Sunan an-Nasa'i

Kitab Pemakaman

كتاب الجنائز

Bab : Pemberitahuan Pemakaman

Sunan an-Nasa'i 1907
Diriwayatkan dari Abu Umamah bin Sahl bin Hunaif bahwa

seorang wanita miskin jatuh sakit dan Rasulullah diberitahu tentang penyakitnya. Rasulullah biasa mengunjungi orang miskin ketika mereka sakit dan bertanya tentang mereka. Messnger Allah berkata: "Jika dia mati, maka beritahukan kepadaku." Kemudian pemakamannya berlangsung pada malam hari dan mereka tidak suka membangunkan Rasulullah. Ketika pagi tiba, Rasulullah diberitahu apa yang telah terjadi padanya. Dia berkata: "Bukankah aku menyuruhmu untuk memberitahuku?" Mereka berkata: "Wahai Rasulullah, kami tidak suka membangunkanmu di malam hari." Rasulullah keluar dan orang-orang berbaris di dekat kuburnya dan dia mengucapkan empat Takbir.

Bab : Mempercepat Dengan Janazah

Sunan an-Nasa'i 1911
Abu Hurairah berkata

"Aku mendengar Rasulullah berkata: Hsten dengan Janazah, karena jika itu benar maka kamu membawanya ke arah sesuatu yang baik, dan jika sebaliknya, maka itu adalah kejahatan yang kamu bebaskan."

Sunan an-Nasa'i 1913
Diriwayatkan bahwa Abu Bakar bersabda

"Saya ingat ketika kami bersama Messnger Allah, dan kami berjalan cepat dengannya (Janazah)." Ini adalah kata-kata Hushaim.

Bab : Perintah Untuk Berdiri untuk Pemakaman

Sunan an-Nasa'i 1917
Diriwayatkan bahwa Abu Sa'id berkata

"Rasulullah bersabda: 'Apabila kamu melihat pemakaman, berdirilah, dan barangsiapa mengikutinya, janganlah dia duduk sampai (jenazah) diletakkan (di dalam kubur)."

Bab : Pengumuman Kematian

Sunan an-Nasa'i 1878
Diriwayatkan dari Anas

bahwa Rasulullah mengumumkan berita kematian Zaid dan Ja'far sebelum berita tentang mereka datang. Dia mengumumkan kematian mereka dan matanya berlinang air mata.

Bab : Membuka Rambut Almarhum

Sunan an-Nasa'i 1883
Diriwayatkan dari Ayyub

"Aku mendengar Hafsah berkata: 'Umm 'Atiyyah berkata: Mereka mengikat rambut putri Nabi menjadi tiga kepang.'' "Aku berkata: Apakah mereka melepaskannya, lalu membuat tiga kepang? Dia berkata: 'Ya.''

Bab : Memandikan Almarhum lebih dari tujuh kali

Sunan an-Nasa'i 1888
Hal serupa diriwayatkan dari Umm 'Atiyyah kecuali, yang dia (perawi) katakan

"Tiga kali atau lima, atau tujuh, atau lebih dari itu, jika Anda pikir itu (perlu)."

Sunan an-Nasa'i 1889
Diriwayatkan bahwa Umm 'Atiyyah bersabda

"Seorang putri Rasulullah meninggal dan dia menyuruh kami untuk memandikannya. Dia berkata: 'Tiga kali, atau lima atau tujuh, atau lebih dari itu, jika Anda pikir itu (perlu).' Saya berkata: 'Angka ganjil?' Dia berkata: 'Ya, dan masukkan kapur barus, atau kapur barus, ke dalam (air) terakhir kali. Dan setelah Anda selesai, beri tahu saya.' Jadi setelah kamu selesai, kami memberitahunya, dan kemudian memberi kami bungkus pinggangnya dan berkata: 'Kafani dia di dalamnya."

Bab : Kapur barus untuk memandikan Almarhum

Sunan an-Nasa'i 1890
Diriwayatkan dari Ayyub, dari Muhammad, bahwa Umm 'Atiyyah berkata

"Rasulullah datang kepada kami ketika kami sedang memandikan putrinya. Dia berkata: 'Cucilah dia tiga kali, atau lima, atau lebih dari itu jika kamu pikir itu (perlu), dengan air dan daun teratai, dan masukkan kapur barus, atau kapur barus ke dalam (air) terakhir kali. Dan setelah Anda selesai, beri tahu saya.' Ketika kami selesai, kami memberi tahu dia dan dia melemparkan bungkus pinggangnya kepada kami dan berkata: 'Kafani dia di dalamnya.'' Dia berkata: "Hafsah berkata: 'Kami membasuhnya tiga, atau lima, atau tujuh kali.' Umm 'Atiyyah berkata: 'Kami menyisir rambutnya menjadi tiga kepang.''

