Sunan Abi Dawud

Ritus Haji (Kitab Al-Manasik Wa'l-Haji)

كتاب المناسك

Bab 622

الْمُلْتَزَمِ

Sunan Abi Dawud 1900
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Bahwa ia biasa menuntun Ibnu Abbas lalu mendirikannya di dekat pilar ketiga dari arah yang bersebelahan dengan Rukun (Sudut Kabah), yang bersebelahan dengan Hajar [Aswad], yang bersebelahan dengan pintu. Ibnu Abbas berkata kepadanya: "Apakah telah sampai kepadamu berita bahwa Rasulullah (ﷺ) biasa shalat di tempat ini?" Ia menjawab: "Ya." Lalu ia berdiri dan shalat.

Bab 623

أَمْرِ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ

Sunan Abi Dawud 1901
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

'Urwah bin az-Zubair berkata: Aku berkata kepada 'Aisyah, istri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, sementara pada waktu itu aku masih muda usia: "Bagaimana pendapatmu tentang firman Allah Ta'ala:

'Sesungguhnya al-Safa dan al-Marwah adalah sebagian dari syiar Allah'
, sehingga aku tidak melihat ada dosa bagi seseorang jika tidak tawaf di antara keduanya?" 'Aisyah berkata: "Tidak demikian. Seandainya itu seperti yang engkau katakan, niscaya ayatnya berbunyi: 'Tidak ada dosa atasnya untuk tidak bertawaf di antara keduanya.' Ayat ini sesungguhnya turun berkenaan dengan kaum Ansar; mereka dahulu biasa berihram untuk Manat —sedangkan Manat terletak di dekat Qudaid— dan mereka merasa keberatan untuk melakukan tawaf antara al-Safa dan al-Marwah. Ketika Islam datang, mereka bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tentang hal tersebut, lalu Allah Ta'ala menurunkan:
'Sesungguhnya al-Safa dan al-Marwah adalah sebagian dari syiar Allah.'
"

Sunan Abi Dawud 1902
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Bahwa Rasulullah (ﷺ) melaksanakan umrah, lalu thawaf di Baitullah, dan shalat dua rakaat di belakang Maqam, dan bersama beliau ada orang-orang yang menutupi beliau dari pandangan orang banyak. Lalu 'Abdullah ditanya, "Apakah Rasulullah (ﷺ) memasuki Ka'bah?" Beliau menjawab, "Tidak."

Sunan Abi Dawud 1903
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Dengan hadis ini, ia menambahkan: Kemudian beliau mendatangi Safa dan Marwah, lalu berlari kecil di antara keduanya sebanyak tujuh kali, kemudian mencukur rambut kepalanya.

Sunan Abi Dawud 1904
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Seorang lelaki berkata kepada Abdullah bin Umar di antara Safa dan Marwah: "Wahai Abu Abdur-Rahman, aku melihatmu berjalan sementara orang-orang berlari-lari kecil." Beliau menjawab: "Jika aku berjalan, sungguh aku telah melihat Rasulullah sallallahu alaihi wasallam berjalan; dan jika aku berlari-lari kecil, sungguh aku telah melihat Rasulullah sallallahu alaihi wasallam berlari-lari kecil, sedangkan aku adalah seorang lelaki yang sudah tua."

