Jami' at-Tirmidhi

Buku tentang Puasa

كتاب الصوم عن رسول الله صلى الله عليه وسلم

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang: Seseorang Yang Tetap Bersama Orang Tidak Boleh Berpuasa Tanpa Izin Mereka

Jami` at-Tirmidhi 789
Aisha menceritakan bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa tinggal bersama suatu umat, maka dia tidak boleh berpuasa tanpa izin mereka.”

Bab : Apa Yang Telah Terkait I'tikaf

Jami` at-Tirmidhi 790
Abu Hurairah dan Aisha menceritakan

“Nabi akan melakukan i'tikaf selama sepuluh (hari) terakhir Ramadhan sampai Allah mengambilnya.”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang Orang Yang Makan Lalu Pergi Bepergian

Jami` at-Tirmidhi 800
(Rantai-rantai lain) dari Muhammad bin Ka'b yang berkata

“Saya pergi ke Anas bin Malik selama Ramadhan” dan dia menyebutkan narasi serupa (sebagai no. 799).

Bab : Apa Yang Terkait Tentang Kapan (Hari-hari) Al-Fitr dan Al-Adha Adalah

Jami` at-Tirmidhi 802
Aisha menceritakan bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Al-Fitr adalah hari ketika manusia berbuka puasa, dan Al-Adha adalah hari dimana manusia berkorban.”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Ketika Seseorang Meninggalkan I'tikaf

Jami` at-Tirmidhi 803
Anas bin Malik menceritakan

“Nabi akan melakukan I'tikaf selama sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. Satu tahun dia tidak melakukan I'tikaf, jadi dia melakukan i'tikaf selama dua puluh (malam) di tahun berikutnya.”

Bab : Apa Yang Telah Terkait Tentang: Dapatkah Orang yang Melakukan I'tikaf Meninggalkan Untuk Kebutuhannya Atau Tidak?

Jami` at-Tirmidhi 804
Aisha menceritakan

“Ketika Rasulullah melakukan i'tikaf, dia akan membawa kepalanya ke dekat saya sehingga saya bisa menyisirnya, dan dia tidak akan memasuki rumah kecuali untuk beberapa kebutuhan pribadi.”

Jami` at-Tirmidhi 805
Itulah yang diceritakan kepada kami oleh Quraibah

Dari Al-Laith (narasi serupa dengan no. 804)

Bab : Apa Yang Terkait Tentang Berdiri (Dalam Shalat Malam) Selama Bulan Ramadhan

Jami` at-Tirmidhi 806
Abu Dharr menceritakan

“Kami berpuasa bersama Nabi, jadi dia tidak shalat bersama kami sampai tujuh (malam) bulan itu tersisa. Kemudian dia (as) memimpin kami dalam shalat sampai sepertiga malam telah berlalu, kemudian dia tidak menuntun kami dalam shalat pada hari keenam. Kemudian dia menuntun kami dalam shalat pada hari kelima sampai setengah malam telah berlalu. Kami berkata kepadanya: “Wahai Rasulullah! Tidakkah Engkau menuntun kami dalam doa selama sisa malam?” Beliau menjawab: “Sesungguhnya barangsiapa berdiri (shalat) bersama Imam sampai selesai, maka tercatat baginya bahwa dia shalat sepanjang malam; kemudian dia tidak menuntun kami dalam shalat sampai tiga (malam) dalam sebulan tersisa. Kemudian dia menuntun kami dalam sholat pada hari ketiga dan dia memanggil keluarganya dan wanitanya untuk berdoa bersama kami sampai kami takut kehilangan Falah.” Saya (Jubair bin Nufair) berkata kepadanya: “Apa itu Falah?” Dia berkata: “Suhur.”