Jami' at-Tirmidhi

Buku tentang Puasa

كتاب الصوم عن رسول الله صلى الله عليه وسلم

Bab 64: Apa Yang Telah Terkait Tentang Orang yang Berpuasa Menerima Undangan (Untuk Makan)

مَا جَاءَ فِي إِجَابَةِ الصَّائِمِ الدَّعْوَةَ

Jami` at-Tirmidhi 781
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Abu Hurairah menceritakan bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Apabila salah seorang di antara kalian diundang (untuk makan) dan dia sedang berpuasa, maka hendaklah dia berkata: “Sesungguhnya aku berpuasa.”

Bab 65: Apa Yang Terkait Tentang Tidak Disukai Seorang Wanita Berpuasa Kecuali Dengan Izin Suaminya

مَا جَاءَ فِي كَرَاهِيَةِ صَوْمِ الْمَرْأَةِ إِلاَّ بِإِذْنِ زَوْجِهَا

Jami` at-Tirmidhi 782
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Abu Hurairah menceritakan bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Seorang wanita tidak boleh berpuasa sehari selain di bulan Ramadhan, sementara suaminya hadir, kecuali dengan izinnya.”

Bab 66: Apa Yang Terkait Tentang Keterlambatan Saat Mengganti Ramadhan

مَا جَاءَ فِي تَأْخِيرِ قَضَاءِ رَمَضَانَ

Jami` at-Tirmidhi 783
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Aisha menceritakan

“Aku tidak akan menebus apa yang seharusnya kepadaku sejak Ramadhan kecuali di Syaban, sampai Rasulullah wafat.”

Bab 67: Apa Yang Telah Terkait Tentang Kebajikan Bagi Orang Berpuasa Ketika Orang Lain Makan Di Hadirnya

مَا جَاءَ فِي فَضْلِ الصَّائِمِ إِذَا أُكِلَ عِنْدَهُ

Jami` at-Tirmidhi 784
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Laila menceritakan dari orang yang membebaskannya (Umm Amarah) bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Ketika orang-orang yang tidak berpuasa makan di hadapan orang yang berpuasa, malaikat mengutus shalat kepadanya.”

Jami` at-Tirmidhi 785
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Habib bin Zaid dijo

“Saya mendengar seorang budak kami yang dibebaskan bernama Laila menceritakan dari [neneknya (Habib)] Umm Amarah bint Ka'b Al-Ansar, bahwa Nabi masuk kepadanya dan beberapa makanan dibawa kepadanya. Dia berkata: “Makanlah.” Dia berkata: “Aku sedang berpuasa.” Maka Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya malaikat-malaikat mengutus shalat kepada orang yang berpuasa ketika (orang lain) makan di hadapannya, sampai mereka selesai.” Dan mungkin dia berkata: “Sampai mereka makan kenyang.”

Jami` at-Tirmidhi 786
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
(Rantaian lain) dari Umm Amarah bint Ka'b Al-Ansari

Dari Nabi, hal itu serupa, kecuali bahwa dia tidak menyebutkan “Sampai mereka selesai, atau mereka makan kenyang.”

Bab 68: Apa Yang Terkait Tentang Wanita Yang Menstruasi Membuat Puasa Tapi Bukan Shalat

مَا جَاءَ فِي قَضَاءِ الْحَائِضِ الصِّيَامَ دُونَ الصَّلاَةِ

Jami` at-Tirmidhi 787
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Aisha menceritakan

“Kami akan menstruasi pada masa Rasulullah, kemudian ketika kami menjadi suci, kami diperintahkan untuk berpuasa tetapi kami tidak diperintahkan untuk menyelesaikan shalat.”

Bab 69: Apa Yang Telah Terkait Tentang Tidak Suka Mengambil Air Dalam Jumlah Berlebihan Ke Hidung (Al-Istinshaq) Saat Berpuasa

مَا جَاءَ فِي كَرَاهِيَةِ مُبَالَغَةِ الاِسْتِنْشَاقِ لِلصَّائِمِ

Jami` at-Tirmidhi 788
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Asim bin Laqit bin Sabrah diceritakan

Dari ayahnya yang berkata: “Aku berkata. “Wahai Rasulullah! Beritahu aku tentang Wudu.” Maka beliau berkata: “Lakukan wudu dengan baik, dan berjalanlah di antara jari-jari, dan lakukan Istinshaq secara ekstensif kecuali saat berpuasa.”

Bab 70: Apa Yang Telah Terkait Tentang: Seseorang Yang Tetap Bersama Orang Tidak Boleh Berpuasa Tanpa Izin Mereka

مَا جَاءَ فِيمَنْ نَزَلَ بِقَوْمٍ فَلاَ يَصُومُ إِلاَّ بِإِذْنِهِمْ

Jami` at-Tirmidhi 789
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Aisha menceritakan bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa tinggal bersama suatu umat, maka dia tidak boleh berpuasa tanpa izin mereka.”