Bab 624

صِفَةِ حَجَّةِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم

Sunan Abi Dawud 1905
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Ja’far bin Muhammad meriwayatkan dari ayahnya, ia berkata: “Kami menemui Jabir bin ‘Abdullah. Ketika kami telah sampai kepadanya, ia menanyakan tentang orang-orang hingga giliran sampai kepadaku, lalu aku berkata, ‘Aku adalah Muhammad bin Ali bin Husain.’ Maka ia mengisyaratkan tangannya ke kepalaku, lalu melepas kancing atasnya, kemudian melepas kancing bawahnya, lalu meletakkan telapak tangannya di antara dadaku, sedangkan pada waktu itu aku adalah seorang anak muda belia. Ia berkata, ‘Selamat datang, wahai anak saudaraku! Tanyailah apa saja yang engkau kehendaki.’ Aku lalu bertanya kepadanya, sedangkan ia adalah seorang yang buta. Waktu salat pun tiba, lalu ia berdiri mengenakan selendang yang melilit padanya, yaitu sehelai kain yang bersambung; setiap kali ia meletakkannya di atas pundaknya, ujung-ujungnya kembali kepadanya karena ukurannya yang kecil, lalu ia mengimami salat kami, sementara selendangnya diletakkan di atas pasak di sampingnya. Aku berkata, ‘Ceritakanlah kepadaku tentang haji Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.’ Maka ia memberi isyarat dengan tangannya dan menghitung sembilan, lalu berkata, ‘Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tinggal selama sembilan tahun tanpa melaksanakan haji, kemudian beliau menyeru kepada manusia pada tahun kesepuluh bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam akan melaksanakan haji. Maka datanglah ke Madinah orang yang sangat banyak, semuanya ingin mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan mengamalkan seperti amalan beliau. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun keluar, dan kami keluar bersama beliau hingga kami sampai di Dzul Hulaifah. Asma’ binti ‘Umais melahirkan Muhammad bin Abi Bakr, lalu ia mengirim utusan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bertanya, ‘Apa yang harus kulakukan?’ Beliau menjawab, ‘Mandilah, balutlah kemaluanmu dengan kain, dan berihramlah.’ Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam salat di masjid, kemudian menaiki unta Al-Qaswa’ hingga ketika untanya berdiri tegak di Al-Baidaa’.’ Jabir berkata, ‘Aku melihat sejauh mata memandang dari hadapannya, dari pengendara, pejalan kaki, di sebelah kanannya, di sebelah kirinya, dan dari belakangnya, yang semisal dengan itu. Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berada di tengah-tengah kami, Al-Qur'an diturunkan kepada beliau dan beliau mengetahui takwilnya. Apa pun yang beliau amalkan, kami pun mengamalkannya. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertahlil mengucapkan tauhid:

‘Labbaikallahumma labbaik, labbaik la syarika laka labbaik, innal-hamda wan-ni’mata laka wal-mulk, la syarika lak.’
Dan manusia bertahlil dengan kalimat yang mereka pergunakan untuk bertahlil, dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak menolak sedikit pun dari hal tersebut, dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tetap pada talbiyahnya.”

Jabir berkata, ‘Kami tidak berniat kecuali haji, dan kami tidak mengenal ‘umrah. Hingga ketika kami tiba di Baitullah bersamanya, beliau mengusap rukun (Hajar Aswad), lalu melakukan tawaf tiga putaran dengan berlari-lari kecil dan empat putaran dengan berjalan biasa. Kemudian beliau maju ke Maqam Ibrahim, lalu membaca: Dan jadikanlah sebagian Maqam Ibrahim sebagai tempat salat. Beliau menjadikan maqam tersebut di antara dirinya dan Baitullah. Ayahku berkata, Ibn Nufail dan ‘Utsman berkata —dan aku tidak mengetahuinya kecuali ia menyebutkannya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam—, Sulaiman berkata —dan aku tidak mengetahuinya kecuali ia berkata—: Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam membaca pada dua rakaat: Qul huwallahu ahad dan Qul ya ayyuhal-kafirun. Kemudian beliau kembali ke Baitullah, lalu mengusap rukun, kemudian keluar dari pintu menuju Safa. Ketika beliau mendekati Safa, beliau membaca: Innas-safa wal-marwata min sya’airillah, Kami memulai dengan apa yang Allah mulai dengannya. Maka beliau memulainya dari Safa, menaikinya hingga melihat Baitullah, lalu bertakbir, mengesakan Allah, dan mengucapkan:

