Sahih Muslim

Kitab Puasa

كتاب الصيام

Bab 40: Kebajikan Lailat Al-Qadr dan Nasihat untuk mencarinya; Kapan dan waktu yang paling mungkin untuk mencarinya

فَضْلِ لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَالْحَثِّ عَلَى طَلَبِهَا وَبَيَانِ مَحَلِّهَا وَأَرْجَى أَوْقَاتِ طَلَبِهَا

Sahih Muslim 1167d
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Abu Salama melaporkan

"Kami mendiskusikan di antara kami sendiri Lailat-ul-Qadr. Aku datang kepada Abu Sa'id al-Khudri (Allah berkenan kepadanya) yang merupakan sahabatku dan berkata kepadanya: Tidakkah engkau akan pergi bersama kami ke taman pohon kurma? Dia keluar dengan jubah di atasnya. Aku berkata kepadanya: Apakah engkau mendengar Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) menyebutkan Lailat-ul-Qadr? Dia berkata: Ya, (dan menambahkan) kami sedang merayakan i'tikaf dengan Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) pada sepuluh hari pertengahan Ramadhan, dan keluar pada pagi hari tanggal dua puluh dan Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) berbicara kepada kami dan berkata: Saya diperlihatkan Lailat-ul-Qadr, tetapi saya lupa (malam yang tepat) atau saya dibiarkan melupakannya. jadi carilah itu dalam sepuluh malam terakhir, dan aku diperlihatkan bahwa aku bersujud di air dan tanah liat. Jadi dia yang ingin merayakan i'tikaf dengan Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) harus kembali (ke tempat i'tikaf). Dia (Abu Sa'id al-Khudri) berkata: Dan kami kembali dan tidak menemukan sepetak awan di langit. Kemudian awan berkumpul dan terjadi hujan lebat sehingga atap masjid yang terbuat dari cabang-cabang kurma mulai menetes. Kemudian ada shalat dan saya melihat Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) bersujud di air dan tanah liat sampai saya melihat jejak tanah liat di dahinya.

Sahih Muslim 1167e
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Hadis ini telah dilaporkan tentang otoritas Yahya b. Abu Kathir dengan rantai pemancar yang sama (dengan sedikit variasi dari kata-kata ini)

Saya melihat Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) setelah dia selesai (shalat) dan ada bekas tanah liat di dahi dan ujung (hidung).

Sahih Muslim 1167f
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Abu Sa'id al-Khudri radhi'ahi wa sallam melaporkan

Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) merayakan i'tikaf pada sepuluh hari pertengahan Ramadhan untuk mencari Lailat-ul-Qadr sebelum dinyatakan kepadanya. Ketika (malam-malam ini) berakhir, dia memerintahkan untuk memukul tenda. Kemudian dinyatakan kepadanya bahwa (Lailat-ul-Qadr) berada dalam sepuluh malam terakhir (Ramadhan), dan diperintahkan untuk mendirikan kemah (lagi). Dia kemudian datang kepada orang-orang dan berkata: Wahai orang-orang, Lailat-ul-Qadr telah dinyatakan kepadaku dan aku keluar untuk memberitahukan kepadamu tentang hal itu bahwa dua orang datang berselisih satu sama lain dan ada setan bersama mereka dan aku melupakannya. Jadi carilah itu di sepuluh malam terakhir Ramadhan. Carilah pada hari kesembilan, pada hari ketujuh dan pada hari kelima. Aku (salah satu perawi) berkata: Abu Sa'id, kamu tahu lebih banyak daripada kami tentang angka. Dia berkata: Ya, sesungguhnya kami memiliki hak yang lebih baik daripada Anda. Aku berkata: Apakah yang kesembilan, ketujuh, dan kelima ini? Dia berkata: Ketika dua puluh satu (malam berakhir) dan dua puluh dua dimulai, itu adalah yang kesembilan, dan ketika dua puluh tiga (malam) berakhir, yang mengikuti (malam terakhir) adalah yang ketujuh, dan ketika dua puluh lima malam berakhir, yang mengikutinya adalah yang kelima. Ibnu Khallad berkata: Alih-alih kata Yahliqan (bersaing), dia mengatakan Yakhtasiman, (mereka berselisih).

Sahih Muslim 1168
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
'Abdullah b. Unais melaporkan Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) bersabda

Saya diperlihatkan Lailat-ul-Qadr; kemudian aku disuruh, dan melihat bahwa aku bersujud di air dan tanah liat pada pagi hari (malam). Dia (perawi) berkata: Ada hujan lebat pada malam kedua puluh tiga dan Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) memimpin kami dalam shalat, dan ketika dia kembali, ada jejak air dan tanah liat di dahi dan hidungnya. Dia (perawi) berkata: 'Abdullah b. Unais biasa mengatakan bahwa itu adalah dua puluh tiga (malam).

Sahih Muslim 1169
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
'Aisyah (Allah berkenan kepadanya) dan Ibnu Numair melaporkan Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) bersabda

Carilah (dan dalam kata-kata Waki, carilah) Lailat-ul-Qadr di sepuluh malam terakhir Ramadhan.

Sahih Muslim 1170
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Abu Huraira (Allah 'anyaniallahu 'anhu) melaporkan

Kami berbicara tentang Lailat-ul-Qadr di hadapan Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) dan dia berkata: Dia yang di antara kamu ingat (malam) ketika bulan terbit dan itu seperti sepotong piring (pada akhir bulan dalam keadaan memudar).