Buku Minuman
كتاب الأشربة
Bab 10: Mencampur Kurma Kering dan Kismis
خَلِيطِ التَّمْرِ وَالزَّبِيبِ
"Rasulullah [SAW] melarang mencampur kurma kering dan kismis, dan kurma kering dan Al-Busr."
"Rasulullah [SAW] melarang kurma kering dan kismis, dan dia melarang kurma kering dan Al-Busr, jika direndam bersama-sama."
Bab 11: Mencampur Kurma Matang dan Kismis
خَلِيطِ الرُّطَبِ وَالزَّبِيبِ
Nabi [SAW] bersabda: "Jangan merendam Az-Zahuw dan kurma matang, dan jangan merendam kurma matang dan kismis bersama-sama."
Bab 12: Mencampur Al-Busr dan Kismis
خَلِيطِ الْبُسْرِ وَالزَّبِيبِ
Rasulullah [SAW] melarang merendam kismis dan Al-Busr bersama-sama, dan dia melarang merendam Al-Busr dan kurma matang bersama-sama.
Bab 13: Menyebutkan Alasan Mengapa Campuran Ini Terlarang, Yaitu Salah Satu dari Mereka adalah Mor
ذِكْرِ الْعِلَّةِ الَّتِي مِنْ أَجْلِهَا نَهَى عَنِ الْخَلِيطَيْنِ وَهِيَ لِيَقْوَى أَحَدُهُمَا عَلَى صَاحِبِهِ
"Rasulullah [SAW] melarang kami untuk menyerap dua hal bersama-sama ketika yang satu lebih kuat dari yang lain. Saya bertanya kepadanya tentang Fadikh (minuman yang terbuat dari kurma segar yang dipotong) dan dia melarangnya. Dia tidak menyukai sedikit ekstra pada Al-Busr, takut itu bisa membuatnya menjadi dua hal, jadi kami biasa memotongnya."
"Saya melihat Anas bin Malik ketika beberapa Busr yang memiliki potongan ekstra dibawa kepadanya, dan dia mulai memotongnya."
"Anas biasa menyuruh kami untuk memotong bagian ekstra."
Anas tidak akan meninggalkan kurma yang telah matang tetapi dia akan menghapusnya dari Fadikh-nya.
Bab 14: Konsesi Mengizinkan Perendaman Al-Busr Sendiri, dan Meminumnya Sebelum Berubah i
التَّرَخُّصِ فِي انْتِبَاذِ الْبُسْرِ وَحْدَهُ وَشُرْبِهِ قَبْلَ تَغَيُّرِهِ فِي فَضِيخِهِ .
Rasulullah [SAW] bersabda: "Janganlah kamu merendam Az-Zahuw dan kurma matang bersama-sama, atau Al-Busr dan kismis bersama-sama. Rendam masing-masing dari mereka sendiri."
Bab 15: Konsesi yang Memungkinkan Perendaman (Buah-buahan Ini) dalam Bejana yang Diikat Tertutup
الرُّخْصَةِ فِي الاِنْتِبَاذِ فِي الأَسْقِيَةِ الَّتِي يُلاَثُ عَلَى أَفْوَاهِهَا
Nabi [SAW] melarang mencampurkan Az-Zahuw dan kurma kering, dan mencampur Al-Busr dan kurma kering, dan dia berkata: "Rendam masing-masing dari mereka sendiri dalam bejana yang diikat tertutup."
Bab 16: Konsesi yang memungkinkan perendaman kurma kering sendiri
التَّرَخُّصِ فِي انْتِبَاذِ التَّمْرِ وَحْدَهُ
"Rasulullah [SAW] melarang mencampurkan Al-Busr dengan kurma kering, atau kismis dengan kurma kering, atau kismis dengan Al-Busr, dan dia berkata: 'Barangsiapa di antara kamu (mau) meminumnya, hendaklah dia meminumnya sendiri: kurma kering sendiri, atau Al-Busr sendiri, atau kismis sendiri."
Rasulullah [SAW] melarang mencampurkan Al-Busr dengan kurma kering, atau kismis dengan kurma kering, atau kismis dengan Al-Busr, dan beliau berkata: "Barangsiapa di antara kamu (ingin) meminumnya, biarlah dia meminumnya sendiri."
Bab 17: Merendam kismis sendiri
انْتِبَاذِ الزَّبِيبِ وَحْدَهُ
"Rasulullah [SAW] melarang mencampurkan Al-Busr dan kismis, dan Al-Busr dan kurma kering, dan dia berkata: 'Rendam masing-masing dari mereka sendiri.'"
Bab 18: Konsesi yang Mengizinkan Perendaman Al-Busr Sendiri
الرُّخْصَةِ فِي انْتِبَاذِ الْبُسْرِ وَحْدَهُ
Nabi [SAW] melarang merendam kurma kering dan kismis, dan kurma kering dan Al-Busr, dan dia berkata: "Rendam kismis sendiri, dan kurma kering sendiri, dan Al-Busr sendiri."
Bab 19: Penafsiran firman Allah Yang Maha Tinggi: "Dan dari buah kurma
تَأْوِيلِ قَوْلِ اللَّهِ تَعَالَى { وَمِنْ ثَمَرَاتِ النَّخِيلِ وَالأَعْنَابِ تَتَّخِذُونَ مِنْهُ سَكَرًا وَرِزْقًا حَسَنًا }
"Rasulullah [SAW] bersabda: 'Khamr berasal dari dua ini.'" Suwaid (salah satu narator) berkata: "Dari dua pohon ini: Kurma dan anggur."
"Rasulullah [SAW] bersabda: 'Khamr berasal dari dua pohon ini: Kurma dan anggur.'"
"Minuman keras adalah Khamr."
"Minuman keras adalah Khamr."
"Minuman keras adalah Khamr."
"Minuman keras adalah haram, dan 'ketentuan yang baik' (sah)."