Bulugh al-Maram

Haji

كتاب الحج

Bab : Deskripsi Ritual Haji dan Memasuki Makka

Bulugh al-Maram 754

Ibnu Abbas (RAA) menceritakan, 'Rasulullah (ﷺ) mengirim saya pada malam hari dari al-Muzdalifah (ke Mina) bersama anggota keluarganya yang lemah (wanita dan anak-anak). ' Disepakati.

Bulugh al-Maram 757

Aisyah (RAA) menceritakan, “Nabi mengutus Umm Salamah pada malam tanggal 10 (sebelum hari Pengorbanan) dan dia melemparkan kerikilnya sebelum fajar, setelah itu dia kembali ke Mekah untuk melakukan tawaf.” Dikutip oleh Abu Dawud.

Bulugh al-Maram 759

'Umar (RAA) menceritakan, 'Orang-orang penyembah berhala tidak pernah berangkat dari Muzdalifah sampai matahari terbit, dan mereka akan berkata, 'Biarlah matahari bersinar di atas Thabir (gunung tertinggi di Mekah). Rasulullah SAW (ﷺ) menentang mereka dan berangkat dari Muzdalifah sebelum matahari terbit. Dikutip dari Al-Bukhari.

Bulugh al-Maram 765
Ibnu Umar (RAA) menceritakan bahwa Rasulullah (ﷺ) berkata

“Semoga Allah memberkati orang-orang yang bercukur.” Para sahabat bertanya kepadanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana dengan orang-orang yang memotong rambutnya pendek?” Mereka mengulangi pertanyaan mereka dua kali (dan setiap kali dia mengulangi perkataannya, 'Semoga Allah memberkati mereka yang bercukur. ') Untuk ketiga kalinya, Rasulullah (ﷺ) kemudian berkata, “Dan (semoga Allah memberkati) orang-orang yang memotong rambut pendek mereka.” Disepakati.

Bulugh al-Maram 767

Al-Maisur bin Makhramah (RAA) menceritakan, “Rasulullah (ﷺ) mengorbankan binatangnya sebelum dia mencukur dan memerintahkan teman-temannya untuk melakukannya.” Dikutip dari Al-Bukhari.

Bulugh al-Maram 774

Aisyah (RAA) menceritakan, 'Rasulullah (ﷺ) berkata kepadanya, “Tawafmu dengan Ka'bah dan Sa'imu antara Safa dan Marwah cukup untuk haji dan umrah (yaitu satu tawaf dan satu sa'i cukup karena dia menggabungkan haji dan umrah.) Dikutip oleh Muslim.

Bulugh al-Maram 776

Anas (RAA), menceritakan, 'Rasulullah beristirahat sebentar di al-Muhassab (lembah yang terbuka di al-Abtah antara Mekah dan Mina) shalat Dhuhr, Asr, Maghrib dan 'Isha setelah itu dia naik ke Ka'bah dan membuat Tawaf. ' Dikutip oleh Al·Bukhari.

Bulugh al-Maram 777

Aisyah (RAA) menceritakan bahwa dia tidak biasa melakukan itu yaitu beristirahat di Al-Muhassab dan berkata, 'Rasulullah (ﷺ) beristirahat di Al-Muhassab, karena lebih mudah untuk berhenti di sana dan berangkat (yaitu bukan Sunnah untuk beristirahat di sana'). Dikutip oleh Muslim.

Bulugh al-Maram 768
Aisyah (RAA) menceritakan, Rasulullah (ﷺ) berkata

“Apabila salah seorang di antara kamu melemparkan kerikil dan mencukur rambutnya, maka segala sesuatu termasuk parfum menjadi halal baginya kecuali wanita (yaitu hubungan seksual).” Dihubungkan oleh Ahmad dan Abu Dawud dengan rantai narator yang lemah.

Bulugh al-Maram 771

Asim bin 'Adi (RAA) menceritakan bahwa Rasulullah (ﷺ) memaafkan para penggembala unta dari tidur di Mina dan meminta mereka untuk melemparkan kerikil pada hari pengorbanan (yaitu melempar Jamratul 'Aqabah dan mereka tidak harus bermalam di Mina), dan kemudian melemparkan kerikil hari berikutnya dan hari setelahnya (yaitu gabungan dari tanggal 11 dan 12 (pada tanggal 12), dan kemudian melemparkan kerikil lagi pada tanggal 13 Terkait oleh lima imam. At-Tirmidhi dan Ibnu Hibban mengangkatnya sebagai Sahih.

