Sunan Abi Dawud
Perilaku Umum (Kitab Al-Adab)
كتاب الأدب
Bab 19
مَنْ يُؤْمَرُ أَنْ يُجَالَسَ
Nabi (semoga salawat dan salam Allah tercurah kepada beliau) bersabda: “Janganlah engkau bersahabat kecuali dengan seorang mukmin, dan janganlah memakan makananmu kecuali orang yang bertakwa.”
Nabi (semoga shalawat dan salam Allah tercurah kepadanya) bersabda: Seseorang mengikuti agama teman dekatnya; maka hendaklah salah seorang dari kalian memperhatikan siapa yang ia jadikan teman dekat.
Ruh-ruh adalah pasukan yang terhimpun; yang saling mengenal di antaranya akan menyatu, dan yang saling tidak mengenal di antaranya akan berselisih.
Bab 20
فِي كَرَاهِيَةِ الْمِرَاءِ
Apabila Rasulullah (ﷺ) mengutus salah seorang dari sahabatnya untuk suatu urusan, beliau bersabda: "Sampaikanlah kabar gembira dan janganlah membuat orang lari, dan permudahlah serta janganlah mempersulit."
Aku datang kepada Nabi —semoga salawat dan salam Allah tercurah kepadanya— lalu orang-orang mulai memujiku dan menyebut-nyebutku, kemudian Rasulullah —semoga salawat dan salam Allah tercurah kepadanya— bersabda: 1Aku paling mengenal kalian7, yakni yang dimaksud adalah dia.
Aku berkata: 1Engkau benar, demi ayah dan ibuku sebagai tebusan bagimu! Engkau dahulu adalah sekutuku, dan sebaik-baik sekutu engkau dahulu: engkau tidak berdebat dan tidak bertengkar7.
Bab 21
الْهَدْىِ فِي الْكَلاَمِ
Ketika Rasulullah, semoga salawat dan salam Allah tercurah kepadanya, duduk berbicara, beliau sering mengangkat pandangannya ke langit.
Rasulullah (semoga shalawat dan salam Allah tercurah kepadanya) berbicara dengan pelan-pelan atau santai.
Perkataan Rasulullah, semoga salawat dan salam Allah tercurah kepadanya, adalah perkataan yang jelas dan tegas yang dipahami oleh setiap orang yang mendengarnya.
Rasulullah, semoga selawat dan salam Allah tercurah kepadanya, bersabda: “Setiap perkataan yang tidak dimulai dengan pujian kepada Allah maka ia terputus.”
Bab 22
فِي الْخُطْبَةِ
Nabi ﷺ bersabda: “Setiap khutbah yang tidak mengandung tasyahud adalah seperti tangan yang terpotong.”
Bab 23
فِي تَنْزِيلِ النَّاسِ مَنَازِلَهُمْ
Seorang peminta-minta lewat di hadapan Aisyah, lalu ia memberinya sepotong roti. Seorang laki-laki yang mengenakan pakaian dan berpenampilan baik lewat di hadapannya, lalu ia mempersilakannya duduk dan ia pun makan. Ia ditanya tentang hal itu, lalu ia berkata: Rasulullah shallallahu 27alaihi wasallam bersabda: 20Tempatkanlah manusia sesuai kedudukan mereka. 21
Abu Dawud berkata: Hadis Yahya adalah versi yang ringkas.
Abu Dawud berkata: Maimun tidak menjumpai Aisyah.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya termasuk mengagungkan Allah adalah memuliakan muslim yang beruban, pembawa Al-Qur’an yang tidak berlebih-lebihan padanya dan tidak menjauhinya, serta memuliakan penguasa yang adil.”
Bab 24
فِي الرَّجُلِ يَجْلِسُ بَيْنَ الرَّجُلَيْنِ بِغَيْرِ إِذْنِهِمَا
Rasulullah, semoga selawat dan salam Allah tercurah kepadanya, bersabda: “Janganlah seseorang duduk di antara dua orang kecuali dengan izin keduanya.”
Rasulullah (semoga selawat dan salam Allah tercurah kepadanya) bersabda: "Tidak halal bagi seorang laki-laki untuk memisahkan dua orang kecuali dengan izin keduanya."
Bab 25
فِي جُلُوسِ الرَّجُلِ
Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam duduk, beliau duduk ihtiba dengan memeluk lututnya dengan tangannya.
Abu Dawud berkata: Abdullah bin Ibrahim adalah seorang syekh yang hadisnya munkar.
Ia melihat Nabi, semoga salawat dan salam Allah tercurah kepadanya, dalam keadaan duduk berjongkok. Ketika aku melihat Rasulullah, semoga salawat dan salam Allah tercurah kepadanya, dalam keadaan rendah hati e2 80 94dan Musa berkata: rendah hati dalam duduknya e2 80 94, aku gemetar karena takut.
Bab 26
فِي الْجِلْسَةِ الْمَكْرُوهَةِ
Rasulullah —semoga shalawat dan salam Allah tercurah kepadanya— melewati aku ketika aku sedang duduk begini: aku telah meletakkan tangan kiriku di belakang punggungku dan bersandar pada bagian yang berdaging dari tanganku, lalu beliau bersabda, “Apakah engkau duduk seperti duduknya orang-orang yang dimurkai Allah?”
Bab 27
النَّهْىِ عَنِ السَّمَرِ، بَعْدَ الْعِشَاءِ
Rasulullah, semoga selawat dan salam Allah tercurah kepadanya, melarang tidur sebelum itu dan berbicara setelah itu.
Bab 28
فِي الرَّجُلِ يَجْلِسُ مُتَرَبِّعًا
Ketika Nabi —semoga selawat dan salam Allah tercurah kepadanya— telah melaksanakan salat Fajar, beliau duduk bersila di tempat duduknya hingga matahari terbit dengan indah.
Bab 29
فِي التَّنَاجِي
Janganlah dua orang berbisik-bisik dengan mengesampingkan orang ketiga, karena hal itu membuatnya bersedih.