‘La ilaha illallahu wahdahu la syarika lah, lahul-mulku walahul-hamdu yuhyi wa yumitu wa huwa ‘ala kulli syai’in qadir. La ilaha illallahu wahdahu, anjaza wa’dahu wa nashara ‘abdahu wa hazamal-ahzaba wahdah.’
Kemudian beliau berdoa di antara hal tersebut dan mengucapkan yang semacam itu sebanyak tiga kali. Kemudian beliau turun menuju Marwa, hingga ketika kedua kaki beliau menuruni perut lembah, beliau berlari kecil di bagian tengah lembah, dan ketika beliau mendaki, beliau berjalan hingga tiba di Marwa. Beliau melakukan di Marwa sebagaimana yang beliau lakukan di Safa, hingga ketika akhir tawaf di Marwa, beliau bersabda, ‘Seandainya aku mengetahui urusanku dari awal seperti yang aku ketahui belakangan, niscaya aku tidak akan membawa hadyu (hewan kurban) dan aku akan menjadikannya ‘umrah. Maka barang siapa di antara kalian yang tidak membawa hadyu, hendaklah ia bertahallul dan menjadikannya ‘umrah.’ Maka seluruh manusia bertahallul dan memendekkan rambut mereka, kecuali Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan orang yang bersama beliau yang membawa hadyu. Suraqah bin Ju’syam berdiri lalu bertanya, ‘Ya Rasulullah, apakah ini untuk tahun kami ini saja atau untuk selama-lamanya?’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam merajut jari-jemari tangan yang satu dengan yang lain, lalu bersabda, ‘Umrah masuk ke dalam haji’ —beliau mengucapkannya dua kali—, ‘Tidak, bahkan untuk selamanya, selamanya.’

‘Ali datang dari Yaman membawa hadyu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu ia mendapati Fatimah termasuk orang yang bertahallul, mengenakan pakaian yang dicelup dengan warna dan bercak rawis, serta memakai celak. ‘Ali mengingkari hal itu pada dirinya dan berkata, ‘Siapa yang memerintahkanmu ini?’ Ia menjawab, ‘Ayahku.’ Maka ‘Ali berkata di Irak, ‘Aku pergi kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan bersikap protes terhadap Fatimah atas perbuatan yang dilakukannya, meminta fatwa kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tentang apa yang ia sebutkan darinya, dan aku mengabarkan kepada beliau bahwa aku mengingkari hal itu padanya, lantas ia berkata: “Ayahku yang memerintahkan aku ini.”’ Maka beliau bersabda, ‘Ia benar, ia benar. Apa yang engkau ucapkan ketika engkau berniat ihram haji?’ Aku menjawab, ‘Ya Allah, sesungguhnya aku berihram dengan apa yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berihram dengannya.’ Beliau bersabda, ‘Sesungguhnya bersamaku terdapat hadyu, maka janganlah engkau bertahallul.’ Jabir berkata, ‘Maka jumlah hadyu yang dibawa oleh ‘Ali dari Yaman dan yang dibawa oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dari Madinah adalah seratus ekor.’ Maka seluruh manusia bertahallul dan memendekkan rambut, kecuali Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan orang yang bersama beliau yang membawa hadyu.

