Ritus Haji (Kitab Al-Manasik Wa'l-Haji)
كتاب المناسك
Bab 650
الإِفَاضَةِ فِي الْحَجِّ
Sesungguhnya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak melakukan ramal (berjalan cepat) pada tujuh putaran thawaf ifadah yang beliau lakukan.
Bab 651
الْوَدَاعِ
Dulu orang-orang bubar ke segala arah, lalu Nabi (ﷺ) bersabda: "Janganlah seseorang pergi sampai akhir urusannya adalah thawaf di Baitullah."
Bab 652
الْحَائِضِ تَخْرُجُ بَعْدَ الإِفَاضَةِ
Rasulullah (ﷺ) menyebutkan tentang Shafiyah binti Huyay, lalu dikatakan: Sesungguhnya dia telah haid. Maka Rasulullah (ﷺ) bersabda: "Bisa jadi dia menahan kita." Mereka berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya dia telah melakukan tawaf (Ifadah). Beliau bersabda: "Kalau begitu, tidak."
Aku mendatangi Umar bin al-Khattab dan bertanya kepadanya tentang seorang wanita yang thawaf di Baitullah pada hari penyembelihan (Idul Adha), lalu dia kedatangan haid. Dia berkata, "Hendaklah akhir masa tinggalnya di Baitullah adalah thawaf wada' (perpisahan)." Al-Harith berkata, "Demikian pula Rasulullah (ﷺ) telah memberikan fatwa kepadaku." Lantas Umar berkata, "Celakalah engkau! Engkau bertanya kepadaku tentang suatu perkara yang telah engkau tanyakan kepada Rasulullah (ﷺ) agar aku menyelisihi beliau."
Bab 653
طَوَافِ الْوَدَاعِ
Aku berihram untuk umrah dari al-Tan'im, lalu aku masuk dan menyelesaikan umrahku. Rasulullah (ﷺ) menungguku di al-Abtah hingga aku selesai, lalu beliau memerintahkan orang-orang untuk bersiap berangkat. Beliau (Aisyah) berkata: Rasulullah (ﷺ) mendatangi Baitullah, bertawaf mengelilinginya, lalu beliau keluar.
Aku keluar bersamanya—maksudnya bersama Nabi (ﷺ)—pada rombongan terakhir, lalu Al-Muhassab singgah.
Abu Dawud berkata: Ibnu Basyar tidak menyebutkan kisah diutusnya dia ke Tan'im dalam hadis ini.
Dia berkata: Kemudian aku mendatangnya pada waktu sahur, lalu beliau mengumumkan keberangkatan kepada para sahabatnya, maka mereka pun berangkat. Beliau melewati Baitullah sebelum salat subuh, lalu thawaf mengelilinginya ketika keluar, kemudian beliau pergi dengan menghadap ke Madinah.
Ketika Rasulullah (ﷺ) melewati suatu tempat dari rumah Ya'la —Ubaidullah lupa namanya— beliau menghadap ke Baitullah lalu berdoa.
Bab 654
التَّحْصِيبِ
Rasulullah (ﷺ) singgah di al-Muhassab hanyalah agar lebih mudah baginya saat berangkat, dan itu bukanlah sunnah. Siapa yang ingin, silakan singgah di sana, dan siapa yang tidak ingin, tidak usah singgah.
Abu Rafi' berkata: Rasulullah (ﷺ) tidak memerintahkan kepadaku untuk menempatkannya di situ, tetapi aku mendirikan tendanya lalu beliau menempatinya.
Musaddad berkata: Beliau mengurus barang-barang bawaan Nabi (ﷺ).
'Uthman berkata: Maksudnya di Al-Abtah.
Usamah bin Zaid berkata: Aku bertanya, "Wahai Rasulullah, di mana engkau akan singgah esok hari dalam ibadah hajinya?" Beliau menjawab, "Apakah Aqil meninggalkan untuk kita sebuah rumah?" Kemudian beliau bersabda, "Kita akan singgah di Khaif Banu Kinanah tempat Quraisy bersumpah atas kekufuran"—maksudnya Al-Muhassab. Hal itu karena Banu Kinanah bersekutu dengan Quraisy untuk melawan Banu Hashim agar tidak menikahi mereka, tidak mengadakan transaksi jual beli dengan mereka, dan tidak melindungi mereka. Al-Zuhri berkata: Al-Khaif adalah lembah.
Ketika Rasulullah (ﷺ) hendak berangkat dari Mina, beliau bersabda: "Kita akan berkemah besok..." Beliau kemudian menyebutkan riwayat yang serupa, tetapi tidak menyebutkan bagian awalnya, dan tidak pula menyebutkan al-Khayf al-Wadi.
