Jami' at-Tirmidhi

Buku tentang Puasa

كتاب الصوم عن رسول الله صلى الله عليه وسلم

Bab 77: Apa Yang Telah Terkait Tentang Hadiah Untuk Orang Yang Berpuasa

مَا جَاءَ فِي تُحْفَةِ الصَّائِمِ

Jami` at-Tirmidhi 801
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Al-Hasan bin Ali menceritakan bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Hadiah untuk orang yang berpuasa adalah minyak (wangi) dan sekoci.”

Bab 78: Apa Yang Terkait Tentang Kapan (Hari-hari) Al-Fitr dan Al-Adha Adalah

مَا جَاءَ فِي الْفِطْرِ وَالأَضْحَى مَتَى يَكُونُ

Jami` at-Tirmidhi 802
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Aisha menceritakan bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Al-Fitr adalah hari ketika manusia berbuka puasa, dan Al-Adha adalah hari dimana manusia berkorban.”

Bab 79: Apa Yang Telah Terkait Ketika Seseorang Meninggalkan I'tikaf

مَا جَاءَ فِي الاِعْتِكَافِ إِذَا خَرَجَ مِنْهُ

Jami` at-Tirmidhi 803
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Anas bin Malik menceritakan

“Nabi akan melakukan I'tikaf selama sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. Satu tahun dia tidak melakukan I'tikaf, jadi dia melakukan i'tikaf selama dua puluh (malam) di tahun berikutnya.”

Bab 80: Apa Yang Telah Terkait Tentang: Dapatkah Orang yang Melakukan I'tikaf Meninggalkan Untuk Kebutuhannya Atau Tidak?

الْمُعْتَكِفُ يَخْرُجُ لِحَاجَتِهِ أَمْ لاَ

Jami` at-Tirmidhi 804
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Aisha menceritakan

“Ketika Rasulullah melakukan i'tikaf, dia akan membawa kepalanya ke dekat saya sehingga saya bisa menyisirnya, dan dia tidak akan memasuki rumah kecuali untuk beberapa kebutuhan pribadi.”

Jami` at-Tirmidhi 805
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Itulah yang diceritakan kepada kami oleh Quraibah

Dari Al-Laith (narasi serupa dengan no. 804)

Bab 81: Apa Yang Terkait Tentang Berdiri (Dalam Shalat Malam) Selama Bulan Ramadhan

مَا جَاءَ فِي قِيَامِ شَهْرِ رَمَضَانَ

Jami` at-Tirmidhi 806
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Abu Dharr menceritakan

“Kami berpuasa bersama Nabi, jadi dia tidak shalat bersama kami sampai tujuh (malam) bulan itu tersisa. Kemudian dia (as) memimpin kami dalam shalat sampai sepertiga malam telah berlalu, kemudian dia tidak menuntun kami dalam shalat pada hari keenam. Kemudian dia menuntun kami dalam shalat pada hari kelima sampai setengah malam telah berlalu. Kami berkata kepadanya: “Wahai Rasulullah! Tidakkah Engkau menuntun kami dalam doa selama sisa malam?” Beliau menjawab: “Sesungguhnya barangsiapa berdiri (shalat) bersama Imam sampai selesai, maka tercatat baginya bahwa dia shalat sepanjang malam; kemudian dia tidak menuntun kami dalam shalat sampai tiga (malam) dalam sebulan tersisa. Kemudian dia menuntun kami dalam sholat pada hari ketiga dan dia memanggil keluarganya dan wanitanya untuk berdoa bersama kami sampai kami takut kehilangan Falah.” Saya (Jubair bin Nufair) berkata kepadanya: “Apa itu Falah?” Dia berkata: “Suhur.”

Bab 82: Apa yang Telah Terungkap Tentang Orang yang Menyediakan Makanan Bagi Orang yang Berpuasa Untuk Berbuka Puasa

مَا جَاءَ فِي فَضْلِ مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا

Jami` at-Tirmidhi 807
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Zaid bin Khalid Al-Juhani menceritakan bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa menyediakan makanan bagi orang yang berpuasa untuk berbuka puasa, maka baginya pahala yang sama dengan pahala orang yang berpuasa, tanpa ada yang berkurang dari pahala orang yang berpuasa.”

Bab 83: Dorongan Untuk Melakukan Shalat Malam Selama Ramadhan Dan Kebajikan Yang Menyertainya

التَّرْغِيبِ فِي قِيَامِ رَمَضَانَ وَمَا جَاءَ فِيهِ مِنَ الْفَضْلِ

Jami` at-Tirmidhi 808
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Abu Hurairah menceritakan

“Rasulullah akan mendorong shalat malam di bulan Ramadhan tanpa memerintahkannya dengan tegas, dan dia akan berkata: “Barangsiapa berdiri (dalam shalat malam) untuk Ramadhan dengan iman dan mencari pahala (dari Allah), maka dia akan diampuni apa yang telah terjadi sebelumnya dari dosa-dosanya.” Maka Rasulullah meninggal dan perkara itu seperti itu. Kemudian masalah itu sama selama Khilafah Abu Bakr dan berlanjut selama sebagian Khilafah Umar bin Al-Khattab.”