Ketika hari Tarwiyah tiba dan mereka menghadap ke Mina, mereka berihram untuk haji. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkendara, lalu salat di Mina: Zuhur, Asar, Maghrib, Isya, dan Subuh. Kemudian beliau berdiam sejenak hingga matahari terbit, dan beliau memerintahkan agar dibuatkan kemah dari bulu untuknya di Namirah. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berjalan, dan kaum Quraisy tidak ragu bahwa beliau akan berhenti di Al-Masy’ar Al-Haram di Muzdalifah, sebagaimana yang biasa dilakukan kaum Quraisy pada masa Jahiliah. Akan tetapi, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam terus berjalan hingga tiba di Arafah, dan beliau mendapati kemah telah dipancangkan untuknya di Namirah. Beliau pun singgah di sana hingga ketika matahari tergelincir, beliau memerintahkan agar Al-Qaswa’ disiapkan, lalu beliau menaikinya hingga tiba di lembah, lalu beliau berkhotbah kepada orang-orang dan bersabda: ‘Sesungguhnya darah kalian dan harta kalian adalah haram bagi kalian, sebagaimana haramnya hari kalian ini, di bulan kalian ini, di negeri kalian ini. Ketahuilah, segala perkara Jahiliah diletakkan di bawah kedua telapak kakiku, dan tuntutan darah masa Jahiliah diletakkan (dihapuskan). Dan darah pertama yang aku letakkan dari darah kami adalah darah...’ —‘Utsman berkata: ‘Darah Ibnu Rabi’ah’— —Sulaiman berkata: ‘Darah Rabi’ah bin al-Harith bin ‘Abd al-Muththalib, yang disusukan di Bani Sa’d lalu dibunuh oleh Hudzail’— —‘Dan riba Jahiliah diletakkan, dan riba pertama yang aku letakkan adalah riba kami, riba ‘Abbas bin ‘Abd al-Muththalib, sesungguhnya itu diletakkan semuanya. Bertakwalah kepada Allah terhadap para wanita, karena sesungguhnya kalian mengambil mereka dengan amanah Allah dan menghalalkan kemaluan mereka dengan kalimat Allah. Dan hak kalian atas mereka adalah mereka tidak boleh membiarkan seorang pun yang tidak kalian sukai menginjak tempat tidur kalian. Jika mereka melakukan hal itu, pukullah mereka dengan pukulan yang tidak membekas (cidera). Dan kewajiban kalian memberi rezeki dan pakaian kepada mereka dengan cara yang makruf. Sesungguhnya aku telah meninggalkan kepada kalian sesuatu yang jika kalian berpegang teguh kepadanya, kalian tidak akan sesat selamanya, yaitu Kitab Allah. Dan kalian akan ditanya tentang aku, maka apakah yang akan kalian katakan?’ Mereka menjawab, ‘Kami bersaksi bahwa engkau sungguh telah menyampaikan, menunaikan, dan memberi nasihat.’ Kemudian beliau mengangkat jari telunjuknya ke langit dan mengarahkannya kepada manusia, seraya bersabda: ‘Ya Allah, saksikanlah! Ya Allah, saksikanlah! Ya Allah, saksikanlah!’ sebanyak tiga kali.

Kemudian Bilal mengumandangkan azan, lalu iqamah dan beliau salat Zuhur, kemudian iqamah dan beliau salat Asar, dan beliau tidak melakukan salat apa pun di antara keduanya. Kemudian beliau menaiki unta Al-Qaswa’ hingga tiba di tempat wuquf, lalu beliau menjadikan perut untanya Al-Qaswa’ menghadap ke arah bebatuan, menjadikan tali para pejalan kaki di hadapannya, dan menghadap ke kiblat. Beliau terus berdiri hingga matahari terbenam dan warna kuningnya sedikit memudar setelah bulatan matahari terbenam. Beliau memboncengkan Usamah di belakangnya, dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menarik tali kekang Al-Qaswa’ dengan kencang sehingga kepalanya menyentuh bagian tengah pelana, sambil berisyarat dengan tangan kanannya: ‘Wahai sekalian manusia, tenanglah! Tenanglah!’ Setiap kali beliau melewati gundukan tanah yang tinggi, beliau sedikit mengendurkan tali kekangnya agar unta itu bisa mendaki. Hingga beliau sampai di Muzdalifah, lalu beliau menjama’ Maghrib dan Isya dengan satu azan dan dua iqamah —‘Utsman berkata: ‘Beliau tidak bertasbih (salat sunnah) di antara keduanya’— kemudian mereka sepakat. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berbaring hingga terbit fajar, lalu beliau salat fajar ketika waktu subuh telah jelas baginya —Sulaiman berkata: ‘Dengan satu azan dan satu iqamah’— kemudian mereka sepakat. Kemudian beliau menaiki Al-Qaswa’ hingga tiba di Al-Masy’ar Al-Haram, lalu beliau naik ke atasnya dan menghadap kiblat —‘Utsman dan Sulaiman berkata: ‘Lalu beliau memuji Allah, mengagungkan-Nya, dan mentahlil-Nya’— ‘Utsman menambahkan dalam riwayatnya: ‘Dan mengesakan-Nya’— dan beliau terus berdiri hingga hari menjadi sangat terang. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berangkat sebelum matahari terbit, dengan memboncengkan Al-Fadhl bin ‘Abbas, yang merupakan seorang lelaki berambut indah, berkulit putih, dan tampan. Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berjalan cepat, para wanita yang berada di dalam hawdaj berlalu dengan cepat pula. Al-Fadhl mulai melihat kepada mereka, lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meletakkan tangan beliau di wajah Al-Fadhl. Al-Fadhl lalu memalingkan wajahnya ke sisi yang lain untuk melihat, dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memindahkan tangan beliau ke sisi yang lain, sementara Al-Fadhl memalingkan wajahnya ke sisi yang lain untuk melihat, hingga beliau tiba di Lembah Muhassir. Beliau menggerakkan untanya sedikit dan menempuh jalan tengah yang keluar menuju Jamrah Kubra, hingga beliau tiba di jamrah yang berada di dekat pohon, lalu beliau melemparnya dengan tujuh butir batu kerikil, bertakbir pada setiap kali lemparan sebesar batu lemparan kecil, dan beliau melemparnya dari perut lembah. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam beranjak ke tempat penyembelihan, lalu menyembelih enam puluh tiga ekor unta dengan tangan beliau sendiri. Kemudian beliau memerintahkan ‘Ali, lalu ‘Ali menyembelih sisa unta tersebut —beliau mengatakan: ‘Apa yang tersisa’— dan beliau menyertakan ‘Ali dalam hadyu beliau. Kemudian beliau memerintahkan agar dari setiap unta diambil sepotong daging, lalu dimasukkan ke dalam periuk dan dimasak, kemudian keduanya memakan dagingnya dan meminum kuahnya. —Sulaiman berkata: ‘Kemudian beliau berkendara, lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertolak menuju Baitullah, lalu salat Zuhur di Makkah. Kemudian beliau mendapati Bani ‘Abd al-Muththalib sedang memberi minum di Zamzam, lalu beliau bersabda: “Tariklah air, wahai Bani ‘Abd al-Muththalib! Seandainya tidak karena khawatir orang-orang akan mengalahkan kalian dalam urusan memberi minum ini, niscaya aku akan menariknya bersama kalian.” Maka mereka memberikan seimba air kepada beliau, lalu beliau meminumnya.’