Ibn 'Umar biasanya beristirahat sejenak di Al-Batha', lalu memasuki Makkah, dan dia mengira bahwa Rasulullah (ﷺ) biasa melakukan hal tersebut.
Nabi (ﷺ) melaksanakan salat Zuhur, Asar, Maghrib, dan Isya di al-Batha', kemudian beliau tidur sejenak, lalu beliau memasuki Makkah. Ibn 'Umar juga biasa melakukan hal tersebut.
Bab 655
فِيمَنْ قَدَّمَ شَيْئًا قَبْلَ شَىْءٍ فِي حَجِّهِ
Al-Qa'nabi menceritakan kepada kami, dari Malik, dari Ibn Shihab, dari 'Isa bin Talhah bin 'Ubaidillah, dari 'Abdullah bin 'Amr bin al-'As, bahwa ia berkata: Rasulullah (saw) berhenti di Mina pada saat Haji Wada' (Haji Perpisahan) sementara orang-orang bertanya kepadanya. Lalu datang seorang laki-laki dan berkata, "Wahai Rasulullah, aku tidak tahu, maka aku mencukur rambutku sebelum menyembelih [hewan kurban]." Rasulullah (saw) bersabda, "Sembelihlah, dan tidak mengapa." Kemudian datang laki-laki lain dan berkata, "Wahai Rasulullah, aku tidak tahu, maka aku menyembelih [hewan kurban] sebelum melempar jumrah." Beliau bersabda, "Lemparlah, dan tidak mengapa." Ia berkata: Tidaklah beliau ditanya pada hari itu tentang sesuatu yang didahulukan atau diakhirkannya melainkan beliau akan bersabda, "Lakukanlah, dan tidak mengapa."
Utsman bin Abi Syaibah telah menceritakan kepada kami: Jarir telah menceritakan kepada kami, dari Al-Syaibani, dari Ziyad bin Ilaqah, dari Usamah bin Syarik, ia berkata: Aku keluar bersama Nabi, shallallahu 'alaihi wa sallam, untuk menunaikan haji. Orang-orang mendatangi beliau; seseorang berkata, "Wahai Rasulullah, aku melakukan sa'i sebelum thawaf," atau "Aku mendahulukan sesuatu atau mengakhirkannya." Beliau lantas bersabda, "Tidak mengapa, tidak mengapa, kecuali bagi seseorang yang mencemarkan kehormatan seorang Muslim secara zalim, maka itulah orang yang berdosa dan binasa."
Bab 656
فِي مَكَّةَ
Bab 657
تَحْرِيمِ حَرَمِ مَكَّةَ
Abu Hurairah berkata: Ketika Allah Ta'ala menganugerahkan penaklukkan Makkah kepada Rasul-Nya, Rasulullah (ﷺ) berdiri di tengah-tengah mereka, lalu memuji Allah dan menyanjung-Nya, kemudian bersabda: "Sesungguhnya Allah menahan Gajah dari Makkah, dan memberikan kekuasaan atasnya kepada Rasul-Nya dan orang-orang beriman. Dan sesungguhnya wilayah ini dihalalkan bagiku hanya sesaat pada siang hari, dan ia tetap haram (suci) hingga Hari Kiamat: tidak boleh ditebang pohonnya, tidak boleh didesak binatang buruannya, dan tidak halal barang temuannya kecuali bagi orang yang mengumumkannya." Al-Abbas atau Al-Abbas berkata: "Wahai Rasulullah, kecuali idhkir (rumput usytah), karena ia untuk kuburan kami dan rumah-rumah kami." Rasulullah (ﷺ) bersabda: "Kecuali idhkir." Abu Dawud berkata: Ibnu al-Musaffa menambahkan kepada kami dari Al-Walid: Abu Shah, seorang laki-laki dari penduduk Yaman, berdiri lalu berkata: "Tuliskan untukku." Rasulullah (ﷺ) bersabda: "Tuliskan untuk Abu Shah." Aku berkata kepada Al-Awza'i: "Apa maksud ucapannya: 'Tuliskan untuk Abu Shah'?" Ia berkata: "Itu adalah khotbah yang ia dengar dari Rasulullah (ﷺ)."
Mengenai kisah ini, beliau bersabda: "Dan rumput mudanya tidak boleh dipotong."
Aku berkata: Wahai Rasulullah, tidak bisakah kami membangunkan untukmu sebuah rumah atau bangunan di Mina yang dapat melindungimu dari matahari? Beliau menjawab: Tidak, tempat itu hanyalah tempat singgah bagi siapa saja yang lebih dulu sampai ke sana.