Bab : Kafan

Sunan an-Nasa'i 1894
Diriwayatkan bahwa Umm 'Atiyyah bersabda

"Salah satu putri Nabi meninggal dan dia berkata: 'Mandikan dia tiga kali, atau lima, atau lebih dari itu jika Anda pikir itu (perlu). Cuci dia dengan air dan daun teratai dan masukkan kapur barus, atau kapur barus di dalamnya terakhir kali. Dan setelah Anda selesai, beri tahu saya.' Kami memberitahunya, dan dia melemparkan bungkus pinggangnya kepada kami dan berkata: 'Kafani dia di dalamnya.''

Bab : Kain Kafan Nabi

Sunan an-Nasa'i 1899
Hisyam meriwayatkan dari ayahnya, dari 'Aisyah bahwa

Rasulullah diselimuti tiga pakaian putih Yaman dari katun, di antaranya tidak ada kemeja dan serban. Disebutkan kepada 'Aisyah bahwa mereka berkata: "Dia dimakamkan dengan dua pakaian dan sebuah Burd yang terbuat dari Hibrah." Dia berkata: "Seorang Burd dibawa, tetapi mereka mengirimkannya kembali dan tidak menyelimutinya di dalamnya."

Bab : Kemeja Sebagai Kain Kafan

Sunan an-Nasa'i 1900
Diriwayatkan bahwa 'Abdullah bin 'Umar berkata

"Ketika Abdullah bin Ubayy meninggal, putranya datang kepada Nabi dan berkata: 'Berikan aku bajumu sehingga aku dapat menyelimutinya di dalamnya, dan (beberapa dan) panjatkan shalat (pemakaman) untuknya, dan berdoa untuk pengampunan untuknya'. Jadi dia memberinya bajunya lalu dia berkata: 'Setelah kamu selesai, beritahukan kepadaku dan aku akan mempersembahkan doa (pemakaman) untuknya.' Tetapi Umar menghentikannya dan berkata: 'Bukankah Allah melarang kamu untuk shalat (pemakaman) bagi orang-orang munafik?' Dia berkata: "Saya punya dua pilihan. Apakah Anda meminta pengampunan untuk mereka (orang munafik) atau tidak meminta pengampunan untuk mereka." Maka dia berdoa (pemakaman) untuknya. Kemudian Allah Yang Maha Tinggi menyatakan: 'Dan jangan pernah berdoa (shalat pemakaman) untuk siapa pun di antara mereka (orang-orang munafik) yang mati, atau berdiri di kuburannya.' Jadi dia berhenti berdoa (pemakaman) untuk mereka."

Sunan an-Nasa'i 1902
Diriwayatkan bahwa 'Amr mendengar Jabir berkata

"Dan Al-'Abass berada di Al-Madinah, dan dia meminta pakaian Ansar untuk memakainya, tetapi mereka tidak dapat menemukan baju yang cocok untuknya kecuali baju 'Abdullah bin Ubayy, jadi mereka memakainya dengan itu."

Bab : Bagaimana Seharusnya Peziarah Di Ihram IBe Diselimuti Jika Dia Meninggal?

Sunan an-Nasa'i 1904
Diriwayatkan bahwa Ibnu 'Abbas berkata

"Rasulullah bersabda: 'Basuhlah Muhrim dalam dua pakaian yang dipakainya masuk dalam Ihram, dan mandilah dengan air dan daun teratai, dan kafankan dia dengan dua pakaiannya, dan janganlah kamu menaruh minyak wangi padanya atau menutupi kepalanya, karena dia akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam ihram.''

Bab : Mempercepat Dengan Janazah

Sunan an-Nasa'i 1914
Diriwayatkan dari Abu Sa'id bahwa Rasulullah bersabda

"Apabila pemakaman lewat kamu, berdirilah, dan barangsiapa mengikutinya, janganlah dia duduk sampai diturunkan (di dalam kubur)."

Bab : Perintah Untuk Berdiri untuk Pemakaman

Sunan an-Nasa'i 1916
Diriwayatkan dari 'Amir bin Rabi'ah Al-'Adawi yang dikatakan oleh Rasulullah

"Ketika Anda melihat pemakaman, berdirilah sampai melewati Anda, atau (jenazah) ditempatkan (di kuburan)."

Bab : Mulai dari Kanan dan dengan bagian-bagian yang dicuci dengan wudu (saat mencuci) Almarhum

Sunan an-Nasa'i 1884
Diriwayatkan dari Umm 'Atiyyah bahwa

Rasulullah bersabda tentang pembasuhan putrinya: "Mulailah dari sebelah kanan dan bagian-bagian yang dibasuh dalam wudu."

Bab : Kapur barus untuk memandikan Almarhum

Sunan an-Nasa'i 1892
Hammad melaporkan dari Ayyub

"Dan Hafsah berkata, dari Umm 'Atiyyah: 'Kami mengepang rambutnya menjadi tiga kepang.''

Bab : Kain Kafan Nabi

Sunan an-Nasa'i 1897
Diriwayatkan dari Samurah bahwa Rasulullah berfirman

"Kenakan pakaian putih karena mereka lebih murni dan lebih baik, dan selubung mayat Anda di dalamnya."

Bab : Musk

Sunan an-Nasa'i 1905
Diriwayatkan bahwa Abu Sa'id berkata

"Rasulullah bersabda: "Parfum yang terbaik adalah musk."