Sunan Abi Dawud 1906
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Nabi (ﷺ) mengerjakan shalat Zuhur dan Asar dengan satu adzan dan dua iqamah di Arafah, dan beliau tidak mengerjakan shalat sunnah di antara keduanya; dan beliau mengerjakan shalat Maghrib dan Isya di Jam' dengan satu adzan dan dua iqamah, serta tidak mengerjakan shalat sunnah di antara keduanya.

Abu Dawud berkata: Hadis ini diriwayatkan oleh Hatim bin Ismail sebagai bagian dari hadis yang panjang. Muhammad bin Ali Al-Ju'fi menyetujui isnad Hatim bin Ismail dari Ja'far, dari ayahnya, dari Jabir, hanya saja ia berkata: "Beliau mengerjakan shalat Maghrib dan Al-'Atamah dengan satu adzan dan satu iqamah."

Sunan Abi Dawud 1907
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Kemudian Nabi (ﷺ) bersabda: “Aku telah berkurban di sini, dan seluruh Mina adalah tempat berkurban.” Dan beliau berhenti di Arafah lalu bersabda: “Aku telah berhenti di sini, dan seluruh Arafah adalah tempat berhenti.” Dan beliau berhenti di Muzdalifah lalu bersabda: “Aku telah berhenti di sini, dan seluruh Muzdalifah adalah tempat berhenti.”

Sunan Abi Dawud 1908
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Maka berkurbanlah kalian di tempat tinggal kalian.

Sunan Abi Dawud 1909
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Dia menyebutkan hadis ini dan menyisipkan di dalam hadis pada perkataannya:

Dan jadikanlah sebagian maqam Ibrahim tempat salat
, dia berkata: Dia membaca di dalamnya surah tentang Keesaan dan
Katakanlah: Hai orang-orang kafir
. Dan dia menyebutkan di dalamnya: Ali radhiyallahu 'anhu berkata di Kufah. Ayahku berkata: Jabir tidak menyebutkan huruf ini, maka aku pergi untuk mengajukan keberatan. Dan dia menyebutkan kisah Fatimah radhiyallahu 'anha.

