Bulugh al-Maram

Kitab Pemurnian

كتاب الطهارة

Bab : Peralatan

Bulugh al-Maram 20
Narasi Maimuma

Diriwayatkan (rad): Beberapa orang menyeret seekor kambing (mati) yang dilewati oleh Nabi (ﷺ). Dia berkata kepada mereka, “Seandainya kamu mengambil kulitnya”. Mereka berkata, “Itu sudah mati”. Dia berkata, “Air dan daun pohon akasia akan menyucikannya”. [Dilaporkan oleh Abu Da'ud dan An'nasa'i].

Bulugh al-Maram 21
Narasi dari Abu Tha'laba Al-Khushni

Diriwayatkan (rad): Aku berkata, “Wahai Rasulullah! Kami tinggal di negeri yang dihuni oleh umat Kitab Suci; dapatkah kami makan makanan kami dengan peralatan mereka?” Beliau berkata: “Jika kamu dapat memperoleh peralatan selain dari mereka, janganlah kamu makan di dalamnya, tetapi jika kamu tidak bisa mendapatkan yang lain dari mereka, cucilah dan makanlah di dalamnya”.

Bulugh al-Maram 22
Narasi 'Imran bin Hussain (rad)

Nabi (ﷺ) dan para sahabatnya melakukan wudhu dari wadah air kulit milik seorang wanita musyrik [Disepakati]. (Ini adalah kutipan dari hadis yang panjang).

Bulugh al-Maram 23
Narasi Anas bin Malik

Narasi Anas bin Malik

Diriwayatkan Anas bin Malik (rad) Ketika cawan Nabi (ﷺ) patah, dia memperbaikinya dengan kawat perak di celah [Dilaporkan oleh Al-Bukhari].

Bab : Pembersihan Najasah dan sifatnya

Bulugh al-Maram 24
Narasi Anas bin Malik (rad)

Rasulullah (ﷺ) ditanya tentang membuat cuka dari anggur. Dia menjawab, “Tidak (dilarang)”. [Dilaporkan oleh Muslim, dan At-Tirmidhi dan yang terakhir menilai itu Hasan-Sahih (adil dan sehat)].

Bulugh al-Maram 25
Narasi Anas bin Malik (rad)

Pada hari Khaibair, Rasulullah (ﷺ) memerintahkan Abu Talha untuk mengumumkan: “Allah dan Rasul-Nya telah melarang kamu makan daging keledai, karena itu najis”. [Disepakati].

Bulugh al-Maram 26
Narasi 'Amr bin Kharija (rad)

Rasulullah (ﷺ) menyampaikan Khutba (pembicaraan agama) kepada kami di Mina saat menunggang untanya dan air liurnya mengalir di pundak saya [Dilaporkan oleh Ahmad dan At-Trimidhi dan yang terakhir menilai itu Sahih (suara)].

Bulugh al-Maram 27
Narasi 'Aisha (rad)

Rasulullah (ﷺ) biasa mencuci air mani dan kemudian keluar untuk shalat dengan pakaian (sangat) itu dan saya masih bisa melihat jejak pencucian di atasnya. [Disepakati]

Bulugh al-Maram 28
Dalam versi lain dari Muslim

Sesungguhnya Aku ('Aisha) biasa mengikisnya (air mani) dari pakaiannya dengan kukuku saat itu kering.

Bulugh al-Maram 29
Narasi Abu As-Samh (rad)

Rasulullah SAW (ﷺ) berkata: “Air kencing bayi perempuan harus dicuci dan air seni bayi laki-laki harus ditaburi (dengan air)”. [Dilaporkan oleh Abu Da'ud dan An-Nasa'i dan Al-Hakim menilai itu Sahih (suara)].

