagingnya dua kali dalam sehari.”

Jami` at-Tirmidhi 2357
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
'Aisha menceritakan

“Rasulullah saw tidak makan roti jelai selama dua hari berturut-turut sampai dia diambil (meninggal).”

Jami` at-Tirmidhi 2358
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Abu Hurairah menceritakan

“Baik Rasulullah (saw) maupun keluarganya tidak makan roti gandum mereka selama tiga hari berturut-turut sampai dia memisahkan dunia.”

Jami` at-Tirmidhi 2359
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Abu Umamah menceritakan

“Tidak pernah ada kelebihan roti jelai bagi penghuni rumah Rasulullah (s.a.w).”

Jami` at-Tirmidhi 2360
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Ibnu Abbas dijo

“Rasulullah SAW menghabiskan banyak malam berturut-turut dan keluarganya tidak makan malam, dan sebagian besar waktu roti mereka adalah roti jelai.”

Jami` at-Tirmidhi 2361
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Abu Hurairah menceritakan Rasulullah s.a.w berkata

“Ya Allah! Jadikan rezeki keluarga Muhammad bergizi.”

Jami` at-Tirmidhi 2362
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Anas menceritakan

“Nabi (s.a.w) tidak akan menyimpan apa pun untuk hari esok.”