Kantor Hakim (Kitab Al-Aqdiyah)
كتاب الأقضية
Bab 10
الْحُكْمِ بَيْنَ أَهْلِ الذِّمَّةِ
{ "Jika mereka datang kepadamu, maka putbukanlah (perkara) di antara mereka atau berpalinglah dari mereka" } dinasakh (dihapuskan hukumnya). Ia berkata: { "Dan putuskanlah perkara di antara mereka dengan apa yang diturunkan Allah" }.
Ketika ayat-ayat ini diturunkan:
Beliau bersabda: Dahulu kaum Banu an-Nadir membayar separuh diyat (denda darah) jika mereka membunuh seseorang dari Banu Qurayzah, dan jika Banu Qurayzah membunuh seseorang dari Banu an-Nadir, mereka membayarkan diyat secara penuh. Maka Rasulullah (ﷺ) menyamakan hukuman di antara mereka.“Jika mereka datang kepadamu (Muhammad), maka putuskanlah (perkara) di antara mereka atau berpalinglah dari mereka... Dan jika kamu memutuskan (perkara mereka), maka putuskanlah dengan adil di antara mereka.”
Bab 11
اجْتِهَادِ الرَّأْىِ فِي الْقَضَاءِ
Ketika Rasulullah (ﷺ) hendak mengutus Mu'adz ke Yaman, beliau bersabda, "Bagaimana kamu akan memutuskan perkara jika persoalan hukum dihadapkan kepadamu?" Ia menjawab, "Aku akan memutuskan berdasarkan Kitab Allah." Beliau bersabda, "Bagaimana jika kamu tidak menemukannya dalam Kitab Allah?" Ia menjawab, "Maka dengan Sunnah Rasulullah (ﷺ)." Beliau bersabda, "Bagaimana jika kamu tidak menemukannya dalam Sunnah Rasulullah (ﷺ) dan tidak pula dalam Kitab Allah?" Ia menjawab, "Aku akan berijtihad dengan pendapatku dan aku tidak akan menyia-nyiakan usaha." Maka Rasulullah (ﷺ) menepuk dadanya lalu bersabda, "Segala puji bagi Allah yang telah membimbing utusan Rasulullah kepada apa yang diridhai oleh Rasulullah."
Ketika Rasulullah (ﷺ) mengutus Mu'adh bin Jabal ke Yaman... lalu ia menyebutkan maknanya.
Bab 12
فِي الصُّلْحِ
Rasulullah (ﷺ) bersabda: "Perdamaian itu dibolehkan di antara kaum Muslimin." Ahmad menambahkan: "Kecuali perdamaian yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram." Dan Sulayman bin Dawud menambahkan seraya berkata: Rasulullah (ﷺ) bersabda: "Kaum Muslimin terikat dengan syarat-syarat mereka."
Ka'b menagih piutang kepada putra Abu Hadrad atas utang yang menjadi tanggungan darinya pada masa Rasulullah (ﷺ) di dalam masjid. Suara mereka meninggi hingga didengar oleh Rasulullah (ﷺ) saat beliau berada di rumahnya. Rasulullah (ﷺ) keluar menemui keduanya, lalu membuka tirai kamarnya dan memanggil: "Wahai Ka'b!" Ia menjawab: "Aku penuhi panggilanmu, wahai Rasulullah." Beliau memberi isyarat dengan tangannya: "Kurangi separuh dari utangmu." Ka'b berkata: "Aku telah melakukannya, wahai Rasulullah." Nabi (ﷺ) kemudian bersabda: "Bangkitlah dan bayarlah kepadanya."
Bab 13
فِي الشَّهَادَاتِ
Abu Dawud berkata: Malik berkata: "Dialah orang yang menyampaikan kesaksiannya, tetapi orang yang berhak atasnya tidak mengetahuinya." Al-Hamdani berkata: "Dan dia mengangkatnya kepada penguasa." Ibn al-Sarh berkata: "Atau dia membawanya kepada imam." Kata ikhbar (mengabarkan) terdapat dalam riwayat al-Hamdani. Ibn al-Sarh berkata: "Ibn Abi 'Amrah" dan tidak mengatakan "'Abd al-Rahman."
Bab 14
فِيمَنْ يُعِينُ عَلَى خُصُومَةٍ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَعْلَمَ أَمْرَهَا
Kami duduk bersama Abdullah ibn Umar, lalu ia keluar menemui kami dan duduk, kemudian ia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang syafaatnya menghalangi suatu hukuman dari hukuman-hukuman yang ditetapkan Allah, maka ia telah menentang Allah; barangsiapa yang membela kebatilan sedangkan ia mengetahuinya, maka ia senantiasa berada dalam kemurkaan Allah sampai ia meninggalkannya; dan barangsiapa yang berkata tentang seorang mukmin sesuatu yang tidak ada padanya, maka Allah akan menempatkannya dalam nanah penghuni neraka sampai ia keluar dari apa yang dikatakannya."
Dan barang siapa yang membantu dalam suatu perselisihan secara zalim, maka sungguh ia telah kembali dengan membawa kemurkaan Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Agung.
Bab 15
فِي شَهَادَةِ الزُّورِ
Rasulullah (ﷺ) melaksanakan salat subuh. Ketika beliau selesai, beliau berdiri dan bersabda: "Kesaksian palsu telah disetarakan dengan mempersekutukan Allah," sebanyak tiga kali. Kemudian beliau membaca:
Maka jauhilah olehmu berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan dusta, dengan ikhlas kepada Allah, tidak mempersekutukan sesuatu dengan-Nya.
