Bulugh al-Maram

Kitab Pemurnian

كتاب الطهارة

Bab : Wudhu (Wudu)

Bulugh al-Maram 40
Narasi 'Utsman (rad)

Saat melakukan Wudu, Nabi (ﷺ) akan menggerakkan (jari-jarinya) melalui janggutnya. [Dilaporkan oleh At-Tirmidhi dan Ibnu Khuzaima menilai itu Sahih].

Bulugh al-Maram 41
Narasi 'Abdullah bin Zaid (rad)

Dua pertiga dari satu Mudd (air) dibawa kepada Nabi (ﷺ) (untuk berwudhu) sehingga dia mulai menggosok lengannya. [Dilaporkan oleh Ahmed, dan Ibnu Khuzaima menilai itu sebagai Sahih].

Bulugh al-Maram 42
Dan kata-kata dari versi Muslim adalah

“dia menyeka kepalanya mengambil air ekstra dari yang dia ambil untuk mencuci tangan”, dan Hadis ini adalah Al-Mahfuz.

Bulugh al-Maram 43
Abu Huraira (rad)

Saya mendengar Rasulullah (ﷺ) berkata, “Umatku akan datang pada Hari Kebangkitan dengan wajah cerah, tangan dan kaki dari jejak Wudu. Jika ada di antara kamu yang dapat memperpanjang kecerahannya, biarlah dia melakukannya”. [Disepakati dan ini adalah versi Muslim].

Bulugh al-Maram 44
Narasi 'Aisha (rad)

Rasulullah SAW senang memulai dengan benar sambil mengenakan sepatu, menyisir rambutnya, dalam penyucian dan dalam segala urusannya [disepakati].

Bulugh al-Maram 45
Narasi Abu Huraira (rad)

Rasulullah SAW bersabda: “Apabila kamu berwudhu, mulailah dengan kaki kananmu”. [Dilaporkan oleh Al-Arba'a dan dijaga Sahih oleh Ibnu Khuzaima].

Bulugh al-Maram 46
Narasi Al-Mughira bin Syu'ba (rad)

Nabi (ﷺ) melakukan wudhu dan mengoleskan tangan basah di jambuhnya, di atas sorban dan di atas kedua kaus kaki kulit. [Dilaporkan oleh Muslim].

Bulugh al-Maram 47
Narasi Jabir bin Abdullah (rad)

Mengenai haji Nabi (ﷺ): Dia berkata, “Mulailah dengan apa yang telah dimulai Allah” [Dilaporkan oleh An-Nasa'i dalam versi perintah ini sementara Muslim telah melaporkannya dalam laporan].

Bulugh al-Maram 48
Narasi Jabir bin Abdullah (rad)

Nabi (ﷺ) biasa mengalirkan air ke sikunya saat melakukan wudhu [Dilaporkan oleh Ad-Daraqutni dengan rantai narator yang lemah].

Bulugh al-Maram 49
Narasi Abu Huraira (rad)

Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada wudu bagi orang yang tidak menyebut nama Allah di atasnya. ﷺ [Dilaporkan oleh Ahmad, Abu Da'ud dan Ibnu Majah dengan rantai narasi yang lemah].

Bulugh al-Maram 50

At-Tirmidhi melaporkan sesuatu yang mirip dengan di atas dari Sa'id bin Zaid.

Bulugh al-Maram 51

Dan Ahmad berkata bahwa tidak ada yang otentikasi di dalamnya.

Bulugh al-Maram 52
Diriwayatkan Talha bin Musarrif, mengutip ayahnya atas otoritas kakeknya

“Saya melihat Rasulullah (ﷺ) membilas mulutnya dan mengendus dan meniup hidungnya dengan air yang terpisah.” [Dilaporkan oleh Abu Da'ud dengan rantai narasi yang lemah].

Bulugh al-Maram 53
Diriwayatkan 'Ali (rad) tentang penampilan Wudu

Nabi (ﷺ) membilas mulutnya dan mengendus dan meniup (hidungnya) dengan air tiga kali. Dia mengendus dan meniup hidungnya dengan tangan yang sama dari mana dia mengambil air. [Dilaporkan oleh Abu Da'ud dan An-Nasa'i]

Bulugh al-Maram 54
Diriwayatkan 'Abdullah bin Zaid (rad) tentang Wudu

Nabi (ﷺ) meletakkan tangannya (di perkakas) membilas (mulutnya) dan mengendus dan meniup (hidungnya) dari satu sendok (air). Dia melakukan itu tiga kali. [Disepakati].

Bulugh al-Maram 55
Narasi Anas (rad)

Rasulullah SAW (ﷺ) melihat seorang pria yang kakinya tampak seukuran paku yang tidak tersentuh air. Dia kemudian berkata, “Kembalilah dan lakukan Wudumu dengan benar.” [Dilaporkan oleh Abu Da'ud dan An-Nasa'i].

Bulugh al-Maram 56
Narasi Anas (rad)

Rasulullah (ﷺ) hanya menggunakan satu Mudd air untuk berwudhu dan satu Sa' sampai lima mudd air untuk mandi [disepakati].

Bulugh al-Maram 57
Dilaporkan oleh Muslim dan At-Tirmidhi yang menambahkan kata-kata berikut ke dalam doa

(Allahumma aj'alni minat-tawwabina waj'alni minal-mutatahhirina) “Ya Allah! Sertakan aku di antara orang-orang yang bertobat dan orang-orang yang tetap suci.”

Bab : Menyeka Kaus Kaki

Bulugh al-Maram 58
Narasi Mughira bin Shu'ba (rad)

Begitu saya berada di perusahaan Nabi (ﷺ), dia kemudian melakukan wudhu dan saya berlari untuk melepas kaus kakinya. Dia berkata: “Tinggalkan mereka karena Aku telah memakainya setelah berwudhu”. Maka dia menyeka mereka [disepakati].

Bulugh al-Maram 59
Diriwayatkan oleh Al-Arba'a kecuali An-Nasa'i

Nabi (ﷺ) menyeka bagian atas kaus kaki kulit dan bagian bawahnya. [Dalam rantai narasinya ada kelemahan].