Bulugh al-Maram 775

Ibnu 'Abbas (RAA) menceritakan bahwa Rasulullah (ﷺ) tidak berlari selama tujuh sirkuit yang dibuat di Tawaf terakhir ketika dia kembali ke Mekah. ' Dikatakan oleh lima imam kecuali at-Tirmidhi. Al-Hakim mengangkatnya sebagai Sahih.

Bulugh al-Maram 778

Ibnu Abbas (RAA) menceritakan, “Orang-orang diperintahkan untuk menjadikan Tawaf di sekitar Ka'bah sebagai ritus terakhir mereka; (Perpisahan Tawaf tetapi wanita yang sedang menstruasi dibebaskan darinya.” Disepakati.

Bab : Hilang Ziarah atau ditahan (IH-Sar)

Bulugh al-Maram 780

Ibnu Abbas (RAA) menceritakan, “Ketika Nabi (ﷺ) dicegah melakukan umrah (oleh Quraisy) dia mencukur kepalanya, melakukan hubungan seksual dengan istri-istrinya dan menyembelih binatangnya. Tahun berikutnya dia melakukan 'Umrah untuk menebus tahun yang dia lewatkan. ' Dikutip dari Al-Bukhari

Bab : Deskripsi Ritual Haji dan Memasuki Makka

Bulugh al-Maram 748

Ibnu Abbas (RAA) menceritakan bahwa Rasulullah (ﷺ) memerintahkan mereka untuk berlari selama tiga sirkuit dan berjalan (dengan kecepatan normal) untuk empat sirkuit, antara dua sudut (Batu Hitam dan sudut Yaman). Disepakati.

Bulugh al-Maram 750

'Umar (RAA) menceritakan bahwa dia mencium Batu Hitam dan berkata, 'Saya tahu bahwa Anda adalah batu dan tidak dapat menguntungkan siapa pun atau menyakiti siapa pun. Seandainya aku tidak melihat Rasulullah (ﷺ) menciummu, aku tidak akan menciummu.” Disepakati.

Bulugh al-Maram 753

Anas (RAA) menceritakan, 'Ketika kami mengambil ihram (untuk haji atau 'umrah) beberapa dari kami mengangkat suara mereka dengan Talbiyah dan tidak ada yang keberatan dengan itu, dan yang lain mengangkat suara mereka dengan Takbir dan tidak ada yang keberatan dengan itu (yang berarti bahwa mengatakan Allahu Akbar 'Allah Maha Agung, atau membaca Talbiyah sama-sama diterima selama Ihram). ' Disepakati.

Bulugh al-Maram 755

Aisyah (RAA) menceritakan, 'Saudah (istri Nabi (ﷺ) meminta izinnya, pada malam al-Muzdalifah, untuk pergi lebih awal (kepada Mina karena dia adalah wanita yang berat dan lambat. ' Nabi (ﷺ) memberinya izin.” Disepakati.

Bulugh al-Maram 758
'Urwah bin Mudarras (RAA) menceritakan bahwa Rasulullah (ﷺ) berkata

“Barangsiapa yang melaksanakan shalat ini bersama kami di Al-Muzdalifah dan menunggu bersama kami sampai kami kembali ke Mina, dan dia tinggal di Arafat (pada hari 9) sebelum itu pada malam atau siang hari, maka dia akan menyelesaikan tugas haji yang telah ditentukan.” Dikutip oleh lima imam. At-Tirmidhi dan Ibnu Khuzaimah mengangkatnya sebagai Sahih.

Bulugh al-Maram 762

'Abdullah bin Masud (RAA) menceritakan bahwa dia menyimpan Ka'bah di sebelah kirinya dan Mina di sebelah kanannya dan melemparkan tujuh kerikil Jamratul 'Aqabah. Kemudian beliau berkata, “Di sinilah tempat di mana surah al-Baqarah berada di atasnya. (Surat no. 2) diturunkan (yaitu Rasulullah (ﷺ)). ' Disepakati.

Bulugh al-Maram 769
Ibnu Abbas (RAA) menceritakan bahwa Rasulullah (ﷺ) berkata

“Perempuan (peziarah) tidak perlu mencukur (kepala mereka); mereka hanya boleh mempersingkat rambut mereka.” Dihubungkan oleh Abu Dawud dengan rantai narasi yang baik.