Bab 16
مَنْ تُرَدُّ شَهَادَتُهُ
Rasulullah (ﷺ) menolak kesaksian seorang laki-laki pengkhianat dan perempuan pengkhianat, serta orang yang memendam permusuhan terhadap saudaranya, dan beliau menolak kesaksian orang yang menumpang hidup bagi anggota rumah tangga, sementara beliau menerimanya untuk selain mereka.
Abu Dawud berkata: Al-ghimr berarti kedengkian dan permusuhan. Al-qani adalah pelayan yang bergantung, seperti pekerja khusus.
Rasulullah (ﷺ) bersabda: "Tidak sah kesaksian seorang laki-laki pengkhianat atau perempuan pengkhianat, seorang pezina laki-laki atau pezina perempuan, dan orang yang menyimpan kebencian terhadap saudaranya."
Bab 17
شَهَادَةِ الْبَدَوِيِّ عَلَى أَهْلِ الأَمْصَارِ
Bab 18
الشَّهَادَةِ فِي الرَّضَاعِ
Aku menikahi Umm Yahya binti Abi Ihab, lalu seorang wanita berkulit gelap masuk menemui kami dan mengaku bahwa ia telah menyusui kami berdua. Maka aku mendatangi Nabi (ﷺ) dan menceritakan hal itu kepadanya, lalu beliau berpaling dariku. Aku berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya ia berbohong." Beliau bersabda, "Bagaimana kau bisa tahu, padahal ia telah mengatakan apa yang ia katakan? Tinggalkanlah ia."
Hammad bin Zaid melihat kepada al-Harith bin Umair lalu berkata: Orang ini termasuk perawi yang tsiqah (terpercaya) dari Ayyub.
Bab 19
شَهَادَةِ أَهْلِ الذِّمَّةِ وَفِي الْوَصِيَّةِ فِي السَّفَرِ
Seorang laki-laki dari kalangan kaum muslimin mendekati ajalnya di Daquqa, dan ia tidak mendapati seorang pun dari kalangan kaum muslimin untuk mempersaksikan wasiatnya. Maka ia menjadikan dua orang dari Ahli Kitab sebagai saksi. Keduanya kemudian datang ke Kufah dan menemui Abu Musa al-Asy'ari lalu memberitahukannya, dengan membawa harta warisan serta wasiatnya. Abu Musa berkata, 'Ini adalah perkara yang belum pernah terjadi pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.' Lalu ia menyumpah keduanya demi Allah setelah salat 'Asr bahwa mereka berdua tidak berkhianat, tidak berdusta, tidak mengubah, tidak menyembunyikan, dan tidak merubah, dan bahwa itu sungguh merupakan wasiat lelaki tersebut beserta harta warisannya. Kemudian ia meloloskan/mengesahkan kesaksian mereka berdua.
Seorang lelaki dari Bani Sahm keluar bersama Tamim ad-Dari dan Adi ibn Badda'. Lelaki dari Bani Sahm itu meninggal dunia di suatu negeri yang tiada seorang Muslim pun di sana. Ketika keduanya datang membawa harta pakaiannya, mereka mendapati sebuah mangkuk perak yang bersepuh emas tidak ada. Maka Rasulullah (ﷺ) meminta keduanya bersumpah. Kemudian mangkuk tersebut ditemukan di Makkah. Orang-orang berkata: "Kami membelinya dari Tamim dan Adi." Lalu berdirilah dua orang lelaki dari kalangan wali (keluarga) lelaki Bani Sahm tersebut lalu bersumpah: "Persaksian kami lebih berhak (benar) daripada persaksian keduanya, dan sesungguhnya mangkuk itu adalah milik sahabat kami." Beliau berkata: Maka turunlah berkenaan dengan mereka:
Hai orang-orang yang beriman, apabila salah seorang kedatangan tanda maut...ayat tersebut.
Bab 20
إِذَا عَلِمَ الْحَاكِمُ صِدْقَ الشَّاهِدِ الْوَاحِدِ يَجُوزُ لَهُ أَنْ يَحْكُمَ بِهِ
Nabi (ﷺ) membeli seekor kuda dari seorang Badui. Nabi (ﷺ) pergi bersamanya untuk membayarkan harga kudanya, namun Rasulullah (ﷺ) berjalan dengan cepat sedangkan orang Badui itu berjalan dengan lambat. Orang-orang mulai mendatangi si Badui dan menawar kuda tersebut, sementara mereka tidak menyadari bahwa Nabi (ﷺ) telah membelinya. Orang Badui itu memanggil Rasulullah (ﷺ) dan berkata, "Jika engkau ingin membeli kuda ini, maka belilah; jika tidak, aku akan menjualnya."
Ketika Nabi (ﷺ) mendengar panggilan orang Badui tersebut, beliau berhenti lalu bersabda, "Bukankah aku telah membelinya darimu?"
Orang Badui itu berkata, "Tidak, demi Allah, aku tidak menjualnya kepadamu."
Nabi (ﷺ) bersabda, "Bahkan, sungguh aku telah membelinya darimu."
Orang Badui itu mulai berkata, "Datangkan seorang saksi."
Maka Khuzaimah bin Tsabit berkata, "Aku bersaksi bahwa engkau benar-benar telah membelinya."
Nabi (ﷺ) menoleh kepada Khuzaimah lalu bersabda, "Atas dasar apa engkau bersaksi?"
Ia menjawab, "Karena membenarkanmu, wahai Rasulullah!" Maka Rasulullah (ﷺ) menjadikan persaksian Khuzaimah setara dengan persaksian dua orang laki-laki.
Bab 21
الْقَضَاءِ بِالْيَمِينِ وَالشَّاهِدِ
Rasulullah (ﷺ) memutuskan suatu perkara berdasarkan sumpah dan seorang saksi.