Bab 625

الْوُقُوفِ بِعَرَفَةَ

Sunan Abi Dawud 1910
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Aisyah berkata: "Kaum Quraisy dan orang yang mengikuti agama mereka dahulu biasa wukuf di Muzdalifah, dan mereka dinamakan al-hums. Serta seluruh bangsa Arab lainnya biasa wukuf di 'Arafah. Ketika Islam datang, Allah Ta'ala memerintahkan Nabi-Nya (ﷺ) untuk mendatangi 'Arafah, lalu wukuf di sana, kemudian bertolak darinya. Itulah firman-Nya Ta'ala:

Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak
"

Bab 626

الْخُرُوجِ إِلَى مِنًى

Sunan Abi Dawud 1911
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Rasulullah (ﷺ) mengerjakan shalat Zuhur pada hari Tarwiyah dan shalat Subuh pada hari Arafah di Mina.

Sunan Abi Dawud 1912
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Aku bertanya kepada Anas bin Malik, seraya berkata, "Beritahukan kepadaku tentang sesuatu yang engkau ingat dari Rasulullah (ﷺ): Di manakah Rasulullah (ﷺ) shalat Zuhur pada Hari Tarwiyah?" Ia menjawab, "Di Mina." Aku bertanya lagi, "Dan di manakah beliau shalat Asar pada Hari Nafar?" Ia menjawab, "Di Al-Abtah." Kemudian ia berkata, "Berbuatlah sebagaimana pemimpin-pemimpin kalian berbuat."

Bab 627

الْخُرُوجِ إِلَى عَرَفَةَ

Sunan Abi Dawud 1913
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Rasulullah (ﷺ) berangkat dari Mina ketika beliau selesai shalat Subuh pada pagi hari Arafah hingga beliau tiba di Arafah, lalu beliau singgah di Namirah, yaitu tempat kediaman imam yang singgah di Arafah. Kemudian tatkala tiba waktu shalat Zuhur, Rasulullah (ﷺ) berangkat pada tengah hari yang panas, lalu beliau menjamak shalat Zuhur dan Asar. Kemudian beliau berkhotbah di hadapan orang banyak, lalu beliau berangkat dan berhenti di tempat wuquf di Arafah.

Bab 628

الرَّوَاحِ إِلَى عَرَفَةَ

Sunan Abi Dawud 1914
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Ketika al-Hajjaj membunuh Ibn az-Zubair, dia mengirim utusan kepada Ibn Umar seraya bertanya: "Pada jam berapakah Rasulullah, shallallahu alaihi wa sallam, berangkat pada hari ini?" Beliau menjawab: "Apabila waktu itu tiba, kami akan berangkat." Ketika Ibn Umar berniat untuk berangkat, orang-orang berkata: "Matahari belum tergelincir." Beliau bertanya: "Apakah matahari sudah tergelincir?" Mereka menjawab: "Belum." Atau beliau berkata: "Apakah sudah tergelincir?" Ketika mereka berkata: "Matahari sungguh telah tergelincir," beliau pun berangkat.

Bab 629

الْخُطْبَةِ عَلَى الْمِنْبَرِ بِعَرَفَةَ

Sunan Abi Dawud 1915
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Aku melihat Rasulullah (ﷺ) di atas mimbar di Arafah.

Sunan Abi Dawud 1916
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Nubayt melihat Nabi (ﷺ) berhenti di Arafat di atas unta merah sedang berkhutbah.

Sunan Abi Dawud 1918
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Dengan makna yang serupa.

Bab 630

مَوْضِعِ الْوُقُوفِ بِعَرَفَةَ

Sunan Abi Dawud 1919
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Ibn Mirba' al-Ansari mendatangi kami ketika kami berada di Arafat di tempat yang jauh dari imam, lalu dia berkata: "Sesungguhnya aku adalah utusan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam kepada kalian, yang menyampaikan: 'Berdirilah di tempat-tempat manasik kalian, karena kalian berada di atas warisan dari warisan ayah kalian Ibrahim.'"