Bulugh al-Maram

Kitab Pemurnian

كتاب الطهارة

Bab : Tata Cara Menjawab Panggilan Alam

Bulugh al-Maram 105
Narasi Suraqah bin Malik (rad)

Rasulullah (ﷺ) mengajarkan kita tentang toilet (tata krama) bahwa kita harus duduk dengan kaki kiri dan tetap tegak kaki kanan kita. [Dilaporkan oleh Al-Baihaqi melalui rantai narasi yang lemah].

Bab : Mengambil Ghusl (mandi) dan sila tentang ketidakmurnian seksual

Bulugh al-Maram 109
Narasi dari Abu Sa'id Al-Khudri (rad)

dan asl (asal-usulnya) ada di Al-Bukhari.

Bulugh al-Maram 113
Diriwayatkan Abu Huraira (rad) tentang kisah Thumama bin Usal ketika dia memeluk Islam

dan asal-usulnya adalah Al-Bukhari dan Muslim.

Bulugh al-Maram 114
Narasi dari Abu Sa'id Al-Khudri (rad)

Rasulullah SAW (ﷺ) berkata: “Mandi pada hari Jumat adalah suatu keharusan bagi setiap orang dewasa”. [Dilaporkan oleh As-Sab'a].

Bulugh al-Maram 115
Narasi Sumara (rad)

Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa berwudhu pada hari Jumat telah melakukan kebaikan dan barangsiapa mandi, mandi lebih baik (baginya).” ﷺ [Dilaporkan oleh Al-Khamsa dan At-Tirmidhi menilai itu Hasan (adil).]

Bulugh al-Maram 120
Narasi Maimuna (Radhi Allahu Anhu)

Dan di versi terakhir ini: “Saya memberinya selembar kain, tetapi dia tidak mengambilnya... Dia mulai mengoyangkan air dari tangannya.”

Bab : Wudhu Kering (at-Tayammum)

Bulugh al-Maram 126
Narasi Jabir bin Abdullah (RAA)

Rasulullah SAW bersabda: “Saya telah diberi lima hal yang tidak diberikan kepada orang lain sebelum saya. ﷺ Allah membuat saya menang dengan kekaguman (karena menakut-nakuti musuh-musuhku) selama perjalanan satu bulan. Bumi telah dibuat bagiku (dan pengikut-pengikutku) sebagai tempat untuk shalat dan sesuatu yang dengannya untuk melakukan tayammum (untuk menyucikan diri untuk shalat). Oleh karena itu, siapa pun (dari pengikut-Ku) dapat shalat (di mana saja) dan kapan saja sesuai dengan shalat.”

Bulugh al-Maram 128
Ahmad ditransmisikan atas otoritas `Ali (RAA)

“Bumi (debu) telah dibuat untukku sebagai sarana penyucian.”

Bab : Pembatalan Wudu

Bulugh al-Maram 79
Narasi Anas bin Malik (rad)

Nabi (ﷺ) mengeluarkan darah dari tubuhnya dan mempersembahkan shalat dan tidak melakukan wudhu (baru). [Dilaporkan oleh Ad-Daraqutni yang menilai itu Da'if (lemah)].

Bulugh al-Maram 84

Ini berasal dari Sahihain Bukhari dan Muslim seperti Hadis yang diceritakan oleh 'Abdullah bin Zaid.

Bulugh al-Maram 85

Dan Muslim dilaporkan oleh Abu Huraira juga.

Bab : Tata Cara Menjawab Panggilan Alam

Bulugh al-Maram 88
Narasi Anas (rad)

Rasulullah SAW (ﷺ) ketika memasuki toilet biasa berkata: [Allahumma inni a'udhu bika minal khubthi wal khaba'ithi] “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari setan - laki-laki dan perempuan (atau segala hal yang menyinggung dan jahat, perbuatan jahat dan roh jahat, dll.)” [Dilaporkan oleh As-Sab'a]

Bulugh al-Maram 89
Narasi Anas (rad)

Setiap kali Rasulullah (ﷺ) pergi ke tempat rahasia, seorang hamba dan saya biasa membawa wadah air kulit dan tombak, dan dia akan membersihkan dirinya dengan air. [Disepakati].

Bulugh al-Maram 91
Narasi Abu Huraira (rad)

Rasulullah SAW bersabda: “Jagalah dirimu dari dua hal yang menyebabkan kutukan yang menimpa orang yang meredakan dirinya di jalan manusia dan di bawah naungan.” ﷺ (Dilaporkan oleh Muslim)

Bulugh al-Maram 92
Narasi Mu'adh (rad)

Beliau berkata: “Berjagalah terhadap tiga hal yang menyebabkan kutukan (yaitu) buang air besar di tempat air, di dasar jalan dan di tempat teduh.” (Dialihkan dari Abu Dawud)

Bulugh al-Maram 93

Ahmad melaporkan dari Ibnu Abbas (rad) bahwa buang air besar dilarang juga di tempat air terkumpul. [Dan keduanya (yaitu hadis sebelumnya dan ini) memiliki kelemahan].

Bulugh al-Maram 94

At-Tabarani juga menceritakan tentang otoritas Ibnu 'Umar (dengan rantai narasi yang lemah), larangan buang air di bawah pohon buah-buahan dan di tepi sungai yang mengalir.

Bulugh al-Maram 95
Narasi Jabir (rad)

Rasulullah SAW (ﷺ) berkata: “Ketika dua orang pergi bersama untuk meringankan diri mereka sendiri, mereka harus menghilang dari satu sama lain dan tidak berbicara, karena Allah membenci hal itu”. [Dilaporkan oleh Ahmad; Ibnu As-Sakan dan Ibnu Al-Qattan menilai itu Sahih (suara) tetapi cacat].

Bulugh al-Maram 98
Narasi Abu Ayub (rad)

Rasulullah SAW (ﷺ) “Jangan menghadap ke kiblat atau membelakangi kiblat saat buang air besar atau buang air kecil, melainkan berbelok ke arah timur atau barat”. [Dilaporkan oleh As-Sab'a]

Bulugh al-Maram 103
Narasi Abu Huraira (rad)

Rasulullah SAW bersabda: “Waspadalah terhadap (mengolesi) air seni, karena itu adalah penyebab utama hukuman di dalam kubur”. ﷺ [Dilaporkan oleh Ad-Daraqutni]