Bab 71: Apa Yang Telah Terkait I'tikaf

مَا جَاءَ فِي الاِعْتِكَافِ

Jami` at-Tirmidhi 790
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Abu Hurairah dan Aisha menceritakan

“Nabi akan melakukan i'tikaf selama sepuluh (hari) terakhir Ramadhan sampai Allah mengambilnya.”

Jami` at-Tirmidhi 791
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Aisha menceritakan

“Ketika Rasulullah ingin melakukan i'tikaf, dia akan melakukan shalat fajar dan kemudian dia akan memasuki tempatnya I'tikaf.”

Bab 72: Apa yang Terkait Tentang Malam Al-Qadr

مَا جَاءَ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

Jami` at-Tirmidhi 792
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Aisha menceritakan

“Rasulullah akan Yujawir (tinggal di I'tikaf) selama sepuluh (malam) terakhir Ramadhan dan dia berkata: 'Carilah Malam Al-Qadr selama sepuluh (malam) terakhir Ramadhan. '”

Jami` at-Tirmidhi 793
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Zirr katanya

“Saya berkata kepada Ubayy bin Ka'b: 'Wahai Abu Al-Mundhir! Bagaimana kamu tahu bahwa itu adalah malam tanggal dua puluh tujuh?” Dia berkata: “Sebaliknya, Rasulullah memberitahu kami bahwa itu adalah malam (setelah itu) matahari terbit tanpa sinar, maka kami menghitung dan kami mengingatnya. Demi Allah! Ibnu Mas'ud mengetahui bahwa itu adalah bulan Ramadhan dan bahwa itu mendekati tanggal dua puluh tujuh, tetapi dia tidak ingin memberi tahu Anda agar Anda tidak akan bergantung padanya.”

Jami` at-Tirmidhi 794
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Uyainah bin Abdur-Rahman menceritakan

“Ayahku menceritakan kepadaku: 'Malam Al-Qadr disebutkan di hadapan Abu Bakrah, maka dia berkata: “Aku tidak mencarinya karena sesuatu yang aku dengar dari Rasulullah, kecuali selama sepuluh malam terakhir; karena sesungguhnya aku mendengar dia berkata: 'Carilah ketika sembilan malam tersisa, atau; ketika tujuh malam tersisa, atau; ketika lima malam tersisa, atau; selama tiga malam terakhir. '” Dia (Uyainah) berkata: “Selama dua puluh (malam) Ramadhan, Abu Bakrah biasa melakukan shalat sama seperti dia melakukan shalat selama sisa tahun. Tetapi ketika sepuluh (terakhir) dimulai, dia akan berjuang (melakukan lebih banyak shalat pada malam hari).”

Bab 73: Sesuatu Lain Tentang Itu

مِنْهُ

Jami` at-Tirmidhi 795
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Ali menceritakan

“Nabi akan membangunkan keluarganya selama sepuluh (malam) terakhir Ramadhan.”

Jami` at-Tirmidhi 796
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Aisha menceritakan

“Rasulullah akan berjuang (untuk melakukan shalat lebih banyak) selama sepuluh (malam) terakhir lebih dari yang dia perjuangkan di sisanya.”

Bab 74: Apa yang Terkait Tentang Puasa Selama Musim Dingin

مَا جَاءَ فِي الصَّوْمِ فِي الشِّتَاءِ

Jami` at-Tirmidhi 797
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Amir bin Mas'ud menceritakan bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Puasa di musim dingin adalah pahala yang mudah.”

Bab 75: Apa yang Telah Terkait Tentang: “Dan Bagi Mereka yang Sulit”.

مَا جَاءَ فِي ‏(‏وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ‏)‏

Jami` at-Tirmidhi 798
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Salamah bin Al-Akwa dijo

Dan ketika diturunkan yang berikut: “Dan bagi orang-orang yang sulit, mereka memberi makan orang miskin”, jika salah satu dari kami menghendaki, kami tidak akan berpuasa dan membayar tebusan, sampai ayat setelah diturunkan, menghapusnya.

Bab 76: Apa Yang Telah Terkait Tentang Orang Yang Makan Lalu Pergi Bepergian

مَا جَاءَ فِيمَنْ أَكَلَ ثُمَّ خَرَجَ يُرِيدُ سَفَرًا

Jami` at-Tirmidhi 799
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Muhammad bin Ka'b menceritakan

“Saya pergi ke Anas bin Malik selama Ramadhan dan dia akan melakukan perjalanan. Bukunya disiapkan untuknya, dan dia mengenakan pakaian perjalanannya, lalu dia meminta makanan untuk dimakan, dan saya berkata kepadanya: “Apakah itu sunnah?” Beliau menjawab: “Itu adalah sunnah.” Kemudian dia mengendarai.”

Jami` at-Tirmidhi 800
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
(Rantai-rantai lain) dari Muhammad bin Ka'b yang berkata

“Saya pergi ke Anas bin Malik selama Ramadhan” dan dia menyebutkan narasi serupa (sebagai no. 799).