Transaksi Bisnis
كتاب البيوع
Rasulullah 2 semoga salawat dan salam Allah atas beliau 2 melarang muzabanah: yaitu seseorang menjual buah kebunnya 2 jika berupa pohon kurma, dengan kurma kering secara takaran; jika berupa anggur, dengan kismis secara takaran; dan jika berupa tanaman, dengan makanan secara takaran; beliau melarang semua itu. [Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim.]
Aku mendengar Rasulullah 2 semoga salawat dan salam Allah atas beliau 2 ketika beliau ditanya tentang membeli kurma basah dengan kurma kering.
Beliau bersabda: 8Apakah kurma basah akan menyusut apabila mengering? 9
Mereka menjawab: 8Ya. 9
Maka beliau melarang hal itu. [Diriwayatkan oleh al-Khamsah dan dinyatakan sahih oleh Ibn al-Madini, at-Tirmidzi, Ibn Hibban, dan al-Hakim.]
Nabi – semoga salawat dan salam Allah atas beliau – melarang jual beli al-kali’ dengan al-kali’, yaitu: utang dengan utang.
Rasulullah – semoga selawat dan salam Allah tercurah atas beliau – memberi keringanan mengenai ʿarāyā: bahwa ia boleh dijual berdasarkan taksirannya dengan takaran. [Muttafaq ʿalaih].
Beliau memberi keringanan mengenai ʿāriyah yang diambil oleh penghuni rumah berdasarkan taksirannya dengan (tukaran) kurma kering, untuk mereka makan sebagai kurma basah.
Rasulullah (ﷺ) melarang penjualan buah-buahan hingga tampak kelayakannya; beliau melarang hal itu baik kepada penjual maupun pembeli. [Muttafaq ʿalaih].
Nabi 28semoga salawat dan salam Allah atas beliau29 melarang penjualan buah-buahan hingga tampak warna matangnya.
Dikatakan: Apakah yang dimaksud dengan tampak warna matangnya?
Beliau bersabda: 2Hingga memerah dan menguning.1 [Disepakati keshahihannya, dan lafaznya adalah lafaz al-Bukhari.]
Nabi (28) melarang penjualan anggur hingga menghitam dan penjualan biji-bijian hingga mengeras. [Diriwayatkan oleh al-Khamsah kecuali an-Nasa'i dan dinyatakan sahih oleh Ibnu Hibban dan al-Hakim.]
Rasulullah – semoga selawat dan salam Allah tercurah atas beliau – bersabda: “Apabila engkau menjual buah-buahan kepada saudaramu lalu buah itu tertimpa bencana, maka tidak halal bagimu untuk mengambil sesuatu pun darinya. Dengan alasan apa engkau mengambil harta saudaramu tanpa hak?”
Nabi – semoga salawat dan salam Allah atas beliau – memerintahkan untuk menggugurkan kerugian akibat bencana.
Nabi (semoga selawat dan salam Allah tercurah kepadanya) bersabda: “Barangsiapa membeli pohon-pohon kurma setelah diserbuki, maka buahnya milik penjual yang menjualnya, kecuali jika pembeli mensyaratkannya sebagai syarat.” [Disepakati]
Ketika Nabi – semoga selawat dan salam Allah tercurah kepadanya – tiba di Madinah, mereka melakukan pembayaran di muka untuk buah-buahan untuk satu tahun dan dua tahun.
Beliau bersabda: “Barangsiapa membayar di muka untuk kurma, hendaklah ia membayar di muka dengan takaran yang diketahui dan timbangan yang diketahui, hingga tempo yang diketahui.” [Disepakati.]
"Kami biasa mendapatkan bagian rampasan perang bersama Rasulullah – semoga salawat dan salam Allah atas beliau – dan datang kepada kami orang-orang Nabat dari Nabat Syam, lalu kami membayar di muka kepada mereka untuk gandum, jelai dan kismis – dan dalam satu riwayat: dan minyak – hingga batas waktu yang ditentukan."
"Ditanyakan: Apakah mereka memiliki tanaman?"
"Keduanya berkata: Kami tidak menanyakan kepada mereka tentang hal itu." [Diriwayatkan oleh al-Bukhari].
Nabi – semoga selawat dan salam Allah tercurah atas beliau – bersabda: “Barangsiapa mengambil harta manusia dengan niat untuk menunaikannya, maka Allah akan menunaikannya untuknya, dan barangsiapa mengambilnya dengan niat untuk membinasakannya, maka Allah akan membinasakannya.”
Aku berkata: “Wahai Rasulullah! Sesungguhnya si Fulan telah kedatangan kain dari Syam. Sekiranya engkau mengutus seseorang kepadanya, lalu engkau mengambil darinya dua pakaian dengan kredit sampai waktu lapang?”
Maka beliau mengutus seseorang kepadanya, tetapi ia menolak.
Rasulullah – semoga salawat dan salam Allah atas beliau – bersabda: “Hewan tunggangan boleh ditunggangi sebagai imbalan atas nafkahnya apabila hewan itu digadaikan, dan susu hewan perah boleh diminum sebagai imbalan atas nafkahnya apabila hewan itu digadaikan. Dan kewajiban nafkah itu atas orang yang menunggangi dan meminum (susunya).”
Rasulullah – semoga salawat dan salam Allah atas beliau – bersabda: “Barang gadai tidak terlepas dari pemiliknya yang menggadaikannya; baginya keuntungannya dan atasnya kerugiannya.”
Diriwayatkan oleh ad-Daraqutni dan al-Hakim, dan para perawinya tepercaya. Hanya saja yang mahfuzh menurut Abu Dawud dan lainnya adalah periwayatannya secara mursal.
Nabi —semoga Allah memberikan salawat dan salam kepadanya— meminjam seekor unta muda dari seorang laki-laki. Ketika unta-unta dari sadaqah datang kepadanya, beliau memerintahkan Abu Rafi untuk membayar kembali unta muda milik laki-laki tersebut.
Ia berkata: “Aku tidak menemukan kecuali seekor unta yang istimewa dan pilihan.”
Beliau bersabda: “Berikanlah kepadanya, karena sebaik-baik manusia adalah yang paling baik dalam melunasi utang.”
Diriwayatkan oleh Muslim.