Sunan Abi Dawud

Upeti Harta Pawar, dan Pemerintahan (Kitab Al-Kharaj, Wal-Fai' Wal-Imarah)

كتاب الخراج والإمارة والفىء

Bab

Bab

Bab

Bab

Bab

Bab

Bab

Bab

Bab

Bab

Sunan Abi Dawud 2988

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Khalaf, telah menceritakan kepada kami Abdul A'la, dari Sa'id —yaitu al-Jurairi—, dari Abu al-Ward, dari Ibnu A'bud, dia berkata: “Ali —semoga Allah meridainya— berkata kepadaku: ‘Maukah kuberitahukan kepadamu tentang diriku dan Fatimah, putri Rasulullah —shallallahu ‘alaihi wa sallam—? Dia adalah orang yang paling dicintai oleh beliau di antara keluarganya.’ Aku menjawab, ‘Ya.’ Dia berkata, ‘Dia menggiling dengan batu gilingan sehingga tangannya terpengaruh, dan menimba air dengan qirbah sehingga lehernya terpengaruh, dan menyapu rumah sehingga pakaiannya menjadi kotor. Lalu Nabi —shallallahu ‘alaihi wa sallam— mendapat beberapa pelayan. Maka aku berkata kepadanya: “Tidakkah engkau menemui ayahmu dan meminta seorang pelayan kepadanya?” Dia pun menemui beliau, tetapi mendapati orang-orang sedang berbicara dengan beliau, maka dia kembali. Kemudian beliau menemuinya keesokan harinya dan bertanya, “Apa kebutuhanmu?” Dia diam. Maka aku berkata, “Aku akan memberitahumu, wahai Rasulullah: dia menggiling dengan batu gilingan sehingga tangannya terpengaruh, dan dia memikul qirbah sehingga lehernya terpengaruh. Ketika para pelayan datang kepadamu, aku menyuruhnya untuk menemuimu dan meminta seorang pelayan yang menjaganya dari kepayahan yang dia alami.” Beliau bersabda, “Bertakwalah kepada Allah, wahai Fatimah, dan tunaikanlah kewajiban Rabbmu, dan beramallah dengan amalan keluargamu. Apabila engkau hendak tidur, bertasbihlah tiga puluh tiga kali, bertahmidlah tiga puluh tiga kali, dan bertakbirlah tiga puluh empat kali. Itu seratus, dan itu lebih baik bagimu daripada seorang pelayan.” Dia berkata, “Aku ridha kepada Allah Azza wa Jalla dan kepada Rasul-Nya —shallallahu ‘alaihi wa sallam—.”’”

Sunan Abi Dawud 2989

Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Muhammad al-Marwazi, telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq, telah mengabarkan kepada kami Ma'mar, dari az-Zuhri, dari Ali bin Husain, dengan kisah ini, dia berkata: «Dan dia tidak memberinya seorang pembantu».

Bab

Sunan Abi Dawud 2994

Aisyah berkata, “Safiyyah termasuk bagian khusus (safi) milik Nabi.”

Sunan Abi Dawud 2998

Anas berkata: “Tawanan dikumpulkan di Khaibar. Dihyah datang dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, berikanlah aku seorang budak wanita dari tawanan.’ Beliau bersabda, ‘Pergilah dan ambil seorang budak wanita.’ Maka ia mengambil Safiyyah binti Huyayy. Kemudian seorang laki-laki datang kepada Nabi —shallallahu ‘alaihi wa sallam— dan berkata, ‘Wahai Nabi Allah, engkau memberikan kepada Dihyah Safiyyah binti Huyayy, yaitu tokoh utama Bani Quraizhah dan an-Nadhir.’ Ya’qub berkata: ‘Safiyyah binti Huyayy, tokoh utama Bani Quraizhah dan an-Nadhir.’ Lalu mereka bersepakat, ‘Ia tidak layak kecuali untukmu.’ Beliau bersabda, ‘Panggillah ia bersama wanita itu.’ Ketika Nabi —shallallahu ‘alaihi wa sallam— melihatnya, beliau bersabda kepadanya, ‘Ambillah budak wanita lain dari tawanan.’ Kemudian Nabi —shallallahu ‘alaihi wa sallam— memerdekakannya dan menikahinya.

Sunan Abi Dawud 2999

Kami berada di Mirbad, lalu datang seorang laki-laki dengan rambut kusut membawa sepotong kulit merah di tangannya. Kami berkata: "Sepertinya kamu dari kalangan badui." Dia menjawab: "Benar." Kami berkata: "Berikanlah kami potongan kulit yang ada di tanganmu ini." Maka dia memberikannya kepada kami, lalu kami membacanya. Ternyata di dalamnya tertulis:

"Dari Muhammad, Rasulullah, kepada Bani Zuhayr bin Uqaysh: Jika kalian bersaksi bahwa tidak ada ilah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah, menegakkan salat, menunaikan zakat, menunaikan seperlima dari harta rampasan perang, dan bagian Nabi ﷺ serta bagian safi, maka kalian aman dengan jaminan Allah dan Rasul-Nya."

Kami bertanya: "Siapa yang menulis surat ini untukmu?" Dia menjawab: "Rasulullah ﷺ."

Bab

Bab

Bab