Bulugh al-Maram 30
Narasi 'Asma bint Abu Bakr (rad)

Rasulullah SAW berkata mengenai darah haid yang mengolesi pakaian, “Dia harus mengikisnya, menggosoknya dengan air, lalu mencucinya dan kemudian dia boleh shalat di dalamnya”. [Disepakati]

Bulugh al-Maram 31
Narasi Abu Huraira (rad)

Khaula berkata, “Wahai Rasulullah, misalkan (jejak) darah itu tidak hilang?” Beliau berkata, “Cuci dengan air sudah cukup bagimu dan jejaknya tidak akan merugikan kamu”. [Dilaporkan oleh At Tirmidhi, dan Sanadnya lemah].

Bab : Wudhu (Wudu)

Bulugh al-Maram 32
Narasi Abu Huraira (rad)

Rasulullah SAW (ﷺ) berkata, “Seandainya aku tidak takut membebani umatku, aku akan memerintahkan mereka untuk menggunakan siwak pada setiap wudhu.” [Dilaporkan oleh Malik, Ahmad dan An-Nasai. Ibnu Khuzaima menganggapnya sebagai Sahih (suara) dan Al-Bukhari disebutkan sebagai Mu'allaq (ditangguhkan — tanpa rantai narasinya).

Bulugh al-Maram 33
Diriwayatkan Humran, budak Utsman yang dibebaskan

Utsman (rad) menyerukan air untuk melakukan wudhu. Dia mencuci telapak tangannya tiga kali, lalu membilas mulutnya dan mengendus air di hidungnya dan kemudian meniupnya. Dia kemudian mencuci wajahnya tiga kali. Setelah itu dia mencuci tangan kanannya hingga sikunya tiga kali, lalu tangan kiri juga, lalu dia mengulurkan tangan basah di kepalanya. Kemudian dia mencuci kaki kanannya hingga pergelangan kaki tiga kali, lalu kaki kiri juga. Dia kemudian berkata, “Saya melihat Rasulullah (ﷺ) melakukan wudhu seperti wudhu saya ini”. [Disepakati]

Bulugh al-Maram 34
Diriwayatkan 'Ali (rad) tentang deskripsi wudhu Nabi (ﷺ)

Dia (Nabi) menyeka kepalanya (dengan air) hanya sekali. [Dilaporkan oleh Abu Da'ud, an-Nasa'i, Attirmidhi dengan Sahih Sanad (rantai perawi otentik). At-Tirmidhi berkata, “Ini adalah hadis paling banyak tentang hal ini”].

Bulugh al-Maram 35
Dalam narasi lain oleh al-Bukhari dan Muslim

“Dia mulai dengan bagian depan kepalanya, memindahkannya (tangannya) ke tengkuknya, dan kemudian mengembalikannya ke tempat dia mulai.”

Bulugh al-Maram 36
Diriwayatkan Abdullah bin 'Amr (rad) tentang deskripsi wudhu

“Kemudian dia (Rasulullah SAW (ﷺ)) menyeka kepalanya, memasukkan jari telunjuknya ke telinganya dan menyeka bagian luar telinganya dengan ibu jari”. [Dilaporkan oleh Abu Da'ud dan An-Nasa'i dan Ibnu Khuzaima menilai itu Sahih (suara)].

Bulugh al-Maram 37
Narasi Abu Huraira (rad)

Rasulullah SAW bersabda: “Apabila salah seorang di antara kalian bangun dari tidurnya, ia harus meniup hidungnya tiga kali, karena setan menghabiskan malam di dalam lubang hidung seseorang” [Setuju]. ﷺ

Bulugh al-Maram 38
Narasi Abu Huraira (rad)

Rasulullah SAW bersabda: “Apabila salah seorang di antara kalian bangun dari tidurnya, ia tidak boleh memasukkan tangannya ke dalam perkakas sampai dia mencucinya tiga kali, karena dia tidak tahu di mana tangannya (saat dia tidur)”. ﷺ [Disepakati. Ini adalah versi Muslim].

Bulugh al-Maram 39
Dalam ayat lain dari Abu Da'ud adalah

“Jika kamu melakukan wudhu, bilas mulutmu”.